[ Sequel PEDANG JIWA NAGA dan PENERUS DEWI KEMATIAN]
Kedua orang dengan jenis pedang yang sama, bentuk yang sama tapi memiliki warna yang berbeda. Keduanya bahkan memiliki wajah yang sama tapi pembawaan yang berbeda.
Itu adalah Zhang Fengying dan Zhang Ruoqi, putra dari seorang Kaisar paling berkuasa yang ada di bawah langit.
Mereka pergi berkelana di umur muda untuk mencari pengalaman dan mencari jati diri mereka yang sebenarnya dan tanpa sengaja bertemu dengan teman dan jodoh mereka.
Dengan menyatukan kekuatan, mereka bisa mendapatkan yang semula mustahil dan dengan berkelana bersama,mereka mengerti apa yang dimaksudkan dengan ketulusan.
Sampai akhirnya mereka berdua ditakdirkan untuk melawan seekor Naga yang telah tertidur selama 150 ribu tahun karena menganggu ketenangan umat manusia.
Akankah mereka bisa mengalahkan Naga tua yang menganggu ketenangan umat manusia?
Tag : Petualangan, Romantis, Remaja, Fantasi, Xianxia, Kultivasi, Kaisar, Istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Pergi ke Ibukota
Zhang Ruoqi langsung merangkul adiknya ketika dia sudah selesai seolah olah membutuhkan bank energi setelah bekerja keras dan lembut layaknya kuda.
Dia benar benar berusaha banyak sampai. sampai matanya berubah menjadi cekung dan gelap.
Zhang Ruoqi tidak tidur selama tiga hari dan hanya makan secukupnya, selain itu dia habiskan untuk menggambar kaligrafi.
Jika ada sedikit saja kesalahan maka akan dia mulai lagi dari awal karena dalam. lukisan sempurnanya, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun.
Jika ingin mendapatkan harga yang pas dan memuaskan maka dia harus memberikan semua usahanya, jika tidak maka dia takut hasilnya akan mengecewakan dirinya sendiri.
Zhang Ruoqi sangat takut akan kesalahan kecil akan menjadi besar oleh karena itu seluruh tindakannya sangat hati hati.
"Apakah kita akan segera mengantarkannya ?" Tanya Zhang Fengying dengan suara rendah.
"Hm, akan mengantarkannya hari ini, nanti tunggu guru tidak ada. Aku akan mengalihkan perhatian mereka sementara kamu membawa keluar barangnya. " Jawab Zhang Ruoqi.
Lalu keduanya setuju dan pada pukul tiga sore, Zhang Ruoqi mengajak bicara kepada guru gurunya bahwa mereka sedang akan pergi untuk berjalan jalan.
"Apakah boleh guru ?" Tanya Zhang Ruoqi.
"Kalian akan pergi ke Ibukota nanti ?" Tanya Liu.
"Itu benar, kami hanya akan pergi bermain main sebentar, setelah itu kami pasti akan kembali lagi, percayalah guru. " Jawab Zhang Ruoqi.
"Kalian akan pergi ke Ibukota ? Apakah kalian tahu tempat seperti apa itu ? Apakah kalian berniat untuk meninggalkan Sekte Pedang Jiwa ? Kami bisa memahami ini, kalian pasti akan melebarkan sayap kalian dan Sekte Pedang Jiwa tidak akan mampu untuk menampung kalian. " Ucap Mao dengan sedih.
"Guru, kami hanya akan pergi untuk melihat. Setelah seminggu kami akan kembali lagi, atau mungkin lebih cepat. Jangan membuat kami merasa begitu buruk, kami tidak akan meninggalkan Sekte Pedang Jiwa dalam waktu yang sangat singkat. Tolong percaya pada kami, guru. " Ucap Zhang Ruoqi.
"Kalau begitu maka guru akan menantikan kembalinya kalian kemari, guru akan menjahitkan kalian masing masing sebuah syal sebagaimana saat ini sudah mau masuk musim dingin. " Ucap Qin dengan tenang.
"Aku akan merindukan kalian untuk seminggu ke depan, tolong jangan pergi terlalu lama. " Balas Li dengan sedih.
"Tenang saja, Li. Kami juga akan sangat merindukanmu. " Ucap Zhang Ruoqi dengan senyum tipis dan merasa senang karena dia mendapatkan keluarga baru.
Sejak awal, pilihannya tidak pernah salah, ketika dia pertama kali melihat bangunan reyot ini, entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang memanggilnya ke dalam.
Membuatnya merasa bahwa dia seharusnya datang, seandainya dia memilih untuk masuk ke dalam Sekte besar maka dia tidak akan pernah merasa begitu di hargai seperti ini.
Ketika dia keluar, Zhang Fengying sudah siap dengan tiga lukisannya yang tertutupi oleh kain.
"Bagaimana dengan para guru ?" Tanya Zhang Fengying.
"Mereka baik baik saja walaupun pada awalnya takut bahwa akan kehilangan kita tapi, aku telah meyakinkan mereka bahwa kita akan kembali. Karena memang pada kenyataannya kita akan kembali. " Jawab Zhang Ruoqi dengan yakin.
"Tentu saja kita akan kembali lagi, bahkan jika aku bukan orang yang suci bukan berarti aku tanpa moral. Kebaikan yang diberikan oleh para guru dan Sekte , tentu saja akan ku balas dua kali lipat. " Gumam Zhang Fengying.
Keduanya setuju, mereka akan ikut ke Ibukota bersama dengan Sang Ji yang sebelumnya telah mengatakan akan pergi ke Ibukota.
Lumayan, mereka mendapatkan tumpangan gratis ke Ibukota. Ini bukan perjalanan yang singkat. Jadi mereka mengemasi pakaian dan makanan dengan sedikit uang.
Pakaian mereka sendiri tidak banyak, hanya ada dua atau tiga. Jadi tidak sulit untuk mengemasi nya, keduanya pergi menuju Pelelangan Matahari Terbit.
Sesampainya disana, Sang Ji tampaknya sudah menunggu kedatangan mereka, ketika Zhang Ruoqi memberikan lukisannya.
Sang Ji akan membukanya tapi Zhang Ruoqi menahannya.
"Jangan membukanya disini, ayo membukanya di dalam. " Ucap Zhang Ruoqi.
Sang Ji menyadari kesalahannya sampai pada akhirnya mereka masuk ke dalam untuk melihat lihat hasil kaligrafi milik Zhang Ruoqi.
Sampai di lantai atas, Sang Ji membuka secara perlahan lukisan tersebut dan tiba tiba terkejut karena lukisan tersebut seolah olah membawa kekuatan magis di dalamnya.
"Bagaimana menurutmu Tuan Sang ? Apakah aku membual atau apa ?" Tanya Zhang Ruoqi dengan bangga.
"Tidak..... tentu saja tidak. Aku ingin memiliki ini juga, berapa yang harus ku bayar untuk ini ?" Tanya Sang Ji.
"Karena sebagai tanda terima kasihku, aku sudah menyiapkannya kepada Tuan Sang. " Jawab Zhang Ruoqi dan memberikan sebuah gulungan yang disimpan di cincin ruangnya.
Ketika Sang Ji membukanya, dia terkejut karena memiliki tulisan namanya tapi dengan kekuatan yang misterius dan aneh.
"Apakah ini benar benar dibuat khusus untukku ?" Tanya Sang Ji dengan tidak percaya.
"Ya, itu untuk Tuan Sang karena telah memberi kami tumpangan ke Ibukota serta sudah membantu kami melelang Lukisan Kaligrafi kami, kami membawa ini sebagai hadiah untuk Tuan Sang. " Jawab Zhang Ruoqi.
"Bagaimana mungkin aku bisa menerima hal ini ? Aku benar benar tidak bisa menerima ini secara sia sia. Sebagai gantinya, aku akan membayar 3000 Tael Emas. " Ucap Sang Ji.
"Itu bisa membantu kemajuan pemahaman pedang Tuan Sang, setiap kali Tuan Sang mengalami kemacetan dalam pemahaman pedang, aku berharap Tuan Sang mampu mendapatkan pencerahan dengan merenungkan setiap goresan dari lukisan ini dan untuk uangnya tidak perlu, anggap saja sebagai uucapan terima kasihku karena telah membantuku. " Ucap Zhang Ruoqi dengan tulus.
"Selain dari lukisan ini, kami tidak memiliki hal yang lain untuk dipersembahkan kepada Tuan Sang sebagai hadiah terima kasih. Tolong terima hadiah dari kami. " Ucap Zhang Fengying menambahkan.
Sang Ji merasa tidak baik untuk menolak niat baik dari kedua orang ini, tapi tidak enak juga untuk menerima hadiah sebesar ini tanpa membalas apapun.
"Baiklah, ketika di Ibukota aku pasti akan memperlakukan kedua Tuan Zhang dengan baik. Aku akan memberikan pengalaman pertama kalian dengan kesan yang baik. " Ucap Sang Ji.
Kesan Sang Ji terhadap Zhang Ruoqi dan Zhang Fengying langsung meningkat, karena sebelumnya dia tidak terlalu memandang mereka dan sekarang dia telah mengubah cara pandangannya.
"Baik, kalau begitu maka kami harus merepotkan Tuan Sang untuk itu. " Balas keduanya dengan sopan.
Karena memang itu yang mereka inginkan, mereka berasal dari Desa yang jauh dan tidak memahami struktur Ibukota, paling tidak harus meminta bantuan dari seseorang yang ahli dan berpengaruh.
Mereka menaiki kereta kuda yang telah disiapkan, ada tiga kereta kuda yang berjalan beriringan.
Yang paling depan adalah milik Sang Ji, yang kedua adalah barang barang harta yang akan dilelang sementara mereka duduk yang ketiga.
...----------------...
Bonus up like 180 : 2 / 3
kalau mau liat visual dari Zhang Ruoqi dan Zhang Fengying, bisa diliat di ig author @kc.novel_writer karena kalau up disini agak susah untuk dipublish, terimakasih !
skrg anak2nya yg panen akibat sikap bpk gila wnt. hrsnya si chang wei lihat hsl perbuatannya keturunannya saling bunuh.