Adult Romance ; 21+
***
"Pak Devian? Bapak ngapain di sini? Ini kamar saya!"
"Saya akan puasin kamu malam ini! Dan kamu juga harus puasin saya!" saut pria itu diakhiri dengan tawanya
***
Berawal karena salah masuk kamar akibat mabuk berat, sampai akhirnya melakukan suatu hubungan terlarang yang menyebabkan mereka terpaksa harus menikah tanpa didasari oleh rasa cinta. Ya, novel ini menceritakan tentang Amanda Caroline dan Devian Abraham.
Amanda adalah seorang perempuan cantik yang baru saja bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Asia, dimana perusahaan itu sendiri dipimpin oleh seorang pria tampan yang kaya raya namun memiliki sifat yang sangat dingin dan tegas, bernama Devian.
Bagaimana kelanjutan kisah hidup mereka setelah menikah? Apakah benih-benih cinta akan muncul dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu? Yuk simak novel "Married by Accident with CEO" ❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinderjoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 21
Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik & baca novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
"Pak Kelvin? Bapak ngapain di sini? Ini kamar saya Pak," tanya Amanda
"Sayang, aku tuh sayang banget sama kamu. Tolong jangan tinggalin aku ya, aku bakal nikahin kamu secepatnya," ucap Devian
Amanda pun merasa malu, lalu ia menjawab, "I-iya, aku gak akan tinggalin kamu kok, aku janji."
Devian dan Amanda sama-sama berhalusinasi, Devian mengira kalau Amanda adalah Olivia, dan Amanda mengira kalau Devian adalah Kelvin. Hingga akhirnya mereka melakukan hubungan terlarang itu.
Devian mencium bibir Amanda, Amanda pun membalasnya. Devian menurunkan ciumannya ke leher Amanda dan meninggalkan beberapa bekas merah di sana. Amanda sendiri sudah sangat lemas, ia sudah pasrah dengan hal apapun yang akan Devian lakukan.
"Awalnya emang sakit, tapi lama-lama bakalan enjoy kok. Aku sayang sama kamu, jangan tinggalin aku ya," ucap Devian
Amanda yang merasa sudah tidak sanggup untuk menjawab ucapan Devian pun hanya bisa menganggukan kepalanya dengan pelan.
"Aku takut, kalo aku hamil gimana?" tanya Amanda
"Aku janji kalo aku akan nikahin kamu," ucap Devian
Namun, sebelum Amanda menyepakati ucapan Devian, benih-benih itu sudah keluar terlebih dahulu dan masuk begitu saja ke dalam tubuh Amanda. Lalu mereka merasakan lemas yang teramat sangat, Devian langsung menjatuhkan tubuhnya di atas Amanda, nafasnya juga sangat berat.
"Makasih ya sayang, i love you," bisik Devian
"I love you too.."
Tak lama setelah itu, mereka kembali bermain. Banyak posisi yang mereka lakukan, ntah mengapa walaupun semua posisi itu membuat mereka lelah, tetapi mereka tak rela untuk menghentikannya.
Sampai waktu sudah menunjukan pukul 1 pagi, mereka benar-benar sudah tidak punya tenaga lagi, akhirnya mereka pun berhenti dan memejamkan mata. Mereka tertidur dengan posisi Amanda membelakangi Devian, sedangkan tangan Devian melingkar di tubuh Amanda memegang dada Amanda.
"Pas di tangan aku," bisik Devian
Amanda pun meresponnya hanya dengan tawaan kecil.
°°
Keesokan paginya, Amanda bangun terlebih dahulu dari pada Devian. Posisi tidur mereka masih sama seperti semalam, dimana Amanda membelakangi Devian dan Devian memeluk Amanda.
Awalnya Amanda kaget saat merasakan ada tangan yang melingkar di badannya, namun ia kembali teringat dengan apa yang sudah ia lakukan tadi malam.
"Gue gak nyangka banget bisa ngelakuin ini sama Pak Kelvin, apa lagi setelah dia janji kalo dia bakal nikahin gue kalo gue hamil," ucapnya dalam hati
Tiba-tiba Amanda merasa ingin buang air kecil, ia pun menyingkirkan tangan Devian dengan perlahan, namun Devian tersadar dan semakin mempererat pelukannya
"Sayang, jangan kemana-mana dulu ya. Aku masih mau peluk kamu," ucap Devian
Amanda mengerutkan dahinya, "Kok suara Pak Kelvin beda banget ya? Suaranya malah kaya si CEO galak itu. Apa karena baru bangun tidur kali ya?" ucapnya dalam hati
"Kamu gak jadi ke Paris buat photo shoot sayang?" tanya Devian
Ketika mendengar itu, Amanda langsung membelalakan matanya, ia pun segera membalikan badannya dengan perlahan, lalu.....
"Aaaaaa!!!!!"
Amanda berteriak sekencang mungkin, lalu ia menyingkirkan tangan Devian dan menendang tubuh Devian agar menjauh darinya. Devian sendiri juga langsung terbangun, dan ia sangat terkejut dengan keberadaan Amanda di sana.
Amanda menarik selimut hingga tubuh Devian tidak tertutup sama sekali oleh selimut. Dan lagi lagi, Amanda berteriak sangat kencang, karena ia melihat Devian yang sama sekali sedang tidak menggunakan baju. Devian pun segera mengambil bantal untuk menutupi badannya itu.
"Amanda! Kamu ngapain di kamar saya?!" tanya Devian
"Loh? Bapak yang ngapain di kamar saya?!" tanya Amanda balik
"Ini kamar saya! Keluar kamu!" suruhnya
"Apa sih, Pak?! Ini kamar saya! Liat itu, itu koper saya!" ucap Amanda sambil menunjuk kopernya
Devian pun menoleh ke arah koper itu, lalu ia mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kamu apain saya semalem?!" tanya Devian dengan penuh emosi
"Loh? Kok Bapak yang tanya itu ke saya? Harusnya saya yang tanya itu ke Bapak! Jangan marah-marah dong, Bapak berasa jadi korbannya?" ucap Amanda
Kini mereka berdua sama-sama sedang emosi, dan mereka berdua juga sama-sama keras kepala, tidak ada yang mau disalahkan.
Amanda segera turun dari kasur untuk mencari dan mengambil bajunya yang sudah berserakan di lantai. Saat sedang mengambil pakaian dalam, ternyata ia salah ambil, ia malah mengambil milik Devian.
"Ihhh geli!" ucapnya sambil melempar pakaian dalam itu ke wajah Devian
"Amanda! Gak sopan ya kamu!" omel Devian
"Bapak yang gak sopan! Masuk-masuk kamar saya tanpa izin!" Amanda segera masuk ke dalam kamar mandi untuk kembali mengenakan pakaiannya
Begitu juga dengan Devian, ia mencari dan memakai pakaiannya.
Di dalam kamar mandi, Amanda berkaca, ia memperhatikan dirinya sendiri, "Nda? Lo gila? Apa gimana sih? Lo ngelakuin hubungan badan sama Pak Devian?!" ucapanya
Air mata Amanda pun seketika terjun bebas, ia tak dapat menahan kesedihannya, "Kalo lo hamil gimana, Nda?" tanyanya
Ia pun langsung membasuh wajahnya dengan air, lalu mengelapnya dengan handuk.
"Pak Devian," panggil Amanda dari dalam kamar mandi
"Apa?" saut Devian singkat
"Jangan kabur dulu, ada yang mau saya omongin sama Bapak," ucap Amanda
"Kabur, emangnya saya maling?!" kesal Devian
"Iya! Maling kesucian saya!" jawab Amanda
"Kamu juga gak nolak," saut Devian dengan entengnya
"Saya mabuk semalem," ucap Amanda
"Saya juga," ucap Devian
Amanda pun tak menghiraukan ucapan Devian, "Semoga gue gak hamil," gumamnya lalu ia segera memakai bajunya
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 21 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...