NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami Dan Mertua

Penyesalan Suami Dan Mertua

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Tamat
Popularitas:96.1k
Nilai: 5
Nama Author: asyifa syifa

Apa yang akan kamu lakukan jika pernikahan kamu dan kamu hanya di jadikan mesin ATM bersama? apa yang akan kami lakukan, berpisah atau membalasnya.

"Narsih, kamu masih ingat berapa biaya pernikahan kamu sama Rangga?" Tanya Bu Darmi- mertuaku. Aku hanya mengangguk.

"Bagus," ucapnya dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.

"Maksud Mama apa ya? Narsih gak faham?" Tanyaku.

"Kamu tau gak, mulai saat ini, detik ini, kamu harus bekerja lebih keras lagi untuk membayar biaya pernikahan kalian. Termasuk mahar."

Aku hanya terpaku dengan semua ucapan Mama mertua, aneh. Dimana-mana biaya yang sudah diberikan pada mempelai wanita yang itu artinya sudah milik keluarga nya, kok, ini harus dikembalikan? Maksudnya apa coba

Yuk, simak ceritanya Arsila Darwanti dan Rangga Putra apakah pernikahannya akan bertahan atau sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon asyifa syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.22

"Pagi semuanya, lagi pada ngapain nih anak anaknya Mama," sapa Arsila dengan senyum di wajahnya.

"Pagi Mama, kita lagi main game," ucap ketiga anaknya.

"Ma, kok, papa masih tidur sih," gerutuk mereka yang melihat papanya masih tidur di sofa.

Arsila menatap ketiganya dan tersenyum.

"Papa semalam gak bisa bobok, karena kalian tidur di ranjang sama Mama,"

Ray manggut-manggut dengan melipat kedua tangannya.

"Kamar Mama kurang gede." Timpal Rio.

"Kita pindah aja kerumah kita," balas Riko.

"Setuju." Arfa menyahutinya rupanya dia sudah bangun semenjak ada obrolan antara anak dan ibu.

"Papa sudah bangun?" Tanya Arsila lembut.

Arfa tersenyum dengan wajah kusut namun tak mengurangi ketampanannya.

"Papa malah senyum, mandi sana bau," Arsila menutup hidungnya.

Arfa hanya mengangguk nurut dan masuk kedalam kamar mandi.

"Ray, Riko, Rio kalian sarapan dulu ya, nanti Mama sama papa nyusul." Ujarnya.

"Iya Ma," ucapnya bareng dan keluar dari kamar.

Setelah anak anak keluar Arsila merapihkan tempat tidurnya dan menyiapkan pakaian santai untuk suaminya, tak lama Arfa keluar dengan wajah segar.

Ceklek.

Arfa menyembulkan kepalanya kekanan dan kekiri merasa sudah aman ia keluar dengan senyum jahilnya.

"Sayang, handuk papa mana?"

Arsila yang mendengarnya menjadi salah tingkah tak karuan, mendengar kata handuk saya mana.

'Apa dia keluar gak pake handuk?

"Jangan mendekat." Arsila berteriak dengan menutupi wajahnya malu.

Tap

Tap

Tap

Suara langkah Arfa semakin dekat, semakin takut pula detak jantung Arsila berdetak kencang berlipat-lipat ganda tak kala tangan kekar melingkar di pinggangnya yang ramping.

Greep.

"M-mau ngapain pagi pagi Papa, nanti anak anak masuk." Ujarnya dengan membelakanginya.

"Memangnya saya mau ngapain kamu, Ma." Tangan Arfa membelai rambut panjang Arsila.

"Itu...?" Tunjuk Arsila dengan menunjuk ke arah nya.

"Itu apa, Mama? Makanya liat papa dong." Godanya dengan senyum menahan tawa.

"Gak. Gak mau." Keukeuhnya tak mau menoleh ke belakang.

"Pikiran Mama terlalu jauh." Jawab Arfa dengan mencubit pipinya.

Arsila terdiam mencerna ucapan Arfa apa benar dirinya terlalu jauh untuk sampai ke sana.

*

*

"Papa sini kita makan bareng sama Kakek dan Nenek," seri Rio dengan mulut penuh makanan.

"Makan nya pelan nanti keselek." Timpal Arsila yang ikut duduk di samping Rio.

"Nasi goreng buatan Nenek enak banget Pa," puji Rio lagi.

"Betul." Kedua kakaknya menimpalinya dengan jempol ke atas.

Aku tersenyum melihat ketiga anak anak kami berceloteh ria di meja makan, biasanya bila sarapan hanya kami bertiga tapi kini rame banget. Jadi kepengen cepet cepet punya anak.

"Ma, habis sarapan kita belanja buat kebutuhan sehari hari," ajak Arfa yang di anggukan Arsila.

"Biasanya kalau orang tua mau ke supermarket pasti anak anaknya sibuk mau pada ikut, lah mereka anteng anteng aja." Batin Arsila heran.

"Iya pa, anak anak gak pada ikut," tanyanya heran.

"Enggak ma, kita kan cowok, yang belanja kan wanita." Ucap Ray dingin dan datar.

Arsila mengerutkan keningnya, mungkin anak jaman sekarang berbeda dengan jama dirinya dahulu bila bapak atau ibunya pergi ke warung pasti dia ikut apalagi ke pasar. Ia akan meminta apa yang di mau pasti di belikan.

"Emangnya jaman kita dulu? Dengar ibu mau ke warung kita sudah mendahului nya dengan memakan jajanan." Sindir Arfa dengan senyum.

"Itu kamu Papa, Mama mah enggak tuh."

"Massa." Sahut Pak Warno.

"Maksudnya aku itu, enggak kelewatan selalu tampil." Semua yang ada di meja makan tertawa lepas.

"Sarapan sudah selesai kita berangkat sekarang Ma," ujar Arfa.

"Mama ganti baju dulu, massa ke supermarket pake daster," jawab Arsila.

"Udah gitu aja."

"Hah. Maksud kamu aku kayak babu? Gak ah malu tau," rajuknya dengan mencebikan bibirnya.

"Kalau Mama dandan yang cantik ntar orang orang pada liatin Mama bukan belanja, udah nurut sama papa."

"Ma, kalau mau berpenampilan seksi dan cantik itu hanya untuk papa seorang, orang lain jangan. Ntar malam dandan yang cantik ya," timpalnya lagi.

"Huh."

Dalam menuju perjalanan ke supermarket keduanya saling diam tanpa sepatah kata, keduanya hanyut dalam pikirannya masing-masing.

Mobil Pajero terparkir sempurna di depan supermarket, Arfa turun lebih dulu dan memutari mobilnya untuk membukakan pintu mobil untuk sang istri tercinta.

Arsila menatap dirinya sendiri, hanya suara helaan nafasnya yang keluar.

"Liat tuh Pa, dengan penampilan kayak gini nih aku diliatin banyak orang. Aku dikira ba bu kamu tau," sungutnya kesal.

"Jangan di pikirkan, bagaimana penampilan kamu papa tetap cinta."

Preett

Arsila mencebikan bibirnya dengan cepat.

Arfa menggenggam erat tangan Arsila seakan-akan takut hilang.

"Lepas Fa, aku malu kamu berpenampilan ganteng sedangkan aku, aku itu pantasnya jadi Pembantu," ucapnya dengan nada kesal.

"Mas," tanya seorang wanita berpenampilan seksi bibir merah merona.

Langkah Arfa terhenti saat suara wanita memanggilnya. Arsila pun ikut menghentikan langkahnya.

"Siapa Fa," tanya Arsila.

Arfa sangat terkejut saat melihat wanita yang memanggilnya. Wajahnya pucat pasi entah ada apa dengan Arfa.

"Siapa dia Mas," ujarnya dengan menatap Arsila penuh tanda tanya.

Wanita tersebut menatap Arsila dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Arsila yang di perhatikan seperti itu merasa risih.

"Jangan liatain saya begitu saya gak suka." Ujar Arsila. "Dan kamu siapa?"

Bukannya menjawab pertanyaan Arsila wanita tersebut malah menatap tak suka dengan manja alay, ia bergelayut manja pada Arfa.

"Situ mirip tokek." tunjuk Arsila dengan senyum mengejek.

"Siapa sih kamu beraninya bicara seperti itu gak ada sopan santun, kamu itu bicara sama istrinya Arfa." jawabnya mantap membuat Arsila terkejut atas pengakuan dari nya.

Arsila tak begitu mempercayai omong kosong nya, bukankah Arfa bilang kalau istrinya meninggal?

"Istri?" ucap Arsila yang di anggukan kepala olehnya.

"Benar sekali, dan kamu siapa, pasti ba bu nya, kayaknya iya deh, di liat dari penampilannya memang ba bu,"ketusnya dengan menatap tak suka.

"Betul sekali, saya ba bunya Arfa, mau apa, saya-"

"Sttt, ba bu itu jangan banyak omong sama majikan mau saya pecat." ucapannya semakin menjadi jadi.

"Dasar cewek gila! Situ baru saja gil* ya, jangan jangan kamu itu buronan RSJ."

"Mas, kok, diam saja. Liat aku di perlakukan seperti itu sama ba bu kamu itu," tudingnya.

"Biasanya kalau ada orang yang mengata ngatai ku langsung kamu bela, kenapa sama dia nggak." Dasar manusia tak tau malu didiamkan saja malah semakin menjadi jadi saja.

"Mbak-mbak istrinya Arfa Anugerah itu sudah meninggal dunia, sudah tenang di sana," Arsila menunjuk ke arah langit.

Wanita tersebut terkejut saat Arsila menjelaskan tentang istrinya Arfa.

"Mas, aku belum mati." pekiknya.

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Annie Soe..
Ceritanya ringan & menghibur,
suka sm tokoh ceweknya.
Orang ga lemah barbar malah,
Tengkyu thor, ditunggu karya lainnya..
Endang Werdiningsih
kata'a ga boleh nikah sama orang kaya,,,, nah itu si arfa jg kaya...
Lytapkp
lanjut
Asyifa gemoy: mampir kecerita yang on going kak, judulnya aku bukan menantu idaman semoga kakak suka
total 1 replies
Christy amora
Hadir lagi Thor🙏
Christy amora
"Akhir Penantian Elina" mampir Thor😊

saling support yuk Thor🙏
Lala Kusumah
mantap ceritanya... ..
Lala Kusumah
sumpah nih cerita kocak banget 😂😂😂😂
Asyifa gemoy: terimakasih kak, kalau suka
total 1 replies
Arie
😂😂😂😂😂😂👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nadrah Nandar
bingung ceritanya ga jelas laki laki dalam cerita ini semuax suka selingkuh ya hancurrr
christie Ciciz
ini knp jd gini sih gmn ceritany cb
murni l.toruan
Lucu dan ngaco di part ini, rasa baca skrip stand up comedi.

Lanjutkan thor
Asyifa gemoy: Biar gak tegang hehehe
total 1 replies
amalia gati subagio
remidi pelepah pisang saat hujan????? daunnya robek2 ketiup angin, hanya menutup kepala dikit, gak melindungi, gak nyaman, banyak buang tenaga, emosi, so... nikah dengan duda beranak yg gak ada rasa cinta....cam pengasuh kontrak dgn ijab kabul tanpa gaji terstandar, nyesek potensi merusak moral, jiwa & fisik, och my my
Hana Safira
wah, benar juga si kuntilanak suruh gelantungan aja,😆😆
Hana Safira
bagus lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!