Novel ini mengisahkan tentang seorang gadis muda yang mempunyai impian dan cita - cita besar akan masa depannya. Harus terlibat dalam hubungan cinta bersama atasannya. Candy Florensia namanya dan nama atasannya Lukas Wibowo.
Apakah Candy akan tetap diterima di perusahaan Manunggal Perkasa itu??
Apakah ada cinta diantara mereka???
Novel dengan tema Romantis dikemas dengan ada nya cinta segitiga dan perselingkuhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pertama Kerja
Ketiga rekan kerjanya berbeda dengan Candy dan kantor mereka di lantai yang berbeda. Sedangkan Cindy Florensia bekerja di lantai sembilan tepatnya di devisi perencanan dan oprasional. Dari hasil pembahasan bersama ibu Yumi, Candy tahu bahwa di devisi ini berisi anak - anak teknik. Mereka adalah jantung dari perusahaan ini dan bagian ini di pegang langsung oleh direktur eksekutif muda, bapak Lukas Wibowo.
Begitu kagetnya Candy waktu berhadapan dengan beliau. Ternyata pemuda dewasa ganteng, adalah direktur eksekutif muda yang mulutnya pedis seperti cabe rawit padi. Kegugupan pun terjadi. Namun tekat Candy adalah bekerja dan mengembangkan diri. Ibu Yumi, manager HRD sudah meninggalkan Candy dan pak Lukas.
"Kamu beruntung, karena direktur - direktur lainnya meluluskan kamu. Padahal aku sebagai penanggung jawab di devisi ini tidak menginginkan lulusan seperti kamu." Lukas menatap Candy dengan ekor matanya, seolah merendahkannya. Mental Candy down.
"Indeks Prestasi Komulatif (IPK) kamu berapa?"
"Tiga koma gembilan enam."
"Besar juga. Usaha sendiri atau pemberian dosen karena kasihan." Candy semakin marah. Pikirannya mengembara mendengar hinaan dari seorang direktur eksekutif muda. Raut wajahnya sudah memerah.
"Usaha saya pak. Saya di ajar orangtua saya untuk jujur dan berjuang dari keringat sendiri." Hampir saja Candy mengeluarkan kata - kata ini dengan nada keras, namun dia mendengar suara mamanya yang menyuruh dia diam.
"Kamu punya waktu tiga bulan masa uji coba kamu untuk membuktikan bahwa IPK kamu itu murni usaha kamu."
Candy sudah menempati meja kerjanya. Air matanya mengalir waktu dia duduk di meja kerjanya. Dia berdoa, selesai berdoa dia mengelap air matanya dan mulai menghidupkan komputer kantor di mejanya.
Terdengar panggilan bahwa semua pimpinan di minta ke lantai sepuluh untuk rapat, lewat panggilan suara.
"Candy kamu ikut saya. Bawa buku untuk mencatat." Candy langsung berjalan mengikuti pak Lukas atasannya.
"Kamu ngak punya buku catatan."
"Saya catat pakai ipad saya pak." Dalam hati Candy selalu meremehkan orang. Di ruang rapat Candy mencatat semua agenda kerja yang harus dilakukan. Semua pimpinan merasa kaget dan terheran - heran dengan hadirnya Lukas bersama Candy pegawai baru yang dia tolak waktu itu.
Ternyata ada pembangunan hotel besar yang harus di kerjakan oleh devisi perencanaan dan oprasional.
"Kamu bisa membuat gambar dan semua perencanaannya"
"Bisa pak."
"Berapa lama waktu yang kamu perlukan?"
"Tiga hari pak." Lukas melihat ke arah Candy.
"Satu minggu saya berikan waktu buat kamu."
Sampai jam tujuh malam, Candy masih merancang desain hotel sesuai dengan biaya, luas tanah dari pelanggan. Rencananya perusahaan ini yang akan membangun hotel itu. Suasana kantor sudah sepi, hanya ada Candy yang masih bekerja. Dan juga Lukas yang mengerjakan proyek yang sama. Karena sudah jam delapan malam, Candy merapikan meja kerjanya dan bertekat besok dia akan melanjutkannya. Dia pun pulang berjalan kaki menuju ke kosannya.
Ketika sudah mau dekat kompleks perumahan tempat kosannya berada, dia berpapasan dengan satu mobil bergaya sport yang dengan sengajanya menjipratkan air hujan yang tergenang dan akhirnya mengenai seluruh tubuh Candy.
Sore tadi hujan deras mengguyur kota Jakarta. Pukul tujuh baru berhenti hujannya. Pemilik mobil turun. Dan betapa kagetnya Candy ternyata, pemilik mobil yang telah membuat dia malam - malam mandi air kotor adalah pak Lukas atasannya.
"Kamu.... Maafkan saya Candy. Maafkan saya." Candy melihat di dalam mobil itu ada seorang perempuan.
"Tidak masalah pak." Candy langsung berlari meninggalkan bosnya. Sementara Candy mendengar suara perempuan itu bersuara.
"Sudahlah mas, toh perempuan itu tidak mempermasalahkan kejadian tadi."
"Ini karena kamu ceroboh. Sudah saya turun disini saja."
"Jangan begitu mas."
Sampai di kosannya Candy langsung mandi. Malam ini, mandi bersih karena dia habis kesiram air kotor. Baju kotornya saja langsung dia masukan mesin cuci dan di cuci.
Sementara Lukas merasa bersalah, dia berusaha mencari nomor kontak Candy lewat Yumi HDR di perusahaannya.
"Tumben pak. Ada maksud apa minta nomor kontak Candy."
"Yumi, kamu mau kirim nomornya atau.....???"
"Iya pak saya akan langsung kirim pak." Tidak butuh tiga menit, sekejab saja nomor kontak Candy Florensia ada di pesan yang di kirim Yumi.
Lukas langsung menghubungi Candy. Panggilan pertama Candy takut mengangkat telepon itu. Setelah ada pesan masuk. Ternyata itu nomor bosnya.
"Kenapa lama di angkat."
"Saya mengira itu nomor orang yang tidak di kenal."
"Mulai sekarang kamu simpan nomor kontak saya."
"Iya pak."
Lukas memohon maaf dan mengundang Candy untuk makan siang bersama di sebuah restoran. Besok pada jam istirahat kantor.
"Pak kan dikantor ada makan siang buat karyawan, kenapa harus makan diluar."
"Bisa tidak, ngak usah banyak nanya dan protes. Ikuti aja." Candy langsung terdiam.
Lukas Wibowo sebenarnya penasaran dengan sosok Candy Florensia, calon karyawan yang sudah dia tolak atau dia nyatakan tidak lulus, namun karena kegigihannya dia mampu menarik simpati pemimpin - pemimpin lain dengan email yang dia kirim kepada perusahaan.
"Iya pak. Bisa."
Sedangkan Candy juga penasaran dengan bos juteknya yang mulutnya minta ampun cerewet. Makanya dia mengiyakan untuk memenuhi undangan makan siang bersama bosnya.
Baru selesai telepon dengan Candy staf di devisinya. Lukas melihat dari lantai tiga apartemennya sosok yang sama seperti Candy sedang makan bersama di pedagang kaki lima yang berada di luar kompleks perumahan. Akhirnya Lukas sadar bahwa dia tinggal sekompleks dengan stafnya. Karena dari unit apartemen miliknya terutama di balkon dia bisa melihat kearah jalan besar.
Lukas senyum - senyum sendiri, karena betapa polos Candy, dia hanya menggunakan baju tidurnya untuk membeli makan di depan jalan raya. Lamunan Lukas berakhir ketika mendengar bunyi bel di unit apartemennya. Dia tahu, bahwa itu Paul sahabatnya yang baru mengantar mobilnya yang tadi dia tinggali di cafe karena ulah Samanta mantan pacar Lukas yang sudah putus satu tahun yang lalu.
"Kenapa lama sih. Aku itu mau pipis." Paul langsung masuk begitu pintu dibukaan dan menuju ke toilet.
"Mana kutahu bro."
"Sengaja kamu." setelah menyelesaikan hajatnya, Paul kembali ke ruang tengah dari unit apartemen ini.
"Gimana Samanta??"
"Ya begitulah dia. Kamu kenalkan aku. Tidak ada namanya kembali kepada mantan."
"Bagus bro, lagian dia kan yang menghianati kamu."
"Iya coba, kurang apa aku. Kekayaan aku punya hanya ngak mau menonjolkan."
"Kurang - kurangi ego kamu."
"Bangke elu." Paul dan Lukas tertawa. Karena Lukas masak, Paul pun menikmati masakan sahabatnya ini. Kalau soal masak Lukas sangat enak masakannya. Dia kan lulusan teknik sipil dari universitas yang ada di Amerika Boston. Hampir delapan tahun hidup di luar negeri, kalau sekedar hanya memasak dia jagonya.