NovelToon NovelToon
Serpihan Hati

Serpihan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:720.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi Anggii Verina

Warning lembaran ini banyak adegan dewasa nya jadi jangan mampir untuk para bocil 🤭 21+ pasti akan bertaburan di sini seperti lembaran yang sebelum nya 🤭

Tak ada kata kata mustahil bagi cinta, dan tak ada yang tak mungkin jika Tuhan sudah menghendaki apa yang terjadi di muka bumi ini.


Menikah dengan laki laki yang tak dicintai adalah hal yang belum pernah terpikirkan oleh wanita cantik itu. Tapi dia tak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran dari laki laki yang menawarkan kebahagian. Dia melakukannya karena sudah tak sanggup berada di rumah yang penuh dengan derita serta tangisan setiap malamnya.

Pernikahan yang di harapkannya adalah menikah dengan laki laki yang dia cintai bukan di landasi dengan sebuah keterpaksaan dan lari dari duka. Duka itu semakin bertambah ketika mengetahui bawa laki laki yang di sodorkan itu adalah laki laki lumpuh. Dia di jadikan perawat agar laki laki gagah itu bisa kembali berjalan.

Mampukah wanita itu mengubah Takdir nya yang penuh derita menjadi Takdir yang penuh dengan kebahagian. Mampukah dia bertahan di sisi laki laki yang lumpuh itu?.

Penasaran mampir dulu di sini 🤭🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Anggii Verina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan 3

Kini mereka berdua masuk kembali ke dalam rumah dengan Bella yang mendorong kursi roda Bara. Andin beserta David yang melihatnya kini menjadi cemas, mereka yang tadi sedang merencanakan sesuatu pun menghampiri kedua orang yang masuk kedalam rumah.

" Bella ada apa?" Sang mana kinu segera bertanya dengan nada penuh kekhawatiran, dia takut putranya kembali tak bisa bergerak.

" Tak apa ma, Bara hanya lelah. Mungkin karena selama satu tahun ini Bara tak berjalan jadi berjalan sebentar saja sudah membuat ku lelah…" Bara tentu saja berbohong kepada mamanya dia tak mungkin mengatakan kenapa kakinya terasa sakit.

Sang mama nampak lega mendengarkan penjelasan dari putranya. " Apa kau senang hari ini?" 

" Tentu ma kami senang hari ini…" Bara menatap Bella yang ada di belakangnya. 

Bella yang tersenyum canggung itu membuat semua orang yang di sana juga tersenyum.

" David boleh aku minta tolong?" Bella yang dari tadi diam kini tiba tiba membuka suaranya dengan meminta tolong kepada asisten yang berdiri tak jauh dari mereka.

" Katakan Nona."

" Bisakah kau antar Bara ke kamarnya, aku ingin sekali ke kamar mandi, aku sudah tak tahan…" Bella hanya tersenyum kuda dia tak sanggup berada di dalam kamar berdua dengan laki laki yang berani menciumnya di tempat umum. 

Pikirannya kini dipenuhi dengan hal hal negatif tentang Bara, dia takut godaan itu malah merusak semuanya. Bara hanya menyembunyikan senyumannya itu dia tahu wanita itu menghindarinya.

" David…" Panggilnya lagi dengan nada tingginya.

" Baiklah Nona."

" Bara kau bersama David dulu, mama aku masuk ke dalam kamar dulu…" Bella yang dari tadi menahan malunya kini dengan segera berlari kecil meninggalkan mereka yang menatapnya dengan kebingungan, bahkan Bella tak menunggu jawaban dari semua orang yang ada di sana.

Bella terlalu malu dengan apa yang terjadi tadi, Bella dari tadi berusaha sekuat hati untuk menahan rasa malunya. Akhirnya sekarang dia bisa melarikan diri dari Bara yang dari tadi tak ada hentinya menggoda dirinya.

Bella kini langsung ke dalam kamar mandinya dia ingin merendamkan tubuhnya yang terasa lengket dan terasa panas. Dirinya ingin mengubur seluruh tubuhnya ke dalam air dingin karena rasa malu itu membuat seluruh tubuhnya terasa panas.

" Kau sudah membuat janji temu dengan ayah Bella?" Bara kini segera bertanya kepada David ketika hanya mereka berdua di dalam kamarnya.

" Sudah Tuan, besok kita di tunggu di perusahaannya…" Jawabnya lagi.

Bara hanya mengangguk pelan dia tak sabar menunggu besok pagi, dia ingin segera membuat orang yang menghancurkan hati wanitanya kini merasa menyesal karena sudah membuangnya.

" Aku tak mengerti kenapa Bella disalahkan dalam urusan ini semua, bukankah Bella tak tahu jika ibunya meninggal, jika dia tahu mungkin Bella yang tak ingin berada di dunia ini…" Bara tak bisa berpikir bagaimana ada seorang ayah kandung membenci putrinya hanya karena istrinya meninggal. 

Dalam kasus ini bukan hanya sosok suami yang merasa kehilangan tapi juga anak yang ditinggal dari kecil yang juga merasakan kehilangan sosok ibunya dan tak hanya sang suami yang merasa kehilangan kasih sayangnya tapi juga sang anak yang sangat membutuhkan kasih sayang dari ibunya.

" Setiap orang tua yang memiliki masalah pasti anak yang menjadi korban Tuan…" Jawaban David dibenarkan oleh Bara, dan kasus itu sudah sering terjadi, setiap orang tua yang memiliki masalah pasti sang buah hati yang menjadi korban dan Bella lah yang saat ini menjadi korban dari kedua orang tuanya yang dipisahkan oleh Takdir Tuhan.

" Bagaimana dengan mendiang ibunya?" 

" Peninggalan hartanya sangat banyak Tuan, sebuah panti asuhan dan panti jompo itu adalah salah satu aset yang sudah berganti nama Nona Bella. Aku sedikit menyelidiki bahwa harta harta itu seharusnya menjadi milik Nona Bella, tapi sepertinya tak ada yang mengetahui hal itu, hanya Tuan Jordan dan sang pengacara yang tahu tentang hal itu…" David kini menjelaskan semuanya yang diketahui tentang Bella, beberapa hari ini dirinya yang menyelidiki ini semua akhirnya David bisa mengambil kesimpulan dari semua itu.

" Berapa lama pernikahan orang tua Bella?"

" Sepuluh tahun…" Bara kini mengangguk. Harusnya Bella yang di sayang sayang ketika Jordan tahu semua aset itu milik putrinya tapi ini kenapa malah Bella yang dibuang, Bara kini bertanya tanya tentang semua ini. Apa sosok ibu tiri yang membuat keluarga itu terpecah, apa ada sesuatu yang ditutupi dari kasus ini semua.

" Hanya itu informasi yang kau dapatkan?" David mengangguk karena hanya itu yang bisa dia dapatkan sementara. Tapi David mengantongi sebuah kenyataan yang masih belum berani di katakan. Karena fakta itu masih belum jelas adanya.

🥀🥀

" Kau kenapa gelisah?" Jordan yang dari tadi sepulang kantor merasakan tak tenang ketika asisten dari calon suami putrinya mengajaknya bertemu.

" Tuan Bara mengajakku bertemu dan kami membuat janji temu besok pagi di perusahan, aku tahu dia pebisnis yang kejam, aku tak ingin main main dengannya, jika aku main main dengannya kita akan menjadi gelandangan…" Ucapnya dengan sangat gusar dia begitu merasakan kecemasan yang mendalam ketika melihat jam terus berputar dan besok pertemuan itu pasti akan terjadi.

" Dia tak akan berani macam macam denganmu pa, dia calon menantumu, jika dia ingin bertemu denganmu dia hanya ingin meminta restu karena ingin menikahi putrimu dan dia pasti akan mengatakan tentang mahar yang kau minta kepada asistennya itu, kau jangan terlalu cemas semuanya akan baik baik saja…" Jardon sedikit lega mendengarkan apa yang dikatakan istrinya itu benar, mungkin hanya dirinya yang berlebihan untuk hal ini. 

Ini hanya pertemuan antara calon menantu calon mertua. Jardon kini meyakinkan dirinya sendiri.

" Kau harus meminta mahar lebih tinggi lagi jika kamu diminta untuk menjadi wali Bella, kau harus pandai pandai memanfaatkan keadaan itu. Suami Bella sangat kaya raya jadi tak masalah jika mahar yang kita minta begitu tinggi…" Istrinya itu kini seakan memprovokasi keadaan, harta yang ada di pikirannya.

Jardon tapi tak mengatakan apapun dia masih terlalu takut untuk bertemu dengan laki laki lumpuh itu. Jordan yakin meskipun laki laki itu lumpuh tapi jika ingin mengambil semua aset asetnya tak akan menjadi masalah sulit baginya.

Kini kedua orang yang segera bertemu membuat Bara tak sabar bertemu dengan ayah dari wanitanya itu, meskipun Bara tahu siapa ayah dari wanitanya itu tapi dia ingin bertemu dengannya, dengan status yang berbeda. 

" Kau akan tahu seperti apa aku membalas orang orang yang telah menyakiti orang yang ada di sekelilingku…" Senyum licik serta devil itu membuat semua orang merasa merinding.

" Aku tak sabar menunggu calon mertua ku itu…" Katanya lagi, dia sungguh tak sabar melihat wajah laki laki tua itu.

_________

Apa yang terjadi besok 😁 jangan lupa untuk like dan komentar ya 🤭 jadikan favorit dulu ya 🤭 Wanita Nakal juga up loe 😁😁 kedua lembaran mince up dengan bersamaan 🤭🤭

Vote di mana saja boleh, terserah para pembaca 🤗🤗

1
Evi Lusiana
egois,knp gk jujur sj
Evi Lusiana
orang tua dzalim,kelak kau akn menyesal tuan johan
Dede Bleher
pokoknya kereen deh kisahnya.
Dede Bleher
jangan biarkan kluarga perempuan ikut tinggal!
krna itu maut kematian dlm rumah tangga.
juga jangan pernah curhat pd teman perempuan!
krna dia akan jd orang ketiga!
Lis Sugiarti Lis
hahaha dosa ngak yah..
iren thezer
suka alur ceritanya singkat dan jelas
Andi Yuliana
Kecewa
Illa Nurrizki
top
Dahlia Anwar
OMG mana suami 🥴🥴 udah LDR an 3 tahun di tambah adegan gini panas dingin nih wkwkwkw
LANY SUSANA
lanjutttt
LANY SUSANA
setuju bella yuk hempaskan pelakor dan jauhkan dr suami
scarlet
pahlawan kesiangan bpk tua,,, aq paling benci dg ortu yg gak bertanggungjawab apalagi kejam pd ankx,,,
scarlet
jgn kasi ampun ayah bejat kek itu,,, 28 thn mengabaikan ankx dan skrg dgn gampang minta maaf,,,, enak aja
scarlet
telat pak tua,,, skrg anakmu tdk butuh ayahnya lg
scarlet
aq kepanasan thorrrr,,, tanggung jawab donggg 🤣
scarlet
adik yg nakal 😂
scarlet
gak pernah ngaca tuh bpkx,,, dia jg kejam malah LBH parah
Anfit Annisa Fitri Tangka
Penasarann
Anfit Annisa Fitri Tangka
asemm.. hama
Anfit Annisa Fitri Tangka
Yuppp benar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!