Pria tampan yang jutek, super bersih dan perfeksionis tak pernah menyangka akan terjebak dalam pernikahan konyol dengan Sheena, wanita jorok, ceroboh dan suka seenaknya saja. Perbedaan 180 derajat di antara keduanya menjadi ujian dalam pernikahan mereka.
Bersama? Atau perpisahan adalah jalan terbaik bagi keduanya? Kisah unik yang pastinya membuatmu penasaran.
**Yukkkk kepoin ceritanya.... Follow IG @dydyailee536
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 Dilema Kehidupan
Sheena kini sedang berada di rumah sakit untuk melihat kondisi Fandi. Rupanya Fandi masih berada di ruang ICU. Disana ada Nyonya Citra dan Olivia yang sedang menunggu.
''Tante, Nona Olivia,'' sapa Sheena dengan suara pelannya.
''Kamu? Masih berani kamu berada disini?'' kata Nyonya Citra dengan tatapan sinisnya.
''Tante, aku hanya ingin tahu kabar Fandi.''
''Untuk apa? Kamu membuat putraku terbaring lemah disana. Dia koma!'' kata Nyonya Citra dengan suara meninggi.
''Apa? Fandi koma?'' batin Sheena. Ia pun tak kuasa menahan tangisnya.
''Sebaiknya kamu pergi dan jangan pernah kembali. Hapus air mata buaya mu itu."
''Tante, tenanglah. Sheena hanya ingin menjenguk Fandi. Dari rekaman CCTV juga sudah terlihat jelas kan penyebab kecelakaannya. Setidaknya kita harus berterima kasih pada Sheena karena dia sudah menemani Fandi sampai rumah sakit,'' kata Olivia dengan bijak.
''Olivia, kenapa kamu membela wanita itu? Dia itu penyebab semua ini tapi kamu masih baik padanya.''
''Semua ini musibah, Tante. Tante tenang ya.''
''Kamu lihat kan? Kamu lihat calon istri Fandi sungguh luar biasa. Sebaiknya kamu pergi. Tidak ada gunanya kamu disini atau aku panggilkan satpam?'' bentak Nyonya Citra.
''Tante, aku mohon, biarkan aku disini untuk beberapa saat saja. Aku ingin melihatnya dari luar saja.''
Nyonya Citra yang di kuasai amarah pun menampar Sheena. PLAK! Sheena merintih sakit sambil memegangi pipinya. Ia lalu mendorong Sheena sampai tubuh Sheena terjatuh namun disaat yang tepat ada seorang pria yang menangkap tubuh Sheena. Sheena sangat terkejut saat ada seseorang yang menangkap tubuhnya. Seorang pria dengan parasnya yang tampan, tubuhnya yang tinggi dan matanya yang sipit.
''Kamu tidak apa-apa?''
''Tidak Tuan.'' Jawab Sheena terbata. Ia lalu membatu Sheena berdiri kembali.
''Nyonya, ini adalah rumah sakit. Jadi sebaiknya anda jaga sikap.'' Kata pria yang bernama Arthur.
''Memangnya kamu siapa? Kamu tidak usah ikut campur.'' Ketus Nyonya Citra.
''Tidak penting siapa aku tapi jagalah sikap anda.'' Kata Arthur sembari berlalu dengan mengajak Sheena pergi. Arthur kemudian membawa Sheena menuju taman rumah sakit.
''Apa kamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka?''
''Tidak Tuan. Terima kasih sudah menolongku.'' Ucap Sheena sambil memegangi pipinya.
''Oh aku kesal sekali melihat Tante itu. Apa kamu ada masalah dengan orang itu? Sampai dia berbuat seperti itu?''
''Maaf ya, aku harus pulang. Sekali lagi terima kasih sekali.'' Kata Sheena sembari berlalu.
''Hei, tunggu!" panggilan Arthur menghentikan langkah Sheena.
''Siapa namamu?'' tanya Arthur. Sheena hanya diam dan tidak mau menjawabnya. Ia justru kembali melanjutkan perjalanannya.
''Ah sial! Dia membuatku penasaran.'' Gumam Arthur dengan kesal.
-
Malam harinya, Lila dan Sheena sedang duduk berdua di teras rumah kontrakan Lila sambil menikmati segarnya minuman bersoda.
''Sheen, elo tadi bikin heboh satu kantor. Bukan hanya kantor tapi se-Indonesia.''
''Ah, elo berlebihan banget, Lil.''
''Serius, Sheen. Gimana ceritanya elo bisa akrab sama Nyonya Dira sih? Jadi yang elo ceritain itu beneran ya?''
''Ya iya lah, masa iya gue ngarang. Gue juga nggak tahu kenapa Tante Dira sampai bilang seperti itu. Jujur gue kaget dan nggak nyangka. Duh Lil, gimana nasib gue nanti ya? Kalau gue sampai di suruh nikah sama si Arsen.''
''Ya bagus lah, Sheen. Elo pasti akan bahagia. Kehidupan elo juga bakal terjamin dan berakhir sudah penderitaan elo selama ini.''
''Yang ada itu adalah awal penderitaan gue, Lil. Elo bayangin aja, gimana gue bisa hidup sama makhluk yang namanya Arsen? Kita setiap kali bertemu selalu saja bertengkar. Dan gue di mata dia nggak pernah benar, selalu aja salah. Sumpah deh bawelnya kayak emak-emak.''
''Hahahaha, awas lho nanti elo jatuh cinta Tuan Arsen.''
''Jatuh cinta? Kayaknya nggak deh, Lil. Yang ada darah tinggi tiap hari gue. Jujur hal seperti ini sama sekali nggak terlintas di pikiran gue, Lil. Gue bahkan belum memikirkan yang namanya pernikahan. Tujuan utama gue saat ini semangat kerja dan pingin bisa ketemu sama orang tua kandung gue. Gue sekarang ngrasa sendiri banget, Lil. Ayah dan Ibu pindah tanpa sepengatuhan gue. Ibu sengaja jauhin gue sama Ayah. Belum lagi Fandi kecelakaan dan sekarang masih koma.''
''Apa? Fandi kecelakaan? Dan Ayah elo pergi ninggalin elo? Kenapa elo baru cerita, Sheen.''
''Sebenarnya kemarin gue mau ijin nggak masuk, karena gue habis anterin Fandi ke rumah sakit. Sebelumnya Fandi ke rumah dan dia ngasih cincin sama gue tapi di situlah gue mutusin buat mengakhiri semuanya. Gue nggak mau egois, Lil. Orang tua Fandi sama sekali nggak ngrestuin hubungan kita. Belum lagi dia udah di jodohin. Tapi setidaknya gue lega karena Nona Olivia adalah wanita yang baik. Jadi gue ikhlas lepasin Fandi.''
''Ya ampun, Sheen. Elo kuat banget sih hadapi ini semua. Gue benar-benar berharap kalau kebahagiaan itu akan datang secepatnya buat elo, Sheen.'' Kata Lila seraya memeluk sahabatnya.
''Makasih ya, Lil. Saat ini yang gue punya cuma elo.''
''Sama-sama Sheen. Elo harus selalu kuat dan semangat ya.''
-
''Mah, apa yang Mama lakukan tadi di kantor Arsen? Mama ini kenapa bersikap sejauh itu sampai melibatkan Sheenan.'' Kata Tuan Keenan yang merasa kesal dengan sikap istrinya yang gegabah.
''Pah, orang tua mana yang bisa mendengar putranya di hujat dan di fitnah? Apalagi Mama ini adalah seorang Ibu. Mama akan berdiri di garda terdepan untuk membela anak Mama. Tadinya Mama tidak mau merespon wartawan itu tapi tuduhan dan fitnah itu, terdengar langsung di telinga Mama. Siapa coba yang bisa tahan.''
''Iya tapi kenapa harus melibatkan Sheena, Mah? Kasihan dia. Dia tidak tahu apa-apa lho. Apa Arsen setuju? Sedangkan kita tahu kalau mereka selalu saja bertengkar setiap kali bertemu. Papa justru kasihan kalau Arsen memperlakukan Sheena dengan kasar. Terus bagaimana nanti sikap orang tua Sheena kalau tahu ini semua? Selama ini kan kita tidak tahu asal usulnya Sheena, terutama latar belakang keluarganya, Mah. Bukan masalah kaya dan miskin tapi setidaknya keluarganya tidak memiliki catatan kriminal.'' Mendengar apa yang di katakan suaminya, Nyonya Dira terdiam sejenak sambil berpikir. Apa yang di katakan oleh suaminya ada benarnya juga.
''Tapi sepertinya hanya Sheena yang bisa mengerti dan memahami sikap Arsen, Pah. Buktinya sekalipun mereka sering bertengkar tapi mereka tetap bisa dekat. Bahkan Sheena juga seperti sudah hafal tabiat Arsen. Anak kita memang di idolakan banyak para gadis, Pah. Tapi justri Sheena yang bersikap biasa pada Arsen. Sheena juga mematahkan anggapan bahwa Arsen mengidap OCD. Dia bahkan bisa mengerti dan memahami sifat Arsen tanpa dia harus berpura-pura menjadi orang yang sempurna di mata Arsen. Sama seperti waktu kita muda dulu kan, Pah? Mama cuek-cuek aja sama Papa, padahal banyak wanita yang mengidolakan Papa. Melihat Sheena, Mama seperti bercermin melihat masa muda Mama dan Arsen adalah masa muda Papa. Sepertinya kisah kita akan terulang deh Pah tapi bedanya Papa dulu duda.''
''Mah, Mah, ujung-ujungnya duda lagi yang di sebut, kamu ini. Sebaiknya Mama cari tahu siapa Sheena lewat orang terdekatnya. Papa hanya tidak ingin, keputusan Mama ini akan membuat Arsen kecewa lagi. Dan sebaiknya berita ini juga harus di alihkan, supaya para wartawan tidak mengangkat wawancara dadakan Mama tadi.''
''Iya Mama tahu, Pah. Mama juga minta maaf kalau harus melakukan ini. Di saat terdesak, Mama tidak mungkin bilang tidak. Mama ingin menunjukkan kalau Arsen itu sudah move on. Masa iya kita harus bilang kalau Arsen terpuruk bahkan sampai mabuk. Yang ada si wanita parasit itu, tertawa melihat Arsen terpuruk. Ya meskipun Mama sampai harus mengorbankan Sheena. Aduh, gara-gara ucapan Papa, Mama sekarang malah merasa bersalah pada Sheena.''
''Tuh kan bener, maksud Papa juga itu, Mah.''
''Mama yakin suatu saat Papa dan Arsen akan mengucapkan terima kasih pada Mama karena sudah memilih Sheena untuk Arsen.''
''Ya apapun keputusan Mama, semoga memang itu yang terbaik untuk kebahagiaan putra kita.''
Bersambung.....
tapi kayaknya cowok si serbuk berlain itu bakalan luluh deh sama Shena.. hihihi
"Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan Oriflame"