NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: GERBANG DIMENSI BERDARAH

Sinar keemasan memancar terang dari tato naga di lengan kanan Reno, membelah kegelapan malam di puncak Gunung Tengkorak.

Lokasi pengasingan kuno yang dulu menjadi markas utama Sekte Naga Langit kini telah disulap menjadi area formasi raksasa oleh tim elit Grup Naga Hitam.

Udara di sekitar puncak gunung bergetar hebat, membawa tekanan magis yang membuat pasir dan batu-batu kecil melayang di udara.

Bagas berdiri tegap sepuluh meter di belakang Reno, mengenakan seragam tempur khusus yang dilapisi pelindung energi batin.

"Tuan Muda, seluruh perimeter dalam radius lima puluh kilometer sudah disterilkan secara total," lapor Bagas dengan suara tegas.

"Tidak akan ada satu pun praktisi bumi atau satelit luar negeri yang bisa mendeteksi aktivitas pembukaan gerbang ini," tambah Bagas menjelaskan.

Reno menyunggingkan senyum tipis, menyibakkan ujung jaket hitamnya yang berkibar ditiup angin kencang.

"Bagus, Bagas. Kerja lu selalu memuaskan," sahut Reno santai.

'Alam Dewa Abadi... tempat para praktisi kuno menghilang ribuan tahun lalu,' batin Reno dengan rasa penasaran yang membara.

Reno mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi ke arah langit.

Tato naga emas di lengannya mendadak melesat keluar, menjelma menjadi proyeksi naga raksasa sepanjang ratusan meter yang mengaum keras di tengah angkasa.

*Roarrrr!*

Suara raungan naga itu memecah kesunyian malam, menggetarkan dimensi ruang hingga muncul retakan-retakan kaca tak terlihat di udara.

Sebuah gerbang batu kuno setinggi lima puluh meter dengan ukiran relief iblis dan dewa mendadak muncul dari dalam retakan dimensi tersebut.

Pintu gerbang raksasa itu berderit pelan, perlahan-lahan terbuka sedikit dan memuntahkan kabut merah pekat beraroma amis darah.

sensory energi dari dalam gerbang terasa sangat liar, jauh lebih pekat dan mematikan dibandingkan energi batin yang ada di bumi.

Namun, sebelum pintu gerbang terkuak sempurna...

*Wusss! Wusss! Wusss!*

Tiga bayangan hitam meluncur keluar dari celah gerbang dimensi dengan kecepatan yang melebihi batas suara manusia!

Brakkkk!

Tiga sosok itu mendarat keras di atas tanah marmer formasi, menciptakan kawah retakan besar dan menghempaskan gelombang angin beracun ke segala arah.

Bagas refleks memasang posisi tempur, menarik dua pedang pendek berenergi tinggi dari pinggangnya.

"Siapa yang berani mengganggu pembukaan gerbang Tuan Muda?!" bentak Bagas dengan aura pembunuh yang meluap.

Tiga sosok itu mengenakan jubah kulit binatang berwarna hitam kelam dengan tanduk kecil tumbuh di dahi mereka.

Mata mereka merah menyala bagaikan bara api, memancarkan aura kegelapan Ranah Raja Iblis yang sangat pekat.

Mereka adalah Penjaga Gerbang Batas Alam Dewa—prajurit elit kaum iblis kuno yang bertugas membantai siapa pun yang mencoba menerobos masuk.

"Hahaha! Sudah ribuan tahun tidak ada sampah dari bumi yang berani membuka gerbang ini!" gelak tawa pria berthanduk di tengah pecah mengejek.

"Aura darah pemuda ini... sangat murni! Ini adalah bahan tumbal terbaik untuk Penguasa Iblis kami!" seru iblis di sebelah kiri dengan liat menetes dari mulutnya.

"Bunuh mereka berdua dan rebut Kunci Segel Alam Dewa!" perintah iblis di sebelah kanan seraya mencabut kapak raksasa bergerigi.

Reno hanya memiringkan kepalanya sedikit, menatap tiga makhluk asing itu dengan pandangan yang amat remeh.

"Kalian bertiga jauh-jauhan keluar dari gerbang cuma buat jadi sampah di bumi?" pukas Reno dingin.

'Hadeuhhh... mukanya jelek-jelek amat, bisa bikin Alya ngidam buruk kalau sampai lihat,' batin Reno menggelengkan kepala pelan.

"Pemuda Sombong! Mati lu!" jerit iblis pemegang kapak raksasa histeris.

Brakkkk!

Iblis itu menerjang maju bagaikan meteor hitam, mengayunkan kapak raksasa beracunnya tepat ke arah kepala Reno.

Tebasan kapak itu membelah udara, memicu ledakan angin berdarah yang mampu menghancurkan gunung batu dalam sekejap.

Bagas hendak meloncat untuk menahan serangan tersebut, namun Reno mengangkat satu jarinya sebagai isyarat agar Bagas tetap diam.

Reno melangkah satu senti ke depan, menyambut mata kapak raksasa yang tajam itu hanya menggunakan jepitan dua jari tangan kanannya!

*Tring!*

Suara benturan nyaring bergema di tengah puncak gunung.

Kapak raksasa yang mampu menghancurkan benteng baja itu mendadak berhenti total, terkunci rapat di antara jari telunjuk dan jari tengah Reno!

"A-Apa?! Tidak mungkin! Kapak Pembelah Jiwa gue ditahan pakai dua jari?!" teriak iblis itu terbelalak lebar dengan mata hampir melompat keluar.

Keringat dingin berwarna kehitaman langsung mengucur deras dari dahi makhluk iblis tersebut.

Dia mencoba menarik kembali kapaknya dengan seluruh tenaga raksasanya, namun senjata itu seperti tertanam di dalam gunung abadi.

"Senjata jelek begini bangga banget dipamerin," pukas Reno dengan senyum tipis sinis.

Reno menyentil mata kapak baja itu menggunakan jari manisnya secara perlahan.

*Pranggg!*

Kapak raksasa bernilai pusaka ratusan tahun itu hancur berkeping-keping menjadi abu besi di udara!

Gelombang kejut sentilan Reno merambat cepat menembus lengan iblis tersebut.

*Crakkk! Crakkk!*

"Arghhhhh!"

Iblis pemegang kapak menjerit melengking saat seluruh tulang di lengannya hancur lumat hingga ke pangkal bahu.

Tubuhnya terpental keras sejauh ratusan meter, menghantam tebing batu hingga tertimbun reruntuhan parah.

Dua iblis tersisa yang menyaksikan adegan itu langsung membeku di tempat, aura angkuh di wajah mereka sirna berganti ketakutan yang luar biasa mendalam.

"S-Sinting! Manusia ini... Manusia ini monster sejati!" jerit iblis bertanduk tengah gemetaran hebat.

"Lari! Melaporkan ini ke Panglima Iblis!" seru iblis di sebelah kiri hendak berbalik meloncat kembali ke dalam gerbang.

"Nggak ada yang boleh lari setelah bikin semak-semak di sini kotor," pukas Reno dengan suara berat yang mengintimidasi.

Reno mengepalkan tangan kanannya, memicu munculnya aura naga keemasan Sutra Naga Kuno tingkat puncak.

"Teknik Naga Kuno: Pukulan Pemutus Jiwa!" seru Reno melayangkan pukulan lurus ke udara.

Brakkkk!

Prospek kepala naga emas raksasa melesat cepat, menelan tubuh dua iblis itu dalam hitungan milidetik.

*Boommm!*

Dua iblis tingkat Raja Iblis itu meledak di udara tanpa sempat mengeluarkan jeritan terakhir, hancur menjadi abu yang tersapu angin malam.

Suasana di puncak Gunung Tengkorak mendadak kembali hening, hanya menyisakan derit pintu gerbang dimensi yang kini telah terkuak lebar.

Bagas melangkah mendekat, membungkuk penuh hormat di samping Reno.

"Tuan Muda luar biasa! Kekuatan sampah-sampah itu sama sekali tak berarti di hadapan Anda," puji Bagas tulus.

Reno menarik kembali kepalan tangannya, memadamkan aura keemasan di tubuhnya.

Dia memandang ke dalam celah gerbang dimensi yang menampakkan pemandangan langit merah dan pegunungan megah melayang di udara—Alam Dewa Abadi.

"Bagas, lu tetap di bumi dan jaga Alya serta seluruh aset bisnis kita," perintah Reno tegas.

"Jika ada klan asing atau organisasi bumi yang berani ganggu Alya, ratakan mereka sampai akar-akarnya," tambah Reno penuh penekanan.

"Siap, Tuan Muda! Hamba pertaruhkan nyawa untuk menjaga Nona Alya!" sahut Bagas mantap sambil berlutut satu kaki.

Reno merogoh ponsel pintarnya, mengirimkan pesan singkat berisi ucapan cinta dan doa malam untuk Alya yang sedang tertidur lelap di Vila Puncak.

Setelah memastikan pesan terkirim, Reno memasukkan ponselnya dan melangkah mantap menembus kabut merah gerbang dimensi.

Tubuh Reno perlahan-lahan menyatu dengan pusaran cahaya dimensi, meninggalkan planet bumi menuju alam kultivasi tertinggi.

Namun, di dalam kegelapan Alam Dewa Abadi yang membentang luas...

Di atas singgasana tulang raksasa yang dikelilingi lahar panas, seorang pria bermata tiga dengan mahkota tengkorak mendadak membuka matanya.

Pancaran aura Kaisar Iblis Agung milik pria itu meledak, menggetarkan seluruh benua di Alam Dewa.

"Kunci Segel telah bereaksi... Penguasa Sutra Naga Kuno akhirnya menginjakkan kaki di tanah ini!" bisik pria bermata tiga itu dengan suara bergema membunuh.

"Kumpulkan Seluruh Panglima Tujuh Dosa! Penggal kepalanya sebelum dia mencapai Istana Dewa Abadi!"

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!