Maira adalah anak perempuan pertama dari keluarga yang sederhana , kehidupan maira berubah saat ia beranjak dewasa , di saat maira duduk di bangku smp ada seseorang yang datang di dalam hidupnya maira , ia adalah seorang adik laki-laki yang bernama fakhri dwi pangestu.
Maira ini dari kecil sudah di tinggalkan oleh ayah kandungnya, maira tak tau di mana ayahnya berada dan semua keluarga nya tidak mau memberitahu kan keberadaan ayahnya maira , sekarang ibunya maria sudah menikah lagi dan maira punya adik namun hubungan maira sama ayah tirinya tidak begitu baik.
Sekarang maira sudah duduk di bangku SMA kelas 12 , sebentar lagi dia lulus SMA dan ia ingin sekali melanjutkan ke jenjang kuliah tapi ibunya maira sudah tidak sanggup membiayai sekolahnya lagi. Gimana dengan kehidupan maira selanjutnya? Stay tune ya guys.
Maaf sebelum nya ges, novel ini di tamatkan terlebih dahulu, maaf jika alurnya tidak jelas, sia author sudah tidak ada waktu untuk menulis, jika suatu saat saya punya banyak waktu luang, maka saya akan menulis ulang novel ini, terimakasih yang sudah membaca nya sampai episode 70.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Retno Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22
Ke-esokan hari nya ken menjemput maira di rumah nenek nya maira
"assalamualaikum" ucap ken mengetuk pintu
"waalaikumsalam," jawab maira berteriak di dalam kamar karna kamarnya maira dekat dengan ruang tamu
Maira langsung keluar kamar dan membukakan pintu
"udah datang loe ken, bentar ya gue ambil tas" kata maira
"sarapan di sekolahan kan loe ra?" ujar ken
"iya di sekolahan, loe juga?" kata maira
"iya," ujar ken
"ya udah gue masuk dulu bentar" kata maira
"oke buruan." ujar ken
Maira pun kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil tas sekalian pamitan sama nenek dan kakeknya, setelah itu maira ke depan lagi untuk menemui ken
"udah yuk ken" kata maira
"ya udah ayok," ujar ken
"loe udah bisa bawa motor?" kata maira
"udah kok, ayo naik" ujar ken
"okey." kata maira
Maira pun langsung aja naik ke motornya ken, lalu ken melajukan motornya menuju ke sekolah dengan kecepatan rata-rata, di perjalanan maira ngobrol sama ken
"besok loe jangan jemput gue lagi ya" kata maira
"kenapa?" ujar ken
"ya bukan apa-apa, tapi gue mulai besok tuh subuh-subuh harus ke rumah ibu gue untuk bantuin ibu gue dan mungkin gue berangkat nya gak se-pagi ini sih" kata maira
"ya udah deh kalau gitu, gue tunggu loe di kelas aja" ujar ken
"iya, tapi besok gue pesenin nasi goreng ya" kata maira
"kalau gitu gue tunggu loe di kantin aja," ujar ken
"iya." kata maira
Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan gerbang sekolaham, ken menaruh motornya di parkiran belakang sedangkan maira menunggu ken di depan parkiran guru, tak lama kemudian ken menghampiri maira
"langsung ke kantin yuk ra, gue laper banget nih" kata ken
"ayok, gue juga laper" ujar maira
Maira sama ken berjalan menuju kantin untuk sarapan
"buk nasi goreng 2 tanpa sayur pedes ya" kata ken sambil duduk di bangku
"oke" ujar ibu kantin
"minumnya es teh 2" kata ken
"siap." ujar ibu kantin
Maira membuka hp nya dan dia dapat notif dari mas dzaky
"masih sekolah tatap muka dek?" kata mas dzaky dalam chat
"iya mas, katanya sementara tatap muka dulu mas" balas maira
"oalah" kata mas dzaky
"iya mas." balas maira
"lagi chatan sama siapa sih? serius amat" kata ken tiba-tiba
"sama itu loh mas-mas nasgor yang sering gue beli" ujar maira
"kok bisa dapat wa loe?" kata ken
"bisa lah, gue yang kasih" ujar maira
"beneran?" kata ken
"iya, mas itu tuh awalnya dm gue tapi gue jarang bales dan kemarin waktu gue jualan juga mas itu bantuin gue julanan karna gue kuwalahan ngadepin banyak orang," ujar maira
"oh" kata ken
"hah? cuma oh? gue udah cerita panjang-panjang tapi loe cuma jawab oh?" ujar maira
"ya maap," kata ken
"serah loe dah." ujar maira
Tiba-tiba ibu kantin datang membwa 2 piring nasi goreng dan 2 gelas es teh
"ini sarapan nya, gak tambah apa-apa lagi? gorengan atau sate?" kata ibu kantin
"boleh deh buk, bakwan 2 ya" kata maira
"saya juga 2 ya buk" kata ken ikut-ikutan maira
Ibu kantin nya pun langsung mengambil 4 bakwan.