Wanita cantik yang hidup dengan orang tua tunggal yaitu ayahnya, harus mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang mafia.
Tidak di sangka, teman masa kecilnya yang terpisah bertemu kembali dan saling jatuh cinta dengan peradaban yang berbeda.
Gus Rayyen putra dari istri kedua yang jadi sorotan, karena mencintai seorang mafia cantik yang bertato, tidak hanya satu nyawa yang terbunuh oleh tanganya, bahkan puluhan nyawa.
Sedang semua kakaknya, menikah dengan anak kiayi, atau anak ustad.
Cinta Rayyen harus menimbulkan pro dan kontra, kakak - kakaknya sampai ibu kandungnya membencinya. hanya umi istri abah pertama yang mengertinya.
Bagaimana kisah cinta Gus Rayyen dengan Humaira andreas, adik dari Leonardo andreas yang ikut dengan ayahnya ?
Selamat membaca ini pecahan dari kisah ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKU .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Welga Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan lari dari masalah
" Kau beruntung, ada yang mengkuatirkanmu, walau aku punya keluarga lengkap, tapi mereka harmonis hanya di depan publik saja, mereka tidak peduli dengan kedua putranya !" kata Leon.
" Apakah kau sudah tidak punya ibu ?" tanya Leon.
Ira menggeleng " Ibuku mencintai pria lain, dan aku di lahirkan, tanpa di sentuh ibuku, karena daddy membawa lari aku, menyelamatkan aku dari kekasih ibuku yang menginginkan nyawaku !" kata Ira.
" Kejam sekali pacar ibumu ?" tanya Leon.
" Ya, sekarang yang terancam nyawa kakaku, yang ikut ibuku, dia hanya di manfaatkanya saja " kata Ira.
" Begitu kejam kehidupanmu " kata Leon.
Ira mengangguk, dan kebetulan pesawat yang akan di tumpangi Leon akan lepas landas, membuat ceritanya terputus, Leon menuju pesawatnya.
Sedang Ira masih setia menunggu Roy yang masih ke toilet.
Saat Rayyen datang, Ira sudah masuk dalam pesawat, pesawat yang Ira tumpangi, segera lepas landas.
Rayyen berlari ke lapangan, di depan pesawat Ira.
" Kak, Bella jangan pergi, kau jangan pernah pergi dari masalah !" teriak Rayyen, Ira yang melihat dari jendela pesawat, hanya melambaikan tanganya, karena tidak mendengar teriakan Rayyen.
Rayyen melihat pria berkaca mata duduk di sebelah Ira yaitu Roy.
" Sudah Rayyen, jangan kau tangisi terus, jika jodoh tidak akan ke mana ?" kata Ahmad sambil menuntun adiknya ke motor, setelah pesawat yang di tumpangi bella terbang.
" Rasa kangenku belum sembuh kak !" kata Rayyen.
Sedang di pesawat, Roy menyatakan perasaanya pada Ira, dan menceritakan kalau daddynya mengizinkan.
" Walaupun aku bajingan, di tanganku banyak korban, dan tinggal dalam sangkar berdarah, tapi aku tidak mau jodohku seorang bajingan juga, aku ingin laki - laki yang jadi imamku, yang mampu mendidiku, dan mengangkatku dari lembah hitam yang berdarah ke aliran putih bagai susu !" jawab Ira santai, membuat Roy mengepalkan tanganya.
' Kalau kau, bukan anak dari orang yang menyelamatkanku, sudah ku pastikan, kau akan mati, atau holang kesicianmu ' gerutu Roy.
" Jadi kau menyukai bocah tengil itu ?" tanya Roy.
" Aku tidak tahu jodohku, jadi jangan pernah berpikir, untuk jadi pendampingku, kalau kau masih berkerja dengan daddy " kata Ira.
" Okey. . !" jawab Roy mengalah.
Roy memang tampan, dada bidang dengan dada sedikit berbulu, hidung tidak seberapa mancung dan tato naga di lenganya.
Rpy tidak meneruskan ceritanya
Sedang Rayyen tidak mau ke sekolah, ahirnya Ahmad mengantarnya pulang, semua bingung melihat Rayyen pulang dengan mata sembab.
" Ada apa dengan adikmu Ahmad ?" tanya Latif pada putra sulungnya, yang melihat Rayyen yang langsung lari ke kamar.
" Patah hati lagi, Bella yang di anggapnya Ira pergi mencari jati diri !" cerita Ahmad.
Latif, melihat Rayyen dari balik pintu kamarnya Rayyen.
Di lihatnya, Rayyen sedang menangis memeluk kemeja dan sepatu masa kecilnya, yang di tinggalkan Ira.
Ikbal masuk dan memeluk adiknya.
" Kita jalan - jalan yok, kak Ikbal baru gajian " Kata Ikbal lembut membujuk Rayyen.
Rayyen menggeleng.
" Jangan kau ratapi terus, izinkan dia belajar ke luar negri untuk masa depanya " kata Fatimah.
" Kakak tahu perasaanmu, tapi itu semua sudah ke hendak tuhan " lanjut Fatimah.
Mawar masuk mengelus pundak Rayyen.
" Bunda bawakan teman baru untukmu " kata Mawar, lalu datang, gadis cantik seumuran Rayyen, tapi Rayyen tidak bergeming masih menikmati tangisanya sambil memeluk kotak, yang berisikan sepatu Ira.
" Aminah, kapan kamu datang ?" tanya ikbal yang ramah.
" Seminggu ini kak !" jawab gadis lugu itu.
Aminah, adalah putri angkat dari ustad Basri pemilik pesantren kampung sebelah. wajahnya Indonesia banget, mata lebar gigi kelincinya, membuatnya terlihat cantik.
Aminah, teman masa kecil Rayyen juga, tapi tidak sedekat Ira, Aminah, harus menuntut ilmu dari negri sebrang.
Ternyata Rayyen sudah tahu ke datangan Aminah, dia tidak suka dengan Aminah, karena selalu mengekang, dan terlalu manja, Rayyen tidak salah, tapi selalu di salahkan oleh Mawar, karena aduan Aminah.
Mawar, menginginkan suatu saar nanti kalau Rayyen besar, ingin menjodohkanya pada wanita seperti Aminah, yang lembut.
Tapi menurut Rayyen Aminah adalah gadis yang munafik, egois, dan tidak peduli dengan sesama.
" Ayok kak, kalau mau ke mall !" tarik Rayyen pada Ikbal, membuat Ikbal bingung.
" Rayyen hargai teman kamu yang datang !" teriak Mawar.
" Kemarin sudah ketemu bun !" jawab Rayyen.
Fatimah juga di tarik Rayyen di tangan sebelah.
" Apa benar Aminah ?" tanya Mawar.
Aminah mengangguk, " Maafkan anak bunda ya, seperti itulah dia kalau patah hati " kata Mawar.
Aminah hanya diam.
" Aku ikut !" teriak Aminah membuat Rayyen memutar bola matanya malas, sedang di mall..
" Kenapa kau hindari Aminah, bukanya Aminah cantik, lembut ?" tanya Ikbal pada Rayyen.
" Tapi nyebelin, munafok dan egois " jawab Rayyen.
" Maksudmu ?" tanya Ikbal.
" Rayyen selalu kena marah sama bunda karena aduan Aminah, sedang Aminah tidak peduli orang lain tersakiti, yang penting dia bahagia " jelas Rayyen.
" Rayyen aku mau itu !" teriak Aminah manja.
" Yang punya uang kak Ikbal, bukan aku !" kata Rayyen sambil mengambil novel yang di tulis oleh Aisyah, di angkat dari kisah Humaira andreas, membuat mata Rayyen membulat sempurna, PERJALANAN SEORANG MAFIA.
" Ini karya kak Ais, istri dari Abi manyu, penulis handal, berarti dia tahu keberadaan Ira " Gimam Rayyen.
" Sudah kak, Rayyen sudah menemukan sesuati " kata Rayyen.
" Apa yang kau temukan Rayyen?" tanya Fatimah kakaknya.
" Aku dapat jalan untuk menemukan Ira, dari kak Ais, istri cantik dari Abi manyu, yang mantan preman jelas Rayyen.
" Hanya bertemu bukunya saja sudah seneng, apa lagi ketemu orangnya !" kata Ikbal.
" He he he. . !" tawa Rayyen.
Dulu Rayyen saat belum bertemu, Ira atau Bella, sifatnya dingin, dan banyak tawa, setelah bertemu Ira, sekarang sikapnya kembali semula.
...****************...
Tidak terasa waktu, berputar begitu cepat, Rayyen sudah lulus SMA, kini dia berpamitan pada abahnya Aby manyu.
" Bah, sudah waktunya, Rayyen mencari jati diri, Rayyen akan meneruskan sekolah, ke Turkey " Pamit Rayyen.
" Kau yakin Rayyen, tapi Abah !" kata Aby manyu tergantung.
" Abah, tidak usah pikirkan biayanya, abah pikirin biaya kak Fatimah, yang hanya beraoa tahun lagi, Rayyen sudah punya tabungan dan dapat biaya siswa, Rayyen juga anak laki - laki, Rayyen di sana bisa berkerja " kata Rayyen.
bingung kan jadinya 😪
mampir thorr