Novel ini berkisah tentang pertemuan seorang pemuda tampan dengan gadis kecil yang masih duduk di bangku menengah atas mereka di pertemukan di waktu yang tidak tepat dan dipertemukan kembali dikenyataan dimana takdir selalu mempertemukan mereka..
" Rinjani Cantika Gunawan" gadis cantik yang tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda tampan disebuah club malam saat dirinya menghadiri pesta ulang tahun temannya..
" Revan Geraldy " pemuda tampan bak malaikat tak bersayap kehidupannya kacau setelah ketemu dengan gadis cantik yang menjadi muridnya..
gimana ceritanya pantengin terus yah ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my Kyung Soo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Seminggu kemudian dimana kelas dua belas sedang serius mengikuti ujian Nasional dan ini sudah selesai tapi tidak dengan Rinjani dimana seharusnya dia mengikuti ujian malah harus badrest karena pemeriksaan untuk operasinya yang akan di lakukan sebentar lagi..
" Dad kok Jani deg degan ya Jani takut dad " ucap Rinjani gugup
" semuanya akan baik-baik ajh sayang Daddy ada di sini kamu jangan takut " ucap Rey
" apa dokter nya udah sampai disini Dad " tanya Rinjani
" udah sayang mereka masih rapat nanti Daddy kenalin sama dokter yang akan menangani kamu " ucap Rey
saat Rinjani dan Rey sedang menunggu tiba-tiba sahabat Rinjani sudah datang disana..
" Jani apa lu siap jangan takut ada kita yang akan temenin lu " ucap Renata
" iya lu harus semangat sebentar lagi kan kita akan masuk universitas bareng-bareng " ucap Vanya
" thanks ya kalian udah mau temenin gue btw katanya Maul mau ikut kok gak ada " tanya Rinjani
" oh Maul dia lagi ke toilet tadi " ucap Vanya yang ditanggapi anggukan oleh Rinjani
" om kok belum di mulai apa masih lama " tanya Renata
" om juga gak tau tadi sih masih pada rapat " ucap Rey
saat mereka sedang duduk santai dokter yang akan menangani Rinjani pun datang ternyata benar kalo dokter yang di datangkan oleh Daddy nya Rinjani masih muda dan juga cantik..
" maaf pak Rey sudah membuat anda menunggu terlalu lama " ucap dokter Alex
" tidak apa, apa semuanya sudah siap " tanya Rey
" sudah tuan tadi dokter Jesi juga sudah bilang kalo persiapan sudah siap semua oh iya Jani kenalin ini dokter Jesi dokter yang akan menemani saya untuk operasi kamu nanti " ucap dokter Alex
" oh iya saya Jesica dokter spesialis bedah " ucap Jesi
" saya Rinjani mohon bantuannya dok " ucap Rinjani
" senang berkenalan dengan kamu saya berharap semuanya akan berjalan dengan lancar " ucap Jesi
" amiin " ucap mereka barengan
" sekarang Jani ganti baju dulu ya kita akan tes kesehatan sebentar lagi " ucap dokter Alex
" baik dok " ucap Rinjani
" kita temenin " ucap Renata dan Vanya barengan
" makasih ya, Dad aku pamit dulu " ucap Rinjani
" iya sayang " ucap Rey
Rinjani pun pergi dari sana bersama Renata dan Vanya sedangkan dokter Alex, dokter Jesi dan juga Rey kembali melanjutkan obrolan mereka..
" pak Rey jangan khawatir kami akan berusaha semaksimal mungkin agar Rinjani sembuh " ucap Alex
" terima kasih saya berharap anak saya bisa hidup seperti remaja lainnya tanpa merasakan sakit di jantungnya " ucap Rey
" semua akan indah pada waktunya yang sabar pak kita lagi berusaha demi kesembuhan Rinjani " ucap dokter Jesi
dokter Alex dan dokter Jesi pun masuk ke dalam ruangan khusus pemeriksaan disana banyak alat medis yang sudah cangih yang di siapkan oleh Rey semata-mata untuk kesembuhan Rinjani dan juga dia membangun rumah sakit ini untuk anaknya..
Rinjani pun sudah selesai berganti pakaian dan masuk kedalam ruangan itu sedangkan Daddy dan juga ketiga sahabatnya memantau di bagian atas yang di lapisi kaca bening sehingga bisa jelas melihat ke arah bawah..
" kamu sudah siap " tanya dokter Jesi
" siap dok " ucap Rinjani
" rileks ajh gak usah tegang ini hanya pengecekan saja sebelum kamu operasi " ucap dokter Jesi
" baik dok " ucap Rinjani
" semuanya sudah siap dokter Alex " ucap dokter Jesi
Rinjani pun berbaring di tempat pemeriksaan dan tubuhnya tertarik kedalam tabung kapsul..
" semua akan baik-baik saja sayang Daddy ada disini " gumam Rey sambil melihat ke arah putrinya..
setelah menunggu satu jam lama nya akhirnya pemeriksaan Rinjani pun selesai mereka yang ada di atas segera keluar dari ruangan dan berjalan ke bawah menemui Rinjani dan dokter..
tanpa basa basi Rey pun langsung menanyakan gimana perkembangannya..
" gimana hasilnya " tanya Rey
" semuanya normal tapi Rinjani harus tetap badrest disini biar kami bisa leluasa mengontrol keadaannya " ucap dokter Alex
" benar kata dokter Alex semua demi kelancaran operasi dari sepanjang saya liat saat test semuanya baik-baik saja tapi tetap semua harus dalam pengendalian dan pemantauan kita " ucap dokter Jesi
" tapi dok saya harus ikut ujian susulan " ucap Rinjani
" apa tidak bisa di tunda sampai kamu selesai operasi " tanya dokter Jesi
" tidak bisa ujian sudah beres jadi tidak ada waktu lagi buat ujian susulan " ucap Rinjani
" gimana dokter Alex saya terserah anda ini kan operasi anda disini saya hanya dokter pendamping saja " ucap dokter Jesi
" beri kami waktu dulu ya Jani sampai semuanya normal sekarang kamu istirahat dulu jangan banyak pikiran itu akan mempengaruhi kesehatan kamu " ucap dokter Alex
sesaat mereka pun saling diam sampai saat ada seorang pria datang dan memanggil dokter Jesi pria tampan itu memanggil dengan nada lembut dan sayang..
" sayang " ucap Dave sambil melambaikan tangannya ke arah dokter Jesi
sontak panggilan itu membuat pengalihan tertuju ke arah suara dan itu membuat Vanya melongo melihat ketampanan seorang Devano Davidson..
" ya allah ganteng banget tuh manusia " ucap Vanya refleks
dan itu membuat kedua sahabatnya langsung menoyor kepala Vanya..
" inget itu laki orang Jaenab " ucap Maul kesal dengan tingkah bar-baran Vanya
" tau nih anak satu gak bisa liat cogan dikit langsung matanya berbinar " ucap Renata
" ish sirik ajh gue tau itu laki orang tapi kan cuci mata sedikit gak apa-apa " ucap Vanya polos
" nih anak emang polos apa **** sih muji laki orang di depan istrinya suntik mati ajh dok temen saya, saya mah ikhlas " ucap Maul
" sialan lu UL mau tumbalin gue " ucap Vanya
" biarin biar tuman " ucap Maul
candaan dari anak SMA itu seketika membuat senyuman di bibir dokter Jesi terlihat dan itu sempat membuat dokter Alex terkesima tapi semua itu sirna saat Dave dengan posesive nya merangkul pinggang dokter Jesi dan menatap tajam ke arah dokter Alex..
" kamu udah selesai sayang " tanya Dave sambil mencium kening dokter Jesi
" udah " ucap dokter Jesi
" ya ampun om kalo mau kasih moment uwu jangan depan kita dong kan kita jadi baper pengen juga " ucap Vanya
" kita lu ajh kelez " ucap Renata dan Maul
" biasa ajh kali gak usah ngegazz gth " ucap Vanya kesal
" udah-udah mending kita balik ke ruangan gue " ucap Rinjani
" nah itu lebih baik " ucap Renata
Rinjani dan sahabatnya pun kembali keruangan inap Rinjani agar Rinjani dapat istirahat saat mereka kembali mereka berpapasan dengan Richie..
" om dari mana " tanya Rinjani
" tadi om dari ruangan kamu tapi malah kosong ya udah om mau nyusul kalian eh udah pada balik Daddy kamu dimana " tanya Richie
" disana om masih ngobrol sama dokter " ucap Rinjani
" om ke Daddy kamu dulu ya " ucap Richie yang di tanggapi anggukan oleh Rinjani
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😇😇
Happy reading guys 😁😁