NovelToon NovelToon
Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:893.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Seosen 1

"Aku yang pertama, tapi bukan yang utama." Anjani Ashita.

"Aku cinta pertamanya, tapi bukan satu-satunya." Adhisti Andriani.

"Mereka berdua, adalah istri pertama bagiku, dan tidak ada yang kedua." Elang Samudra.

Seosen 2

Anak-anak Anjani, sudah beranjak dewasa. Banyak lika-liku kehidupan, yang harus dilalui.

Ara dengan rasa cintanya, yang diam-diam, dan tidak tahu untuk siapa.

Begitu juga dengan perasaannya Nanda.

Ara ada dalam kebimbangan, antara cowok yang dekat dan memiliki perasaan terhadap dirinya.

Lalu, bagaimana Ara akan menyikapi hal ini?

Bagaimana Anjani dan Abimanyu, memberikan nasehat kepada Ara?

Karena Anggi juga sudah menjadi remaja.

Dan permasalahan akan terus ada, seiring waktu dan bertambahnya permasalahan anak-anak mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang Sebenarnya

Di Bogor, di rumah Anjani yang lama. Rumah yang tidak begitu besar namun asri. Pohon jambu dan rambutan, tumbuh rimbun di depan dan samping rumah. Ada juga pohon mangga di belakang rumah, dekat dengan kolam ikan kecil yang tidak terawat dengan baik.

Kemarin, saat Anjani ada di kota Jakarta, rumahnya ini dijaga oleh saudara jauh, yang rumahnya ada di gang sebelah. Jadi, rumahnya ini memang kosong dan hanya dibersihkan saja seminggu dua kali.

Tadinya, saudaranya itu, memberikan saran agar rumahnya di jual atau dikontrakkan, tapi Anjani menolak. "Jangan Om. Jani nanti tidak punya rumah. Lagipula rumah itu, peninggalan ayah dan ibu. Aku juga tidak tahu, sampai kapan ada di Jakarta." Begitulah jawaban yang diberikan Anjani, saat saudaranya memberikan usulan.

Ternyata benar, beberapa bulan kemudian, Anjani datang kembali ke Bogor.

"Ada apa Jani? Kamu baik-baik saja kan dengan suami Kamu?" tanya saudaranya saat tahu Jani pulang.

"Kami pisah Om. Jani sudah sehat, dan wajah Jani juga sudah tidak rusak lagi. Biar mas Elang fokus pada istrinya yang sah saja. Aku kan hanya istri, sebagai bentuk tanggung jawabnya saja, karena kecelakaan kemarin itu." Anjani, menjelaskan tentang bagaimana hubungannya dengan Elang selama ini.

"Oh begitu ya, Om pikir dia akan tertarik dan meresmikan hubungan kalian , karena Kamu sudah kembali cantik."

Anjani tersenyum, mendengar perkataan saudaranya itu. Dia tidak lagi berkata apa-apa.

"Ya sudah, ini kunci rumah Kamu. Semoga Kamu bisa hidup lebih baik daripada kemarin ya!" kata saudaranya penuh dengan pengharapan.

"Aamiin. Terima kasih banyak ya Om," kata Jani, saat saudaranya itu pamit untuk pulang ke rumahnya sendiri.

Anjani masuk ke dalam rumah. Dia melihat sekeliling. Ruangan yang sama dengan yang dulu. Tata letak semua barang-barang juga masih sama. Dia mendekat ke arah meja dipojok ruangan ruang tamu, dimana foto ayah dan ibunya berada.

"Ayah, ibu. Jani kembali. Jani sudah tidak lagi menjadi istrinya mas Elang. Maaf Yah, Jani tidak sanggup untuk menyakiti hati wanita lain. Bukankah ayah yang sering menasehati Jani dulunya, supaya tidak merusak hubungan orang lain. Sekarang Jani kembali, dan akan memulai kehidupan baru."

Jani, berkata dengan suara bergetar. Dia juga menitikkan air mata, mengingat ayah dan ibunya semasa hidup bersama dulu.

Dengan memejamkan mata, dan menghela nafas panjang, Anjani memeluk foto kedua orang tuanya itu. Setelah itu, dia meletakkan kembali foto tersebut ke tempatnya.

Kini, Anjani melanjutkan langkahnya ke dalam kamar. Dia meletakkan tas dan kopernya, kemudian membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.

Kamar yang sederhana, dengan tempat tidur sederhana juga. Tidak ada ranjang king size, seperti yang ada di rumahnya di Jakarta kemarin. Meja dan lemari juga, hanya terbuat dari kayu jati sederhana, tidak ada perabotan mewah seperti yang disediakan Elang untuknya, di rumah yang dia tinggalkan.

Anjani tahu, jika rumah itu untuknya. Surat-surat rumah lengkap, diserahkan sendiri oleh Elang padanya. Tapi, kemarin, saat dia pulang ke Bogor, surat itu dia letakkan di meja kamar. Kunci-kunci rumah, dia titipkan pada bibi pembantu yang ada di rumahnya, agar diserahkan pada Elang, saat kembali dari rumah sakit.

"Ah, rasanya lega setelah semua selesai. Aku bisa memulai hidup baru," kata Jani dalam hati. Dia memejamkan mata dan mencoba untuk tidur terlebih dahulu, untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, selama perjalanan dari Jakarta ke Bogor.

Drettt... drettt... drettt...

Anjani menggeliat, saat mendengar getaran handphone di meja. Tapi dia tidak terbangun juga.

Drettt... drettt... drettt...

Handphone kembali bergetar. Anjani akhirnya terbangun, dan memeriksa handphonenya.

"Mama Amel." Anjani, mengeja nama yang tertera di layar handphone miliknya.

..."Halo Ma."...

..."Jani. Kamu sudah sampai di Bogor?"...

..."Iya Ma. Jani baru sampai dan tertidur di kamar ini."...

..."Ah, syukurlah. Mama khawatir, Kamu pergi dan tidak mengabari Mama. Ini Mama tahu dari Abimanyu."...

...""Mas Abi? Jani tidak bilang padanya, kalau Jani pulang ke Bogor hari ini."...

..."Tadi, dia ketemu Kamu di jalan. Tapi saat dia menegur, Kamu tidak mendengar. Tapi dia yakin jika Kamu ke Bogor, sebab bawa koper juga."...

..."Oh begitu ya Ma. Maaf Ma."...

..."Ya sudah. Kamu baik-baik ya di sana, kalau ada apa-apa telpon Mama."...

..."Iya Ma, terima kasih."...

Sambungan telpon terputus. Anjani menghela nafas panjang. "Aku yakin jika tidak bertemu dengan mas Abimanyu tadi, kenapa dia bilang ketemu di jalan? Ah, mungkin karena Aku terlalu senang dengan kepulangan ku ke rumah ini, jadi Aku tidak memperhatikan sekitar," kata Anjani dalam hati.

Dia bangkit dari tempat tidur dan melangkah keluar dari kamar. Dia menuju ke belakang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

*****

Di kantor mama Amel, Abimanyu sedang memeriksa beberapa berkas yang diberikan mama Amel padanya.

Abimanyu, diminta datang ke kantor oleh mama Amel, karena ada beberapa hal yang harus dia periksa ulang dari laporan keuangan milik Elang, untuk tahun kemarin, sebelum Adhisti resmi menjadi istrinya.

"Sepertinya, ini sudah jadi satu dengan yang kemarin Tante. Cuma ini salinannya saja," kata Abimanyu, dengan menunjukkan satu berkas pada mama Amel.

"Kamu bedakan saja, mana yang sudah dan mana yang belum. Tante terlalu pusing jika harus mengerjakan itu Bi."

Mama Amel, menyerahkan semuanya pada Abimanyu. Dia tidak ingin semuanya terlewat begitu saja.

"Oh ya, apa Kamu ada rencana ke depan untuk Anjani? sayang banget ya, dia tidak jadi mantunya Tante." Mama Amel, mengeluh tentang Jani, yang memutuskan untuk pergi dari kehidupan Elang, anaknya.

"Belum tahu Tan. Sebenarnya, dulu sewaktu masih kuliah, Abi sudah ada rasa sama dia. Sayangnya, Anjani itu terlalu pendiam dan pemalu. Dia juga tertutup, jadi Abi sulit mendapatkan perhatian darinya Tan."

Abimanyu, akhirnya bercerita tentang Anjani semasa kuliah dulu. Dia yang tidak bisa mendekati Anjani, hanya bisa menjadi pengagum rahasia saja. Apalagi setelah lulus, dia kembali ke Jakarta. Jadi mereka tidak lagi pernah bertemu. Saat ketemu, ternyata bersama dengan mama Amel dan sudah berstatus sebagai istri dari Elang Samudra, meskipun hanya berstatus sebagai istri siri saja.

"Tapi dari pengakuan Anjani, mereka berdua, tidak pernah melakukan hubungan suami-istri lho Bi," kata mama Amel pada Abimanyu.

"Tidak tahu Tan, kalau masalah itu. Abi tidak pernah bertanya pada Anjani. Dia hanya meminta tolong pada Abi, jika ingin mengatasnamakan diriku, untuk bisa menyakinkan mas Elang agar mau melepaskan dirinya. Abi sih, gak masalah Tan. Jika ada jodoh di antara kami, itu adalah anugerah dari Tuhan yang patut Abi syukuri."

Penjelasan yang diberikan oleh Abimanyu, membuat mama Amel paham, dengan apa yang diminta Anjani kemarin-kemarin.

"Jadi, itu hanya alasan Anjani? Tante pikir benaran. Tapi jika Kamu tidak ada niat untuk meminta Anjani jadi istri, ya Tante mau Elang menikahi dia lagi, secara resmi."

Abimanyu tersenyum, mendengar perkataan mama Amel, yang masih berharap agar Anjani bisa menjadi menantu untuk istri anaknya, Elang Samudra.

1
Jessa Jeje
semangat berkarya
Jamilatul Fauziah
thor cerita nya kok diluar ekspektasi sih,dari awal cerita gk ada sinyal" Adisti wanita rakus and matre loh, kenapa jadi alurnya begini
TK: plot twist itu, kak 🙏
total 1 replies
Jamilatul Fauziah
lanjut dong thor 💪
Jamilatul Fauziah
apa sebenarnya elang sudah mulai ada rasa sm anjani,kok aku jadi kasihan sm Adisti🥺, kalau benar sprti itu mending kamu minta cerai aja dis, karena semua wanita pasti tidak mau berbagi suami 😤
Darmanita Djohan
Luar biasa
TK: terima kasih untuk apresiasinya 🙏🙏
total 1 replies
sasip
orang serakah memang susah untuk merasa bahagia yak? 🤔 kaga bakalan bisa menerima hidup apa adanya.. selalu saja ada yg kurang, karena kata "cukup" ga ada dlm kamus kehidupannya.. 😩🤨
TK: Hemmm, begitulah
total 1 replies
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
TK: silahkan Kak 🙏
total 1 replies
👑Gre_rr
Awas aja Elang sampai pisah sama Adhisyi!!!! ancaman ini Thor
Erni Sari
Emang benar, kalau sih hujan air mah. gpp atuh
Kar Genjreng
lage baca sinopsis eh merinding bagus yo... emang cerita Mu apik ko Author Ella..
Kar Genjreng: Ell opo ono neh Novel Mu sing nyar...iki wis Tamat to opo gung
total 4 replies
Kar Genjreng
terusane enek ga Anggi bi Ahmed ketoe lucu😂😂😋😋
TK: aamiin 🤲
total 3 replies
Kar Genjreng
oh wisentek yo... selamat yo Othor Ella duwe Anak he he he 🤭🤭🤭
TK: matur suwun 😍🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
wawn beneran jadi orang baik ya... Anggi senengnya usil. he he he
TK: 😂😂😂🙏🙏🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
ternyata menjadi orang baik juga tidak semulus jalan tol yo mas wawan... lah si mami piye kui waduh apa sido duda.. neh wis to mas mas apes tenan di gae bi Author.. he he he😁😁😁
TK: wkwkwk 😂
total 1 replies
Kar Genjreng
Ayah Abi kena jebakan Batman... gara-gara Cucunya.. supaya balik jakarta..... Wawan ternyata benar-benar sudah baik.. shukur deh... sudah insaf... semoga istrinya baik ya Mas. 😗😗
TK: kan bumil harus dituruti
apalagi ini yang Bumil anaknya sendiri 🤗
total 1 replies
Kar Genjreng
hua hua hua🤗🤗 menantu Ayah Abi benar-benar jempol koyo sing nulis
TK: 😂😂🤫🤫🤫
total 1 replies
Kar Genjreng
kasih sayang orang tua sepanjang masa... kasih ayah sepanjang galah.. kasih ibu sepanjang jalan... tapi Kita lahir juga dari tulang rusuk Ayah juga... 🤣🤣🤣🤣maaf bukan menggurui yo thor sepurane🙏🙏
TK: yeee 👏👏
total 1 replies
Kar Genjreng
miko pokonya kita kocak ya
TK: ok Tante 😂
total 1 replies
Kar Genjreng
baik banget awan dan 4 orang yang pernah dika sakiti kecuali Nanda.. 🤭🤭🤭🤭
Kar Genjreng
hidup di desa enak menurutku ada enaknya ada ga nya😞😞..
TK: ya di mana2 ya ngono
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!