NovelToon NovelToon
Three Musketeers Mama

Three Musketeers Mama

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Tamat
Popularitas:912.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dea Anggie

Melakukan 'One night stand' dengan pria asing, lalu diusir dari rumah. Semua ulah sepupu dan tunangannya yang gila!

Kehidupan sulit menimpa Lora, ia mengandung bayi dari pria asing yang bersamanya di Hotel. Untungnya ada Hannah, teman semasa sekolah yang baik hati. Bersama, mereka membesarkan ketiga anak kembar Lora dengan penuh cinta.

Ketiga anak Lora adalah perempuan. Oriana, Olesia dan Odellia. Mereka adalah anak-anak manis. Tidak hanya itu, diam-diam mereka punya kelebihan dan kemampuan yang mengejutkan.

Suatu saat, Ketiganya menolong seseorang dari ancaman bahaya. Seseorang itu adalah Papa kandung dari ketiga anak kembar cantik itu. Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

Penasaran, kan ....
Yuk, Kepoin ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TMM 22. Misi Penyelamatan (1)

Dua orang laki-laki dewasa sedang berbincang. Mereka merencankan sesuatu hal.

"Kau tahu apa yang harus kau lakukan, kan?" tanya seseorang yang mengenakan kacamata.

"Tentu. Kau tenang saja. Aku sudah sering kali mendapatkan tugas berat. Kali ini, tugasku juga tidak akan gagal." jawab seseorang yang bertubuh kekar berambut gondrong.

"Kau jangan meremehkan lawan. Dia bukan orang sembarangan, dia adalah Alexias Owen. CEO perusahaan besar. Jika kau gagal dan dia berhasil meminta bantuan. Kau akan menghabiskan waktumu di penjara." pria berkacamata menatap tajam lawan bicaranya.

"Hahaha ... " tawa pria gondrong. Ia tampak tidak serius menanggapi pria berkacamata. "Sudahlah, kau tenang saja. Ayo masuk dan makan, aku sudah sangat lapar." lanjutnya. Mengajak pria berkacamata masuk dalam restorant.

Mereka pun masuk dan mencari meja. Keduanya duduk, lalu langsung memesan makanan yang ingin mereka nikmati.

***

Selama kedua pria dewasa itu bicara, Olesia mendengar. Dan karena Olesia tidak mau ada orang jahat yang mau menjahati orang lain, Olesia pun segera mencari saudarinya untuk ikut bersamanya ke tempat awal ia mendengar dua orang dewasa yang sedang merencanakan kejahatan itu.

Olesia menemui Odellia, "Lia ... " panggil Olesia berlari.

Odellia memalingkan pandangaan, "Ada apa?" tanya Odellia.

"Ayo ikut aku, cepat! kita harus temukan Annah." kata Olesia gelisah.

"Tu-tunggu. Kau jelaskan dulu kenapa. Kau terlihat gelisah." sahut Odellia kebingungan.

"Aku akan jelaskan setelah bertemu Annah. Ayo cepat, di mana Annah? kau tau di mana dia?" tanya Olesia.

"Aku di sini, Les... ada apa kau mencariku?" sahut Oriana yang tiba-tiba muncul.

Olesia menarik napas dalam-dalam lalu menceritakan apa yang ia dengar. Ia langsung mengutarakan niatannya untuk membantu seseorang yang hendak dijadikan target orang jahat.

"Oh, ayo. Kita memang harus membantu Paman itu." kata Oriana.

"Ta-tapi ... " sela Odellia yang tiba-tiba diam.

"Kita harus menolong Paman itu, Lia. Kita kan diajarkan Mami untuk bisa menolong orang." kata Olesia.

"Iya, aku tahu. Namun, ini termasuk berbahaya. Bagaimana jika mereka anggota mafia atau anggota geng. Atau jangan-jangan mereka yakuza." terang Odellia ragu.

"Mau apapun mereka. Kita harus melakukan tindakan. Ayolah cepat, kita akan susun rencana selanjutnya setelah kita dengar lagi apa rencana mereka." timpal Olesia.

Pada akhirnya, ketiga anak itu langsung kembali ke tempat asal Olesia berada. Mereka menguping dengar, semua pembicaraan kedua pria dewasa itu di dengar oleh Oriana, Olesia dan Odellia. Sampai dua orang dewasa itu masuk, ketiga anak itupun mengikuti masuk.

Rekaman suara tetap berjalan. Oriana merekam lanjutan perbincangan dua orang mencurigakan di meja belakang mereka. Ketiga anak itu saling bertatapan. Tiba-tiba, Odellia memiliki sebuah ide. Ia lalu berbisik pada Olesia.

Odellia menurunkan sebelah bahu Olesia, "Kau kan terkuat diantara kami. Kau berlarilah, panggil manager restorant ini. Atau siapapun yang sekiranya kau anggap dia bisa dimintai bantuan. Bawa rekamannya sebagai bukti." bisik Odellia.

Olesia mengangguk, "Ok." jawab Olesia.

Olesia menurunkan bahu Oriana dan berbisik. Ia meminta Oriana memberikan ponselnya agar rekaman bisa ia jadikan bukti meminta pertolongan. Setelah menerima ponsel milik Oriana, Olesia seger a pergi. Odellia berpindah posisi, ia mendekati Oriana.

"Tugasmu, temukan Paman itu. Kita sudah mengantongi infirmasi terkain nama dan tempat paman itu bekerja. Biarkan aku yang jaga di sini. Aku akan awasi kedua Paman itu." Bisik Odellia.

Odellia duduk diam. Jantungnya berdegup kencang. Sesungguhnya ia takut dan tegang. Ia takut ketahuan sebelum rencananya berjalan dengan lancar.

Oriana mengangguk, "Baiklah. Aku pergi dulu," kata Oriana segera beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Odellia seorang diri.

"Bagaimana, ini? kami hanya anak lima tahun yang lemah. Apa kami bisa menolong Paman itu, ya? kedua Paman di meja samping ini terlihat berbahaya. Aku harus berhati-hati. Annah, Lesi, semoga kalian bisa cepat kembali." batin Odellia.

***

Sementara itu, Olesia berlarian mencari bantuan. Ia bertemu seseorang yang bekerja sebagai petugas kebersihan. Dengan wajah yang gelisah dsn cemas. Ia meminta bantuan. Ia ingin dipertemukan dengan Manager Hotel.

Awalnya petugas kebersihan ragu. Namun setelah ia melihat Olesia menangis tersedu dengan bergumam Papanya dalam bahaya, petugas itupun segera memantu Olesia ke ruang Manager.

" ... baiklah-baiklah. Jangan menangis. Aku akan antar kau ke tempat Pak Manager." kata petugas wanita itu.

"Te-terima kasih, Bibi." kata Olesia terisak.

Segera ia digandeng oleh petugas. Berjalan menuju ruangan Manager yang kebetulan lokasinya berada di lantai yang sama.

Tok ... tok ... tok ....

Pintu runganan diketuk oleh petugas. Ia meminta izin masuk dan dipersilakan oleh sesorang yang ada di dalam.

"Permisi, Pak." sapa petugas kebersihan.

"Oh, ada apa?" jawab sang Manager melihat seorang petugas kebersihan membawa seorang anak perempuan yang menangis.

"Anak ini ingin bertemu Anda, Pak. Saya tidak tahu alasannya. Hanya dia mengatakan jika dia harus bertemu Anda." kata petugas cantik itu.

Manager mendekati Olesia, "Nak, ada apa?" tanyanya.

Olesia memberikan ponsel milik Oriana dan menjelaskan situasinya. Ia meminta bantuan Manager untuk menolongnya. Manager lalu mendengar hasil rekaman. Sampai beberapa menit kemudian, mata sang menager melebar. Ia menatao Olesia yang masih berakting menangis dan memelas.

"Nak, kau ... bagaimana bisa kau terlibat hal seperti ini? ini berbahaya. Kita harus menghubungi pihak keamanan." kata Manager.

"Ya, Paman. Kumohon, bantu Papaku." kata Olesia yang lagi-lagi menangis, "Papaku dalam bahaya, huaaaaa ..." Olesia terisak.

"Kau hubungi keamanan Hotel segera. Aku akan ke ruangan Direktur dan menghubungi Polisi." perintah Manager, ke petugas kebersihan.

"Baik, Pak. Saya akan segera panggilkan." kata petugas yang langsung keluar dari ruangan Manager.

Beberapa saat kemudian, Manager dan Olesia juga keluar dari ruangan. Di perjalanan, Manager menghubungi pihak kepolisian meminta bantuan.

***

Agatha hendak masuk dalam lift. Ia mendengar Manager sedang berbincang lewat telepon. Ia melihat Olesia menangis di samping Manager.

"Kacau, bagaimana bisa ada penjahat yang menyusup ke Hotel besar seperti ini." gumam Manager, sesaat setelah mengakhiri panggilan.

"Ada apa, Tuan. Apa ada sesuatu? maaf, saya tidak sengaja mendengar Anda bergumam." kata Agatha.

"Oh, maafkan saya. Saya tanpa sadar melakukan kesalahan. Begini Nyonya, Anak ini melapor jika Papanya sedang dalam bahaya. Sampai-sampai anak ini membawa rekaman di ponselnya." jawab Manager.

"Oh, benarkah." sahut Agatha, Agatha melihat ke arah Olesia, "Nak, siapa Papamu? apa kau baik-baik saja?" tanya Agatha.

"Kenapa aku merasa tidak asing dengan wajah anak ini, ya. Dia mirip sekali denganku dan Alex. Ah ... apa yang kupikirkan. Kenapa juga aku sampai berpikir sejauh itu." batin Agatha.

"A-alexias Owen. Papaku CEO perusahan ... " jawab Olesia terisak.

"Hm ... " gumam Agatha, yang tiba-tiba kaget dan melebarkan mata. "Eh, apa kau bilang? siapa?" tanya Agatha lagi.

"Alexias Owen," jawab Agatha.

"Tuan, maaf. Apakah saya boleh mendengar rekaman itu. Maafkan saya sekali lagi," kata Agatha.

"Oh, tentu. Silakan." kata Manager.

Manager memeberikan ponsel milik Oriana yang dibawa Olesia. Agatha segera mrmutar rekaman. Agatha kaget, saat ia mendengar suara salah seorang yang tidak asing baginya, tangan kanannya mengepal erat manakala ia mendengar jika Alexias, saudaranya dalam bahaya.

"Sial! Alex ... " gumam Agatha.

*****

1
Yuen
Lemah
Yuen
20 tahun sudah JD petinggi di perusahaan? gak kuliah kah?
Osie
spek orang tua tolol bin bego..lebih percaya org lain ketimbang anak kandung sendiri..toloooolll
Witri Azka
orang yang menabur pasti akan menuai hasil
Elfyn Lasse
ihhh
Misaza Sumiati
dalang nya mati tertabrak , gak seru
Misaza Sumiati
tidak seru , lemah lora padahal dalang penculikan sudah tau Reina , tapi tidak dibiarkan
Noni Diani
Luar biasa
Noni Diani
Lumayan
Murni Bpn
semoga cepat bertemu dgn ank kembarnya.
Bajul Sayuto
bikin bingung alur ceritanya 🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️
Medy Jmb
Ngidam simpatik
Sri Wahyuni
👍👍👍💪💪💪💐💐🌼🌼💐🌻🌻💐❤💗💐🌼🌻
Ran Aulia
ceritanya menghibur 👍👍👍, kalau di cerita ONS si pria dingin arogan , disini pria nya seorang yg lembut tp tdk lemah 👍👍👍

terimakasih author 😍😍😍
Bunda Puput
Luar biasa
Andi Gaox
PST ujung2'y tabrak mobil pdhl kn bz y dgn cara penyiksaan yg lain.
ratna
ih dasar orang tua zalim!!! seburuk²anak seharusx tetap dirangkul!!!
Yuli Silvy
sepupu ga'vda akhlak udah numpang ga' tau diri 🤦‍♀️
Yuli Silvy
baru gabung
Lisa Owner Bingka Lisa
sukaa banget sama ceritaaa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!