NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Milaerin

Takdir Cinta Milaerin

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Cintamanis / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:777k
Nilai: 4.6
Nama Author: To Raja

Erin masuk ke dunia novel dan harus menerima takdirnya menggantikan posisi Mila. Mila ialah pemeran utama novel Milaerin yang memiliki nasib tragis dari penulisnya yang hanya bisa hidup sampai BAB 10.
Tapi dengan Erin yang kini memerankan Mila, apakah Erin bisa mencegah kematian Mila?
Lalu, apakah ia bisa mengubah alur novel Milaerin hingga tidak membuatnya meninggal dalam novel itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

"Kak, bagaimana?" Tanya Mira dengan tidak sabarnya.

"Berhasil, tapi sayangnya ia tidak meninggal." Ucap Sinta dengan raut wajah kecewa.

"Dia terlalu beruntung." Ucap Mira dengan marah.

"Dia sekarang berada di rumah sakit, Ayo pergi ke sana dan melihatnya." Ucap cinta pada adiknya lalu keduanya kemudian bersiap pergi ke rumah sakit sesuai dengan alamat yang telah dikirimkan oleh Erin.

Akhirnya mereka tiba di salah satu ruangan di rumah sakit itu. Mereka melihat Erin sedang berbaring di atas tempat tidur.

"Dia benar-benar tidak mati." Ucap Mira sambil mengamati Erin.

"Jangan berbicara sembarangan." Sinta memperingatkan adiknya.

"Permisi, Apa Anda keluarga pasien ini?" Seorang suster memasuki ruangan dimana Erin terbaring di atas tempat tidur.

"Ya, saya sepupu iparnya." Ucap Sinta pada suster itu. "Bagaimana keadaannya?"

"Pasien sedang tidak sadarkan diri karena keracunan yang ia alami. Untungnya kami sudah mengatasi masalah keracunannya. Tapi ia masih perlu beristirahat untuk beberapa hari ke depan."

"Baik, Sus, kami mengerti." Ucap Sinta.

Suster itu kemudian meninggalkan Sinta dan Mira.

"Kak, Kakak dengarkan suster itu ngomong apa. Erin ini sedang tidak sadarkan diri, bukankah itu artinya kita punya kesempatan?" Kata Mira.

"Ayo pergi dari sini." Ucap Shinta lalu berjalan keluar dari kamar itu.

"Ada apa sih Kak? Bukankah itu kesempatan yang bagus? Lagipula tidak ada CCTV di ruangan itu." Mira merasa kesal bahwa kesempatan untuk membunuh Erin mereka lewatkan begitu saja.

"Kamu pulang lah ke rumah, kakak yang akan mengurusnya." Ucap Sinta pada adiknya.

Setelah berpisah dengan Mira Sinta segera menghubungi seseorang lalu berjalan pergi dari rumah sakit itu.

Sementara Erin yang tertinggal di ruangan segera bangun saat suster palsu yang ia sewa memasuki ruangannya.

"Dimana kedua orang tadi?" Tanya Erin.

"Mereka sudah pergi."

"Sudah pergi?" Erin merasa kebingungan. Jelas keduanya datang kemari untuk membunuhnya. Tapi ada apa?

Erin baru saja akan menyuruh suster sewanya untuk membereskan ruangan itu ketika pintu ruangan terbuka.

"Selamat sore." Seorang lelaki dengan pakaian dokter memasuki ruangan mereka.

"Selamat sore," jawab suster diikuti oleh Erin yang sementara duduk di sofa.

Pria itu terlihat memperhatikan tempat tidur Erin sebelum bertanya "Maaf, pasien dengan nama Milaerin, bukankah harusnya di sini?" Tanya pria itu.

'Cih! Dokter palsu. Dia pikir gua bodoh apa?!' Gumam Erin tersenyum.

Sang suster baru akan menjawab saat Erin memberinya kode untuk diam.

"Pasiennya sedang dipindahkan untuk pemeriksaan. Tapi maaf, sepertinya Anda bukan dokter yang menanganinya?"

Erin tersenyum mendekati pria itu. Ia bisa melihat kegugupannya karena kata-kata Erin barusan.

"Ya, saya ditugaskan untuk menggantikan dokter sebelumnya."

"Benarkah? Tapi sayangnya ia baru saja dibawa oleh dokter yang menanganinya, oh,, bagaimana ini? Sepertinya aku lupa."

"Maaf, sepertinya saya salah orang." Ucap dokter itu lalu berlari ke arah pintu keluar.

"Hahah..." Erin tertawa keras melihat dokter palsu itu tak bisa mebuka pintu kamar.

"Pintu hanya bisa dibuka atas ijin gua, tapi untuk sementara waktu gua gak ngijinin. Gimana dong?!"

'Sial! Sinta sialan! Kau harus membayar mahal untuk ini!' Gumam pria itu.

"Karena Lo nggak bisa lagi keluar, jadi sebaiknya Lo ngaku aja sekarang!"

"Jangan mimpi!" Pria itu kemudian mengambil senjata di balik jasnya, sebuah pistol.

Ia menodongkannya pada Erin "Buka pintunya sekarang, atau kalian mati!" Ancamnya.

"Pintunya sudah kebuka kok." Kata Erin dengan santai."

Pria itu berjalan ke arah pintu dan memastikan pintunya memang sudah terbuka.

Tapi sepertinya pria itu tidak puas, ia kembali menoleh ke dalam ruangan dan melepaskan satu tembakan yang tepat mengarah ke jantung Erin.

Erin terhempas ke belakang dan jatuh ke lantai.

Sementara lelaki yang menyamar sudah pergi berlari.

1
" sarmila"
Luar biasa
dani
cih nyesel w baca novelnya
dani
tolol banget sih si Mila ini
Dewie Qii
Luar biasa
Agnes Orindo
kerenn
Agnes Orindo
kerenn
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh seru
Ajusani Dei Yanti
laki-laki idaman
Ajusani Dei Yanti
semangat thorrrr kuh lanjut
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh keren
Ajusani Dei Yanti
semangat thorrrr kuh lanjut
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh keren
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh seru
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh
Rien Santos
terganggu banget dengan panggilan lo gue😜
reginus tarang
bagus novelnya 👍👍👍
Rosmawati/jnr
Bagus
kenkay rara
ceritanya ringan dan menarik... patut dibaca
Liana Simon
Ditunggu lanjutannya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!