NovelToon NovelToon
Beauty & Berondong

Beauty & Berondong

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:835.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

Ayunda Zhia Wijaya yang baru saja kehilangan calon suaminya, sedang mencoba untuk bangkit dari keterpurukan.

Kehilangan demi kehilangan yang dialami oleh Ayunda meninggalkan bekas trauma yang mendalam di diri gadis itu, hingga Ayunda selalu dilanda keraguan untuk menjalin sebuah hubungan.

Namun takdir malah mempertemukan Ayunda dengan Bennedic Rainer, seorang pemuda tanggung yang jiwa mudanya begitu berkobar.

Ben yang merupakan sepupu dari boss Ayunda di kantor, kerap menggoda Ayunda dan selalu kepo dengan hidup Ayunda.

Sekuat apapun Ayunda menghindari Ben, pemuda itu malah semakin mengejar Ayunda dengan gila.

Mampukah Ben yang juga masih labil menyembuhkan rasa trauma yang dialami oleh Ayunda dan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya untuk wanita yang usianya lebih tua dari Ben tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GAGAL

"Kau mau hadiah apa di ulang tahunmu yang ke-20 nanti, Ay?" Tanya Papa Ken pada Ayunda yang masih sibuk membaca novel di tangannya.

"Apa, ya?" Ayunda hanya bergumam dan tampak berpikir.

"Hadiah lamaraan dari Brian, Mama rasa," celetuk Mama Flo yang surah menyusul ke halaman belakang seraya membawa nampan berisi teh di tangannya.

Seperti sudah menjadi sebuah rutinitas, setiap sore keluarga ini akan menghabiskan waktu bersama di halaman belakang rumah seraya menikmati teh dan mengobrol banyak hal.

"Mama! Ay kan belum selesai kuliah. Masa iya udah mau nikah aja," protes Ayunda setaya mencebik.

"Mama nggak bilang menikah. Tapi hanya dilamar. Beda lho, dilamar sama menikah," tukas Mama Flo yang sudah selesai menuang teh di cangkir, lalu mengangsurkannya pada Papa Ken.

"Nikah sekarang juga nggak masalah, Ay! Nanti bisa lanjut kuliah setelah menikah. Kamu dan Brian yang pacaran juga udah lama, kan?" Pendapat Papa Ken sebeljm menyeruput tehnya.

"Baru juga dua tahun, Pa! Memang dulu Mama dan Papa pacaran berapa lama? Kok dua tahun dibilang lama?" Tanya Ayunda kepo.

"Berapa lama, Pa?" Mama Flo ikut-ikutan bertanya pada Papa Ken.

"Mmmmm, nggak sampai sebulan kayaknya," jawab Papa Ken seraya terkekeh.

"Ck! Ay tidak percaya! Pasti bertahun-tahun juga," sergah Ayunda meragukan jawaban sang Papa.

"Mana ada! Dulu Papa itu langsung serius dan melamar Mama kamu. Nggak ada dalam kamus Papa itu pacaran seperti remaja alay jaman sekarang," kilah Papa Ken yang langsung membuat mama Flo tergelak.

"Mama kamu aja ini yang jual mahal dan sok-sokan belum move on dari mantan pacarnya," sambung Papa Ken yang langsung berhadiah tinjuan dari Mama Flo.

"Sok tahu!" Gerutu Mama Flo.

"Yaudah, nanti Ay bilang ke Brian biar segera melamar Ay. Tapi nikahnya tetap nunggu Ay selesai kuliah," tukas Ayunda akhirnya mengakhiri perdebatan keluarga ini.

"Lagian Mama dan Papa mau kemana, sih? Buru-buru amat nyuruh Ay nikah," sambung Ayunda lagi sedikit mencibir.

"Ya, kan Mama dan Papa ingin menimang cucu dulu sebelum ajal menjemput," jawab Papa Ken yang langsung membuat raut wajah Ayunda berubah sedih.

"Mama dan Papa akan berumur panjang dan melihat Ay menikah. Jadi jangan bicara seperti itu, Pa!" Ayunda merangkul Mama Flo dan Papa Ken seakan takut kalau kedua orangtuanya tersebut benar-benar meninggalkan Ayunda untuk selamanya.

"Ay!" Ben mengguncang lembut tubuh Ayunda karena istrinya itu menangis tersedu-sedu dalam tidurnya.

"Ay!"

"Ayunda!" Panggil Ben yang semakin khawatir karena airmata Ayunda yang juga mengalir semakin deras.

"Ay!" Ben mengguncang sskali lagi tubuh Ayunda saat tiba-tiba kedua kelopak mata wanita itu terbuka.

Ayunda menatap linglung ke sekelilingnya dan juga ke arah Ben yang ada di dekatnya.

"Kau sedang apa disini, Ben? Aku dimana?" Tanya Ayunda yang masih terlihat bingung.

Kamar ini tak terlihat seperti kamar Ayunda di panti asuhan.

"Kau di kamarku," jawab Ben yang ikut-ikutan bingung.

Ayunda diam sejenak, sebelum akhirnya wanita itu mengusap wajahnya sendiri karena sudah ingat tentang statusnya yang kini sudah menjadi istri Ben Rainer.

"Maaf!" Gumam Ayunda yag masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Kau baik-baik saja? Kenapa kau menangis dalam tidur?" Tanya Ben khawatir.

Ayunda menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Aku hanya bermimpi tentang Mama dan Papa," Ayunda kembali terisak.

Segera Ben merangkul istrinya tersebut dan membawanya ke dalam pelukan.

"Mama dan Papa sudah bahagia di atas sana, Ay! Berhentilah bersedih!" Pinta Ben seraya mengusap punggung Ayunda yang kini menangis sesenggukan di pelukan Ben.

"Aku rindu pada mereka," cicit Ayunda yang sontak membuat hati Ben merasa trenyuh.

"Kau bisa mengirimkan doa pada mereka jika merasa rindu," nasehat Ben yang masih memeluk dan mengusap punggung Ayunda.

Ayunda hanya mengangguk dan sejrnak suasana menjadi hening.

"Sekarang jam berapa?" Tanya Ayunda akhirnya memecah keheningan.

"Jam lima sore aku rasa. Kau lapar?" Ben balik bertanya pada Ayunda yang sudah melepaskan dirinya dari dekapan Ben.

Ayunda menggeleng.

"Aku masih kenyang."

"Kau tidak tidur sejak tadi?" Tanya Ayunda menatap serius pada Ben yang sore ini hanya mengenakan kaus dan celana pendek.

"Aku tidak bisa tidur. Jadi aku hanya bermain game sejak tadi," Ben meringis dan menunjukkan game di layar ponselnya pada Ayunda.

Ayunda hanya mengangguk samar dan segera turun dari atas tempat tidur, meninggalkan Ben sendirian.

"Aku boleh pulang ke panti untuk mengambil baju-bajuku?" Tanya Ayunda selanjutnya yang kini sudah berganti duduk di sofa yang ada di dalam kamar Ben.

"Ya! Aku akan mengantarmu. Mau ke panti sekarang?" Ben akhirnya ikut bangkit dari atas tempat tidur dan menyusul Ayunda untuk duduk di sofa.

"Ya!"

Ayunda mengangguk-angguk dan malah bangkit berdiri saat Ben sudah duduk di sampingnya. Wanita itu masuk ke kamar mandi entah mau melakukan apa.

Tak berselang lama, Ayunda sudah kekuar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Sepertinya habis mencuci muka.

"Apa akj boleh menginap di panti asuhan malam ini? Aku ingin bersama anak-anak malam ini," tanya Ayunda tiba-tiba setelah wanita itu keluar dari kamar mandi.

"Menginap?" Ben menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Padahal Ben berencana merayu Ayunda malam ini agar mereka bisa secepatnya belah duren.

Tapi kenapa Ayunda malah mengajak Ben menginap di panti asuhan?

Bagaimana mau belah duren, kalau Ayunda tidur bersama adik-adiknya nanti malam?

"Kau tidak harus ikut menginap, Ben! Aku akan tidur bersama anak-anak nanti malam, dan kau bisa kembali pulang setelah mengantarku," ucap Ayunda yang malah membuat Ben serba salah.

Mana bisa begitu?

Jelas-jelas Ben dan Ayunda itu adalah suami istri sekarang.

Masa iya Ben akan membiarkan istrinya menginap di panti, sementara ia tidur sendirian memeluk guling di kamar besar ini.

"Tak apa! Aku akan ikut menginap dan tidur berasma anak-anak juga malam ini," jawab Ben yang kembali meringis.

"Aku akan ganti baju sebentar lalu kita berangkat," tukas Ben selanjutnya.

"Aku akan menunggu di bawah dan pamit pada Mama dan Papa," ujar Ayunda yang sudah membuka pintu kamar dan beranjak keluar dari kamar Ben.

"Gagal belah duren!" Gerutu Ben saat Ayunda sudah keluar dari kamar dan menutup pintu kamar.

Ben membuka pintu lemari dengan kasar demi meluapkan kekesalannya.

.

.

.

Kenapa disebut belah duren?

Kenapa nggak belah semangka aja atau belah pepaya gitu 😲

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Janah Husna Ugy
inget suami Sasha siapa ya lupa Ando apa Aldo ya🤭🤭🤭egois
Si Memeh
menghibur banget cerita nya thor
Nurul Laila Zulaikah
Luar biasa
Desi Nur
lalu dimana si kayla tante ya ayunda adek dari kenzo
Maya Ratnasari
pluto udah bukan planet lagi
Maya Ratnasari
surprise
Maya Ratnasari
waduh kalo AC suhunya dikecilkan bakalan tambah dingin thor.
biar agak hangat, suhu AC dinaikkan.
Maya Ratnasari
kayanya sebelumnya namanya oma nuna, bukan oma salsa. oh mungkin namanya nuna salsa ya
Maya Ratnasari: asiyaapp. makasiii thor.
total 2 replies
Rossy Susilawati
lucu
Ran Aulia
terimakasih author 😍😍😍😍👍👍👍👍
dream
Duh berondong kuat bener baru udahan dah naik lagi🤣🤣🤣
dream
yaelah... ben.... nyusu mulu, kaya bayi gede
dream
Hadeh.... pake acara ngegeledak.... 🤣🤣🤣
dream
Alamak..... gini nih kl sama brondong, kuat.... 😝😝🤣🤣🤣
dream
yeay..... udah gak gelisah lagi, udah tembus beneran ya ben😂😂😂😂
dream
Hahaha..... mana tahan.... 🤣🤣🤣🤣
dream
udah senyum2 ndiri bacanya, gak ku.... ku..... 😂😂
dream
Hahaha..... liat ular kadut depan mata🤭😂
dream
itu mah modus bang Ben🤭🤧
susi 2020
😂😂🤫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!