NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Kain Segiempat Pengaman

Sebuah pintu kayu bercat putih berhadapan denganku yang tengah berdiri seraya ditemani sebuah alat penyedot debu. Hari ini, pukul 05.00 subuh aku sudah bangun tidur. Bila biasanya aku akan bangun pada pukul 07.00, tidak akan terjadi lagi sejak hari ini.

Tok! Tok! Tok!

"Permisi Tuan." Tidak ada sahutan dari dalam sampai kuulangi ucapan yang sama. Kali ini dengan suara yang lebih kencang. "Permisi Tuan!"

'Tuan Asland di mana, ya? Apa mungkin tidak ada orang di dalam?'

Deritan kecil menguar kala kubuka pintu bercat putih tadi.

Dreett....

Daun pintu pun sedikit bergeser.

"Tuan Asland! Tuan Asland!" panggilku dari sedikit celah yang terbuka. Namun, tetap tidak ada sahutan yang membalas. Akhirnya kuberanikan diri untuk membuka pintu ruang tidur Tuan Asland lebih lebar lagi.

"Oh my Gosh!" Mataku tercengang, tak bisa berkata-kata. Refleks kututup mulutku yang menganga dengan kedua telapak tangan.

Tak pernah kubayangkan ada ruang tidur sebagus ini sebelumnya. Bukankah tanpa tidur pun kita sudah bermimpi indah jika berada di dalamnya? Dan Tuan Asland, si kejam itu tega membiarkan ruangan seindah ini kosong tak berpenghuni.

Hhmm, sungguh terlalu!

Kuseret kaki melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut. Seketika hidungku yang tidak seberapa mancung ini langsung disapa aroma yang memikat. Aroma wangi yang menyenangkan hatiku. Mengingatkanku pada sosok pria yang memiliki wangi ini. Pria itu adalah Tuan Asland Garland.

Bunga-bunga bermandikan air hujan.

'Ruangan tidur ini akan kunamai ruangan air hujan. Ya, benar. Itu nama yang cocok. Hehehe!' Aku sedikit geli.

Aku berjalan kesana-kemari. Berputar sesekali dan menyentuh kaca dinding yang terbentang dari langit-langit kamar sampai batas lantai. Menikmati pemandangan awal pagi yang menakjubkan dari kamar Tuan Asland.

Puas melihat pemandangan, tanganku merayapi sprei putih halus tempat tidur. Tuan Asland pernah tidur di sini. Aku sedang membayangkan hal itu sekarang. Membuat mataku jadi berbinar-binar. Hatiku tergelitik ingin mengetahui lebih jauh semua hal tentang Tuan Asland. Aku melanjutkan keinginan hasratku dengan melangkah menuju toilet.

Oh, tidak bisa kujelaskan dengan kata-kata. Bahkan toilet ini lebih indah dari yang sering kulihat muncul di televisi. Dari sini kita bisa melihat seluruh pemandangan kota Jakarta. Wow, selera orang kaya memang berbeda.

Aku tahu sekarang kenapa semua orang bercita-cita ingin menjadi kaya. Karena salah satunya adalah hal-hal yang kusaksikan ini. Tuan Asland, si presdir kejam itu memiliki semua kehidupan surga di bumi. Istri cantik, rumah mewah dan punya uang banyak. Hidupnya benar-benar sempurna.

Sekarang aku beralih ke ruang berpakaian milik Tuan Asland. Mataku mendapat kesejukan ketika memandangi pajangan baju-baju Tuan Asland yang ditata dengan apiknya.

"Ini baju yang Tuan Asland pakai." Senyumku jadi melebar.

Kutarik salah satu laci lemari yang tertanam di tembok ruangan berpakaian. Tampak olehku susunan pakaian yang dilipat kecil-kecil berbentuk persegi empat dan keseluruhannya berwarna gelap. Lantas kuselipkan tangan kananku hendak mengambil satu dari sekian banyak yang ada di sana.

Yuhu! Ulalala!

"Apa ini?" Keheranan. Mataku menatap genit saat membuka lipatan kain itu.

Whhooaaa! Mohon mangap pemirsa.

Itu adalah bagian dari hal yang paling sensitif untuk Tuan Asland. Ce-lana da-lam segiempat dengan warna hitam.

"Aakhh! Ce-lana da-lamnya ada di genggaman tanganku sekarang! Aku sudah tahu rahasia presiden direktur G.F Company sekarang. Hahaha...." Terbahak sekuatnya. "Ternyata Tuan Asland adalah salah satu penggemar ce-lana da-lam segiempat. Hahaha...."

Tuan Asland, Tuan Asland. Bisa kubayangkan bila dia sedang memakai celana ini. Pasti akan sangat bagus di kulitnya yang putih khas orang Eropa. Gawat, pikiran kotor menguasaiku sekarang.

Karena terlalu kampungannya, aku sampai menghabiskan waktu sejam untuk bertamasya di kamar pribadi Tuan Asland dan membuatku harus terburu-buru mengerjakan pekerjaan rumah. Untungnya aku tidak terlambat datang ke kantor. Tepat jam 08.31 pagi aku sudah tiba di lobi utama gedung perusahaan G.F Company.

Kulihat Tuan Asland juga berada di lobi utama bersama Asisten June. Mereka berjalan menuju lift. Aku yang melihat Tuan Asland dari belakang malah dirasuki pikiran kotor lagi. Sekonyong-konyong kututup mulutku dengan telapak tangan.

"Hahaha...." Aku tertawa di balik telapak tanganku agar tak terlihat.

Pandanganku mengedar dari atas kepala lalu turun ke bawah lalu tepat berhenti di area pinggang ke bawah tubuh Tuan Asland. Samar-samar bayangan mataku menggambarkan Tuan Asland yang sedang memakai ce-lana da-lam segiempat warna hitam. Ce-lana da-lam yang kupegang pagi ini.

"Hahaha...." Tawaku lebih kuat kali ini. Membuat orang yang kutertawakan sadar kemudian menoleh ke belakang. Asisten June juga ikut menoleh. Mereka berdua melihat ke arahku sekarang.

Sadar jadi pusat perhatian. Aku segera menutup mulutku dan berusaha bersikap normal. Berpura-pura mengeluarkan suara batuk keren. "Ehem! Ehem!"

Langkahku sengaja kuperlambat agar aku tidak berada satu lift dengan Tuan Asland. Ia memintaku untuk menjaga jarak darinya 10 meter kemarin. Beberapa saat kuperhatikan kalau lift yang dimasuki Tuan Asland tidak kunjung tertutup dan bergerak naik. Dengan tampang bodoh kulongokan kepalaku ke depan lift.

"Waaa!" Sontak aku terkejut. Ternyata mata Tuan Asland yang setajam silet itu langsung menyambarku.

"Masuklah!" serunya dari dalam.

"Tapi...."

"Masuklah!" sergahnya lagi.

"Baik Tuan," jawabku lemah. Aku yang sengaja tidak mau berada satu lift dengannya malah bernasib tidak mujur.

Kakiku berjalan lambat masuk ke dalam lift yang hanya diisi oleh Tuan Asland dan Asisten June. Saat tiba di depan mereka, kuangkat kepalaku dan menatap Tuan Asland. Ada hal yang begitu menggelitik pikiranku. Membuatku keceplosan dan hampir tertawa. Alhasil aku jadi senyum-senyum sendiri.

Tuan Asland yang memperhatikanku merasa heran. Ia melihatku dengan tatapan anehnya. Sampai lift berdenting dan aku keluar dari lift di lantai empat. Barulah aku bisa mengontrol rasa ingin tertawaku.

**

Malam ini adalah malam kedua aku tinggal di apartemen Tuan Asland setelah malam kemarin. Jam sudah menunjukan pukul 08.02 malam. Lantaran kebosanan, aku iseng mengirim pesan singkat pada Yolanda. Ingin menanyakan kabar sahabatku. Kami saling berbalas pesan cukup lama saat kudengar langkah kaki Tuan Asland menjejak dalam ruangan yang hening sembari memanggilku.

"Andy! Andy!"

Segera kuhentikan kegiatanku tadi.

"Andy!"

"Ya Tuan...." Aku segera keluar dari kamar.

Ketika kami saling berhadapan, Tuan Asland fokus memperhatikanku dari atas hingga ke bawah dengan mata tajamnya. Aku yang dibuat bingung jadi ikut memperhatikan diriku sendiri.

Malam ini aku memakai baju kaos merah muda dengan potongan leher bulat. Di tambah celana jeans hitam yang panjangnya sampai menutupi lutut. Kurasa tidak ada yang salah dengan penampilanku.

"Ada apa, Tuan?" tanyaku heran.

"Ambilkan air."

"Baik Tuan."

Kuambilkan segelas air putih dan memberikannya pada Tuan Asland. Ia pun meneguknya beberapa kali. Kulihat kerongkongannya bergerak sedikit karena dialiri air. Pandangan mataku turun ke bawah dan melihat bagian dadanya yang berbidang.

Glek!

Aku menelan saliva. Bagian itu ditutupi kemeja abu-abu. Tapi tubuh kekarnya masih dapat terlihat jelas. Kutarik napas dalam lalu kuembuskan perlahan. Kumiringkan sedikit kepalaku mengikuti irama hasratku.

Mataku yang liar kian merajarela merayapi tubuh Tuan Asland. Kini bagian perut, berlanjut lebih ke bawah dan bagian paling sensitif.

Lalu,

"Hahaha...." Aku tertawa cekikikan lagi. Pikiran kotorku langsung dihinggapi bayangan ce-lana da-lam itu lagi.

"Kenapa kamu tertawa terus?" tanya Tuan Asland dengan tampang juteknya.

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!