Cover by, Canva
" Saat kamu pertama kali melakukannya dengan wanita itu. Apakah dia masih perawan?".
" iya... ".
" Baik, terima kasih. Aku sudah paham, aku pamit dari hidupmu. Permisi".
Kesetiaan yang harus di bayar dengan Pengkhianatan.
Sakitnya sampai ke tulang, sesaknya memenuhi rongga di dada.
Untuk apa bertahan,
bila nyatanya cinta itu sendiri yang memberi luka.
Memilih pergi adalah keputusan terbaik.
Deg..
Berusaha sembuh dari sakitnya pengkhianatan,
takdir justru mempertemukan dengan masa lalu, yang juga pernah menorehkan luka yg begitu dalam.
Akankah menemukan cinta baru? atau Haruskah kembali dengan cinta lama?
Temukan jawabannya di Karya pertama ku
" Haruskah, kembali ? ".
karya yang di adaptasi dari kisah nyata seorang Wanita yang luar biasa.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NalaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Maaf
Kanendra Wardhana
Sementara di ruko...
Kali ini Sarah ikut membantu proses memasak untuk pesanan 200 box itu.
Karena biasanya Sarah akan mengecek saja atau dia memasak menu-menu tertentu.
Saking fokusnya memasak, Akkkh.. sakit..
Sarah terpekik kaget, ketika ia tak sengaja teriris pisau saat sedang memotong mentimun.
" Mbak Sarah gak apa apa? Aduuh kok bisa ke iris gini sih Mbak? Sini aku bantu bersihin trus di plester". Fitri yg khawatir langsung membantu Sarah mengobati lukanya.
" Padahal aku juga udah hati-hati lo Fit. Nggak tau tiba-tiba ke iris gitu". Jawab Sarah.
" Dah selesai, sekarang Mbak Sarah istirahat dulu deh di atas. Dari tadi Mbak Sarah ngerjain semuanya lo, sampek ikut Mas Anang ke pasar juga". Saran Fitri kepada Sarah.
" Emmh.. iya deh Fit. Mbak ke atas dulu ya. Kamu terusin motong mentimun nya, habis itu langsung taruh di box buat garnis". Ujar Sarah.
" Oke deh siap. Eh.. Mbak tunggu, nanti biar Mas Anang sama aku aja yg nganter ya sekalian aku ambil box di percetakan". Kata Fitri
" Oke". Lalu Sarah menuju lantai 2 ruko nya untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Pov Sarah
Perasaan ku tiba-tiba gak nyaman banget.
Sampai ke iris gini ya? 3 hari ini sering banget perasaan ku gak enak, gelisah dan gak nyaman.
Ada apa ya ?
Eeh... Hari ini kan Mas Nendra pulang.
Mungkin aku terlalu kangen sama kamu Mas,
Jadinya gelisah gini. Lebih baik aku istirahat sebentar.
End.
Sementara di kamar Diklat...
Tangan Nendra yg sudah berada di bagian bawah tubuh Windi, kini menyingkap cd Windi.
Dan benar bagian sensitif Windi sudah b*sah.
Perlahan tapi pasti, Nendra meny*tuh bagian sensitif Windi. Windi yg tubuhnya bagaikan tersengat listrik, tersenyum sambil menikmati s*tuhan Nendra.
Lama kelamaan s*tuhan itu semakin cepat dan lebih cepat. Windi merasakan tubuhnya bagai di awang-awang sambil mendesah.
" Aaaahh ... Ssttt.. iya mas di situ mas ahhh iyaa terus Mas". Racau Windi.
" Kamu b*sah Windi, ku buat makin b*sah". Bisik Nendra di telinga Windi.
" Mm..asss aku seperti mau pipiss".
" Keluarkan sayang". Dan " aaahhhh mas ..".
Tubuh Windi bergetar hebat penuh kenikmatan dan sekarang terasa lemas.
Nendra memperlihatkan jari nya kepada Windi,
" Lihat, kamu begitu b*sah".
" Buat aku lebih b*sah Mas, lakukan sayang". Nendra langsung melucuti pakaian Windi dan juga dirinya sendiri.
Kini mereka berdua dalam keadaan tanpa busana.
"Lakukan perlahan Mas, kamu yg pertama untukku". Ujar Windi
" Tentu Sayang". Jawab Nendra sambil mengecup bibir Windi. Entah setan model apa yg merasuki Nendra hingga dia lupa di planet mana ia tinggal.
Perlahan dan penuh kelembutan Nendra melakukannya, Windi menahan perih di area sensitifnya..
Bleeesss.... Aahh..
Akhirnya Nendra berhasil membobol pertahanan Windi.
Windi sampai menangis saat senjata Nendra memasukinya. Tubuhnya seperti terbelah menjadi dua saking sakitnya.
Terjadilah petarungan mendebarkan sekaligus berbahaya hahahahhaa...
Bisa di bayangkan kan ?? Lanjut imajinasi sendiri yak".
udah di tolak 2x adegan kemarin heheheh.
Mereka berdua tergeletak di atas kasur , setelah kelelahan karena adegan berbahaya itu !!!
Windi mencium pipi Nendra dan berkata,
" Terima kasih, aku seutuhnya milikmu".
Nendra tak menjawab kata-kata Windi, karena kini kesadarannya mulai terkumpul.
Menyesal pun terlambat, semua sudah terjadi.
Nasi sudah jadi bubur, tidak mungkin menjadi nasi lagi. Yaa nikmati aja buburnya kasih kecap asin dan suwiran ayam mantab.
" Kamu dengar aku kan Mas ? Dan kita akan selalu sama-sama mas". Rengek Windi.
" Iya kita akan sama-sama. Maaf kan aku ". Jawab Nendra sambil mengecup pelipis Windi yg berada di dalam pelukannya.
Mungkin karena kelelahan mendayung sampan,
Dua insan yg di butakan nafsu itu pun tertidur.
Entah bagaimana dengan kabar 2 petugas itu tadi, dan yg pasti pintu kamar Nendra tertutup begitu saja.
Nendra terbangun....
" Pake acara ketiduran lagi".
" Wind, bangun dulu. Bersihkan tubuhmu dulu ayo kita segera pulang". Ajak Nendra.
" Emmh.. iyaa Mas". Jawab Windi dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.
” aakhh.. sakit Mas". Windi mengaduh ketika ia hendak berjalan.
" Maaf ya Wind, sini aku bantu kamu". Nendra memapah Windi perlahan menuju kamar mandi.
Mereka berdua bergantian membersihkan tubuh mereka dari keringat laknat itu.
Nendra menyerahkan kunci kamar nya ke bagian informasi,
" Permisi, ini kunci kamar 410 atas nama Kanendra Wardhana".
" Baik, saya periksa dulu Pak". Petugas itu pun memeriksa data Nendra, dan " sudah pak, sudah bisa di tinggal".
" Ooh iya terima kasih. Maaf saya mau bertanya. Apakah disini ada petugas berkumis tebal berbadan gempal ? Tadi dia dan satu rekannya mencarikan petugas medis untuk teman saya yg sakit". Tanya Nendra kepada petugas informasi.
" Maaf Pak saya ti...". Kata-kata petugas itu terpotong saat Windi tiba-tiba memanggilnya.
" Mas udah ayo pulang, aku lelah. Sambil memegang kepalanya Windi memperlihatkan kalau ia sakit".
" Baiklah, ayo. Permisi ". Nendra berlalu dari meja informasi.
Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil.
Sepanjang perjalanan pulang, Nendra lebih memilih untuk diam.
Entah apa yg ada di pikirannya. Semua kacau gara-gara nafsu nya yg tak tahu diri.
Windi memilih untuk tidur dan mengistirahat kan tubuh nya yg lelah.
Mobil Nendra telah terparkir cantik di depan kost Windi.
" Wind, bangun. Ini udah sampai kost". Nendra mencoba membangunkan Windi yg begitu pulas tidur nya.
" Eeuungghh... Benarkah? Maaf Mas aku lelah banget sampai ketiduran". Jawab Windi sambil memperbaiki posisi duduk nya.
" Iyaa gak apa-apa, kamu langsung istirahat saja. Besok kamu ambil cuti aja". Saran Nendra
" Tapi, aku nggak bisa jauh dari kamu Mas". Terdengar lirih sedih suara Windi.
" Besok pulang kerja aku ke kost, udah sana masuk". Bujuk Nendra yg langsung di setujui Windi.
Cuup..
" Makasih sayang, aku bahagia banget". Sebelum turun Windi mengecup bibir Nendra.
Nendra terdiam saat Windi mencium nya.
Nendra benar-benar hancur. Entah apa yg akan terjadi ke depannya. Ia tahu Sarah sangat benci penghianatan. Apakah ini adalah awal kehancuran rumah tangganya??
hii perkenalkan ini karya pertama ku,
ini kisah nyata yg aku tulis ulang sehingga lebih menarik dengan persetujuan narasumber yg sangat luar biasa.
semoga kalian suka ya,
maaf mungkin ada typo dimana mana
mohon di maklumi.
Dan jangan lupa Tap Love and Like nya ya,
supaya aku makin semangat.
selamat membaca..
enjoy it ...
Be healthy ...😍😘
😡😡😡
Biar gila juga tu Papanya Narendra,kan dia yang dukung anaknya karena Sarah gak hamil2 juga.
Biar stres mereka gak punya keturunan seumur hidupnya.
😡😡😡
bagaimana kalo tuan danu tahu sekarang sarah sedang hamil anak el, menyesalkan?
kasian kan