NovelToon NovelToon
Nikah Paksa

Nikah Paksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Single Mom
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eleanor kici kici

Mita tidak pernah meminta takdir ini. Baginya, Sam adalah kakak, pelindung, dan satu-satunya tempat bersandar setelah kedua orang tuanya tewas demi menyelamatkan keluarga Sam. Namun, sebuah pernikahan atas dasar utang budi mengubah segalanya dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eleanor kici kici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Langkah Sunyi dalam Keremangan

Malam kian larut, menyisakan keheningan yang begitu pekat di dalam kamar utama. Setelah kepergian kedua orang tuanya dan pengaruh obat penurun panas yang diberikan dokter mulai bekerja, Mita perlahan-lahan membuka kelopak matanya yang terasa sangat berat. Keringat dingin membasahi pelipis dan tengkuknya, namun rasa panas yang membakar tubuhnya tadi sore perlahan mulai mereda, menyisakan rasa lemas dan linu yang masih setia bersarang di setiap persendian.

Mita menolehkan kepalanya pelan ke sudut ruangan. Di sana, di atas kursi kerja, Sam tampak tertidur pulas dengan posisi duduk yang tidak nyaman, kelelahan setelah seharian didera ketegangan emosi dan kepanikan.

Mita menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan. Sandiwara untuk hari ini telah usai. Keberadaan orang tua Sam yang sempat mengancam rahasia mereka berhasil dilewati. Kini, tidak ada alasan lagi baginya untuk tetap berada di atas ranjang pria ini.

Dengan sisa-sisa tenaga yang ia kumpulkan secara paksa, Mita mulai menyibak selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Ia menurunkan kedua kakinya ke lantai dingin, menahan ringisan kecil saat rasa nyeri yang familier itu kembali menyengat tubuh bagian bawahnya. Mita bertumpu pada pinggiran ranjang selama beberapa saat, mengatur napasnya yang menderu pelan agar tidak menimbulkan suara sekecil apa pun yang bisa mengusik tidur Sam.

Tanpa sepatah kata pun, Mita mulai bergerak lincah namun penuh kehati-hatian dalam keremangan kamar.

Ia melangkah menuju lemari besar milik Sam. Satu per satu, jemarinya yang masih agak gemetar menurunkan beberapa setelan pakaian yang tadi siang ia gantung secara terburu-buru di sana. Mita melipatnya dengan gerakan cepat, menumpuk kain-kain itu di atas lengannya. Setelah itu, ia beralih ke meja kerja, memungut beberapa buku pelajaran berkuliah yang sempat ia tebar secara acak sebagai pemanis sandiwara.

Semua barang pribadinya kini telah kembali ke dalam dekapannya. Kamar utama ini telah bersih dari jejak keberadaannya, kembali menjadi kamar milik Sam yang dingin dan tak tersentuh. Mita memutar kenop pintu kamar dengan sangat pelan, membukanya sedikit demi sedikit agar tidak menimbulkan derit. Dengan langkah kaki yang diseret pelan menahan sakit, Mita melangkah keluar dari kamar utama.

Namun, baru dua langkah Mita menyusuri lorong yang sepi itu, pandangannya mendadak mengabur. Rasa pening yang hebat kembali menghantam kepalanya tanpa ampun, membuat dunianya seolah berputar terbalik. Kaki Mita yang lemas tak lagi mampu menopang berat badannya.

Tumpukan baju dan buku-buku di pelukannya seketika terlepas, berserakan di atas lantai bersamaan dengan tubuh Mita yang limbung dan terjatuh dengan suara debum pelan.

Suara itu langsung menyentak Sam dari tidur ayamnya di dalam kamar. Dengan jantung berdebar kencang, Sam bergegas membuka pintu kamar dan langsung terkejut mendapati Mita sudah terduduk lemas di atas lantai lorong yang dingin dengan napas terengah-engah.

Tanpa banyak bicara, Sam segera berlutut di sampingnya. Rasa khawatir dan bersalah kembali membuncah di dada pria itu. Dengan gerakan sigap namun penuh kehati-hatian, Sam menyusupkan kedua lengannya ke bawah tubuh Mita, lalu mengangkat dan menggendong tubuh kurus gadis itu ke dalam pelukannya. Sam membawa Mita melangkah menuju kamar pribadi gadis itu yang berada di sebelah.

Sam membaringkan tubuh Mita yang terasa kembali menghangat ke atas ranjangnya sendiri. Saat Sam hendak berbalik untuk memungut pakaian yang berserakan di luar, Mita menahan pergerakannya dengan suara yang teramat lirih dan parau.

"Mas... maafkan aku," bisik Mita, matanya menatap Sam dengan sorot rasa bersalah yang mendalam. "Aku belum sempat untuk membereskan semua barang-barangku dari kamarmu..."

Mendengar ucapan itu, dada Sam terasa seperti dihantam benda tumpul. Di saat kondisi fisiknya sedang hancur seperti ini, Mita masih saja memikirkan kenyamanan dirinya.

"Tidak usah, Mit. Biarkan dulu saja barang-barangmu di sana, tidak ada yang terganggu," potong Sam dengan nada suara yang melunak drastis. "Sekarang kamu fokus istirahat saja dulu, ya."

Sam kemudian berbalik mengambil segelas air putih dan sekotak obat yang tadi ditinggalkan oleh dokter di atas nakas. "Oh, iya, ini obatnya. Kamu harus minum dulu agar demamnya cepat turun."

Sam duduk di tepi ranjang, lalu dengan telaten membukakan beberapa pil kapsul dari kemasannya. Ia meletakkan obat kapsul tersebut di telapak tangan Mita yang terasa panas, lalu membantu menyodorkan gelas berisi air minum ke bibir gadis itu, memastikan Mita meminum obatnya dengan tenang malam itu.(Jangan lupa klik tombol like di bawah ya, Kak!)

1
Emily
nyesel kan kamu Sam ...ngotot melepaskan Mitha malah dapat jalang
Emily
Vanya kena jebakan batman
Emily
lha pikir si ssm bakal tahu ada benihnya di perut Mitha gak tau malah belok belom terus
Emily
memangnya Sam dan Vanya udah menikah?
Emily
Mitha ga usah kebaikan malah ngaku janin yg di kandungnya benih pacarnya
Emily
CEO kok bego x si sam ni
Emily
ludwig kekasih mitha
Emily
Sam udah di ksih batu permata sama pak Baskoro malah mungut batu kerikil..mamam tu cinta
Emily
cinta boleh bodoh jangan ya sam...kenapa lebih pinter Mitha daripada kamu Sam padahal baru tamat SMA
Emily
Mitha bijaksana banget.,tetap seperti itu Mitha biar orang tidak merendahkan mu
Emily
rumit
Emily
cih sam..udah tau Vanya itu batu kali malah di pungut
Emily
demi harta ya sam.. preetlah
Emily
Sam bucin kepada kekasihnya padahal dia tau dan sadar klo wanitanya cuma cinta hartanya
Emily
gimana maksud cerita ini ...apakah Mitha janda
Emily
kenapa gak nolak aja Mita...kan bukan kamu yg berutang Budi kasih alasan yg masuk akal...sto jgan2 Mitha memang menyukai sam sebenarnya
Emily
mampir thor
Chenyu Wang
critanya bagus saya selalu nunggu kelanjutannya Terima kasih🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!