Follow IG Aska: Askaori12
🚫DILARANG PROMO DI SINI!!!!🚫
Sebelum baca Aga: Genius Girl, baca dulu Arrogant Girl Adventure
Setelah berhasil kembali ke dunia modern, Jin Lien mengira jika semua berjalan sesuai rencananya. Namun, Jin Lien harus memulai langkah awal di dunia modern dengan ingatan dan kekuatannya disegel.
Pelanggaran yang dilakukan Jin Lien dengan membawa semua kerabatnya yang tidak mencapai ranah reinkarnasi, membuatnya harus memulai dari awal tanpa orang-orang tercinta menemani setiap langkahnya.
Hanya berbekal sistem yang tidak terpengaruh, Jin Lien memulai segalanya dan tidak menyerah untuk mencari apa yang kurang dan mengisi perasaan kosong di hatinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askaori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Insiden Lari Pagi
"Lien kecil, di mana kau menemukan peliharaan aneh ini?"
Saat sadar dari rasa linglungnya, Feng Zhi Rui segera bertanya.
"Tidak hanya itu, dia terlihat cukup pintar?"
Feng Zhi Shui juga melanjutkan, membuat Jin Lien tersenyum lebih lebar.
"Aku menemukannya di desa, dan sudah menjadi hewan peliharaan ku selama dua tahun. Dia selalu mengikutiku, hanya saja dia selalu melingkarkan dirinya di pinggangku agar tidak terlihat."
Keduanya mengerutkan kening, dari penjelasan Jin Lien, mereka tidak percaya itu, ular seukuran kecil itu, tidak mungkin bisa melingkar di pinggang Jin Lien.
"Er Ge, San Ge, kalian tidak perlu bingung. Xi Mo selain pintar dan mengerti apa yang kita maksud, dia juga bisa mengubah ukuran tubuhnya."
Oke, kali ini keduanya tidak tahu harus mengatakan apa, di depan mereka adalah ular hitam dengan tujuh kepala, selain pintar, juga dapat mengubah ukuran tubuh sesuka hati.
Pikiran mereka perlahan mulai kosong dan entah melayang ke mana, tapi suara Jin Lien kembali membawa mereka pada kenyataan.
"Satu hal yang harus kalian tahu, hanya orang-orang kediaman ini saja yang harus mengetahui keajaiban Xi Mo, dan selain itu, semua ini adalah rahasia."
Keduanya kembali saling memandang dan mengangguk.
"Tidak masalah. Ayo kita mulai lari pagi!"
"Oke, San Ge."
Mereka bertiga segera keluar dari kediaman Feng dan lari pagi di area perumahan.
Xi Mo tidak dalam ukuran terlalu kecil, tapi dia mengubah panjang tubuhnya menjadi 1 meter dan melingkar nyaman di sekitar leher Jin Lien dengan tujuh kepala bersandar dengan santai di pundak Jin Lien.
Matahari memang belum keluar, tapi mengelilingi area perumahan yang sangat luas itu, mungkin akan memakan waktu beberapa jam.
Mereka berlari dengan santai, hingga matahari mulai menampakkan sinarnya. Pagi hari adalah awal yang baik dan udara masih sangat bersih, maka dari itu, banyak orang tua yang berusia lanjut juga bersiap untuk memulai senam pagi mereka.
Melihat Zhi Shui dan Zhi Rui yang berlari pagi, mereka melambai.
Namun, ketika mereka melihat Jin Lien, mereka tercengang. Mereka sangat mengetahui jika tiga saudara Feng sangat jarang berinteraksi dengan para gadis selain keluarga mereka.
Untuk orang tua ini, mereka hanya mempertanyakan siapa gadis yang berlari pagi bersama dua saudara Feng itu? Tapi mereka tidak melihat sosok hitam yang melingkar nyaman di sekitar leher.
Mereka terus berlari, keringat juga perlahan mulai membasahi pakaian mereka. Semakin mereka berlari, semakin dekat pula jarak mereka dengan rumah.
Namun, ketika jarak mereka hanya tersisa 5 rumah, seorang wanita sekitar 35 tahun berpapasan dengan mereka. Sangat kebetulan, pandangan wanita itu jatuh pada leher dan pundak Jin Lien.
Segera dia menjerit dan ketakutan. Melihat ular hitam aneh ketika keluar lari pagi untuk pertama kalinya, siapa yang tidak takut.
Feng Zhi Rui dan Feng Zhi Shui dengan cepat menenangkan wanita itu.
"Hei bibi, ada apa dengan Anda?"
"Suruh gadis itu pergi secepat mungkin, aku sangat takut dengan ular yang berada di lehernya."
Zhi Rui dan Zhi Shui memandang Jin Lien tanpa daya. Jin Lien juga tidak pernah berpikir, jika dengan membawa Xi Mo untuk lari pagi bersama akan mengakibatkan hal yang canggung.
Namun, sebelum Jin Lien melangkah pergi, bibi itu kembali menjerit dan jatuh pingsan.
Jeritannya juga sangat keras sehingga orang-orang yang memiliki jarak lumayan dekat langsung datang.
Mereka memandang wanita yang pingsan itu dan kemudian memandang Zhi Shui dan Zhi Rui yang tampak menolong wanita tersebut.
"Nak, ada apa dengan Nyonya Hu?"
Zhi Shui tampak tak berdaya dan menghela napas.
"Dia ketakutan melihat hewan peliharan adik perempuan kami."
Semua pandangan langsung mengarah pada Jin Lien, lebih tepatnya pada leher Jin Lien.
Seketika ada beberapa dari mereka yang tampak pucat, ada yang memandang aneh, ada yang tampak biasa, seorang gadis yang seumuran dengan Jin Lien menatap berbinar pada Xi Mo yang melingkar nyaman.
Mereka semua akhirnya mengerti, sebagian penghuni di area tersebut mengetahui jika Nyonya Hu ini memiliki fobia pada ular.
"Ya sudah, kalian antar Nyonya Hu kembali! Dia memang memiliki fobia pada ular."
Zhi Shui dan Zhi Rui mengangguk, mereka berdua membawa Nyonya Hu dan membiarkan Jin Lien pulang lebih dulu.
Perlahan kerumunan mulai bubar, tapi sebelum itu, mereka mengingatkan Jin Lien untuk tidak membawa peliharaannya untuk lari pagi, Jin Lien mengangguk sopan, tapi dia tidak berjanji.
Namun, ketika Jin Lien ingin kembali, dia dihentikan oleh seorang gadis. Gadis itu memakai kaca mata dengan pipi yang agak tembem.
"Tunggu!"
Jin Lien kembali menunda kepulangannya, dan menatap gadis tersebut dengan wajah datar.
"Hn?"
Gadis itu seketika sweatdrop, bagaimana bisa ada gadis yang begitu dingin dan datar.
"Itu, bisakah aku mengetahui namamu, aku baru melihatmu di area ini? Oh, namaku Luo Yao Yao."
Jin Lien mengamati gadis itu, dalam hatinya dia tampak geli melihat reaksi gadis tersebut, terlebih gadis tersebut terus menatap Xi Mo.
"Feng Jin Lien."
Jin Lien menjawab dengan singkat, toh gadis tersebut hanya menanyakan namanya.
"Bisakah kita berteman? Aku juga memiliki ular sebagai hewan peliharaan ku."
Gadis yang mengajaknya berkenalan ternyata menyukai ular. Hal tersebut membuat Jin Lien tertarik, sangat jarang seorang gadis menyukai ular dan menjadikan hewan peliharaan.
"Tentu, jika aku bebas aku akan berkunjung ke rumahmu, kau juga bisa datang ke rumahku dan membawa ular milikmu."
"Benarkah?"
"Ya, tapi aku harus pulang."
Luo Yao Yao mengangguk dengan senang, dia akhirnya memiliki seorang teman. Karena kesukaannya pada ular, dia bahkan tidak memiliki teman, bahkan dianggap aneh.
Melihat punggung Jin Lien yang semakin menjauh, Luo Yao Yao juga segera berbalik dan kembali ke kediamannya.
Area perumahan yang ditempati oleh keluarga Feng adalah Area Huotian. Rumah di Huotian tidak lah murah, dan hanya keluarga kaya yang dapat membeli rumah di area tersebut.
Ketika sampai di rumah, Jin Lien segera meminta Nanny Yan memanggang 7 ekor ayam.
"Nona muda, untuk apa ayam sebanyak itu?"
"Nanny Yan, itu untuk dimakan oleh Xi Mo."
"Xi Mo?"
"Ya, peliharaan ku yang manja ini."
Jin Lien menunjuk Xi Mo yang melingkar di lehernya.
"Oh oke."
Nanny Yan hanya menjawab dengan kaku.
"Terima kasih Nanny Yan, aku akan kembali ke kamar."
"Ya nona muda."
Nanny Yan memandang kepergian Jin Lien, dia kemudian mengelus dadanya berulangkali karena terkejut melihat Xi Mo.
"Sejak kapan nona muda memiliki ular dan menjadikannya sebagai peliharaan? Itu membuatku kaget, tapi sejak kapan ular memakan ayam panggang?"
....
hong zhuang, jin lien, kakek ye, ayah ye, hua chun wei dan 6 feng zhi lan