Wanita muda yang kuat selama bersanding dengan Tuan muda Adipramana.
Berawal dari pertemuan yang unik namun berkesan untuk keduanya. Mereka adalah Zayden Adipramana dan Elvana Wilghetta.
Dimana keduanya bertemu disaat Elvana tengah kabur dari hadapan kedua orang tuanya. Karena sebuah alasan yaitu, Perjodohan.
Siapa yang akan mengira karena sebuah kesalahpahaman membuat mereka terikat dalam suatu pernikahan.
Bagaimana kisah perjalanan cinta Zayden dan Elvana? Yuk dibaca!!...
Ikuti Instagram aku ya di @amandyapasha
~[Sekuel dari 'Mr. Adipramana Memilihmu']~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Pasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Makan Malam
Amelia masih mencoba mengingat siapa yang ada di depannya ini. Tiba-tiba dia teringat dengan kenangan dua puluh tujuh tahun yang lalu. Amelia ingat kalau mereka pernah bertemu di pernikahan sahabatnya Rendra.
"Valin ya?" Amelia memastikan wanita yang berada di sebelah teman lamanya Rendra.
"Iya, benar Amel. Aku Valin." Jawab Valin tersenyum.
"Kalau aku?" Laki-laki di sebelah Valin menunjukkan telunjuknya ke arah dirinya sendiri.
"Hemm…, siapa ya. Maaf ya aku lupa. Yang pasti teman suamiku." Jawab Amelia jujur.
"Haha…, tidak apa. Aku Willy. Ingatkan sekarang?" Willy menaik turunkan kedua alisnya.
"Oh, Willy. Aku tidak ingat. Aku hanya ingat dia." Tunjuk Amelia ke arah Valin.
"Haha…, ya sudahlah. Tidak apa." Pasrah Willy sambil tetap tertawa.
Ini namanya reunian ibu-ibu sama bapak-bapak. Huh. Zayden.
Selama mereka berbincang-bincang hangat. Zayden melihat Elvana datang membawa nampan berisi beberapa mangkuk mie ayamnya. Tapi, kembali lagi ke dalam dapur. Zayden mengernyitkan dahinya. Kenapa harus sampai balik lagi. Padahal yang ada di meja makan sudah menunggu santapan malamnya.
"Selamat malam tuan dan nyonya. Tuan muda dan juga nona muda." Sapa Elvana kepada mereka semua.
Zayden menatap Elvana aneh. Datang sambil membawa nampan tapi wajahnya ditutupi oleh masker serta memakai topi. Topinya di arahin ke belakang lagi. Seperti anak-anak remaja jaman sekarang di luar sana.
Elvana datang sambil menaruh mangkuk mie ayam di hadapan mereka semua secara bergantian. Beberapa pelayan lainnya juga datang dengan membawa buah untuk santapan pembuka dan kue coklat sebagai santapan penutup.
"Iya, terima kasih ya." Amelia tersenyum ke arah Elvana. Elvana mengangguk. Dia langsung segera kembali dengan cepat ke dapur.
Zayden tersenyum licik seperti mengerti sesuatu. Melihat Elvana yang bertingkah mencurigakan membuat Zayden sedikit menarik perhatiannya.
"Ayo, dimakan." Rendra mempersilahkan semuanya makan.
Mereka semua yang ada di meja makan pun langsung makan. Tapi, Chelsea tampak bingung karena tadi dia minta Elvana untuk ikut makan malam bersama mereka. Chelsea juga berpikir mungkin Elvana merasa tidak enak karena sedang ada tamu. Chelsea pun tidak memikirkan lagi hal itu. Dia ikut makan seperti yang lainnya.
"Oh iya, kau bilang ingin meminta bantuanku. Bantuan apa?" Rendra mulai perbincangan lagi di sela-sela makan mereka.
"Begini, Ren. Anak kita kabur di hari pertunangannya. Mungkin ini salah kami juga karena memaksakan perjodohan untuknya." Jawab Willy menceritakan tentang anaknya.
"Tunggu anak? Jadi, kalian sudah memiliki anak. Wah, berapa lama setelah kita bertemu kamu hamil, Valin?" Amelia yang tampaknya antusias.
"Satu tahun setelah acara pernikahan Zion dan Sheilla. Aku hamil mel." Jawab Valin masih bisa tersenyum.
"Oh, selamat ya Valin. Dimana anak kalian sekarang?" Amelia sepertinya lupa atau memang tidak menyimak inti masalah yang Willy katakan di awal.
Valin dan Willy saling tatap. Mereka merasa bingung dengan sikap Amelia. Pasalnya mereka sudah bilang kalau anak mereka telah kabur. Rendra menyadari itu langsung ditimpa olehnya.
"Baguslah kalau kalian merasa bersalah. Tidak semua anak ingin dijodohkan. Biarkan mereka yang menentukan pasangan untuk hidup mereka sendiri. Sebagai orang tua hanya mendukung saja. Berdoa semoga pilihan anak kita adalah pilihan yang terbaik." Jelas Rendra yang memberi sedikit penjelasan kepada temannya.
Bersambung.
tidur dalam artian cuma mimpi buruk. ternyata emang beneran yach.tp hatiku tersisa nyesek sehabis nangis dr part sebelumnya.
terserah gimana alurnya saja.pokok ngikut aja ya kta
pdhl udah cinta mati Ama karakternya zay