NovelToon NovelToon
PENEBUS DOSA SANG MAFIA

PENEBUS DOSA SANG MAFIA

Status: tamat
Genre:Roman-Angst Mafia / Menikah dengan Musuhku / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:53.2k
Nilai: 5
Nama Author: CACING ALASKA

Bocil Harap Skip!

"Aku tidak akan membiarkanmu mati secepat itu. Aku akan membuatmu mencintaiku dan setelahnya aku akan meninggalkanmu. Aku akan menciptakan neraka untukmu." –Vernon–

"Aku akan hidup di neraka yang kau ciptakan untukku." –Vivian–

Vivian Zeta La Nostra harus menerima kenyataan untuk menikah dengan musuh bebuyutan sang kakak.

Keluarganya La Nostra adalah mafia kelas atas di Italia, namun Sang kakak Arthur Dellinger La Nostra melakukan sebuah dosa sepuluh tahun lalu kepada seorang pria berkembangsaan Norwegia bernama Vernon Arkyn Skjoldbjærg, hingga akhirnya pria itu menginginkan Vivian sebagai penebus dosa sang kakak.

Hingga akhirnya Vivian terjebak dalam pernikahan dengan pria yang baru ia temui tersebut. Sedangkan Vivian mencintai pria bernama Alec Gustavson yang ia yakini adalah cinta pertama dan terakhir untuknya.

Apakah akhirnya Vivian membiarkan dirinya mencintai Vernon atau tetap tidak bisa menghilangkan rasa cintanya pada Alec?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACING ALASKA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DULU MEREKA SAHABAT

Aku berjalan keluar kamar setelah mendengar perkataan Vernon yang akan mengajakku ke sebuah acara nanti malam. Aku tidak mengatakan apapun lagi ketika dia bilang aku harus tetap memegang tangannya saat berada di sana. Ya, aku akan mengikuti semua perkataannya saja selama hal itu tidak merugikan diriku. Aku bahkan tidak tahu ke acara apa dia akan mengajakku nanti.

Tiba-tiba seseorang menarikku masuk ke dalam sebuah ruangan yang merupakan ruangan yang biasanya dijadikan kamar tamu ketika aku melintasi ruangan tersebut. Orang tersebut langsung menyambar bibirku dengan ********** tanpa membiarkan aku berkata apapun. Aku langsung tahu kalau dia adalah Alec.

"Aku sudah menunggumu dari tadi, kenapa kau terus menerus berada di kamarmu? Aku meneleponmu dan teleponmu sibuk tapi saat tersambung kau tidak menjawabnya." Seru Alec.

"Tadi cukup lama aku berbicara di telepon dengan Sesya dan setelahnya aku meletakan handphone-ku ke meja samping tempat tidur dalam keadaan tidak berdering, karena itu aku tidak tahu kau menelepon." Jawabku. "Maafkan aku."

Alec mencoba menciumku lagi namun kali ini aku menghindar, itu membuat Alec menatapku dengan heran. Wajahnya terlihat bingung padaku yang menghindar darinya.

"Ada apa? Kenapa kau tidak ingin aku cium?" Tanya Alec.

"Kau membuatku merasa buruk karena melihatmu mencium gadis itu, Alec." Ujarku dengan sedikit rasa kesal.

Alec menahan tawanya mendengar perkataanku padahal aku sedang tidak mengatakan sebuah lelucon saat ini.

"Kenapa kau terlihat senang?" Kesalku dengan menyipitkan tatapanku.

"Maafkan aku, tidak mungkin aku menciummu tadi. Kita harus merahasiakan hubungan ini, kan?"

"Alec, kenapa kau ingin menikah dengan Olivia? Beritahu aku alasannya." Aku bertanya dengan sangat penasaran. "Kau tidak mencintainya tapi kenapa kau mau menikah dengan gadis sepertinya. Pasti dia akan merepotkan hidupmu nanti."

Wajah Alec terlihat berubah. Cukup lama dia tidak langsung menjawab dan mengalihkan wajahnya dariku dengan menundukan kepala. Padahal saat ini kami saling berdekatan.

"Vernon yang memintaku." Jawab Alec mengangkat kembali kepalanya dan menatap padaku. "Seperti halnya Art, aku pun tidak bisa berbuat apapun saat Vernon meminta aku menikah dengan Olivia."

Jawaban Alec membuat aku sangat terkejut. Kenapa Vernon juga meminta Alec menikah dengan Olivia? Dan kenapa Alec menerimanya begitu saja?

"Kenapa kau menerimanya, Alec? Apa ada sesuatu terjadi padamu? Apa hal ini mengenai kejadian sepuluh tahun lalu itu juga?"

Alec langsung menghindar dariku dengan berjalan menjauh. Aku bisa lihat kalau kaki Alec masih terasa sedikit sakit karena jalannya terlihat belum normal saat ini.

"Sebenarnya apa yang terjadi sepuluh tahun lalu itu, Alec? Apa kau bisa menceritakan semuanya padaku? Dan kenapa aku tidak bisa mengingat apapun?" Aku berharap Alec mengatakan semuanya padaku. Tidak mengetahui apapun mengenai kejadian itu membuat aku merasa tersiksa.

"Itu sudah lama berlalu, tidak ada yang harus diceritakan. Kau tidak perlu mengetahuinya karena tidak ada sangkutpautnya denganmu." Alec memulas senyum di wajahnya dan berjalan kembali mendekatiku.

"Lalu kenapa aku tidak bisa mengingat apapun?" Tanyaku lagi. "Aku tahu wanita itu meninggal tepat di hari ulang tahunku yang ke empat belas tahun. Dalam foto perayaan ulang tahun itu aku melihatnya ada bersama Olivia. Lalu bagaimana wanita itu meninggal? Apa yang dilakukan Art padanya?"

"Sudahlah, Viv. Jangan membahas masalah yang sudah lama berlalu. Kau bukannya tidak mengingatnya tapi karena kau tidak tahu apa yang terjadi. Setelah acara ulang tahunmu kau pergi ke Venesia dan cukup lama berada di sana. Tapi kau tidak mengingatnya karena kecelakaan yang kau alami membuat kau tidak mengingatnya. Tidak sengaja kau jatuh di tangga karena itu ada beberapa hal yang tidak kau ingat karena terjadi gumpalan darah di otakmu waktu itu."

Mendengar semua penjelasan Alec membuat aku semakin mengerti kalau mereka semua menyembunyikan kebenarannya dariku, termasuk Alec. Dengan jelas Vernon mengatakan kalau kejadian sepuluh tahun yang tidak aku ingat itu penyebabnya adalah aku tetapi Alec berkata hal yang sebaliknya dengan bilang aku tidak ada sangkutpautnya. Memaksa Alec untuk menceritakan semuanya tampaknya akan sia-sia sudah.

"Viv, kau tidak perlu mencari tahu lagi apa yang terjadi karena semua itu juga sudah berlalu." Seru Alec memegang wajahku dengan kedua tangannya. "Dan kau mau tahu kenapa aku setuju menikah dengan Oliv?"

Pikiranku langsung teralihkan setelah Alec bertanya hal tersebut padaku. Bagaimana aku tidak ingin tahu, itu adalah pertanyaan yang sangat ingin aku tahu jawabannya.

"Agar aku bisa bertemu denganmu lebih sering. Setelah menikah dengan Oliv aku akan tinggal di sini juga, dengan begitu kita bisa lebih sering bertemu kan? Tak ada yang bisa kita lakukan selain bersembunyi dari siapapun seperti sekarang ini."

Bibir Alec menyentuh bibirku lagi kami berciuman dengan penuh gairah. Jawaban Alec barusan membuat diriku sedikit senang. Apa yang dikatakannya benar juga, karena kami tidak mungkin bersama lagi. Aku sudah menikah, jadi dengan menikahi Olivia merupakan satu cara agar Alec bisa berada di rumah ini untuk menemuiku kapan saja. Ya kami bisa bertemu secara sembunyi-sembunyi seperti sekarang ini.

"Aku sangat mencintaimu, Alec." Ucapku saat Alec membawaku ke atas tempat tidur, dia membaringkan aku dengan sebuah tatapan yang sangat lekat padaku.

"Aku juga sangat mencintaimu, Viv." Jawab Alec setelahnya melancarkan serangannya padaku dengan menghujaniku dengan ciumannya.

Kami kembali bercinta lagi setelah kemarin. Aku sangat menikmatinya dan mengambil alih kendali dengan berada di atas tubuh Alec yang menatapku dengan penuh kenikmatan.

"Viv, kau memang gadis yang luar biasa." Ucap Alec diiringi erangan dengan gerakan pinggulku yang teratur. "Aku tidak akan melepaskanmu."

"Kita bisa melakukan ini sesering mungkin setelah kau menikahi gadis itu." Ujarku. "Gadis sepertinya tidak mungkin bisa membuatmu seperti ini, Alec."

Alec tertawa kecil mendengar perkataanku. Akupun ikut tertawa dengannya.

"Kau tahu, Vernon membunuh pria yang mencoba membunuhku kemarin. Dia membunuhnya dengan kedua tangannya sendiri. Jika dia tahu aku bercinta dengan istrinya aku rasa dia akan langsung membunuhku."

"Jadi darah yang ada di kemeja dan tangannya adalah darah dari pria yang ingin kau hukum itu?" Aku bertanya dengan menahan ******* dimulutku.

"Apa kau tahu siapa pria itu, Viv?"

"Gianluca Bourbon?" Jawabku. "Memangnya siapa dia dan kenapa dia diadili?"

"Dia adalah kolega kakakmu yang berkhianat dengan menjual banyak senjata pada Vernon. Dia diadili dengan kasus penggelapan uang dari bisnis Art." Tutur Alec. "Vernon membunuhnya karena tidak mau kalau pemerintah tahu dia membeli senjata ilegal dari pria itu. Kau tahu apa yang lebih mengejutkan?"

Alec menarikku hingga berbaring dan merubah posisinya menjadi dirinya yang ambil alih atas tubuhku, bergerak dengan sangat cepat hingga aku tidak bisa menahan desahanku lagi dan mengerang kenikmatan yang terasa di sekujur tubuhku, setelah itu aku merasakan sesuatu yang hangat berada di dalam tubuhku. Sesuatu yang keluar dari tubuh Alec.

"Art hanya membuat laporan palsu mengenai penggelapan uang yang dilakukan Bourbon, tujuannya agar pemerintah mengungkap pembelian senjata ilegal yang dilakukan Vernon. Hubungan suami dan kakakmu sangat buruk." Kata Alec sambil memelukku yang membelakanginya. "Padahal dulu mereka bersahabat."

Aku menoleh pada Alec setelah mendengar kalimat terakhir yang diucapkannya.

......–NATZSIMO–......

1
off
hilih, vernon wkwk
off
akhirnya sampai di ending. terimakasih banyak author😁
off
esteban, ecieee☺️☺️☺️
off
ayo lah, katakan alec
off
sedih sekali Olivia 😭😭😭
off
kau memilih jujur, viv😁😁😁
off
pikiran mu viv 😮😮😮
off
tapi dengan menangis perasaan lebih lega, lebih plong😒😒😒
off
sakit sekali ya viv😭😭😭
off
bagaimana caranya?
off
ada apa dengan vernon? kenapa terus2san menyebut nama winetta 😒😒😒
off
bagaimana ceritanya orang tua viv membunuh orang tua vernon?🤔🤔
off
syukurlah hubungan oliv dan viv bisa membaik😁😁😁
off
masih teka teki 😁😁😁
off
waahh 😮😮😮viv bener2😁😁😁
off
jadi sekarang vernon bertekuk lutut sama viv ckck
off
vernon cemburu sepertinya
off
hargai kesetiaan esteban, viv 🚶‍♂️🚶‍♂️🚶‍♂️
off
vivian berubah haluan akhirnya😁😁😁
off
vernon pandai berkata-kata😒😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!