Jadwal Update Selasa, Kamis dan Sabtu
Violet seorang wanita yang manis dengan wajah yang cantik, tapi dia selalu di benci oleh Ibu kandungnya dan harus menjadi pengganti sementara untuk saudara kembar nya.
Tapi sebuah pertemuan telah mengubah hidup, pertemuan dengan seorang anak kecil telah membawanya pada kehidupan yang berbeda.
Dan membawanya pada seorang pria yang tak lain adalah ayah dari anak kecil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Hari sudah mulai menjelang malam, Daniel pun langsung mengajak Nana dan Violet untuk segera pulang.
Dan sesampainya di hotel, Viola langsung membersihkan sisa makeup di wajahnya dan dia juga langsung membersihkan tubuhnya di kamar mandi.
Daniel yang melihat Violet masuk ke dalam kamar mandi pun hanya diam, kemudian Daniel langsung membantu Nana untuk mengganti pakaiannya dengan baju tidur.
Karena Daniel tak mengizinkan Nana untuk ikut mandi karena hari sudah malam dan Daniel tak ingin jika putrinya itu sakit.
Setelah menggantikan baju Nana, Daniel langsung menidurkan putri nya di atas ranjang. Dan tak beberapa lama Nana pun langsung tertidur pulas.
Daniel yang melihat Nana sedang tertidur pun hanya tersenyum tipis, dia tak menyangka jika putri kecilnya itu kini sudah tumbuh besar.
Brug...
Terdengar suara gaduh dari kamar mandi, Daniel yang mendengar hal itu pun langsung berjalan ke arah kamar mandi.
"Violet? Ada apa?" Tanya Daniel.
"Tidak ada." Jawab Violet dengan suara seperti sedang menahan rasa sakit.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Daniel aga sedikit cemas.
"Iya." Jawab Violet.
Daniel yang tak percaya dengan ucapan Violet pun langsung membuka pintu kamar mandi yang kebetulan sedang tidak di kunci.
Dan betapa terkejutnya Daniel saat melihat Violet sudah berada di lantai kamar mandi, tapi sebenarnya bukan itu yang membuat Daniel terkejut. Tapi posisi Violet yang sedang tak menggunakan apa-apa.
"Apa yang kau lakukan?" Teriak Violet kesal.
Sadar dengan lamunan nya, Daniel pun langsung mengambil handphone dan menutupi tubuh Violet.
"Kau terjatuh, kenapa tak bilang." ucap Daniel.
Violet yang barus selesai menutupi tubuh nya pun hanya diam sambil menatap kesal.
Daniel pun langsung menggendong tubuh Violet dan langsung mendudukkan nya di atas sofa.
"Apa kaki mu terkilir?" Tanya Daniel.
"Entahlah, lagi pula aku baik-baik. Kenapa kau masuk ke dalam. Sudah ku bilang jangan masuk." Ucap Violet kesal.
"Kau jangan kepedean dulu, lagi pula aku menolong mu karena kau harus menemani putri ku nanti. Lagi pula aku tak tertarik dengan tubuh jelek mu itu." Ucap Daniel dingin.
"Tubuh jelek?" Ucap Violet semakin kesal.
"Sudah jangan banyak ngomong, cepat pakai baju mu." Ucap Daniel.
"Kau begitu tolong bawakan baju saya." Ucap Violet.
Kemudian Daniel langsung menuju lemari pakaian, di sana dia hanya melihat pakaian-pakaian kekurangan bahan milik Violet.
Tapi sebelum itu, Daniel langsung mengambil bra dan ****** ***** Violet dan langsung memberikannya kepada Violet.
"Baju ku?" tanya Violet.
Tapi bukannya memberikan baju Violet, Daniel malah memberikan baju tidur nya untuk Violet.
"Ini bukan baju ku." Ucap Violet.
"Pakai itu, setidaknya baju ku tidak kekurangan bahan seperti baju mu." Ucap Daniel.
Tapi Violet hanya diam. "Apa yang kau tunggu cepat pakai, aku akan memanggilkan dokter tulang untuk mu. Apa kau ingin hanya menggunakan handuk saja?" Tanya Daniel dingin.
"Iya.. Aku akan pakai, lalu apa yang kau tunggu. Tunggu cepat pergi, apa kau ingin melihat ku berpakaian?" Tanya Violet.
Mendengar ucapan Violet, Daniel pun langsung keluar dari kamar hotel.
Setelah lama menunggu, Daniel pun langsung masuk ke dalam kamar. Tapi dia menemukan jika Violet masih belum menggunakan celana tapi untungnya baju tidur Daniel sangat besar hingga bisa menutupi area paha Violet.
"Kenapa kau belum menggunakan celana nya?" Tanya Daniel.
"Aku tak bisa memakainya." Ucap Violet karena dia kesulitan saat menggunakan celana karena kakinya sangat sakit.
"Baiklah, aku akan bantu." Ucap Daniel.
"Tidak, aku tak butuh bantuan mu." Ucap Violet.
"Heh! Apa kau ingin hanya menggunakan pakaian saja tanpa menggunakan penghalang di kaki mu? Kau ingin dokter itu langsung menerkam mu?" Tanya Daniel.
Violet pun diam, lalu Daniel langsung mengambil ****** ***** Violet. Nampak Daniel terdiam sedikit saat melihat benda berwarna pink di tangannya itu.
Kemudian Daniel langsung membantu Violet, tapi Violet menyuruh Daniel untuk menutup matanya. Dan Daniel pun langsung menuruti ucapan Violet, dan akhirnya Violet kini sudah menggunakan celana tidur milik Daniel.
Violet yang melihat Daniel setenang itu saat berhadapan dengan wanita seksi seperti nya hanya bisa memberikan dua jempol karena tak semua pria bisa mengendalikan nafsunya seperti Daniel.
Nampak Daniel duduk di samping Violet, lalu tangan Daniel mengambil sebatang rokok di saku celana nya.
"Kau merokok?" Tanya Violet terkejut.
"Iya." Jawab Daniel sambil menyalakan rokok tersebut.
"Aku sebenarnya jarang merokok hanya sesekali, kadang 1 Minggu hanya 2 kali. Dan lagi itu pun jika Nana sedang tidur ataupun aku sedang tak bersama nya." Jawab Daniel yang tahu arti raut wajah Violet.
"Oh." Jawab Violet.
Setelah itu tak ada obrolan antara Violet dan juga Daniel, tapi ada rasa penasaran Violet terhadap ibu Nana.
"Apa aku boleh tanya sesuatu?" Tanya Violet.
"Apa?" Tanya Daniel.
"Emmm... Dimana ibu Nana?" Tanya Violet.
Daniel yang mendengar ucapan Violet pun terdiam. "Ah.. Maksud mu istri ku? Wanita itu sudah meninggal saat melahirkan Nana." Jawab Daniel.
Mendengar jawaban dari Daniel, Violet pun terdiam. Dia merasa bersalah karena menanyakan hal sensitif seperti itu.
"Kau tak perlu merasa bersalah, lagi pula itu bukan hal baru." Jawab Daniel.
Mendengar jawaban dari Daniel, Violet pun hanya diam.
"Lalu apa aku boleh tanya tentang dirimu?" Tanya Daniel yang penasaran terhadap kehidupan Violet.
"Apa?" Tanya Violet.
"Kenapa wajah mu mirip dengan putri dari keluarga Wijaya?" Tanya Daniel.
"Oh.. Ku kira kau tak mengenal wanita itu." Ucap Violet.
"Iya aku mengenal nya karena dia adalah istri keponakan ku." Jawab Daniel.
"Istri keponakan mu? Maksud mu, kau adalah paman Thomas?" Tanya Violet yang tak tahu bahwa Daniel adalah paman Thomas.
"Iya aku paman nya." Jawab Daniel.
Violet pun menganggukkan kepalanya, lalu Daniel langsung kembali menanyakan pertanyaan yang tadi dia tanyakan kepada Violet.
"Iya, aku saudara kembar Viola." Jawab Violet dingin.
"Saudara kembar? Tapi tak pernah ada informasi jika Viola memiliki saudara kembar." Jawab Daniel.
"Entahlah, tapi mungkin mereka menghapuskan semua informasi masa lalu Viola." Jawab Violet.
Mendengar jawaban Violet, Daniel pun hanya diam dan kembali menghisap rokok miliknya.
kayaknya kereen nih
semangat ya thorr untk bikin up nya💪💪💪💪
semoga Violet dan Daniel menikah