NovelToon NovelToon
Bulan Untuk Bintang

Bulan Untuk Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.5k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Sungguh tidak menyangka bagi dokter Rembulan. Ia akan mendengar permintaan aneh dari Mentari sahabat sekaligus pasiennya yang sudah dia tangani selama satu tahun. Mentari meminta untuk menjadi ibu bagi Talita. Menjadi ibu tiri anak Mentari berarti Rembulan harus menikah dengan Bintang suami sahabatnya.

Jelas Bintang suami Mentari menolak dengan tegas.

"Tolonglah Mas, Demi anak kita, aku sudah tidak kuat lagi."

"Sayang... jangan berpikir yang aneh-aneh, kamu akan sembuh dan kita akan hidup bahagia selamanya."




Apakah Bulan akhirnya menyanggupi permintaan Mentari? Lalu bagaimana tanggapan Bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Tolong lepas infus ini Suster... saya mau pulang," titah Megawati saat dokter dan suster masuk, ia mengatakan kepada mereka bahwa dirinya sudah tidak sakit lagi.

 "Ibu Mega, tolong tenang dulu. Ibu masih harus menjalani rawat inap paling tidak dua sampai tiga hari," kata dokter, mengatakan bahwa cedera akibat benturan masih harus diobservasi minimal dua hari lagi.

​"Tapi badan saya sudah tidak sakit lagi, Dok!" pangkas Mega berkaca-kaca, menatap sang dokter. Ia tetap ingin pulang karena merasa badanya sudah lebih baik tidak seperti saat bangun tidur pagi tadi. Dengan raut wajah sedih, Mega beralih menatap Bintang yang berdiri di sampingnya, seolah minta bantuan untuk bicara kepada dokter agar dibolehkan pulang.

"Kami mohon, Ibu jangan nekat, karena yang ibu Mega rasakan saat ini hanya reaksi obat sementara. Sangat berbahaya jika Ibu memaksa untuk pulang," dokter Alisha lagi-lagi menjelaskan sedetail mungkin. Pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab jika Mega tetap pulang, misal terjadi infeksi pada luka-luka tersebut dan yang lainnya.

"Saya mengerti, Dok," Bintang akhirnya menyela, walau bagaimana ia pun tidak ingin sang mama pulang dalam keadaan luka masih basah seperti itu.

"Terima kasih Pak Bintang, tolong beri pengertian ibu Mega," pungkas Dokter Alisha, lalu izin keluar karena harus memeriksa pasien lain, hanya tinggal Bintang dan mama di ruangan itu.

​"Benar Mah, kalau Mama ingin pulang karena Mentari yang menjadi alasan, jangan khawatir, di rumah sudah banyak yang menjaga," Bintang menyebut dua art, Mama Ratih, Sherly, dan juga dokter yang siap menangani jika terjadi sesuatu kepada istrinya.

"Ratih sedang di Indonesia?" Tanya Megawati sedikit terkejut.

"Iya Mah, beberapa hari yang lalu beliu datang ke Indonesia dan saat ini tinggal di rumah."

"Kamu tadi bilang, di rumah ada dokter yang mengawasi Mentari, maksudnya?" Mega deg-degan, jika di rumah sampai ada dokter pribadi, itu artinya penyakit Mentari sangat parah.

Bintang diam sejenak, bingung ingin menjawab apa, hingga beberapa detik kemudian, ia mendengar pertanyaan mama untuk yang kedua kalinya.

 "Dokter itu teman Mentari Mah," Bintang pada akhirnya punya alasan untuk memberi jawaban yang tidak mencurigakan.

​Setelah mendengar banyak nasehat, Mega akhirnya mengalah, hari itu dan besok tetap menjalani perawatan di rumah sakit. Bintang memberi perhatian khusus hingga waktu berganti siang, saat ini baru saja selesai menyuapi Mega.

"Sebaiknya kamu pulang dulu melihat Mentari," titah Mega, wanita itu rupanya sangat sayang dan khawatir kepada menantunya.

Bintang hanya diam berpikir, jika di kantor ia memang selalu pulang siang hari demi Mentari, tapi saat ini antara mama dan istri dua-duanya sungguh sangat berat ia tinggalkan.

"Sudahlah Bintang, tidak usah bingung," Mega menepuk bahu putranya agar jangan memikirkan dirinya, karena ia hanya menderita luka luar, sementara sakit menantunya dekat sekali dengan nyawa.

"Ya, aku pulang dulu, Mah," Bintang mengatakan ingin pamit Mentari bahwa malam nanti tidak pulang, kemudian kembali lagi ke rumah sakit untuk menjaga mama.

"Sebaiknya kamu tidak usah bilang Mentari kalau Mama di sini, Bin," potong Mega, ia tidak ingin menantunya mengkhawatirkan dirinya.

"Iya Mah," pungkas Bintang, pria itu akhirnya pulang, inilah kesempatan dirinya untuk berbicara kepada Mentari dan Bulan untuk merahasiakan pernikahannya dengan Rembulan.

Tiba di rumah, Bintang langsung bersih-bersih badan sebelum menemui istrinya.

"Mas..." ucap Mentari saat Bintang ambil pakaian di lemari.

"Sayang... kamu pasti kaget karena aku masuk ya..." kata Bintang, kemudian balik badan menampilkan tubuhnya yang tanpa pakaian selain celana pendek. Bintang memasang kaos sambil berjalan mendekati ranjang istrinya.

"Tidak..." Mentari menggeleng, lalu mencoba untuk duduk.

Bintang segera membantu Mentari, menganjal bahunya dengan bantal, memastikan istrinya duduk dengan nyaman.

"Bagaimana rasanya hari ini?" Bintang duduk di samping Mentari, memegang tangannya lembut.

"Lebih enak Mas, tadi pagi aku diajak Bulan berjemur," Mentari menceritakan saat pagi tadi Bulan mendorong dirinya dengan kursi roda ke halaman rumah, hingga tubuhnya tidak lagi kedinginan seperti hari-hari sebelumnya.

"Oh iya?" Bintang terharu, Bulan memang benar-benar tulus membantu istrinya.

"Iya Mas, Bulan itu baik sekali, makanya jangan pernah sakiti dia..." Mentari minta Bintang untuk selalu menyayangi Bulan.

Bintang hanya tersenyum, lalu mengalihkan pembicaraan, jika mama Mega datang ke Jakarta.

"Lalu, sekarang Mama mana?" Mentari seketika berbinar-binar, jujur ia lebih akrab dengan mertuanya daripada Ratih mamanya sendiri. Mungkin karena sejak kecil ia tidak tinggal bersama Ratih.

"Nanti malam rencananya mau aku jemput ke hotel," Bintang terpaksa berbohong demi kesehatan Mentari.

"Loh, kenapa Mas biarkan Mama menginap di hotel sih..." protes Mentari.

"Beliu tiba di Jakarta terlalu malam. Mama tidak mau mengganggu tidur kita sayang, makanya langsung ke hotel. Sudah ya, jangan dipikirkan lagi."

"Iya, Mas..."

"Emmm... Kalau Mama sudah tiba nanti, sebaiknya kita rahasiankan dulu pernikahan aku dengan Bulan ya..." pesan Bintang. Begitu Mentari mengangguk, Bintang izin menemui Bulan hendak menceritakan kedatangan mama.

Bintang menuju kamar Bulan. Namun, begitu pintu kamar ia dorong pelan, kalimat yang sudah disusunnya di sepanjang jalan mendadak tertahan di tenggorokan.

​Di atas tempat tidur, Bulan sedang terlelap. Wajah istrinya terlihat sangat damai dalam tidurnya, diiringi dengkur lirih. Walau waktu siang hari, tidak ada celah matahari masuk kerena jendela kayu terhalang gorden, hingga kamar itu tampak redup.

 Bintang berdiri di samping tempat tidur, menatap paras Bulan yang tampak begitu tenang, jauh dari kata ketus saat terjaga dan berbicara kepadanya.

Melihat pemandangan itu, Bintang tidak tega membangunkan. Ia tahu betapa lelahnya Bulan setelah shift malam, bahkan beberapa minggu terakhir setelah menikah dengannya, Bulan hampir tidak ada waktu untuk beristirahat dan mengurus dirinya sendiri. Bintang merasa bersalah karena telah memasung kebebasan Bulan.

 Bintang menarik napas panjang, mencoba mengurai gemuruh panik di dadanya, lalu naik ke atas tempat tidur, beristirahat beberapa menit sebelum kembali ke rumah sakit tidak ada salahnya, dengan hati-hati merebahkan tubuhnya di samping Bulan.

​Ia tidur posisi miring menghadap istrinya, menatap lekat wajah Bulan yang sangat cantik sempurna. Pertahanan pria itu pun akhirnya goyah, kemudian merengkuh pinggang Bulan, menyembunyikan wajahnya di celuk leher sang istri yang sama sekali tidak terganggu karena terlalu lelap.

Hawa sejuk AC kamar tidak sanggup mengikis kehangatan napas suami istri itu. Namun, Bintang tidak ingin mengikuti hasrat yang hanya ia rasakan sepihak. Cukup memeluk tubuh Bulan hingga akhirnya tertidur.

Mereka tidak tahu jika di luar pintu bahaya mengintai.

​Brak!

Bulan seketika bangun, kaget, ketika suara pintu dibuka dengan kasar. Ia tatap dua orang wanita yang berdiri di tengah pintu dengan tatapan horor.

...~Bersambung~...

​

1
Eka ELissa
pasti ulah duo keong racun itu😡
Valen Angelina
siapa lagi.. pasti manusia setan itu😂
Teh Yen
aduh kenapa tuh rmhnya bintang ?
Teh Yen
langit ketemu siapa tuh ?
Eka ELissa
di rampok atau kebakaran....Biii...
aduhhh entahlah hy emak yg tau
Eka ELissa
waduhh siapa tuh
tiara
siapa tuh yang datang,jadi penasaran nih
Teh Yen
siapa yah yg tega bikin papa mentari ky gt apakah Bu Ratih ? terlalu kl.bener mereka yg lakuin yah ..... kok aku Jadi takut yah mentari kenapa kenapa itu beneran d bawa mau d obatin atau ada niat lain yah ibu Ratih sama mentari
Eka ELissa
waduh...knpa tu papa nya mentari truss 🌞🌞🌞🌞 kmana wah dsr ni ya duo keong racun kmna tu orang 😡😡😡😡atau jgn 2🌞🌞🌞mntari bukan ank bp yng kmu tolong....bin 🌟🌟🌟 entahlah hy emak yg tau
Teh Yen
nah loh alamatnya palsu atau mereka sudah pindah rumah yah ,, aku engg ngerti deh sama jalan pikiran nya mentari itu huuuh
Perempuan
kamu itu pembawa sial utk org yg kamu anggap sahabat. jangan krn sakit seenaknya saja memaksakan kehendak
falea sezi
🤣🤣 bulan bodoh minta cerai ngapain berbagi batangan satu doank iihh
Rohmi Yatun: naahh betul ituuu.. gak punya harga diri aja.. selamanya bakal menyandang pelakor.. jdi bikin emosi tu si Bulan👎
total 2 replies
Eka ELissa
nah loh..... kmana tu mertua gila mu bawa mentari 🌞🌞🌞🌞🤦🤦🤦gaje bgt kn Mreka
Eka ELissa
aneh bgt cih kmu...🌞🌞🌞kmu yg minta bulan 🌙🌙🌙 Msuk kini stelah bulan.... cobain brtahn...kmu mlhn mundur....knpa kmu GK metong sklian cih.....klau cumn buat bulan istri pengganti mu buat 🌟🌟🌟 bintang 😡😡😡😡🤦 ikutan emosi aku.....
Buna Seta: yang nulis juga emosi 🤣
total 1 replies
Eka ELissa
hey.... mertua GK tau diri justru ank mu yg bikin bulan masuk ke kluarga mu yg penuh drama mu itu...🌞🌞🌞yg paksa bulan ada di antara dia dan bintang 🌟🌟🌟 knpa bulan 🌙🌙🌙 di sphin....aneh bgt 😡🤦
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
ngk pernah espek sma siapapun yg jdi orng ketiga walupun bkn maunya (terpaksa),atau apapun yg dilakukan dlm keadaan sadar ttp aja pelakor, mau itu di suruh, terpaksa keadaan,atau alasan si pasanganx cuek, sibuk atau apapun itu trus dgn dalih memberi perhatian lo mau jdi madu fiks GOBLOK,harga diri diatas segalanya, hidup itu pilihan Tuhan ngasih kita cobaan itu ada pilihannya bkn asal iya aja
Eka ELissa
aduh brasa ikutan lari 2 kjer duo keong racun itu....kira 2 ke kejar GK ya... entahlah hy emak yg tau...
Buna Seta: Kejarrr daku kau kutangkap 🤣
total 1 replies
Rohmi Yatun
Bulan.. rasain sendiri akibat kebodohan kamu sendiri.. kamu itu hanya dijadikan alat.. iihh sebel banget bodoh kok dipelihara... malah sekarang mulai jatuh cinta ma Bintang.. hadeehhhh👎👎
Rohmi Yatun: iyaaa.. banget🤣
total 4 replies
sri susanti
pasti kalau mentari sudah sembuh,, di suruh nikah sama org lain oleh ibunya
falea sezi
males deh nanti mentari jd jahat biasa uda. sakit aja gk tau diri maksa bulan nikah ma bintang apalagi nanti sembuhh makin menjadi
Perempuan: iya betul. Sakit aja egoisnya selangit apalagi dah sehat /Panic//Panic/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!