sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 21
Sesuai yang diharapkan dari sekolah elit, tepat pergantian jam ke tiga nilai ujian pun keluar.
"hey! ayo ayo cepat liat forum sekolah" ucap siswa yang ada di kelas itu.
teman-teman gavin ikut mengecek nya. tidak ada yang bisa diharapkan si. hanya sekedar pemasaran saja.
"yahhh, tetep aja dapet 65 gue cokk" teriak Ariel di samping nathan.
nathan pun ikut menggeser melihat nilainya. sial, sudah belajar mati matian malah dapet 72.minus banget.
"tapi jujur ya, soalnya termasuk sulit tadi. sepertinya mustahil mendapat nilai bagus. apalagi kita diberi waktu yang sempit. " keluh siswa yg lain dikelas itu.
"ya, bener tuh aku setuju. aku aja yang ngerjain 1 soal aja hampir satu buku menjawabnya" ucap yg lain. dan kemudian riuh lah kelas itu.
"heleh, mereka aja yang oon" ucap bian. kini bian, tian, nathan, dan Ariel berjalan ke arah meja gavin.
"bre, gimana hasil lu? udah liat? " tanya tian. gavin hanya diam saja menatap layar hp nya. dan tiba- tiba teman dikelas itu berdiri dan menggebrak meja, hal itu membuat atensi mereka beralih ke anak itu. anak itu kemudian melihat gavin seakan terkejut.
gavin yang di tatap hanya acuh tak acuh.
nathan mengerut, ada apa?
setelah itu dia membuka hp dan disana tertulis kalau nilai gavin 87. what? kini bukan hanya mereka saja, nathan dan teman temannya pun ikut terkejut.
....
"arina. liat nilai ujiannya sudah keluar" arina mengecek hp nya dan melihat forum. dia mencari nilainya, dia mendapat kan nilai 80.
"rin, liat nih" ucap teman arina sambil menyodorkan hp nya. arina mengerut dan menatap layar itu. boom dia terkejut. gavin mendapat nilai bagus? dan,.. diatas nilainya?
sekolah sedikit heboh dengan hal itu.
..
disisi lain, nilai ujian dasar juga keluar di sekolah zean. mereka saling berebutan melihat kertas yang di tempel di papan.
ada yg senang ada yang sedih.
"oy, ga mau liat lu? " ucap Faris pada zean. zean hanya menggeleng dan lanjut belajar. dia menyusun rumus lagi, bukunya di pinjam mamanya.
Faris hanya mengedikkan bahu, dan pergi ke arah papan itu. setelah bergulat dengan kerumunan dia akhirnya bisa melihat kalau nilainya 82,baiklah tidak buruk. dia menggeser ke nama arine dan disana menunjukkan nilai 84. hanya beda sedikit.
dia juga melihat papan nama yang bertuliskan zean Clarine disana terpampang 99.
"busett, nyaris sempurna" setelah mengatakan itu, dia menghampiri zean dan bertanya kenapa tidak sempurna. zean kemudian menjawab jika ada masalah saat menyelesaikan soal terakhir.
Faris benar-benar terkejut. yahh zean jenius. apalah dia ini,.. sudah belajar dengan metode, catatan yang zean berikan nilainya tetap tidak bisa melebihi 90 keatas. tapi tidak masalah, setidaknya zean membuat nilainya sedikit membaik dari dulu yang hanya 40.
...
kelas pun berakhir, mereka berhamburan untuk pulang ke rumah masing-masing. begitupun ketiga makhluk ini.
"KyaaaaAaaa" teriak di kerumunan.
zean dkk menoleh dan bisa mereka liat di depan gerbang ada beberapa motor mahal terparkir dan dapat dia lihat gerombolan cewe cewe disana. biasalah..
"aishhh, ga ada yang waras disekolah ini. hanya aku seorang" ucap arine melihat pemandangan itu.
"hey arine. lu ga tau aja,. mereka tuh siswa dari sekolah asteria. " ucap Faris.
dan arine pun terkejut, sekolah yang minggu lalu dia liat itu ternyata dari Asteria ini.
zean hanya terkekeh melihat ekspresi arine.
"dih,. capernya mereka. " ucap arine kemudian.
mereka melewati kerumunan itu, mereka ga peduli. tapi tetep saja,. matahari akan tetap menjadi matahari. kemanapun dia pergi pasti akan terlihat oleh kita karena sinarnya. salah satu dari mereka menoleh ke arah zean.
"wuhh,.. gila" ucapnya spontan melihat wajah zean dan rambutnya. 😏