NovelToon NovelToon
BROMANCE

BROMANCE

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Tamat
Popularitas:94.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Reinz, tumbuh sebagai seorang lelaki tampan yang bahkan terlalu tampan untuk seorang laki laki.
Seharusnya ia menjadi Don Juan, playboy yang menaklukkan hati seorang wanita.

Namun itu tidak terjadi padanya, ia terkesan sangat dingin dan kejam terhadap semua perempuan yang selalu menggilainya sejak kecil.

Di alam bawah sadarnya terbentuk pikiran bahwa semua wanita pasti jahat, licik dan sekeji ibu kandungnya, yang meninggalkannya sejak bayi. Demi berselingkuh dengan seorang konglomerat tua yang menabur uang setiap hari.

Hidup bersama dengan seorang pria dewasa dan latar belakangnya tidak di ketahui, sejak bayi hingga dewasa Reinz hanya menerima bentuk kasih sayang dari pria dewasa yang selama ini merawatnya.

Kebenciannya kepada perempuan semakin menjadi ketika kisah cinta monyetnya sewaktu remaja berakhir penghinaan, lengkap sudah penderitaannya, kesimpulannya ia menganggap wanita adalah mahluk jahat. Cantik wujudnya namun busuk hatinya dan penuh dusta. Hingga akhirnya Reinz mengambil sikap wanita hanya bisa di nikmati tidak layak untuk di miliki apalagi di cintai.

Paling banter cuma di tipu dengan sandiwara sikap dari pada keduluan di tipu, itu yg mmbuat reinz mnjadi lebih percaya kepada teman laki laki.

Reinz merasa lebih nyaman berhubungan dengan laki laki dari pada perempuan di mulai dari persahabatan dari sampai hal hal pribadi.

Hingga ketika seorang wanita baik baik mencintainya, Reinz kehilangan pegangan untuk memilih antara menipu, pura pura memanfaatkan perempuan itu demi kelangsungannya hubungannya dengan sahabat laki laki yang sangat ia percaya dan sayangi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Arkanza duduk di kursi berhadapan dengan Reinz. Di sampingnya berdiri pengacara yang akan membantu membebaskan Reinz dari hukuman.

"Aku di sini..tatap aku.." ucap Arkanza menatap Reinz yang menundukkan kepalanya.

"Kau hancurkan hidupmu hanya karena Kai.." Arkanza menggelengkan kepalanya tanda tak mengerti jalan pikiran adiknya.

"Apa aku bersalah padamu?" tanyanya.

Reinz menggelengkan kepalanya tanpa melihat sedikitpun ke arah Arkanza.

"Tidak mengapa kalau kau tidak mau bicara padaku. Tapi kumohon kembalilah, jangan hancurkan masa depanmu lagi." Kata Arkanza, lalu menoleh sekilas ke arah Pengacara.

"Tuan Haidar akan membantumu, kau tidak perlu khawatir." Arkanza berdiri, menatap tajam adiknya yang masih menundukkan kepala. "Aku pulang, jaga dirimu baik baik."

Arkanza dan Pengacara berlalu dari hadapan Reinz setelah di rasa tidak ada lagi yang harus di katakan.

"Aku menyayangimu, kak.." batin Reinz, matanya terpejam menguatkan hatinya bahwa keputusannya tidak lah salah.

Sementara di lain pihak.

Kai menolak makan dan minum obat setelah tahu kalau Reinz berada di penjara. Ia sangat sedih tidak bisa membantu Reinz malah sebaliknya, ia merasa apa yang terjadi pada Reinz adalah kesalahannya.

"Kau harus minum obat, Kai."

Kai melirik sekilas ke arah Jeni yang berdiri di dekat tepi ranjang, memegang nampan yang berisi makanan dan obat.

"Kalau kau sakit, bukankah Reinz akan semakin sedih?" Kata Jeni seraya meletakkan nampan di samping Kai.

"Bukankah pertunangan kita sudah menghancurkan hidup Reinz?" Tanya kai, menatap makanan di atas nampan.

"Aku tahu.." jawab Jeni lalu ia duduk di kursi, mengambil sendok bermaksud menyuapi Kai. "Makanlah dulu, setelah ini aku akan menemui Reinz."

"Aku tidak mau." Tegas Kai.

"Sekali saja.." Jeni mendekatkan sendok ke mulut Kai.

Namun Kai menepis tangan Jeni hingga sendok di tangannya terpental ke lantai. Kemudian Kai merebut mangkuk sup di tangan Jeni dan melemparkannya ke lantai di susul dengan nampan di lemparkannya juga.

"Prankk!!!

Sup dan mangkuk berserakan di lantai. Hingga terdengar oleh Jimi dan Agatha yang berada di ruang tamu.

Jeni berdiri, matanya berkaca kaca menatap wajah Kai.

"Apa kau tuli? Sudah kubilang tidak mau makan!!" Seru Kai marah, dengan tatapan tajam ke arah Jeni.

"A, aku tahu salah..ta, tapi-?"

"Diam!" Kai menunjuk wajah Jeni membuat wanita itu diam menundukkan kepalanya.

"Apa apaan ini?!!"

Kai dan Jeni menoleh ke arah Agatha dan Jimi yang menghampiri mereka.

"Apa kau sudah gila?" ucap Agatha menatap makanan dan obat yang berserakan di lantai, lalu mengalihkan pandangannya pada Kai.

"Plakkkk!" Agatha kembali menampar wajah Kai cukup keras.

"Kalau kau seperti ini terus, jangan harap kau dapat kebebasan. Lebih baik aku mengurungmu dari pada harga diri dan martabat keluarga harus menanggung malu!" Ancam Agatha panjang lebar. Setelah bicara seperti itu, ia beranjak pergi meninggalkan kamar pribadi Kai.

"Aku tidak perduli.." ucap Kai pelan.

Jimi dan Jeni saling pandang sesaat. Mereka saat ini tidak tahu apa yang harus di lakukan.

Jeni melangkahkan kakinya keluar dari kamar Kai, di ikuti Jimi.

***

Setelah pemeriksaan beserta bukti bukti yang ada. Akhirnya Reinz tetap mendapatkan hukumannya.

"Tidak terlalu besar keinginanku, tapi ternyata itu sulit.." gumam Reinz dalam hati. "Kegelapan adalah satu-satunya temanku, aku tidak mempercayai apapun di kehidupanku saat ini."

"Apa aku salah? aku berharap pada Kai, satu satunya bahu tempatku bersandar saat aku lemah untuk diselamatkan. Tapi kini, itu semua hanyalah mimpi."

"Reinz.."

Reinz mengangkat wajahnya, menatap sosok perempuan yang ia benci.

"Beby?"

Beby berjalan mendekati Reinz dan meminta izin pada kedua anggota Polusi untuk bicara dengan Reinz empat mata. Polisi pun mengizinkan Beby berbicara dengan Reinz.

"Jangan harap aku bersimpati padamu." Ucap Reinz seraya memalingkan wajahnya.

"Tidak, aku tidak butuh simpatimu. Yang perlu kau tahu, aku ada untukmu." Jawab Beby.

"Pergilah!" Reinz mendorong bahu Beby hingga mundur beberapa langkah ke belakang.

"Terserah!" Beby kembali mendekati Reinz lalu memeluknya dengan erat.

Namun Reinz tidak menyukai itu, ia kembali mendorong tubuh Beby hingga jatuh ke lantai. Tanpa menoleh lagi, Reinz balik badan menghampiri kedua anggota Polisi dan memintanya untuk segera pergi.

Beby hanya diam duduk di lantai memperhatikan punggung Reinz menjauh darinya bersama kedua anggota Polisi.

"Suatu hari nanti aku bisa mengambil hatimu tanpa harus aku paksa." Gumam Beby.

1
Olivia _
ada masalah apa arkanza sama Agatha??
Shinta Teja
kok aku jadi neting ya baca novel ini?! apa jangan-jangan hanya perasaan ku saja?!
masak cowok cemburu Ama cowok?!,,🤔🤔🤔🤔
🔵🍁섹시퍼머넌트𒈒⃟ʟʙᴄ
mngt makk
miciuuuuu
Dasih Sunarti
baby,, sabar.. jika terlalu sakit pergilah
melani sujarmo
berarti kai bukan adiknya jeni ya
Intan Nuraeni
semoga ibunya cpt di temukan
Intan Nuraeni
lanjut kak
Unyu Unyu 😍
🤩🤩🤩🤩🤩
Mela Wati
horeee. ...kalian bertemu kembali ayo semangat kk beradik cari ibu kalian biar bis berkumpul lg.
Risfa
siip, smngat up maaak 😍
Risfa
Reinz lmbut dikit napa sm perempuam
Unyu Unyu 😍
😁😁😁😁😁
🔵🍁섹시퍼머넌트𒈒⃟ʟʙᴄ
Kai..mending prgi aja yok
tingglin klg km
Mela Wati
rumit euy.....lanjut thor banyakan upnya ya...hehe
Risfa
ngeri eh, bolak balik dihukum tetap aja gak buat Kai jera nemuin Reinz
Ika Kartika
kasian amat c reinz
sefri
weh🤣🤣🤣
bininya mochi
bonyok again
Intan Nuraeni
hajar terooos
Risfa
hadehh babak belur teruss sehh Reinz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!