NovelToon NovelToon
Kamar No.11B

Kamar No.11B

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Contest / Rumahhantu / Eksplorasi-misteri dan gaib / Hantu / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: vikryviik

Ada apa di kamar 11B? Sejak Adi menempatinya, hal-hal tak biasa sering ia alami. Mimpi buruk kadang mengganggu tidurnya, bahkan sesosok wanita sering menghantuinya? Apa karena harga kost tersebut murah? Sampai-sampai Adi tak berniat pindah dari sana.

Atau ada hal lain? Yang membuatnya harus tetap bertahan demi menguak misteri yang terjadi.

Belum lagi, puluhan ekor kucing kadang mengganggu Adi. Seolah selalu memperhatikan dan mengawasinya.

Rasa takut bercampur penasaran menggelayut di kepala Adi. Dapatkah Adi menemukan jawaban tentang sesuatu yang mengganggunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vikryviik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 21

Adzan subuh berkumandang dari kejauhan terdengar sayup. Aku yang masih tak percaya cerita Bang Oji hanya diam. Bang Oji menatapku heran.

"Di, lo kenapa Di?" tanyanya.

Aku masih diam.

Lalu berkata, "Gue masih sedikit nggak percaya sama yang lo kasih tahu tadi bang."

"Ya terserah lo aja, mau percaya apa nggak. Gue udah kasih tahu yang sebenernya." jawab Bang Oji.

Aku kembali diam, sekilas teringat sosok wanita bergaun putih lusuh yang berdiri di depan pintu. Apa mungkin aku salah lihat? Juga, puluhan kucing yang kulihat waktu itu apa sudah meninggal juga? Hahahahaha, aku tertawa dalam hati. Apa aku sudah melihat hantu kucing? Hahahahaha, aku kembali tertawa dalam hati.

"Lo kenapa senyam senyum gitu Di?"

"Enggak mas, gue lagi kepikiran sesuatu aja." jawabku.

"Apaan?" tanya Bang Oji singkat.

"Kalau yang punya rumah depan udah meninggal, dan ternyata kemaren gue lihat hantunya. Berarti kucing yang kemarin gue lihat, hantu juga dong. Hahahahaha." aku tertawa terbahak setelah menjelaskan teori nyeleneh tersebut.

Bang Oji pun ikut tertawa.

"Udah, nggak usah di pikirin lagi Di. Subuhan sana! Gue balik ke kamar ya." Bang Oji pun pamit.

"Oke bang. Makasih ya bang."

Bang Oji meninggalkanku dengan sejuta pertanyaan dalam otak. Berjejal. Penuh. Hampir tak ada ruang.

Aku beranjak menuju kamar mandi, untuk berwudhu. Barangkali dengan shalat subuh, pikiranku bisa lebih tenang. Mungkin saja, jika kepala ini di basuh air, Bagas sejenak bisa kulupakan.

Shalat subuh telah selesai kutunaikan, kulipat kain sarung dan sajadah. Aku duduk di ruang depan. Kulihat tas dan baju Bagas di pojok ruangan. Tergeletak sejak kemarin. Dimana kawanku? Kemana ia pergi malam itu?

Hari ini aku kuliah siang, dan hanya satu mata kuliah. Sial, kenapa harus seperti ini jadwalnya. Tapi tak apa, aku bisa lebih santai. Kubuat secangkir kopi, lalu duduk di depan kamarku sembari kulanjutkan bacaan novel kegemaranku.

Matahari pagi tak seperti kemarin. Cahayanya nampak malu-malu. Tak sehangat hari kemarin. Mungkin semalam udara terasa lebih dingin, sampai embun turun begitu tebalnya. Pagi ini terasa begitu indah.

Triiiiiinnggg..

Ponselku berdering. Mbak Ani? Ada apa mbak-ku menghubungiku sepagi ini. Kulihat jam, 07:05.

"Assalamualaikum mbak." kujawab.

"Waalaikumsalam, piye kabare Di?"

"Alhamdulillah baik mbak. Mbak sendiri gimana kabarnya?"

"Mbak-mu sehat alhamdulillah. Di, kapan kamu libur kuliah?" tanya Mbak Ani.

"Ada apa mbak? Kok, tiba-tiba tanya aku libur."

"Em, piye ya?"

"Ono opo toh mbak?" tanyaku.

"Di, mbak cuma mau kasih kabar saja. Kamu jangan jadi kepikiran ya?" Mbak Ani membuatku penasaran.

"Ada apa mbak? Kabar apa?" perasaanku sedikit tegang.

"Di, em, em, mbah-mu meninggal tadi malam Di." setelah memberi kabar, tangis Mbak Ani pecah.

Dadaku sesak. Air mataku tumpah. Aku berlari ke dalam kamar. Aku menangis meraung-raung. Nenek yang amat kusayangi kini telah tiada. Terbayang wajahnya yang teduh, senyumnya yang membuat luluh. Aku tak tahu harus berbuat apa.

Kuambil ponselku. Kuhubungi kembali Mbak Ani.

"Mbak.. Mbak Ani, kapan mbah.. mau di..makam..kan?" tanyaku dengan terbata.

"Insya Allah sore ini Di. Memang kamu mau pulang?" tanya Mbak Ani.

Aku diam, air mataku masih mengucur deras.

"Di, kamu doakan mbah saja ya. Ndak apa-apa, kamu ndak usah pulang. Ibu sama bapak ngerti, karna kamu di Jakarta." Mbak Ani menenangkanku.

"I, i, iya mbak." aku menjawab di iringi tangis.

"Yowes, kamu hati-hati ya. Jangan terlalu sedih ya. Insya Allah si mbah sudah tenang."

"Nggih mbak."

"Ibu sama bapak salam buat kamu. Jaga diri baik-baik. Assalamualaikum."

"Nggih mbak, salam juga untuk ibu sama bapak. Waalaikumsalam."

Aku merebahkan badanku di atas kasur. Lemah rasanya. Mendengar kabar dari Mbak Ani membuat duniaku seolah tak berwarna. Tak ada pelangi. Tak terasa, air mata kembali mengucur dari ujung mataku.

Mbah, maaf aku tak dapat mengiringi ke peristirahatan terakhirmu.

1
Dewii Ratna Daffa'rizkiansyah
iya nih kek badrun y kmna gak muncul2..
Mila Karmila
aneh ya kok semuax bengong bukan membunuh si merah mlh santai santai aja gimn sih ceritax g paham aq
Mila Karmila
ha ha ha jagox kalah
Mila Karmila
mn tika
Mila Karmila
mana ilmu di cemen
Mila Karmila
bukanx mau ambil mustika lupa yaaaa
Shankara Senja
bukan tokoh utamanya yg ga peka.taoi penulisnya ga peka sama konent pembaca
Shankara Senja
si adi lemot apa bodoh ya..secara lulusan pesantren gtu loh..kecuaki orang biasa..hapalan doa untuk apa jg pasti diajarkan..apa penulis yg kurang paham
Wiwit
koq Adi ga ada nanya yg ada perempuan d rmh mang Ujang, koq ceritanya ngambang trus
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
ujang gmn?
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
perasaan udah jelas banget... kalau si adi bakal di jadiin tumbal si kunti *merah* tapi karna punya jimat pengganti nya si wati..... masa adi masih ga paham juga... padahal udah di kasih tau dan dapat petunjuk banyak bangat (dari mimpi).
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
itu mereka ga ada kepikiran buat cari si bagas di rumah mba kunti apah?
KATAKURI
Jujur gua benci sama wanita kayak Kemala ini!!!! asli!!!!
Achiek
adi... adi..... cara pikir mahasiswa kok gitu sih.... yg diincar bkn hny loe... tika dan nyokap kemala kan diincar juga....
Achiek
lho bknnya nyai asih blm meninggal saat keguguran... dan dikuburkan bkn disekitar rumahnya.... ini crt kok jd mundur maju.... belibet nggak jelas....
Achiek
bodoh.... kok bs sich thor sosok bodoh dijadikan aktor utama....
Aris Setyawan
si guntur emang g berguna,,malah nambah masalah
Aris Setyawan
bentar2 dengkul lemas,, aslinya adi punya nyali g sich
Aris Setyawan
selain adi yg pekok,, ternyata anak ponpes satunya juga g kalah pekoknya...hehehehe..
Aris Setyawan
ne cerita nya adi tokoh utama yg g peka,, katanya lulusan ponpes kok g peka,, katanya nyaman dikost ternyata merasa dihantui,, nyamannya dimana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!