Buat yang mau tau novel penulis lainya, cus liat di IG@putritanjung2020. Ada gratis juga di pf lain.
Syafira adalah seorang gadis yang sederhana baik dan
pintar disekolahnya tinggal dengan paman
dan bibinya di suatu desa yang jauh dari
kehidupan metropolitan, dikarenakan kondisi
ekonomi pamannya yang pas-pasan Syafira
tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan
yang sangat dia cintai karena dia ingin
sekali melanjutkan penididikannya sampai
sarjana tetapi sayang pamannya sudah tak
mampu.
Akhirnya dia memutuskan untuk merantau
ke kota agar bisa mendapatkan pekerjaan dan
mengumpulkan uang untuk melanjutkan
kuliahnya.
Saat di kota dia bertemu dengan seorang CEO. Apa yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah Apartemen
Haii reader, terimakasih telah memberikan dukungannya buat Author dengan Vote, like dan komentarnya, sehingga karyaku yang baru rilis 1 pekan ini telah masuk ke dalam rangking 156. Untuk lebih mendukung agar cerita ini menjadi lebih naik lagi Author berharap ke pembaca untuk memberikan Vote yang banyak ... Terimakasih.
Mobil mewah Lamborghini hitam yang dikendarai Kevin melaju sedang dengan indah menapaki jalan raya yang penuh sesak dengan kendaraan lain, semua orang seolah berlomba agar bisa cepat sampai pada tujuan.
Mentari yang cantik sedang bergerak perlahan menuju petang menyambut senja, seiring dengan perasaan hati yang sedang berbunga namun belum terungkap, membawa sang tuan CEO MTL GROUP mulai menanggalkan atribut yang biasa dilakukannya.
Sang gadis yang sejatinya sangat lembut mempesona, telah mampu merubah tuannya menjadi lebih peka terhadap orang lain, rasa yang selama ini tak pernah ada, membuat hidupnya jauh lebih hidup dan bermakna.
Syafira Alkatiri nampak tenang duduk manis disamping kursi penumpang, sedangkan sang tuan sangat bersemangat dalam menata kembali hatinya yang pernah hancur oleh seseorang di balik stir mobil berwarna hitam.
"Kamu kenapa diam sedari tadi?" Tanya Kevin karena melihat orang yang duduk di sebelahnya belum juga mengeluarkan 1 katapun.
"Nggak ada, Tuan. Saya hanya lagi bingung saja." Jawab Fira.
"Kamu bingung kenapa?" tanya Kevin lagi.
"Aku bingung tentang jurusan yang sedang ku pilih di universitas UNOH itu, Tuan. Kira-kira semua sudah tepat atau belum ya?" Fira terlihat bingung.
"Jika Kamu bingung itu mudah, cita-citamu apa?" tanya Kevin.
"Aku nggak punya cita-cita, hanya ingin punya kehidupan yang serba sederhana dengan pasangan hidup yang menyayangiku, lalu punya anak yang soleh dan soleha, itu saja," Jawab Fira.
Kevin menggelengkan kepalanya sambil tersenyum penuh arti.
"Kamu ini ya, Saya bertanya cita-citamu, bukan tujuan hidup mu," ucap Kevin.
"Oo, Aku ingin menjadi wanita karir yang punya penghasilan besar, agar bisa mengirimkan banyak uang untuk membangun desaku, supaya paman dan bibi bahagia." Fira mengambil nafas sesaat lalu melanjutkan ceritanya.
"Jika Aku punya banyak uang, ingin sekali rasanya membuat paman dan bibi pergi haji, mereka sudah sangat lama menginginkan hal itu, namun sampai sekarang belum bisa terwujud, itu semua demi membiayai hidupku dan anak-anaknya." Ucap Fira.
"Kenapa Kamu harus selalu memikirkan orang lain, padahal Kamu sendiri saja masih hidup belum jelas seperti ini," ujar Kevin.
"Mereka adalah pengganti orang tuaku, tak satupun orang lain yang peduli tentang anak yatim piatu yang di tinggal mati kecelakaan bus waktu itu, hidupku saat itu langsung berubah, seolah dunia bukan lagi tempat kakiku berpijak, banyak orang yang datang hanya sekedar untuk menghinaku, mereka berbangga diri disaat hatiku sedih," Cerita Fira.
" Maksudmu, dahulu Kamu sering dibuli waktu sekolah?" tanya Kevin.
"Bulian itu sudah menjadi makanan sehari-hari buatku, Tuan. Mungkin itulah yang dinamakan takdir dari Allah subhanahu wata'ala dan takdir juga yang telah membawaku bertemu dengan Anda yang baik hati." Ucap Fira sambil tersenyum ke arah majikannya.
Senyum yang barusan diterima sang CEO tampan seperti magnet dengan kekuatan sangat besar, yang mampu masuk ke dalam hati paling dalam untuk dijadikan semangat kehidupan.
Tak terasa mobilpun sudah sampai ke area basemen apartemen. Mereka turun dan memasuki lift berdua, karena saat itu belum waktunya jam pulang kerja atau jam sibuk, jadi hanya mereka berdua yang berada dalam lift yang berukuran 2x1.5m itu, Kevin menekan angka 5, karena apartemennya berada dilantai tersebut.
Suasana lift sangat membuat cangguang, bagaimana tidak sekian lama dia merana tanpa pernah merasa lagi bunga cinta dihatinya, tiba-tiba saja ada seorang gadis polos datang menyapa membawa harapan baru untuk hidupnya, walau cinta itu belum terungkap namun semangat 45 sudah dirasakannya.
"Ting"
Lift pun berhenti dan mereka berdua keluar bersama, saat sampai di depan pintu, Kevin menekan angka 2 sebanyak 5 digit dan pintupun terbuka.
"Kenapa pasword Tuan hanya angka 2?" tanya gadis itu dengan raut wajah kebingungan.
"Karena Saya suka angka 2, jadi lebih gampang untuk mengingatnya," jawab tuannya datar.
Kevin menunjukkan kamar yang akan ditempati oleh Fira, kamar itu berada paling kiri sedangkan Kevin tinggal di kamar tengah dan yang paling kanan ternyata adalah kamar seorang pembantu yang sudah berumur 55 tahun bernama bi Inah.
Bi Inah sedang berada di dapur untuk mempersiapkan keperluan tuannya.
"Bi Inah!" Kevin menanggil seseorang dengan agak kera.
"Kamar tamu sudah beres belum?" tanya pria itu dengan nada sebagai seorang yang berkuasa.
"Maaf den Kevin, semua sudah beres tetapi tukang servis AC yang Tuan pesan belum datang juga sampai sekarang," ujar sang pembantu dengan takut-takut.
"Bibi itu kenapa nggak bilang dari tadi, harusnya Bibi telpon agar mereka nggak seenaknya sama orang, kita tinggal disini nggak gratis Bi, sekarang siapkan air panas! Saya mau mandi." Ucap si pemilik apartemen.
Wanita itupun tergopoh-gopoh pergi dengan cepat sesuai perintah sang majikan.
Syafira Alkatiri yang melihat adegan sedikit tiada pantas di depan mata sangat bersedih untuk pembantu rumah tangga tersebut, entah kenapa dia merasa wanita paroh baya tersebut tidak sepantasnya mendapatkan perlakuan seperti itu.
Kevin yang marah, lupa dengan kehadiran sigadis, dia pergi masuk kamar tanpa bicara sepatah katapun.
Ternyata inilah aslinya tuan Kevin, dia orang yang enggak punya sopan santun sama sekali, kasian bibi tadi. Kira-kira tiap hari tuan kayak gitu nggak ya? Entahlah orang kaya memang suka menindas yang miskin, padahal bisa saja suatu hari nanti hidup berbalik arah.
Syafira Alkatiri mengambil nafas dan mencoba untuk berfikiran positif, dia berjalan menuju ke dapur tempat keberadaan asisten rumah tangga yang tadi sudah selesai dari kamar tuannya.
"Assalamu'alaykum Bi, maaf namaku Syafira, in syaa Allah kita akan tinggal bersama mulai saat ini," ucap gadis itu memperkenalkan dirinya.
"Wa'alaykumussalam Non, nama Bibi Inah, kenapa Non datang kesini? Apa butuh sesuatu biar Bibi kerjakan," ucap bi Inah.
"Panggil Fira aja Bi, nggak pakai 'non' karena aku nggak suka namaku ditambah-tambah," ucapnya sambil tersenyum.
"Saya enggak berani Non, nanti tuan marah sama Bibi," katanya.
"Bibi tenang saja, karena status kita sama kok, sama-sama pembantu Bi, bedanya Aku pembantu di kantornya tuan, sedangkan Bibi kerja disini." Ucap Fira menjelaskan statusnya sama pembantu itu.
"Non bisa saja bicaranya, setahu Bibi, belum pernah ada gadis yang dibawa tuan ke sini dan Nona adalah gadis yang pertama kali datang sama tuan. Sepengetahuan Bibi saat orang tuanya tuan berkunjung ke sini dia memperingatkan tuan Kevin, agar tidak boleh membawa perempuan masuk kesini kecuali perempuan itu yang bakal jadi istrinya tuan Kevin. Naah itu artinya Non Fira adalah orang yang bakal jadi nyonya Kevin." jelas bi Inah dengan senyum yang sangat indah.
Syafira Alkatiri syok mendengar pengakuan pembantu itu, saking syoknya tas kecil yang sedari tadi ada digenggamannya sampai jatuh ke lantai, dia masih terdiam dan melongo tak menyangka akan mendengarkan ungkapan yang tak pernah terbayangkan dalam hidupnya.
Tak lama berselang, pandangan mata gadis itu semakin kabur dan lama-kelamaan menjadi hitam ....
"Brukk"
Gadis itu pingsan karena tidak bisa mencerna dengan baik kalimat yang barusan didengarnya.
"Tuan, tolooong temannya pingsan," bi Inah panik dan memanggil majikannya.
Kevinpun yang masih memakai handuk karena baru selesai mandi tak memperdulikan lagi pakaiannya, dia langsung lari ke luar kamar dan melihat gadis pengisi ruang hatinya tergeletak pucat sambil di pangku sang bibi kepalanya.
Kevin langsung menggendong tubuh mungil itu ke ruang depan tivi dan meletakkan gadis itu di atas sofa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ada yang bisa menebak kelanjutannya.. Jangan lupa komentarnya... Dan kasih vote yang banyak jika dianggap ceritanya bagus menurut anda. Terima kasih untuk semua.
Happy Eid Mubarak
minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏