NovelToon NovelToon
Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati

Status: tamat
Genre:Duniamasadepan / Cintamanis / Teen / Romantis / Komedi / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:74.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: patrickgansuwu

Sahabatmu juga menyukai orang yang sama denganmu? Gimana tuh?

Sahira dan Keira sudah berteman cukup lama sejak mereka masih bersekolah di bangku sekolah dasar, namun karena sesuatu hal Keira terpaksa harus pindah dari sekolah tersebut dan berpisah dengan sahabatnya yakni Sahira dalam waktu cukup lama.

Bertahun-tahun kemudian, Sahira sudah remaja dan mendapat beasiswa untuk bersekolah di sekolah menengah atas terfavorit di kota tempat ia tinggal. Disana Sahira memiliki banyak teman baru yang dapat membuatnya melupakan Keira sahabat lamanya itu.

Tidak hanya sahabat, Sahira juga bertemu dengan seorang pria dingin idaman para wanita di sekolahnya yang selalu membuat dirinya jengkel dan sial setiap kali bertemu dengan pria bernama Elargano itu.

Lambat laun Sahira merasakan sesuatu yang berbeda pada Elargano, ya gadis itu rupanya jatuh cinta. Sayang sekali Sahira tak tahu bahwa Elargano juga adalah pria yang disukai oleh Keira alias sahabat masa kecilnya.

Baca yuk kisah selanj

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang kaya sombong

Sahira telah sampai di rumahnya, ia turun dari taksi dan meminta sang supir menunggu sejenak disana selagi ia masuk ke dalam meminta uang. Ya Sahira tentu saja tak memiliki uang untuk bisa membayar taksi tersebut, karena uang jajannya hanya tersisa sedikit dan tidak cukup untuk membayar itu.

Tanpa basa-basi lagi, Sahira pun masuk ke dalam mencari orang disana untuk meminta uang. Ia berkeliling ke penjuru rumah sampai akhirnya ia bertemu dengan Nur sang kakak ipar yang kebetulan sedang berada di dapur mengurus makanan.

"Kak Nur, kak tolong aku kak...!!" teriak Sahira seperti orang yang sedang terkena masalah besar.

Sontak Nur yang sedang sibuk memasak, terkejut saat mendengar suara Sahira memanggilnya. Ia pun menoleh lalu menatap heran ketika melihat Sahira tampak ngos-ngosan.

"Loh Sahira, kamu kenapa?" tanya Nur heran.

"Eee kak, kak Nur punya uang delapan puluh ribu gak?" ucap Sahira.

"Ada, emang mau buat apa?" Nur terheran-heran.

"Eee jadi tadi aku pulang naik taksi, tapi uangku gak cukup buat bayarnya, kak. Terus aku juga udah coba hubungin bang Jordan, gak diangkat-angkat sama dia!" jelas Sahira.

"Ohh, kemana ya mas Jordan? Yaudah, sebentar aku ambil dompet dulu ya di kamar? Kamu tolong jagain masakan aku sebentar, ya?!" ucap Nur.

"Eh iya kak, maaf ya ngerepotin!" ucap Sahira.

"Gapapa,"

Nur tersenyum singkat sembari mengusap wajah Sahira, lalu pergi menuju kamar untuk mengambil dompet miliknya.

Sementara Sahira menunggu disana sembari menjaga masakan yang sedang dibuat Nur.

"Bang Jordan gak ada juga di rumah, dia kira-kira lagi ngapain ya? Ini nih yang kadang gue bingungin dari bang Jordan, suka tiba-tiba ngilang. Padahal kan dia bilang sendiri kalau hari ini libur kerja, lah kok malah ngilang gak tahu kemana?!" gumam Sahira.

Tak lama kemudian, Nur kembali dengan membawa uang seratus ribu untuk diberikan pada Sahira.

"Nah Sahira, ini uangnya. Aku gak punya uang delapan puluh ribu, jadi pake ini aja ya? Nanti kembaliannya buat kamu aja!" ucap Nur menyerahkan uang kepada Sahira.

"Waduh, jadi enak nih aku!" ujar Sahira nyengir.

"Hahaha, yaudah kamu bayar gih sana! Keburu supir taksinya marah-marah, nanti kamu dikira gak mau bayar lagi!" ucap Nur.

"Iya kak," ucap Sahira singkat.

Sahira pun berjalan ke halaman depan rumahnya sambil membawa uang di tangan.

Sesampainya di depan, Sahira heran karena supir taksi itu sudah tidak ada disana. Namun, sekarang justru ada Elargano sosok pria yang tanpa diduga rupanya mengikuti Sahira sedari tadi.

"Lu ngapain disini?" tanya Sahira kebingungan.

"Hahaha, gue mau ngecek aja lu bisa bayar taksinya apa enggak. Ternyata bener kan, lu gak punya uang dan gak bisa bayar taksi tadi?" ucap Elargano.

"Ish, kata siapa ha? Ini gue udah ambil uangnya, gue bisa kok bayar tuh taksi! Sekarang dimana dia, kok tiba-tiba gak ada dan malah diganti jadi lu?" ujar Sahira masih tak mengerti.

"Udah pergi dia, nungguin kelamaan katanya. Lagian kalau gak punya duit, gausah maksa buat naik taksi! Cewek beasiswa sok-sokan naik taksi, naik angkot aja masih ngutang!" cibir Elargano.

"Heh! Mulut lu dijaga ya! Lu kenapa sih bisa ada disini?" ujar Sahira.

"Gue tadi ngikutin taksi lu, dan sampailah gue di rumah sederhana ini. Kasihan banget sih lu Sahira, lu tinggal di rumah kayak gini! Kalau dibandingin sama rumah gue, ya seratus kali lipat lebih jelek lah!" ujar Elargano menyombongkan diri.

"Sialan lu! Mending lu pergi deh dari sini, lu itu gak diundang disini! Gue juga ogah punya tamu kayak lu, dasar belagu!" bentak Sahira.

"Dih, kalo gue gak mau gimana?" ujar Elargano.

Sahira geleng-geleng kepala karena kelakuan Elargano yang mengherankan itu.

"Sahira!"

Tiba-tiba saja Nur keluar dari rumah, ia heran melihat seorang lelaki ada di dekat Sahira. Nur pun mendekati mereka.

"Sahira, ada teman kamu? Kok gak diajak masuk ke dalam sih?" tanya Nur.

"Eee enggak kak, dia bukan temen aku. Dia tuh orang gila yang nyasar kesini, bentar lagi juga dia mau pergi kok kak! Udah yuk, kita masuk aja ke dalam gausah perduliin orang gila itu!" ucap Sahira.

"Loh, tapi seragam dia sama kayak punya kamu Sahira. Itu artinya dia teman sekolah kamu, iya kan?" ucap Nur.

"Benar kak, saya satu sekolah sama Sahira. Perkenalkan nama saya Elargano, biasa dipanggil El yang ganteng dan kaya raya!" ucap Elargano mengenalkan diri pada Nur sambil mengulurkan tangan ke arah wanita itu.

"Ohh, iya El salam kenal ya? Aku Nur, kakak iparnya Sahira!" ucap Nur.

Mereka pun bersalaman, sedangkan Sahira makin tak mengerti apa maksud Elargano melakukan itu sebenarnya.

"Yaudah, masuk dulu yuk!" ucap Nur.

"Eee kayaknya gausah deh kak, nanti saya ganggu Sahira lagi. Mending saya pulang aja, mungkin lain waktu saya bisa mampir kesini lagi kak!" ucap Elargano tersenyum.

"Nah bagus, udah sana lu pergi aja! Lagian gak ada yang ngundang main datang aja!" ujar Sahira.

"Sahira, jangan gitu lah sama teman kamu!" tegur Nur sembari menatap wajah Sahira.

"Biarin aja kak, lagian dia bukan teman aku! Dia itu cowok ngeselin yang selalu bikin aku sial, buktinya tadi baju aku hilang gara-gara dia!" ucap Sahira.

"Loh kok kamu nyalahin aku sih?" ujar Elargano.

"Heh! Gausah sok lembut deh lu di depan kakak gue, tunjukin aja sifat asli lu yang sok kaya itu! Dasar tukang pamer plus ngeselin, udah sana pergi yang jauh dan jangan pernah balik lagi!" ucap Sahira.

Elargano justru tersenyum, entah mengapa ia puas melihat Sahira marah-marah seperti itu.

"Yaudah, aku pergi ya? Kak Nur, aku pergi dulu! Permisi semuanya..." ucap Elargano.

Sahira membuang muka dan menaruh dua tangan di depan, sedangkan Nur tetap meladeni pria itu seperti sebelumnya.

"Iya El, hati-hati!" ucap Nur tersenyum.

Setelahnya, Elargano pun kembali masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana. Sahira yang masih emosi langsung berbicara pada Nur mengenai siapa itu Elargano dan kenapa ia benci padanya.

"Kak, harusnya kak Nur jangan baik gitu sama dia! Dia itu gak baik seperti yang kak Nur kira, dia jahat kak!" ucap Sahira geram.

"Tenang Sahira! Kamu kalau begitu nanti lama-lama malah jatuh cinta loh sama dia, biasanya kan dari benci tumbuh lah cinta! Lagian emang kalian itu ada masalah apa sih, kok kamu bisa sampe sebenci itu sama Elargano? Aku lihat-lihat dia ganteng kok, cocok lah sama kamu!" ucap Nur tersenyum.

"Hah? Ish, kakak kalo bicara itu difilter dulu kak! Yakali cowok kayak dia cocok sama aku? Dia itu orang kaya sombong kak, sukanya pamer mulu plus ngerendahin orang!" ucap Sahira.

"Ahaha, dia cuma caper kali sama kamu!" ujar Nur.

Sahira terdiam memikirkan perkataan Nur, ia berpikir mungkin juga yang dikatakan Nur itu benar.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

1
Siti Nurjanah
lumayan. kalo intinya sih bagus. persahabatan yang tak tak kan putus meski badai ataupun ombak datang. 👍👍👍
Ety Chandra
Buruk
endang
bagus ceritanya lucu, menghibur banget ..semoga ada sesi 2 nya...Sahira sama El y...
pat_pat: makasih kak
total 1 replies
Dehan
pass banget visualnya
cantik
Dehan
SAHIRA
jd sah.. 🤣🤣
Dehan
suka sama nama tokohnya, elargano
Dehan
seru nih ceritanya.. sayang kalo dilewatin gitu aja
Dehan
penjahit cantik hadir
park jum
sebenarnya bagus, tp cerita nya kaya main" dan peran utamanya sahira, el atw keira sih, agak plinplan, q kira endingnya sahira sm el, dan keira akan ikhlasin el buat keira. dan nyatanya tdk, kecewa para readers 😭
pat_pat: hiks sekali2 ada novel yg pemeran utamanya ga bersanding😁
total 1 replies
Fransiska Siba
kalau dilihat dari sinopsisnya Sahira yg seharusnya pemeran utama, dari ceritanya lucu.
endang: yaah seseion 2 dong Sahira sama El
total 3 replies
Erna Ningsih
ko ada batasan lesti nya kakak idola lesti jg yah wkwkwkwk
pat_pat: hanya mengikuti trend😂
total 1 replies
Dehan
buktinya sahira gak kenal..

penjahit cantik mampir
Dehan
jejak ❤❤
mom mimu
yahhh... sayang banget harus tamat kak, semangat terus berkarya ya kak 💪🏻💪🏻💪🏻
pat_pat: kn ada yg baru kak😍
total 1 replies
Terra Chi
yeay, pertama!
Terra Chi
lanjut lagi...
semangat!

mampir juga yaa
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
Elisabeth Ratna Susanti
mampir tuk taburkan like 👍😍
mom mimu
El rese banget sih, urusannya apa coba kalo Sahira beneran atau engga nya pacaran sama Farhan... situ siapa??? gak ada kerjaan banget urusin pacarnya Sahira...
pat_pat: dia kn mau godain Sahira trs😁
total 1 replies
mom mimu
bener kei gak usah dengerin si Ibrahim... penghasut tuh orang... 😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!