+21
Seorang mafia yang penurut dengan ibunya karena menyayangi dan mencintai ibunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tatapan ibu
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Akmal merasa risih mendapatkan tatapan dari Dion,dia mengalihkan pandangannya ke arah lain hingga akhirnya dia melihat Kirana keluar dari dalam kamar nya dengan menggunakan dress yang dipilih oleh pelayan butik. Dion melihat arah tatapan Akmal,Dion mengikutinya dan melihat Kirana yang terlihat sangat cantik dengan tubuhnya yang melekuk sempurna
"mata mu....mau aku congkel hah?"bentak Dion tapi masih dengan suara pelan,dia tidak ingin Kirana mendengar nya
Akmal semakin membulat kan matanya,membuat Dion menginjak kaki Akmal. Akmal pun menunduk merasakan sakit dikaki nya juga untuk mengalihkan pandangannya,Kirana berjalan mendekati Akmal juga Dion.
"kalian sudah makan?"tanya Kirana lembut
"belum....aku nunggu kamu,ayo sayang"jawab Dion sambil merangkul pinggang Kirana mengajak Kirana menuju meja makan
"kamu ngak ikutan makan?"tanya Kirana menoleh ke arah Akmal,tapi Akmal tidak menatapnya
"dia sudah makan,biarkan dia menunggu di sofa saja."ucap Dion
"hei....kenapa kau yang jawab?aku nanya dia"ucap Kirana kesal
"benar nona....saya sudah makan kok"ucap Akmal sambil terus menunduk
"ada apa dibawah?kok kamu ngak liat mata ku?"tanya Kirana kesal
"hhmm....itu nona,ngak apa-apa kok "jawab Akmal lagi
Kini Dion dan Kirana makan bersama,kemudian mereka keluar dari apartemen Dion menuju parkiran untuk mengambil mobil. Akmal mengikuti Dion dan Kirana dari belakang,Dion selalu menggandeng tangan bahkan bahu jiga pinggang Kirana secara bergantian.
"jaga pandangan mu"ucap Dion saat Akmal ingin mengikuti Dion dan Kirana tanpa Kirana ketahui
Saat ini mereka sudah berada diparkiran,Akmal ingin masuk kedalam mobilnya tapi suara Dion membuatnya tidak jadi masuk kedalam mobil itu.
"tinggalkan mobil mu disini,suruh orang mengambilnya....kamu bawa mobil ku"ucap Dion kemudian dia masuk kedalam mobilnya dan duduk dibangku belakang bersama Kirana,dia membukakan pintu buat Kirana
Akmal pun mengerti kenapa dia yang disuruh menyetir,karena dari tadi diperjalanan Dion selalu ngelendotin Kirana saja tanpa rasa malu. Padahal Kirana sudah merasa risih Mungkin begini yang nama nya jatuh cinta ya....begitu lah yang dipikirkan Akmal, Akmal terus membawa mobil hingga sampai didepan rumah ibu Dion.
"kamu tunggu disini,aku masuk dulu."perintah Dion sambil membukakan pintu mobil Kirana
"makasih ya Akmal "ucap Kirana lembut
"sama-sama nona"jawab Akmal tetap sambil menundukan kepalanya
Kirana masuk dengan Dion yang selalu menggandeng tangan Kirana,ibu Dion yang berada dihalaman memperhatikan sikap Dion. Dia tersenyum melihat Dion yang menggandeng tangan Kirana,Dion bahkan memeluk pinggang Kirana
"iiih....udah sampe rumah ni,jangan manja kenapa sih"ucap Kirana kesal
"biarin....namanya manja sama istri sendiri,memangnya ngak boleh"jawab Dion sambil meletakan kepalanya dibahu Kirana padahal bahu Kirana lebih rendah tapi dia tetap saja menundukan kepalanya
"eeekkhmm..... eeekkhmm... seperti nya ada yang ibu lewatin nih"deheman ibu Dion membuat wajah Kirana memerah karena malu
"hhmmm....ngak kok Bu,ibu udah sarapan?"tanya Kirana gugup dan malu
"ini udah mau makan siang lho Kinan,kok nanya sarapan sih?"ucap ibu Dion membuat Kirana semakin salah tingkah
.Ibu Dion melihat leher Kirana yang penuh dengan tanda merah kebiru-biruan,dia tau pasti kalau Kirana dan Dion sudah melakukannya. Mana mungkin hanya sekedar ciuman saja,ibu juga melihat tanda itu dileher Dion. Ibu tersenyum senang menatap ke arah Dion dan Kirana
"eehhmm..aku kerja dulu ya sayang....bu"ucap Dion karena melihat Kirana yang salah tingkah dihadapan ibu nya.
Dion ingin mencium Kirana,tapi dia malu ada ibu nya disana jadi dia mencium kening ibu nya saja seperti biasa. Dion berbalik ke arah mobilnya yang sudah ada Akmal tapi suara ibu nya membuatnya kembali berbalik
"Dion...kamu ngak cium istri kamu hah?"tanya ibu Dion menatap punggung Dion
Dion mendekati Kirana dan mengecup bibir Kirana dengan lembut,rasanya ingin ******* bibir Kirana tapi masih ada ibu disana. Kirana membulat kan matanya,dia pikir Dion akan mencium kening nya juga tapi kenapa malah bibirnya. Wajah Kirana kembali memerah,apalagi ditatap ibu Dion yang sedang tersenyum ke arahnya
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.. Makasih 😘😘🥰🥰