NovelToon NovelToon
Setelah Dikhianati Istri, Aku Menjadi Penguasa Jakarta

Setelah Dikhianati Istri, Aku Menjadi Penguasa Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Supernatural / Dokter Genius / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Harem
Popularitas:87.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novi

Selama lima tahun, Arka Pradana hidup sebagai suami miskin yang dianggap gagal. Ia bekerja siang malam demi membayar utang keluarga istrinya, Hana. Namun semuanya hancur ketika Arka menemukan kenyataan pahit: Hana dan selingkuhannya diam-diam meracuninya selama bertahun-tahun.
Saat pernikahannya runtuh, sebuah liontin tua justru membangkitkan Warisan Hantala dalam tubuh Arka. Ilmu pengobatan, feng shui, tenaga dalam, dan kemampuan melihat rahasia manusia mengalir ke dalam dirinya.
Dari pelayan klub malam yang diremehkan, Arka berubah menjadi pria berbahaya yang ditakuti dunia bawah Jakarta. Di sisinya muncul Maya Santoso, wanita matang pemilik klub malam; Bianca Lestari, CEO cantik yang dingin dan penuh rahasia; serta wanita-wanita lain yang terseret oleh kekuatan dan pesonanya.
Dulu ia diinjak. Sekarang, siapa pun yang berani mengkhianati, menghina, atau menyentuh orang-orangnya harus siap berlutut di hadapannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Bab 9

Arka baru masuk lobi rumah sakit ketika Hana muncul dari arah koridor perawat. Wajah wanita itu merah, rambutnya sedikit berantakan, dan langkahnya goyah seperti orang demam.

"Arka!"

Ia langsung mencengkeram lengan Arka.

Arka mengerutkan dahi. "Lepaskan."

"Aku salah," kata Hana dengan suara bergetar. "Aku benar-benar salah. Kita bisa mulai lagi."

Beberapa orang di lobi menoleh. Arka mencoba menarik tangannya, tetapi Hana justru memeluk lengannya lebih kuat. Napasnya berat, matanya basah, dan tubuhnya terasa panas bahkan melalui kain seragam perawat.

Arka segera memahami sesuatu.

Setiap kali ia memakai tenaga Hantala untuk menyelamatkan orang, ketidakseimbangan panas selalu mencari jalan. Maya menyeimbangkannya malam pertama. Yulia menyalurkannya malam berikutnya. Saat menolong Bianca, tubuh Arka tidak terlalu terganggu karena biji penawar itu. Namun Hana tampak seperti menerima pantulan sesuatu yang tidak ia mengerti.

Ironis.

Wanita yang bertahun-tahun meracuninya kini justru tersiksa oleh sesuatu yang tidak bisa ia kendalikan.

"Pergi ke dokter," kata Arka.

Hana menggigit bibir. "Kamu dulu menginginkanku."

"Dulu aku juga bodoh."

Wajah Hana berubah. "Kamu pikir karena sekarang ada Maya dan Bianca, kamu bisa merendahkanku?"

"Aku tidak butuh mereka untuk tahu kamu rendah."

Kalimat itu menampar lebih keras daripada tangan. Hana membeku, sementara beberapa orang di sekitar mulai berbisik. Ada yang mengangkat ponsel.

Arka melepaskan tangan Hana dan berjalan ke lift. Ia tidak menoleh meski Hana memanggil namanya dengan suara penuh kebencian.

Lift naik ke lantai rawat inap. Pintu baru terbuka, suara ribut sudah terdengar dari arah kamar Pak Mahendra.

"Pak, jangan berdiri!"

"Seret dia!"

Wajah Arka langsung mengeras.

Di depan kamar, dua pria berbadan besar hendak menangkap Yulia. Pak Mahendra yang baru sadar mencoba melindungi putrinya, tetapi Raka menendang perut pria tua itu sampai jatuh.

"Ayah!" Yulia menjerit.

Di belakang Raka, Bima Hartono berdiri dengan kemeja mahal dan rantai emas di leher. Senyumnya lebar, matanya penuh penghinaan.

"Aku kira siapa yang berani membuat acaraku rusak," kata Bima saat melihat Arka. "Ternyata suami temanku yang dulu bahkan tidak bisa jadi laki-laki."

Arka berjalan mendekat.

"Bima," ucapnya datar, "mulutmu masih hidup."

Bima tertawa. "Kenapa? Mau memukulku? Kamu lupa siapa ayah angkatku?"

Arka menendang perutnya.

Bima terlipat dan muntah di lantai. Anak buahnya membeku satu detik karena tidak percaya, lalu serentak menerjang.

Koridor rumah sakit langsung kacau.

Arka bergerak di antara mereka seperti pisau yang keluar dari sarung. Satu orang dihantam siku sampai hidungnya patah, satu lagi diputar pergelangan tangannya sampai tongkat besi jatuh, lalu dua orang berikutnya tersungkur setelah lutut mereka dihajar. Satpam rumah sakit yang baru muncul dari ujung koridor langsung berhenti, tidak tahu harus menolong siapa.

Raka mundur pucat. "Bima, orang ini gila!"

Bima mengangkat kepala, wajahnya merah oleh marah dan malu. Tangannya bergerak ke balik pinggang.

Sebelum ia sempat menarik apa pun, suara sepatu hak tinggi terdengar dari arah lift.

"Bima Hartono."

Semua orang menoleh.

Bianca Lestari berdiri di sana dengan setelan putih dan kacamata tipis. Di belakangnya ada Liana dan beberapa perempuan dari vila, tampaknya baru selesai pemeriksaan lanjutan.

Tatapan Bianca dingin. "Kamu cukup berani. Bahkan orang Maya pun berani kamu sentuh."

Bima langsung kaku. "Bianca? Ini salah paham."

Liana melipat tangan. "Salah paham pakai bawa preman ke kamar pasien?"

Bima ingin membantah, tetapi keberanian jalanannya mendadak hilang. Bianca bukan wanita yang bisa ia tekan dengan nama Jaya begitu saja. Uang, media, koneksi, dan reputasi wanita itu terlalu besar untuk dijadikan bahan gertakan murahan.

"Pergi," kata Bianca.

Bima menggertakkan gigi. Ia menatap Arka dengan mata penuh dendam, lalu menarik anak buahnya pergi. "Kita belum selesai."

"Memang belum," jawab Arka.

Setelah Bima pergi, Yulia segera membantu Pak Mahendra duduk. Wajah pria tua itu pucat, tetapi lukanya tidak parah. Arka memeriksa nadi dan menyalurkan sedikit qi untuk meredakan nyeri.

Raka yang masih di dekat pintu mencoba mengangkat suara lagi. "Jangan kira kalian bisa pergi begitu saja. Biaya rumah sakit ayahmu masih ada. Rp300 juta. Bayar sekarang, baru urusan kita selesai."

Yulia menunduk. Wajahnya memucat.

Arka berdiri. "Rp300 juta?"

Raka tertawa sinis. "Kenapa? Mau bayar?"

Arka menatap Bianca. "Tolong jaga Yulia dan Pak Mahendra sebentar. Aku ambil uang."

Bianca mengangguk.

Dua puluh menit kemudian, Arka kembali dengan tas hitam. Ia membuka ritsletingnya di depan Raka. Tumpukan uang tunai baru terlihat jelas.

Mata Raka langsung lurus.

Arka mengambil satu ikat uang dan melemparkannya ke wajah Raka.

"Cukup?"

Plak.

Satu ikat lagi.

"Cukup?"

Plak.

Uang berhamburan di lantai koridor. Raka mundur dengan wajah merah, tetapi matanya tidak bisa lepas dari tumpukan itu. Setiap ikat yang menghantam wajahnya membuat harga dirinya rontok sedikit demi sedikit.

Saat ikat terakhir jatuh, Arka melempar tas kosong ke kaki Raka.

"Rp300 juta. Ambil, lalu hilang."

Raka berjongkok memunguti uang dengan tangan gemetar. Ia tidak berani menatap Yulia lagi.

Bianca mengambil kartu nama dari tas kecilnya dan menyerahkannya pada Arka.

"Besok datang ke kantor pusat Lestari Intimates. Gedung baru kami ada beberapa masalah. Aku ingin kamu melihatnya."

Arka menerima kartu itu. "Baik."

Bianca pergi bersama Liana. Sepeninggal mereka, Arka membantu Yulia mengurus kepulangan Pak Mahendra.

Di tempat lain, Bima masuk ke mobil dengan wajah gelap. Ia menekan nomor Hana.

"Arka tahu sesuatu?"

Hana di ujung telepon bernapas tidak stabil. "Tidak. Rencana kita berhasil. Aku baru memberinya obat pagi ini..."

Bima menyipitkan mata. "Suaramu kenapa?"

"Aku demam," jawab Hana cepat. "Aku sedang cari suntikan."

Telepon terputus.

Bima menatap layar ponsel dengan wajah muram. Setelah beberapa detik, ia mengumpat pelan.

"Hana juga mulai tidak beres."

1
Sampe Batara
bagus menarik untuk dibaca
Don Juan
Lanjut Thor
Sampe Batara
👍 menarik untuk dibaca
Ismed Aidil
sudah 3 hari gak bisa lanjutan cerita, ya saya hapus aja aplikasi ini ! kecewa banget !
Jefry Maarebia
kalau di baca enak alur ceritanya ,aku puas membacanya ,lanjut..bosku.......
Ismed Aidil
mantap...lanjut thor !
Ismed Aidil
wau seru banget
Don Juan
Mantap thor👍
Ismed Aidil
lanjut cerita
Eva Rosita
up yg banyak and tiap hari ya thor💪
Ismed Aidil
seru sekali cerita nya
Don Juan
Good job Thor
Ismed Aidil
tambah seru !
Dian Purnomo
lanjut thor
Dian Purnomo
tnkyu thor
Don Juan
Terima kasih updatenya thor👍
Don Juan
Ditunggu kelanjutan ceritanya thor👍
Don Juan
Good job
Ismed Aidil
seru, lanjut !
Ismed Aidil
seru banget ! lanjut !
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!