Pesona yang ditawarkan seorang Rindu terkadang membuat para laki laki tidak dapat menahan perasaannya.
Bahkan adik kandung Papanya sendiri begitu menggilainya hingga mengklaim bahwa Rindu adalah wanitanya.
"Rindu.. sayang.."
Dirga menatap dalam wajah cantik yang selalu membuat hatinya berdenyut.
"Uncle aku takut"
Jawab Rindu dengan bola mata berkaca kaca.
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia atau bahkan sebaliknya?!.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YAA MAKKKK...
LIKE, KOMENT, VOTE DAN JUGA FAVORITKAN MAKKK 🙏🙏🙏🙏
Happy reading dan untuk para readers 💙💙💙💙💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahyuma_Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
D&R 22
Setelah mengistirahatkan tubuhnya beberapa waktu, Rindu pada akhirnya mulai terlihat bersiap untuk pergi mendapatkan makan malam,
sang mama beberapa saat yang lalu sempat datang kekamar untuk memberitahu dirinya agar cepat membersihkan diri dan segera berkumpul untuk makan malam bersama.
Sebenarnya Rindu sedikit risih dan singku harus makan malam bersama dengan beberapa orang disana,
Sebab dirinya paling tidak suka dalam keadaan atau situasi terlalu ramai.
Tapi saat mamanya sendiri yang meminta mau tidak mau Rindu menuruti permintaan wanita paruh baya itu.
Sedikit mematut dirinya didepan cermin sembari memoles tipis wajahnya dengan beberapa alat make up, Rindu terlihat cantik dan menawan.
Apalagi balutan dress panjang merah maroon dengan model bodycon dengan belahan depan cukup tinggi menambah kesan sek.si ditubuh Rindu.
Begitu sudah siap, Rindu dengan segera keluar dari kamar, tapi saat baru membuka pintu dia dikejutkan dengan kemunculan seseorang tepat didepan pintu kamarnya.
"Astaga.. kamu bikin kaget saja, kenapa ada disini?"
Sambil memegangi dadanya, Rindu menatap Dirga yang terlihat seperti memindahi penampilan dirinya dari atas sampai ke bawah.
Alih alih menjawab, Dirga melipat kedua tangannya sambil berkata.
"Apa tidak ada baju yang lain?
"Hah.. maksudnya, memang ada yang salah dengan baju aku"
Ucap Rindu sambil melihat kearah baju yang Ia kenakan.
"Apa kamu mau pamer dengan lekuk tubuh kamu hmmm, ganti baju yang lain"
Pekik Dirga.
"Hais.. mana ada aku pamer, lagian ini sudah bagus sopan juga, males ah ganti ganti"
Mendengar jawaban Rindu, Dirga mengeratkan rahang sambil berjalan mendekati Rindu hingga membuat gadis itu terpojok di dinding.
"Mau ganti sekarang atau aku robek baju ini"
Seru Dirga sambil tangannya meraih pinggang Rindu.
"Tapi.."
"Sayang kamu sudah siap ?"
Ucapan Rindu terpotong saat mamanya menyeruak masuk di antara obrolan keduanya, dari belakang Ninda nampak menyusul langkah mama Rindu.
Rinda dan Dirga mengurai jarak dengan cepat begitu mama Rindu semakin mendekat kearahnya.
"Su..sudah Ma"
"Ish lihat dia begitu cantik bukan..
yaa sudah ayo kita kesana, Papa sama Papi sudah menunggu"
Wanita paruh baya itu langsung berlalu begitu saja mengandeng lengan Rindu serta disusul Ninda disamping gadis itu.
Mereka para perempuan tidak tahu bagaimana raut wajah Dirga saat ini, yang terlihat tidak suka akan pakaian yang Rindu kenakan,
hingga laki laki itu mengepalkan kedua tangan dan segera bergegas menyusul Rindu untuk melindungi gadis tersebut.
.............
Acara makan malampun cukup berjalan dengan baik walaupun Dirga dan Rindu yang masing masing memiliki rasa kurang baik baik saja.
tapi mereka berdua mencoba tersenyum saat beberapa keluarganya mencoba berinteraksi.
"Aku fikir semakin kesini kamu semakin cantik saja, dan itu tidak perna berubah hingga sekarang"
Seorang laki laki tiba tiba tampak mulai masuk dalam obrolan Rindu dengan beberapa keluarga sepupu lainya.
Secara perlahan laki laki itu mendekati Rindu dengan membawah dua minuman di kedua tanganya.
"Aku selalu ingat kapan terakhir kita bertemu, apa kamu juga mengingatnya cantik?"
Ucap laki laki itu lagi sambil menyodorkan salah satu gelas minuman ditangannya sambil mengedipkan sebelah mata.
Orange juice telah diterima ditangan Rindu dalam keadaan tidak percaya akan kedatangan laki laki yang ada didepan nya.
"Revan, kamu datang kesini"
Ucap lirih Rindu.
"Begitulah.. karena ini kesempatan aku untuk bertemu dengan gadis secantik kamu, sangat disayangkan kalau aku tidak datang bukan"
Dengan Refleks tangan Revan mengamit pinggang ramping Rindu, membiarkan gelas miliknya dengan gelas Rindu saling beradu,
dan secara perlahan Revan menyesap minuman nya tanpa mengalihkan pandangannya kearah Rindu.
"Ternyata kamu masih menaruh hati dengan Rindu?"
Tanya laki laki yang berada disamping Rindu yang sejak tadi melihat interaksi keduanya.
"Aku rasa begitu.. dia telah terobsesi berat dengan saudara sepupu kita, sampai dia jauh jauh pulang dari Rusia karena begitu merindukan gadis kepunyaan Nagahalim ini"
Sahut perempuan yang berada didepan Rindu.
"Apa para gadis Rusia kurang menarik hingga kamu belum bisa melupakan Rindu"
Laki laki tadi kembali berbicara pada Revan seolah dia kurang suka melihat kedekatan Revan dengan Rindu.
Apalagi sejak tadi Rindu hanya diam saja sambil menatap laki laki yang tengah merangkul pinggangnya membuat dia mendengus kesal sambil melempar pandangan nya.
"Shut up..
dia hanya saudara sepupu tiri kita bukan, jadi tidak ada laranganya untuk aku tidak jatuh cinta dengan gadis ini, bukan begitu sayang?"
Cup
"I miss you baby..."
Merasa ada benda kenyal menyentuh pipinya seketika Rindu tersadar, bahwa memang benar laki laki itu adalah Revan yang ada didepan nya saat ini.
"Revan lepasin, jaga kelakuan kamu jangan seperti ini"
Rindu mencoba melepaskan rengkuhan tangan Revan dipinggang,
tapi laki laki itu sama sekali tidak beranjak sedikitpun malah dengan sengaja mempererat rengkuhan itu hingga Rindu semakin masuk dalam pelukan Revan.
"Kenapa? apa laki laki tua itu akan marah saat melihat kekasihnya dipeluk dengan laki laki lain hmmm"
Bisik Revan dibalik telinga Rindu.
Seolah tahu kegelisahan Rindu yang sejak tadi menatap sekelilingnya,
Revan dengan sengaja semakin memeluk tubuh Rindu, walau hanya dengan satu tangan.
Revan jelas tahu bagaimana Rindu memiliki hubungan dengan putra kedua dari Nagahalim yang selalu mereka panggil Om itu,
Karena dia sempat mencari tahu alasan kenapa Rindu terus menolak cinta darinya.
Begitu Revan tahu siapa yang menjadi alasan Rindu menolaknya, sebagai laki laki jelas Revan begitu marah apalagi gadis yang dicintainya memilih mencintai Om nya sendiri.
Hingga membuat Revan meradang tidak terima dan melampiaskan kemarahanya pada Dirga kala itu, sebab Rindu harus bersusah payah menyembunyi kan hubunganya dengan Dirga karena keadaan.
Tapi siapa sangka tiba tiba Rindu datang menemuinya dan memohon agar dirinya tidak melukai Dirga, sampai gadis itu bersujud dibawah kakinya membuat Revan pada akhirnya mengalah dan memilih menghindar pergi ke Rusia.
"Revan sumpah aku mohon lepasin aku, ini ditempat umum dan kita dilihat banyak orang"
Ucap Rindu sedikit panik.
"Jadi.. kalau hanya ada kita berdua aku boleh melakukan hal seperti ini"
Revan menatap wajah Rindu dengan menarik ujung alisnya dan...
Cup
Apa.?!
Rindu membeo,
Tanpa sempat menghindar saat ciuman Revan melesat kembali ke pipinya.
Tapi sepersekian detik lengan tangannya tiba tiba ditarik hingga Rindu masuk kedalam pelukan laki laki lain membuat gadis itu sedikit terkejut.
Eh.. eh..
"Kamu sama sekali tidak berubah, pria kecil"
Dengan rahang yang mengeras Dirga berseru sambil bola matanya menatap tajam kearah Revan.
Hm, ini akan menjadi menarik.!
kita lihat apa kali ini aku akan kembali ke Rusia lagi