NovelToon NovelToon
Rumah Kontrakan Angker

Rumah Kontrakan Angker

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Rumahhantu
Popularitas:186
Nilai: 5
Nama Author: Putri Trisna

Rumah dua Lantai yang kami sewa ternyata rumah Angker.
Malam terasa panjang dan mencekam.
"Aku menyesal mas menyewa rumah ini" ucap Adel sambil bersungut-sungut.
"Yaa..mau bagaimana lagi, sewa nya masih panjang, kan sayang kalau kita pindah rumah" balas Bram.
Bram adalah seorang pegawai pemerintahan yang di mutasi ke kota Bogor.
Sedangkan Adel hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Mereka menikah setahun yang lalu dan belum memiliki rumah.
Karena Mutasi pekerjaan, mereka pindah ke Kota Bogor, dan menyewa rumah dua lantai yang sangat besar.
Kondisi rumah kokoh, namun di beberapa kamar terlihat cat tembok yang terkelupas.
Suasana nya sejuk, dan tentu saja Adel tergiur dengan harga sewa yang sangat murah.
"Kamu sih mas!! malah bayar rumah ini langsung satu tahun, padahal kita coba dulu bayar perbulan" ungkap Adel sedikit ketus
"Nasi sudah menjadi bubur sayang..kita coba saja dulu yaa" dengan nada menenangkan Bram mendekat ke arah Adel, lalu mencium kening nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Trisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahkluk iseng

"Sudah tidur dulu sayang, besok aku harus berangkat lebih pagi" tambah Bram sekali lagi mengajak Adel untuk tidur.

Dengan kesal Adel Membanting badan nya ke atas kasur, menarik selimut dengan kencang lalu ia menutup mata nya rapat-rapat.

Pukul tiga malam, mereka berdua kembali tidur.

Keesokan pagi nya mereka bangun, wajah Adel muram, ia masih marah akan peristiwa semalam.

Adel anggap Bram terlalu cuek dan tidak peka terhadap diri nya. Bram seolah menutup mata dan dan telinganya.

Padahal yang sebenarnya Bram pun bingung harus menyikapi nya bagaimana.

Sedangkan Bram juga sudah mulai dihantui.

"Sayang aku berangkat dulu ya.." ucap Bram setelah selesai sarapan.

Adel tidak menggubris nya sedikit pun.

Dengan lantai gontai, dan tanpa mencium kening istri nya sebelum berangkat, Bram pergi berlalu.

Saat membereskan piring, Adel teringat akan keberadaan Nana di lantai atas.

"Nana sudah berangkat apa belum ya? Tapi kalau berangkat kan kunci nya di aku" ucap Adel dalam hati.

Setelah selesai membereskan piring, Adel naik ke lantai atas dengan membawa seember cucian.

Kebetulan mesin cuci terletak di lantai atas, sekalian mencuci pakaian Adel akan mengecek keadaan nya Nana.

"Bruk..bruk..bruk" suara cucian saat dimasukan ke dalam mesin cuci.

Keran dibuka, Adel mulai mengisi air ke mesin cuci.

Sembari menunggu air cucian penuh, sesekali Adel melirik ke arah pintu kamar Nana yang masih tertutup.

Beberapa menit air cucian mulai penuh, Adel memutar power cucian.

"Glek...." suara pintu kamar terbuka.

"Kak Adel....? Kak..?" teriak Nana sambil menguap.

"Iyaaa..." sahut Adel dengan lega, akhir nya Adel mendengar suara Nana yang masih baik-baik saja.

"Lagi apa kak?" tanya Nana yang masih belum sadar sepenuhnya.

"Lagi nyuci baju, kamu baru bangun?" tanya Adel balik.

"Iya aku baru bangun, capek banget kak" sahut Nana.

"Aku mau ikut ke kamar mandi dulu kak mau pipis hehehee" Tambah Nana sembari menahan perut nya yang juga sudah mulai merasa mules.

"Iya, masuk saja..kak Adel ke bawah dulu" sahut Adel mempersilahkan Nana masuk ke dalam kamar mandi.

Adel turun kelantai bawah, ai berniat membuat dua gelas kopi.

Yang satu untuk Adel, yang satu gelas nya lagi untuk Nana.

Lima menit Adel di lantai bawah, memasak air lalu menuangkan air nya ke dalam gelas.

Gubrak....

Suara benda terjatuh, arah suara dari depan.

Adel meninggalkan kopi nya berjalan menuju ruangan depan.

Di ruang tamu Adel mengecek tidak ada benda yang terjatuh, lalu Adel beralih ke dalam kamar.

Ia mengecek satu persatu, ternyata di dalam kamar juga tidak ada barang yang terjatuh.

"Ada apa lagi ini?" gumam Adel sembari membuka pintu.

Adel melihat ke kiri dan ke kanan, ternyata tempat sampah yang terjatuh, posisi nya sudah terjungkal.

Tak lama terlihat seekor kucing yang sedang mengais sisa makanan di depan tempat sampah.

"Oalah, kamu meng...kamu mau makan? Nanti aku belikan ikan yaa" ucap Adel sembari membetulkan tempat sampah ke posisi nya semula.

Setelah selesai, Adel membawa dua gelas kopi yang sudah ia buat. Perlahan Adel menaiki anak tangga satu demi satu.

"Naa...Nana?" teriak Adel mencari keberadaan Nana.

"Iyaa......" sahut Nana dari dalam kamar.

"Kamu mau kopi gak, nih...sudah aku buatkan" ucap adel, sembari menyodorkan segelas kopi ke hadapan Nana.

"Ih kak Adel....aku jadi ngerepotin" sahut Nana sungkan.

"Gak apa-apa sekalian, aku mau mencuci pakaian sambil ngopi" tambah Adel.

"Disini aja kak ngopi nya sambil nunggu cucian kak Adel" Sahut Nana, ia menawarkan Adel untuk ngopi di dalam kamar nya, kebetulan posisi kamar Nana dekat dengan kamar mandi.

"Beneran gak apa-apa nih? Kamu mau lanjut tidur gak apa-apa, biar kak Adel ngopi disini saja" ungkap Adel.

"Enggak kak, maksud nya kan kalau kak Adel ngopi nya di dalam kamar aku jadi ada yang nemenin hehehe" jawab Nana.

"Oke..." tanpa sungkan lagi Adel masuk ke dalam kamar Nana.

Terlihat kamar yang belum begitu rapih, maklum saja anak perempuan ini baru pindah kemarin siang.

"Mau kak Adel bantuin gak?" Adel menawarkan bantuan nya.

"Gak usah kak, nanti juga selesai kok" sahut Nana sembari menyalakan kipas angin nya.

"Kak maaf aku merokok" ucap Nana sungkan.

"Oh iya gak apa-apa silahkan" sahut Adel mempersilahkan Nana merokok.

"Kamu kerja jam berapa? Semalam tidur nya nyenyak?" tanya Adel.

"Aku kerja Middle kak, jam satu siang, pulang jam sembilan malam" sahut Nana.

"Semalam berisik, gak tau suara tikus atau tokek di plafon kak" ungkap Nana sembari meminum kopi nya sedikit demi sedikit.

"Oh ya...." Adel membelalak kan mata nya, ia mulai merasa gelisah.

Adel takut terjadi sesuatu pada Nana, lalu Nana pindah dari rumah ini.

"Suara gimana?" tanya Adel pura-pura penasaran, padahal Adel tahu mungkin suara yang ia dengar seperti malam-malam sebelum nya.

"Tek..Tek..Tek gitu kak suara nya" Ucap Nana menjelaskan dengan nada datar.

"Ooh..tikus kali makan kayu" ucap Adel, ia tidak ingin terlihat mencurigakan.

"Masa iya tikus suara nya seperti itu" sahut Adel.

"Kayak nya sih suara ekor cicak atau tokek kak.." tambah Nana.

"Iya mungkin...hahaha" sahut Adel lalu ia tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha..." diikuti suara tawa dari Nana.

Saat mereka tertawa, tiba-tiba saja kembali suara barang terjatuh dari balkon depan.

Adel dan Nana saling memandang keheranan.

"Suara apa ya kak?" tanya Nana pada Adel yang juga sedang kebingungan.

"Sama...tadi waktu aku di bawah bikin kopi, ada suara seperti ini juga, pas aku lihat kucing lagi ngorek-ngorek tempat sampah, mencari makanan, seperti nya suara tempat sampah lagi yang terjatuh" terang Adel menjelaskan.

"Masa sampai kesini kak suara nya?" ucap Nana dengan nada curiga.

"Bisa jadi kan...hahaha" sahut Adel dengan santai, padahal jantung nya Adel berdebar kencang, ia tidak mau kelihatan sedang ketakutan di hadapan Nana.

"Atau barang di gudang ada yang jatuh" tambah Adel.

"Mungkin kak, bisa jadi sih kalau di gudang" sahut Nana.

"Oh iya Na...kalau ada info lowongan pekerjaan boleh dong infokan ke kak Adel hehehe" ucap Adel menyelam sambil mengalihkan pembicaraan nya.

"Iya siap, nanti kalau ada aku info kan" sahut Nana dengan santai.

"Nanti tawarin juga ke teman-teman kamu di tempat kerja, barangkali ada yang mau nge kost disini bareng kamu, biar ramai" ucap Adel.

"Iyaa..nanti aku tawarin ke yang lain kak" sahut Nana.

Tidak terasa cucian Adel sudah selesai, Adel pamit pada Nana untuk kembali turun ke lantai bawah, sembari menawarkan barang kali Nana ingin membeli sesuatu, karena Adel berencana untuk pergi ke warung setelah nya.

"Aku mau ke warung, kamu mau nitip sesuatu?" tanya Adel sebelum pergi ke bawah.

"Aku ikut kak, pengen tahu warung dimana hehe" sahut Nana, dengan segera ia mengganti celana pendek nya.

Mereka berdua turun ke lantai bawah.

Tanpa mereka sadari, sapu yang berdiri terjatuh, ulah makhluk tak kasat mata.

"Bruk...." suara sapu terjatuh.

Dikarenakan mereka asik mengobrol, jadi mereka berdua tidak menyadarinya.

Pintu kamar Nana yang tadi nya sudah di tutup, kembali terbuka perlahan.

Setelah mereka kembali dari warung, Nana sendirian kembali ke lantai atas.

Ia melihat pintu kamar nya sudah terbuka, tanpa rasa takut Nana kembali masuk ke dalam kamar nya.

"Perasaan kamar sudah aku tutup tadi? Apa mungkin tadi ada angin kencang ya? Atau ada kucing" gumam Nana, sembari mendirikan kembali sapu yang terjatuh.

Angin kencang berhembus menutup rapat pintu kamar.

Nana merasa lega, karena dugaan nya tepat jika memang ada angin kencang yang membuka pintu kamar nya.

"Kan ...angin" ucap Nana tanpa rasa curiga.

Nana kembali merebahkan badan nya diatas kasur, ia berencana untuk tidur sampai jam dua belas siang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!