NovelToon NovelToon
Alexandria

Alexandria

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ayyona

Alexandria adalah seorang gadis berumur 30 tahun yang memiliki luka masa lalu. Rencana pesta pernikahannya gagal di hari H saat seorang wanita berbadan dua hasil perbuatan calon suaminya Mahesa datang.

Lima tahun berlalu sejak saat itu Alexa berusaha mengubur lukanya dengan menjadi pribadi yang dingin terhadap orang yang belum dekat terutama lawan jenis. Seorang workaholic dan mengisi hidup untuk mewujudkan isi bucket listnya.

Kehidupan baru Alexa terusik ketika dia harus menjadi mentor Devon putra bungsu pemilik Brahmana Corporation tempat dia dan Theo suami Arika sahabatnya bekerja. Devon pemuda berusia 22 tahun terkenal karena susah diatur, suka berfoya-foya dan tidak serius menyelesaikan kuliahnya.

Selain itu satu per satu masa lalu mulai menghampiri gadis itu kembali.

Apakah Alexa akan berjodoh dengan masa lalunya?

Ataukah dia menemukan kebahagian lain?

Apakah waktu bisa menyembuhkan luka hatinya?

Berisi lagu-lagu romantis yang sesuai dengan tema chapter.

IG:ayyona_18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayyona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 - I Love You

Alexa dan Raka sedang merapikan berkas-berkas yang mereka periksa di unit Cassablanca. Pemeriksaan alur kebijakan konsumen sudah mereka lakukan. Raka terlihat membuka ponselnya ketika merasakan getar benda berwarna hitam itu di atas mejanya. Setelah membaca pesan singkat yang dia terima, pemuda jangkung berwajah oriental itu pun menoleh ke arah Alexa.

“Mbak, mau langsung pulang ato balik ke kantor lagi?" tanya Raka ke supervisornya itu.

“Kayaknya Mbak pulang langsung aja ya, tapi kamu bisa selesaikan laporannya malam ini kan? Ntar Mbak periksa langsung." Alexa memastikan kesediaan Raka.

Dia berpikir jika harus kembali ke kantor akan menghabiskan waktu di jalan dan tentunya dia akan lembur lagi sehingga membuat sopir kantor menunggu hingga dia bisa pulang.

“Bisa banget Mbak, kan ini tidak banyak yang di luar SOP, hmmm trus mau makan malam dulu ga?” lanjut Raka bertanya.

“Mau traktir apa minta ditraktir?" cibir Alexa.

“Ini Mas Devon nanyain," jawabnya ragu.

Ya ampun itu bocah ngintilin melulu sih, gumam Alexa.

“Kamu aja deh Ka, Mbak mau langsung pulang. Mau nyicil buat outline pemeriksaan cabang Singapur sebelum berangkat," tolak Alexa.

Raka pun terlihat kembali mengetik sesuatu di ponselnya.

Tak lama kemudian mereka berdua pun meninggalkan ruangan kantor unit Cassablanca menuju lobby. Alexa dan Raka  memesan taksi yang berbeda untuk mengantar mereka pulang ke tujuan masing-masing.

Alexa baru saja selesai membersihkan tubuhnya setelah aktivitasnya seharian penuh ketika mendengar bunyi bel dari pintu apartemennya. Melalui lubang pengintai Alexa melihat seorang pemuda yang dia kenal berdiri di sana.

Huft! Dia lagi, gumam Alexa.

Ini hari ke 8 dia harus bertemu terus menerus dengan tuan muda, sebelumnya hanya di hari kerja dan jam kantor saja. Sekarang harus lebih berdamai karena kenyataannnya mereka tinggal di gedung yang sama membuat kemungkinan untuk bertemu akan lebih sering.

Seketika Alexa membukakan pintu, pemuda itu langsung menerobos masuk tanpa permisi. Dia pun menyerahkan bungkusan yang sedari tadi dijinjingnya kepada gadis pemilik apartemen itu.

“Belum makan malam kan?” tebak Devon yang tentu saja benar.

“Itu ada pecel bebek," lanjutnya yang langsung disambut senyum semringah Alexa.

Gadis itu pun membuka laci kitchen set yang berada di dekat kulkas satu pintu untuk mengambil perlengkapan makan.

OMG dia ternyata hanya menyimpan peralatan makan untuk 1 orang. Sejak menempati apartemen tipe studio yang berukuran 58 meter persegi ini dia memang tidak banyak menyimpan barang-barang yang tidak diperlukannya, bahkan peralatan memasak pun hanya seadanya yang jarang dipergunakan.

“Maaf ya, peralatan di sini ga selengkap penthouse," ujarnya sambil membuka bungkusan kertas coklat yang diikat karet itu.

Lalu meletakan 4 potong paha bebek goreng di piring kue yang ukurannya lebih kecil dari piring makan dan sambal terasi di mangkok sedangkan lalapan segar dibiarkannya di dalam kertas coklat yang dibentuknya menjadi wadah persegi.

Satu porsi nasi uduk diletakannya di piring makan sementara yang 2 bungkus lain dibiarkannya tanpa dibuka. Devon sepertinya mengerti jika Alexa pasti menghabiskan 2 potong bebek dan minta tambah nasi uduk setengah setiap kali makan di warung kaki lima itu.

Devon telah duduk manis menunggu makan malamnya di meja makan kecil yang dilengkapi 2 kursi saling berhadapan. Dia memperhatikan semua yang disiapkan oleh Alexa.

Menyadari keterbatasan perlengkapan makan di apartemen gadis itu, dia pun memutuskan makan tanpa menggunakan sendok garpu. Dia berjalan ke sink yang ada di kicthen set untuk mencuci tangan dan kembali ke tempat duduknya.

“Ini masih ada sendok kok, biar Mbak aja yang pake tangan."

Alexa menyerahkan sepasang perlengkapan makan dari stainless steel itu.

“Makan sambel lebih enak pake tangan kan." Devon melirik ke gadis yang telah memakai piyama itu.

Mendengar itu kemudian Alexa pun ikut mencuci tangannya. Setelah Alexa duduk di kursinya, Devon menggeser kursinya ke sudut yang lebih dekat dengan gadis itu. Dia juga memindahkan nasi uduk yang ada di piring makan agar berada di tengah-tengah dan lebih dekat dengan jangkuan mereka berdua.

“Jangan makan langsung pake kertas nasi itu, kayak makan kucing. Makan bareng aja pake piring ini, ntar kan bisa nambah," larang Devon.

"Bon a petite!"

“Makan pecel bebek aja pake bon a petite," ledek Alexa.

Devon hanya tersenyum.

“Mau disuapin!” ujar Devon ketika Alexa belum juga menyentuh nasi dari piring makan itu.

Mendengar itu Alexa pun mulai ikut makan.

Untung di kulkas dia menyimpan beberapa botol air mineral sehingga tidak perlu tambahan gelas untuk menuang minum. Jadi tidak harus berbagi gelas juga, gumam Alexa dalam hati.

Entah karena lapar atau memang suka, Alexa makan tanpa memedulikan lagi Devon yang sesekali meliriknya. Devon sudah beberapa kali mengamati kalau urusan makan pakai tangan memang gadis itu lebih lahap dibandingkan makan memakai sendok garpu.

Mereka pun beberapa kali tanpa sengaja rebutan lalapan yang selalu dimenangkan Alexa, lebih tepatnya Devon sengaja mengalah.

Ketika melihat Alexa kesulitan membuka tutup air mineral dengan tangan kirinya, Devon pun dengan cepat meraih botol plastik itu dengan sengaja dia kemudian menggigitnya dengan gigi geraham yang membuat Alexa berteriak kecil.

“Ih jorok!" sungut Alexa, tapi tetap saja dia kemudian menuangkan air mineral itu ke dalam gelas dan meminumnya.

Devon tergelak melihat itu. Setelah Alexa meletakan gelas yang masih berisi setengah itu, dia pun menyambarnya dan meneguk air yang tersisa sampai habis.

“Makasih ya Tuhan, hari ini baim makan gratis terus," celoteh Alexa sambil merapikan meja makan.

Sementara Devon telah pindah ke sofa dan membuka laptopnya.

Alexa pun berjalan menuju tempat tidurnya di mana laptopnya masih terbuka. Dia memeriksa email untuk melihat apakah Raka telah mengirimkan laporan yang dia minta sebelum meninggalkan unit Cassablanca.

Hampir satu jam lamanya kemudian Alexa memandang punggung Devon dari balik partisi kaca yang memisahkan kamar tidurnya dengan sofa di ruang TV sekaligus ruang tamu itu. Dia terlihat yang masih asik dengan laptopnya.

Eh kenapa ini bocah masih di sini aja, gumamnya.

Lama-lama karena penasaran dia pun bertanya.

“Lagi apa sih, ga balik?" Alexa bertanya hati-hati takut tuan muda tersinggung.

“Ok ini selesai. Periksa ya dan tambahin kalo perlu."

Devon tidak membalas pertanyaan Alexa. Dia malah melangkah menuju tempat Alexa berada, menaiki ranjang itu dan kemudian meletakan laptopnya menghadap arah Alexa.

Alexa membulatkan matanya melihat gerak gerik laki-laki itu.

Devon melihat ketidaknyamanan dari raut wajah gadis itu.

“Ini loh Mbak, tugas makalah sebagai ganti bolos hari Kamis dan Jumat besok. Kan kita harus ke Singapur," jelas Devon yang membuat Alexa kemudian meraih laptop tersebut.

Pasti pakai embel-embel Mbak kalau ada maunya, gumam Alexa.

Melihat itu Devon pun terseyum dan meregangkan kedua tangannya ke atas untuk menghilangkan pegal yang dia rasakan. Lalu dia pun menyandarkan tubuhnya di headbed ranjang itu sambil memejamkan mata.

Alexa menoleh ke arah Devon yang terlihat menikmati posisi setengah tidurnya, dia kemudian menarik nafas dalam.

Enak aja dia tidur, gumam Alexa.

Gadis itu kemudian meraih laptopnya yang menampilkan laporan pemeriksaan dari Raka lalu menghadap ke arah Devon dan menepuk kaki laki-laki itu.

Begitu mata Devon terbuka, Alexa menyodorkan benda berwarna biru itu yang diterima Devon dengan mata penuh tanya.

“Itu laporan Raka, sudah bisa cek sendiri kan?” Alexa pura-pura bertanya tapi sebenarnya memerintah.

Dengan malas Devon meraih laptop itu dan melakukan sesuai perintah mentornya itu. Mereka berdua pun terlihat sama-sama bersandar di headbed dengan kaki lurus dan laptop di paha masing-masing serta tatapan serius ke arah layar benda kotak itu.

“Ini sudah bagus kok, kalo mau tambahkan referensi salah satu pakar ekomoni," komentar Alexa tentang tugas kuliah Devon

“Ini laporan Raka juga sudah dibenerin."

Devon kemudian meletakan laptop Alexa di sebelahnya.

Alexa pun menyerahkan laptop yang dipegangnya pada pemiliknya.

“Ya sudah sana pulang!"

Alexa bergegas turun dari ranjangnya yang diikuti oleh Devon setelah dia mematikan laptopnya.

Laki-laki itu melangkah ke arah sofa untuk mengumpulkan barang-barangnya yang berserakan di meja kaca.

Setelah selesai memakai kembali sepatunya, Devon berdiri untuk berpamitan ke tuan rumah. Alexa terlihat menyodorkan kantong kresek ke arah Devon.

“Titip di tong sampah koridor dekat lift, biar ga bau terasi," ujarnya tanpa rasa bersalah dengan senyum yang sengaja dibuat semanis mungkin.

“Makasih ya!" Alexa tambah melebarkan senyumnya ketika kantong itu telah berpindah tangan.

Devon pun meraih handle pintu dan berlalu dari apartemen itu. Setelah pintu tertutup kembali, Alexa terlihat berusaha menahan tawanya yang akhirnya pecah juga. Dia tertawa terbahak sampai memegang perutnya.

Rasain, emang enak dikerjain, anak bos buang sampah, gumam gadis itu dalam hati.

Dengan mata yang berair karena terlalu banyak tertawa, Alexa kembali ke atas ranjangnya. Dia memeriksa ulang laporan yang masih terpampang di laptopnya dengan cepat. Hampir saja dia menutup file itu ketika dia merasa heran.

Rasanya tadi hanya ada 15 halaman. Kenapa jadi bertambah dua kali lipat. Apa ada penambahan dari Devon? dalam hati ia bertanya.

Dia pun menarik pointer di layar laptopnya ke halaman berikutnya. Di sana dia mendapatkan tulisan besar berwarna ungu dengan susunan huruf I LOVE YOU!!.

Bocaahhhhh!!!

Teriakan Alexa menggema di ruangan apartemen kecil itu.

Sementara Devon yang masih di dalam lift senyum – senyum sendiri seperti membayangkan kejengkelan yang menghiasi wajah Alexa saat itu.

1
jawir
Rasanya pingin loncat2 aja bacany langsung ke part di mn devon udh jd suami alexa ,,hmmm tp penasaran y weslah pelan2 aj bcny 🤭😅
jawir
Makmur makmur amat ya manusia2 di dunua pernovelan ,aaah andai saja .......
jawir
Telat membaca sepertinya ,baiklah mari membaca marathon !!! semoga ceritanya ta membosankan heeee
💐Nie Surtian💐
Baru mulai baca... Menarik... bikin penasaran...
Etik Widarwati Dtt Wtda
kerennnnnnn ..semoga bisa menulis dengan cerita yg kerennnn semangat ..../Good//Good//Good//Good/
Etik Widarwati Dtt Wtda
buket lust sudah dilengkapi
Etik Widarwati Dtt Wtda
waktu terus berlalu umur semakin bertambah anak2 sudah beranjak remaja ...pa lagi selain menikmati dan bersyukur ..badai yg takhenti2 sudah dilalui
Etik Widarwati Dtt Wtda
50 th ...42
Etik Widarwati Dtt Wtda
momo dokter mujarab
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn devon ....
Etik Widarwati Dtt Wtda
raymundo itu lexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
nobita sudah dewasa
Etik Widarwati Dtt Wtda
wah jadian athony jasmine
Etik Widarwati Dtt Wtda
udah jadian saja
Etik Widarwati Dtt Wtda
perasaan alexa kan kuat dan g gampang menyerah
Etik Widarwati Dtt Wtda
kasian adrian kena batu sendiri
Etik Widarwati Dtt Wtda
sedihhhhjj bahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
kena batu nya ..adik2nya g tau diri
Etik Widarwati Dtt Wtda
haduuhh sembrono ah alexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn2 adtian yg masuk rs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!