NovelToon NovelToon
Cintaku Kalah Sama Dupa

Cintaku Kalah Sama Dupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Misteri
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Attalla Faza

Raya lemes ketika pacar yang sudah menemaninya saat miskin maupun sugih, saat waras maupun lagi nggak eling, saat susah maupun senang, kini hilang tidak ada kabar. Padahal Jaka sempat ajak Raya ke bazar kuliner sebelum menghilang.

Raya dan Jaka adalah pasangan seiya sekata senada dan seirama sejak 3 tahun lalu. Dulu Raya ketemu sama Jack saat lagi razia dagangan yang digelar depan panti jompo.

Raya suka ikut membantu bibinya jualan kembang kuburan dan aksesoris pemakaman, komisinya lumayan buat beli seblak bojrot. Apesnya hari ini sedang ada operasi gabungan sapu bersih dari tim Satpol PP.

" Ya Allah Pak, itu air mawar dan kendi-kendinya jangan dihancurin ya. Saya nggak punya modal lagi buat jualan kembang " mohon Bi Nur

Tiba-tiba ditengah kekacauan itu, muncullah pangeran tampan yang bikin hati Raya geter-geter kayak kena gempa. Lelaki yang baru turun dari truck Satpol PP itu adalah Jaka, ternyata dia adalah anak dari Komandan Pasukan yang bernama Pak Zaki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attalla Faza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Penolong

Matahari baru saja turun ketika sebuah mobil kijang tua berhenti di depan rumah sakit kecamatan itu. Ara turun dengan tergesa lebih dulu, di belakangnya ada seorang lelaki paruh baya berjubah putih sederhana dengan sorban yang melilit rapi di kepalanya turun dengan langkah yang begitu tenang, matanya yang teduh menyiratkan sebuah ketenangan yang begitu kontras dengan kepanikan yang menyelimuti suasana di sekitarnya.

"Assalamualaikum, Mah." ucap Ara begitu memasuki ruang rawat inap dan mendapati Mama Yana yang langsung berdiri menyambutnya dengan mata yang sembab menahan tangis semalaman.

"Waalaikumsalam, Neng Ara. Terima kasih banyak sudah mau datang." jawab Mama Yana dengan suara yang begitu lega, langsung memeluk Ara.

Ustadz Ahmad melangkah masuk dengan tenang, matanya langsung tertuju pada sosok Raya yang terbaring lemah di ranjang, wajahnya yang pucat dan bibir yang sedikit membiru membuat raut wajah Ustadz Ahmad berubah begitu serius seketika.

"Assalamualaikum," sapa Ustadz Ahmad singkat sambil mendekati ranjang, tangannya perlahan terangkat, seolah sedang merasakan sesuatu yang begitu kuat mengelilingi tubuh Raya yang tak sadarkan diri itu.

"Waalaikumsalam, Pak Ustadz. Ini Raya yang tiba-tiba sesak terus pingsan semalam." jelas Bik Tati cepat, menceritakan kembali kronologi kejadian yang begitu mendadak itu dengan suara yang masih bergetar menahan kecemasan.

Ustadz Ahmad mengangguk pelan, matanya terpejam sejenak seolah sedang berkonsentrasi merasakan sesuatu yang begitu tak kasat mata di sekitar tubuh Raya. Beberapa saat berlalu dalam keheningan yang begitu mencekam, sebelum akhirnya Ustadz Ahmad membuka matanya kembali dengan raut wajah yang begitu berat.

"Ini ada energi hitam yang begitu pekat menyelimuti Raya, jauh lebih kuat dari yang dulu pernah menyerangnya." ucap Ustadz Ahmad dengan nada yang begitu serius.

"Maksudnya gimana, Pak Ustadz? Apa ini masih sama kayak dulu, dikirim sama orang yang sama?" tanya Mama Yana dengan suara yang begitu bergetar, air matanya kembali menetes membasahi pipinya.

"Kemungkinan besar begitu, Bu. Tapi kali ini kekuatannya jauh lebih besar, seperti sengaja dipersiapkan dengan bahan dan ritual yang begitu khusus. Ini bukan santet murahan, ini santet kelas tinggi yang jauh lebih kuat." jelas Ustadz Ahmad dengan begitu hati-hati.

Ara yang mendengar penjelasan itu langsung teringat pada sosok Manda, dendam yang begitu membara dari perempuan itu selama ini memang tak pernah benar-benar padam meski berbagai serangannya sebelumnya sudah berhasil digagalkan.

"Pak Ustadz, apa Raya bisa diselamatkan? aku nggak tega lihat dia begitu." tanya Ara dengan suara yang begitu memohon.

" InsyaAllah dengan izin Allah, Neng"

Ustadz Ahmad mengangguk mantap, tangannya mulai merapal beberapa doa dalam hati sambil mendekatkan telapak tangannya ke atas tubuh Raya yang masih terbujur lemas. Bibirnya bergerak pelan melantunkan ayat-ayat suci dengan suara yang begitu khidmat, menciptakan sebuah suasana yang begitu berbeda memenuhi ruangan yang tadinya begitu dicekam kepanikan itu.

Beberapa menit berlalu dalam proses itu, keringat mulai membasahi dahi Ustadz Ahmad, tanda betapa berat perlawanan energi yang harus ia hadapi untuk membersihkan gangguan yang begitu kuat menyelimuti tubuh Raya. Semua yang hadir di ruangan itu hanya bisa menahan napas, mengamati dengan hati yang begitu berdebar menanti hasil dari usaha yang begitu penuh perjuangan itu.

Tiba-tiba tubuh Raya sedikit bergerak, jari-jarinya mulai bergetar pelan, sebuah tanda kecil yang begitu membangkitkan harapan bagi semua yang menyaksikan momen itu dengan hati yang begitu berdebar.

" Jarinya gerak. " unjuk Ara terkejut.

"Alhamdulillah, ada respon." gumam Ustadz Ahmad lega, meski peluh masih terus membasahi wajahnya yang begitu lelah menahan usaha yang begitu berat itu.

Perlahan kelopak mata Raya mulai terbuka, meski masih terlihat begitu berat dan lemah. Pandangannya yang buram perlahan mulai fokus, mendapati wajah-wajah yang begitu ia kenal mengelilinginya dengan penuh kekhawatiran dan harapan.

"Ma... Mama?" lirih Raya dengan suara yang begitu lemah, matanya berkaca-kaca begitu menyadari sosok ibunya yang selama ini begitu ia rindukan berada tepat di sampingnya.

"Raya, anak Mama! Alhamdulillah kamu sadar, Neng!" seru Mama Yana histeris antara tangis dan syukur yang begitu meluap, langsung memeluk erat tubuh putrinya yang masih begitu lemah itu.

Ara dan Bik Tati ikut menitikkan air mata haru menyaksikan momen yang begitu mengharukan itu, sementara Ustadz Ahmad tersenyum tipis, meski raut wajahnya masih menyimpan kekhawatiran yang begitu mendalam. Ia tahu jika bahwa perjuangan ini belumlah sepenuhnya berakhir.

"Neng, gimana rasanya sekarang? Masih sesak?" tanya Bik Tati cemas, tangannya mengusap lembut rambut Raya yang masih terasa lemas.

"Udah mendingan, Bik. Cuma badan masih berasa lemes banget." jawab Raya pelan, suaranya masih begitu lirih menahan sisa-sisa kelelahan yang begitu mendalam.

Ustadz Ahmad melangkah mendekat, duduk di kursi samping ranjang dengan raut wajah yang begitu serius. Beliau hendak menjelaskan sesuatu yang begitu penting pada semua yang hadir di ruangan itu.

"Neng Raya, saya sudah berhasil melemahkan sebagian besar energi yang menyerang kamu, tapi ini belum sepenuhnya hilang. Serangan ini begitu kuat, sepertinya dikirim dengan dukun yang berbeda dari sebelumnya." jelas Ustadz Ahmad dengan begitu hati-hati.

" Astaghfirullah, apa sih mau dia sebenarnya? udah nikah juga, masih aha gangguin orang. " dumel Ara.

Raya terdiam mendengar penjelasan itu, ingatannya kembali melayang pada sosok Manda yang selama ini begitu berambisi menghancurkan hidupnya. Sebuah rasa lelah yang begitu mendalam menyelimuti hatinya, lelah menghadapi dendam yang begitu tak kunjung berhenti itu.

"Kenapa sih dia nggak capek-capek nyerang saya terus, Pak Ustadz?" lirih Raya dengan suara yang begitu penuh kepasrahan, air matanya mulai menetes membasahi pipinya yang masih pucat.

Ustadz Ahmad menghela napas panjang, tangannya menepuk pelan bahu Raya dengan penuh kelembutan, mencoba memberikan sedikit ketenangan di tengah situasi yang begitu berat itu.

"Setiap perbuatan jahat itu pasti akan kembali pada pelakunya sendiri, Neng. Cepat atau lambat, Allah pasti akan menunjukkan keadilan-Nya. Kamu cukup fokus buat sembuh dan perkuat lagi ikhtiar serta doamu, biar perlindungan dari Allah semakin kuat melindungi kamu " ucap Ustadz Ahmad dengan nada yang begitu menenangkan, memberikan sebuah harapan di tengah kegelapan yang begitu menyelimuti hati Raya saat itu.

Razka yang sejak tadi berdiri di sudut ruangan, tak sanggup lagi menahan diri untuk mendekat begitu melihat Raya sudah sadarkan diri. Wajahnya begitu lega bercampur haru menyaksikan gadis yang begitu ia cintai kini sudah membuka mata kembali.

"Neng, syukurlah kamu sudah sadar," ucap Razka dengan suara yang begitu penuh kelegaan, matanya berkaca-kaca menahan berbagai emosi yang begitu meluap.

Raya menoleh, ia sedikit terkejut mendapati Razka juga berada di ruangan itu. Sebuah rasa hangat yang begitu asing namun begitu menenangkan menyelinap dalam hatinya, namun ia tidak boleh menunjukkan itu. Razka sudah jelas calon suami orang.

"Kang Razka juga ada di sini?" tanya Raya lirih, suaranya masih begitu lemah.

"Iya, Neng. Saya yang bawa Neng ke sini semalam. Sudah mendingan kan, Neng?"

" Alhamdulillah sudah tidak sesak. "

Ustadz Ahmad kemudian meminta izin untuk berbicara empat mata dengan Mama Yana di luar ruangan. Beliau hendak membahas langkah-langkah selanjutnya yang perlu diambil untuk memastikan keselamatan Raya sepenuhnya dari ancaman yang begitu mengerikan itu.

"Bu, saya sarankan begitu Raya sudah cukup kuat untuk dipindahkan, sebaiknya dibawa ke tempat yang lebih aman. Mungkin ke pesantren biar penanganannya bisa lebih intensif." jelas Ustadz Ahmad dengan begitu serius, "Serangan ini belum sepenuhnya padam, dan saya khawatir si pengirim akan mencoba lagi kalau merasa serangannya belum berhasil."

Mama Yana mengangguk paham, meski hatinya masih begitu diliputi kekhawatiran yang begitu besar akan keselamatan putrinya. Ia percaya penuh pada bimbingan Ustadz Ahmad yang selama ini sudah begitu banyak membantu Raya melewati berbagai teror yang begitu mengerikan itu.

"Baik, Pak Ustadz. Saya serahkan semuanya sama Bapak, yang penting Raya bisa selamat dan sembuh sepenuhnya." ucap Mama Yana dengan suara yang begitu tulus, kepercayaannya begitu besar pada sosok Ustadz yang selama ini menjadi penolong bagi keluarganya itu.

Sementara itu di dalam ruang perawatan, Ara duduk di samping ranjang Raya. Jemarinya menggenggam erat tangan sahabatnya itu dengan penuh kelegaan yang begitu mendalam.

"Ray, lo bikin gue khawatir setengah mati tau nggak. Untung Pak Ustadz cepet dateng." ucap Ara dengan nada yang begitu penuh syukur, meski matanya masih sedikit berkaca-kaca menahan haru.

"Maaf ya, Ra. Gue juga nggak nyangka bakal separah ini," jawab Raya lirih, suaranya masih begitu lemah namun ada rasa syukur yang begitu besar tersirat dari nada bicaranya.

" Wanita itu benaran temannya iblis, Ray. Kok bisa sih si Jack ketemu wanita modelan gitu? mana udah dikawinin lagi? Gue sumpahin hidupnya nggak bahagia, dia merasa bersalah sepanjang hidupnya. " cerocos Ara.

" Biarin aja Ra, Allah yang akan balas itu semua. Gue cuma pengen ini semua cepet selesai, rasanya capek kalau hidup penuh dengan rasa was-was."" ucap Raya dengan begitu pasrah, kelelahan yang begitu mendalam tersirat jelas dari setiap kata yang ia ucapkan.

Ara mengangguk paham, mengerti betul betapa lelahnya sahabatnya itu menghadapi berbagai teror yang begitu tak kunjung berhenti selama ini. Ia hanya bisa menggenggam lebih erat tangan Raya, memberikan sebuah dukungan tanpa kata yang begitu tulus dari hati yang begitu peduli itu.

" Sabar ya Ray, ini juga lagi di usahain biar kejadian ini nggak terulang lagi. "

🌾🌾🌾🌾

Kondisi Raya perlahan semakin membaik meski tubuhnya masih terasa begitu lemas. Dokter yang kembali memeriksa kondisinya cukup terkejut melihat perkembangan yang begitu pesat itu, meski secara medis mereka tetap tak bisa menjelaskan penyebab pasti dari kejadian yang begitu mendadak itu.

"Kondisinya sudah jauh lebih stabil, Bu. Kalau perkembangannya terus membaik, mungkin besok atau lusa sudah bisa pulang. " jelas dokter itu pada Mama Yana yang mendengarkan dengan penuh kelegaan.

" Alhamdulillah, "

Menjelang siang,Ustadz Ahmad kembali masuk ke ruangan. Wajahnya tampak sedikit lebih tenang meski masih menyimpan kewaspadaan yang begitu jelas.

"Neng Raya, saya mau kasih tau sesuatu. Barusan saya merasakan sebuah pergolakan energi yang begitu besar, sepertinya jauh di sana ada sesuatu yang tengah terjadi pada si pengirim serangan ini." ucap Ustadz Ahmad dengan nada yang begitu penuh perhitungan, matanya menerawang jauh seolah sedang merasakan sesuatu yang begitu tak kasat mata itu.

Semua yang hadir di ruangan itu saling bertukar pandang, tak sepenuhnya paham dengan apa yang dimaksud oleh Ustadz Ahmad, namun sebuah firasat yang begitu kuat mulai menyelimuti perasaan mereka masing-masing, seolah sesuatu yang begitu besar akan segera terjadi, membawa sebuah titik balik yang begitu tak terduga bagi seluruh rangkaian teror yang selama ini begitu meresahkan kehidupan Raya.

1
rasahaz
waaahh bnr2 plot twis bgt yh,, bnyak dendam yg melatarbelakangi,,
rasahaz
kya ny jaka bkal amnesia dh,, dmanfaatin lgi sma c l0nt3,,, 😡
gina altira
Manda bener" udah buta hati
Lailatul Qadriah
mantap kan man? belom slsay man..sabar y..masih permulaan🤭
Afsyura Novrianti
Berikan penderitaan paling berat dan menyakitkan untuk wanita berhati iblis itu jangan biarkan hidupnya tenang. Sudah banyak yang menderita karena ulah nafsu durjananya.
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Harusnya bukan dimasukkan ke penjara tapi ke RSJ.. dia tuh udah kena ganguan mental akut.. dia harus kasih sayang kepercayaan perhatian dan validasi dari orang tapi caranya ya gitu ekstrim
rasahaz
puas puas puaaaaas lo rasain rubah betina musang birahi,,, 😡😡
rasahaz
ciiiihh pngen dcintai,, yg da lo cintai sma jin dsar musang birahi,, lo mng pnya raga ny c jaka tpi ngga dgn hati ny,, smua itu palsu😏😏😏😏
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Bu lain kalie konfirmasi dulu sama anaknya or perempuan yg disukai anak bukan asal nelen idup² info yg gak jelas dan dari orang yang gak dikenal 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️ Haduhhh ngaku orang pinter kok gampang bgt dibodohi

Bakar tuh jimatnya, Bu biar anakmu eling..
Mana ada orang pkk begituan bales dg tulus... Itu mah halusinasi gilamu sendiri.. dasar ulet keket /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Lailatul Qadriah
eh mandot g semua yg kita inginkan itu baik buat kita.hadeuhh Sush KLO punya otak dipke buat nget*t Mulu mh
gina altira
nah lho Manda,, ga da kapoknya dan ga mikir" sih
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
No komen lah.. selama penyakit hati masih bertumbuh sampai kiamat juga masih aja kyk gitu
gina altira
kak Atha,, baru kali ini baca karya kak Atha yang bikin hati dongkol banget. Raya bikin kuat dunk lawan tuh si Manda.
Lailatul Qadriah
nth knp ko aku y kurg sreg SM razqa dn kluarg nya y...semoga raya BS dptin Gus Gus lah gt..yg punya ilmu kebatinan..yg BS jagain raya jg
nurul @zna
Doa Mamah Yana terkabul... Jack gak akan bs punya anak, meskipun dr perempuan yg berbeda... n sepertinya selain kena karma ats perbuatannya si Manda tuh kena ucapan/tulisannya sndiri ya... kan akun sosmednya @Mandul_Cantiq... maksudnya sih mungkin Manda ya tp diplesetin jd Mandul... eh mandul beneran...
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Setiap pilihan pasti ada resikonya.. entah itu jadi kebaikan dan keberkahan or jadi kesakitan dan kerugian yg bisa buat hidup jadi semakin terpuruk hingga akhir
.
Lagian orang waras mikir 1000x duwit segitu banyak habis buat hal gak jelas dan pasti cari cara buat usaha sendiri tanpa capek ikut aturan orang lain dg kejar target
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
wahhhh sukurin tuh jadi aset masa depannya ancur lebur gitu 🙊 Astagfirullahalazim
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Alhamdulillah dukunnya meninggoy juga.. napa betina jadi² ikutan meninggoyy, Mak 😁
gina altira
Manda gimana rasanya kena sihir sendiri
gina altira
Sudah saatnya Manda ulat Keket itu menerima balasan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!