NovelToon NovelToon
OKAY BOSSS

OKAY BOSSS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: manggiskaaa

mengira tanda tangan di atas meterai itu adalah tiket emas menuju karier impiannya. Namun, ia salah besar. Akibat kurang teliti membaca pasal demi pasal, Silla justru terjebak kontrak kerja mutlak dari Sagara , sang CEO tampan sekaligus mantan pacar yang paling ingin ia hapus dari sejarah hidupnya.


bagi Silla, menghadapi Sagara bukan sekadar urusan profesional. Sagara adalah mantan kekasihnya-pria yang pernah mengisi hatinya, sebelum hubungan mereka berakhir dengan penuh gengsi.

Sebagai sekretaris, Silla yang memiliki sumbu pendek dan gampang emosi dipaksa harus selalu sigap melayani kebutuhan Sagara. Celakanya, Sagara tahu persis di mana tombol "emosi" Silla berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon manggiskaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

fatamorgana

Sagara! Bisa pelan-pelan sedikit enggak bawa mobilnya?! Ini jalanan kota, bukan sirkuit F1!" Silla mencengkeram sabuk pengamannya erat-erat, matanya melotot tajam ke arah mantan pacar sekaligus bosnya itu.

Sagara hanya melirik lewat sudut mata, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring yang sangat menyebalkan. "Biar cepat sampai, Sayang. Lagian kosan itu jalannya kayak labirin. Kalau lambat, keburu subuh kita tersesat di sana."

"Jangan panggil gue 'Sayang'! Kita sudah putus, dan di luar kantor lo tu cuma mantan menyebalkan, bukan CEO-ku!" seru Silla

wajahnya memerah menahan kesal.

"Oh, jadi kalau di kantor boleh dipanggil 'Sayang'?" goda Sagara sengaja, menaik-turunkan alisnya .

"SAGARA!"

Sagara tertawa renyah, suara tawa yang dulu sempat Silla rindukan, tapi malam ini rasanya ingin Silla sumbat pakai tisu.

Silla menepis tangan Sagara dengan kasar saat lali laki itu kembali memegang rambut nya,silla segera membenarkan rambutnya sambil bersungut-sungut.

"Gausa pegang pegang rambut gue."ucap nya sambil melotot

"Rambut singa begitu aja bangga. Padahal tadi di apartemen pas nangis jelek banget, ingusnya mana-mana," celetuk Sagara santai.

Silla hampir saja melompat dari kursinya. "Gur enggak nangis sampai keluar ingus ya! Bohong banget! Lo yang sengaja bikin cerita!"

"Masa? Mau cek CCTV apartemen terus aku putar di layar aula kantor besok Senin?"

"Sagara, sumpah ya, lo itu beneran titisan reog! Bisa-bisanya tadi sore sok manis meluk-meluk nengokin gue. sekarang sifat asli lo keluar lagi!" Silla melipat dadanya, membuang muka ke arah jendela dengan napas memburu.

Melihat Silla yang mulai merajuk, Sagara justru semakin kesenangan. Baginya, melihat wajah kesal Silla dengan pipi yang menggembung adalah hiburan terbaik setelah seharian lelah mengurus perusahaan.

Tak lama kemudian mobil akhirnya berhenti tepat di depan gerbang kosan Silla. Silla langsung membuka sabuk pengamannya dengan cepat, hendak segera kabur dari makhluk paling usil sejagat raya itu. Namun, sebelum tangannya menyentuh gagang pintu, Sagara sudah lebih dulu mengunci pintu mobil secara otomatis

(central lock).

Klik.

Silla menoleh dengan tatapan membunuh. "Buka enggak?"

Sagara tidak menjawab. Pria itu justru memajukan tubuhnya, mendekat ke arah Silla hingga jarak mereka mengikis. Jantung Silla sempat berdegup kencang, mengira Sagara akan melakukan tindakan romantis seperti di apartemen kemarin. Silla refleks memejamkan mata.

Klek.

Bunyi sabuk pengaman Sagara yang dilepas terdengar. Sagara hanya mengambil botol air minum di kantong pintu dekat Silla.

Pria itu terkekeh pelan melihat Silla yang memejamkan mata. " ngarep di cium, ya? Dih, geer banget. Aku cuma mau ambil minum."

Mata Silla langsung terbuka lebar. Rasa malu dan emosi bercampur menjadi satu. "SAGARA KELUAR LO DARI MOBIL SEKARANG! EH BUKAN, BUKAIN PINTUNYA!" teriak Silla frustrasi, memukul lengan Sagara bertubi-tubi.

"Iya, iya, ini dibuka," Sagara tertawa puas sambil menekan tombol pembuka kunci. "Tidur yang nyenyak, Mantan. Jangan mimpiin aku , nanti kamu naksir lagi."

Silla langsung keluar dari mobil, membanting pintu dengan keras sampai mobil sport itu sedikit bergetar. "Enggak bakal! Najis!" teriak Silla dari luar gerbang.

Sagara hanya menurunkan kaca mobilnya, melambaikan tangan dengan seringai tengil andalannya, lalu melesat pergi meninggalkan Silla yang masih menghentakkan kaki di depan kosan sambil memaki dalam hati. Sifat tenang Sagara di apartemen tadi jelas hanya fatamorgana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!