NovelToon NovelToon
SUARA SENJA

SUARA SENJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Karir / Cinta Murni / Romansa
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zubi

Bagaimana bila seseorang yang selama ini kamu cinta, pergi begitu saja?
Meninggalkanmu sendiri, tanpa kau mengerti dimana letak kesalahan?
Saat semua telah tersusun indah dalam sebuah harapan, dengan mudahnya dia menghancurkan susunan harapan dan anganmu bersama dirinya?

Setiap manusia pasti pernah berada di posisi tersebut, namun mereka semua memiliki cara yang berbeda untuk melewatinya.

Namun, jika semua itu terjadi pada hidupku... Aku belum tau harus memilih jalan yang seperti apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zubi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 "Puzzle Hidupku"

"Bang, ga semua beban bisa abang angkat sendiri. Terkadang kita butuh sharing untuk meringankan beban yang kita pikul.cerita semua ke aku, sapa tau aku bisa bantu, setidaknya aku bisa kasih saran." ucap Mayang sambil menatap Awan iba.

Awan terdiam dan masih menutup wajahnya.

"Bang, cerita sama Mayang bang. Jujur hati Mayang juga sakit liat abang sedih gini." ucap Mayang yang mulai berkaca-kaca.

"Nala de ... Dia lebih memilih Nico dari pada abang. Padahal abang yang udah lama sama dia, padahal abang yang selalu ada di samping dia ... Cuma dalam waktu sebulan, dia udah bisa ngebuang abang. Ngegantiin posisi abang dengan Nico, orang yang baru banget dia kenal. Walau abang tau ini bakal terjadi, tapi abang ganyangka bakal terjadi aecepet ini." ucap Awan yang tak sanggup menahan sesak di dadanya.

Air mata Awan pun terus menetes. Ia benar-benar terpukul dengan apa yang menimpanya saat ini. Nala merupakan semangat hidupnya selama ini. Namun pada hari ini Nala pula yang menghancurkan semuanya.

"Abang ga tau harus mulai dari mana de, Kali ini bener-bener ga bisa ditutup-tutupi lagi. Bahkan abang gatau cara nahan air mata abang untuk ga keluar." ucap Awan kini benar-benar menangis.

"Bang, ga ada yang salah kok kalo abang nangis. Malem ini abang keluarin aja semua. Ungkapan semuanya bang. Mayang disini buat dengerin abang. Abang ga sendirian sekarang, Abang punya Mayang, abang juga punya bapa. Kita keluarga bang." ucap Mayang kemudian membiarkan Awan bersandar di bahunya.

Awan pun melupakan semua kesediahnya, bercerita tenang masa-masa indah bersama Nala. Mengutuk dirinya karena telah lahir sebagai pecundang, dan berbicara apapun yang ia fikiran. Hingga akhirnya Awan tertidur di pundak Mayang karena kelelahan.

Sesekali Mayang mengusap lembut kepala Awan. Entah mengapa mayang hati Mayang terasa hancur, mendengar keluhan dan kesedihan Awan. Dia bisa merasakan apa yang Awan rasakan. Hingga akhirnya Mayang pun tertidur dengan bersandar dikepala Awan.

...----------------...

Awan terbangun setelah satu jam tertidur. Awan baru menyadari jika ia tertidur di pundak Mayang. Dengan lembut Awan mencoba merubah posisi, dan membaringkan Mayang di sofa. Awan pun menyelimuti tubuh mayang agar tetap hangat.

Awan menatap wajah Mayang, terlihat jejak air mata dipinya, yang menandakan Mayang juga ikut menangis ketika mendengarkan curahan hatinya. Awan pun tersenyum, kemudian membelai pipi Mayang lembut.

"Mayang sayang abang" ucap Mayang tiba-tiba dalam kondisi masih tertidur.

Awan tersenyum melihat Mayang yang mengigau. Awan pun memutuskan untuk keluar ruangan untuk sekedar jalan-jalan. Waktu saat ini menunjukan pukul 2 dini hari. Entah mengapa, Awan ingin sekali keluar ruangan dan sdikit berjalan-jalan.

'Gila, luar banget ini rumah sakit ya. Ternyata sepi banget kalo malem gini, bahkan banyak juga lorong yang gelap.' gumamnya dalam hati.

Ia menyusuri lorong yang gelap tersebut. Tiba-tiba udara sekitar menjadi sangat dingin. Ternyata lorong tersebut mengarah ke taman yang terdapat di tengah-tengah area rumah sakit.

Awan memperhatikan taman yang sangat sepi tersebut. Hanya ada lampu temaram pada beberapa sudut. Ia mulai bermain dengan imajenasinya, Awan membayangkan jika saat ini hantu yang menyeramkan dari semua pasien yang meninggal di rumah sakit ini.

Terbayang sosok hantu dengan wajah yang hancur, atau ada hantu anak-anak yang tengah berlarian, atau juga sosok hantu wanita yang berbaju pasien, berambut panjang, serta wajah yang menyeramkan.

'Akhh... Ngapain jadi mikirin setan si. Mana sepi banget begini. Udah ah balik, serem juga lama-lama.' ucap Awan dalam hati.

Saat Awan berbalik kanan, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sosok wanita paruh baya memakai baju pasien berambut panjang, serta membawa tiang infus.

"UWAAAAA!!!" teriak Awan.

Dengan cepat wanita paruh baya itu pun menutup mulut Awan.

"Sssttt... Gila kamu, ini rumah sakit. Saya manusia ini." ucap wanita paruh baya tersebut.

"Maaf bu, saya kira hantu. Maaf banget ya." ucap Awan meminta maaf, dengan jantung yang masih berdebar tidak karuan.

"Ya udah, ga papa. Saya juga minta maaf udah ngagetin masnya ... Em, begini mas, saya mau minta tolong, Ac di ruangan saya dingin banget. Saya ga ngerti cara kecilinnya. Bikin saya ga bisa tidur." ucap wanita paruh baya tersebut.

"Oh, bisa bu." ucap Awan cepat.

Wanita paruh baya tersebut mengantar Awan menuju ruang rawat inapnya, yang kebetulan tidak jauh dari taman.

"Mari msuk mas ... Ini remotnya mas."

"Oh ia bu ... Nah, segini aja cukup nih ... Sudah selesai ya bu. Saya pamit balik ke tempat bapa saya ya bu." ucap Awan setelah mastik ruangan tidak terlalu dingin dan wanita paruh bya itu sudah kembali berbaring di ranjang pasien.

"Makasih banyak ya mas. Kalo ga ada kamu ga bisa tidur saya." ucap wanita paruh baya tersebut.

"Ia bu, selamat tidur. Saya tutup pintunya ya." ucap Awan kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.

Kali ini Awan melangkah dengan cepat menuju ruangan pak Yadi. Sejak kejadian tadi, ia menjadi tak seberani seperti sebelumnya. Apalagi saat melalui lorong yang gelap, semua imajenasi tentang berbagai bentuk dan jenis hantu, menari-nari dipikirannya.

Sesampainya di ruang rawat pak Yadi, Awan lang menggelar kasur lipat, kemudian ia memutuskan untuk tidur di balik selimut.

'padahal gue niatnya pengen ngegalau di gelap malam, tapi malah jadi serem gini si ah...' gumam Awan menangis dalam hatinya.

...----------------...

"Bang bangun bang, udah jam 5 bang. Abang masih sekolah kan?" Ucap Mayang berusaha membangunkan Awan yang masih tertidur.

"Aduh, masih ngantuk banget aaa... Bari tidur banget ini" ucap Awan yang masih sangat mengantuk.

Rupanya Awan tidak bisa langsung tidur, saat berada di dalam selimut, terlalu banyak yang ia pikirkan,dari mulai Nala sampai membayangkan sosok hantu yang ada dirumah sakit ini.

"Bang banguuuun..." ucap Mayang yang kini menggoyang-goyangkan tubuh Awan.

"Setengah jam lagi please." ucap Awan yang masih berada di balik selimut.

"Udah biarin aja nak, masih ngantuk banget kayaknya." ucap pak Yadi.

"Ya udah,aku ga mau bangunin lagi." ucap Mayang menggerutu.

Pada akhirnya Awan terlambat berangkat ke sekolah. Beruntung dia tidak mendapatkan hukuman, dikarenakan para guru dan staf tengah mengadakan rapat terkait dengan ujian akhir nasional.

...****************...

Ini adalah hari pertamaku untuk tidak mempedulikan dirinya. Setelah banyak berfikir dan merenung, kurasa aku mulai bisa menerima dan memahami.

Saat ini bukan lagi tentang dia. Stelah kurakit bom waktuku kemarin, kini aku coba susun ulang puzzel hidupku yang berantakan.

Kali ini aku akan menjadi pemeran utama dalam hidupku sendiri. Cinta bukan hanya muliknya saja. Ternyata cinta ada dalam persahabatan dan keluarga.

...****************...

Awan berjalan menuju kelasnya dan melewati kelas milik Nala. Dari dalam kelas, Nala melihat Awan. Perasaan yang sulit di ungkapkan bergejolak dalam hati Nala. Dari mulai rasa bersalah, hingga rasa tidak rela. Namun kembali ia tersadar, bila dirinya telah memilih jalannya sendiri dengan minggalkan Awan.

Waktu pun terus berputar, kini sudah tiga hari setelah Nala memilih untuk meninggalkan Awan. Sudah tiga hari pula Nala tidak mendapat sapaan serta senyuman dari Awan. Bahkan ketika mereka saling berpapasan sekalipun, Awan selalu membuang muka ataupun berbicara dengan teman yang ada di sebelahnya.

'Wa, ko hati gue sakit banget ya jauh dari lo, jangan kan dapet sapaan dari lo, lo senyum ke arah gue aja engga. Ini udah tiga hari lo cuekin gue Wa, harus sampai kapan gini terus?' gumam Nala dalam hati yang tengah menatap punggung Awan dari kejauhan.

Berbeda dengan Nala, Awan justru merasa semakin baik di setiap harinya. Perlahan, namun pasti, ia mampu mengedampikan rasa cintanya pada Nala. Awan lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga, belajar dan bekerja di cafe.

Bersambung...

1
Nina
Cian awan
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
wkwkwk kesurupan katanya
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
tinggalin nala aja wan mending sama mayang. atau sama akuh aja wan gak papa😅
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
baca jd nyesek kasihan awan

tebakanku kalau pak yadi meninggal awan suruh jagain mayang deh
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
boni matih?
Nina
Lagi up nya
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
tor kira2 awan jadi penyanyi terkenal gak ya nantinya.
Zubi: Tergantung si Awan mau jadi terkenal atau engga.🤣
total 1 replies
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
jadi pengen bilang I love you juga😊 seperti mereka
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
yahhhh kirain yg kasih saputangan awan ternyata niko🤦‍♀️

perasaan nico ngintil mulu deh
Nina
Kesurupan
Nina
Awan mw ngapain cari bobbie
Minakim
Justru itu yang buat adrenalin terpacu, semakin berliku jalannya semakin gigih kita melaju semakin dewasa kita setiap harinya
Nina
next
ㅤㅤ
bener Nala melupakan awan 😌
ㅤㅤ
pantes yg di ambil nala nya aj,,,, ternyata mau d ajak jadi pasangan duet nya nico😪
ㅤㅤ
wkwkw 🤣🤣🤣 kayak udah kenal lama ya 🤭 cepet banget akrab nya ya kalian
ㅤㅤ
wkwkw dasar mayang,,, 🤣🤣🤣 awan di samain sama ayam potong 😂😂😂
ㅤㅤ
hmmm awan cemburu🤭
ㅤㅤ
hmmm sad ya,,, d saat penting Nala, awan gk ada😌
ㅤㅤ
waaah 😱 semoga nala gak melupakan awan 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!