NovelToon NovelToon
OBSESSION OF THE SEVEN

OBSESSION OF THE SEVEN

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Harem
Popularitas:274
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Genre: Dark Romance / Reverse Harem / Thriller Psikologis.

Premis Utama: Althea, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pengarsip dokumen kuno, terjebak di dalam "Septem Foundation"sebuah yayasan elit rahasia di bawah kendali tujuh pria berkuasa dan manipulatif yang terinspirasi dari pesona member BTS.

Kehadiran Althea di mansion tersebut ternyata bukan kebetulan, melainkan sebuah jaring laba-laba yang sudah disiapkan sejak lama. Ketujuh pria ini memiliki masa lalu kelam yang terikat dengan Althea, dan kini mereka bersaing secara dingin sekaligus obsesif untuk saling memperebutkan hak "memiliki" dirinya. Cinta mereka yang awalnya terasa seperti perlindungan mewah perlahan berubah menjadi sangkar emas yang posesif, berbahaya, dan mematikan.

Ketegangan psikologis saat Althea mencoba mengungkap misteri ingatan masa lalunya yang hilang, sembari bertahan hidup di antara dominasi, manipulasi, dan cinta gila dari tujuh pria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Simfoni yang Sumbang (2)

Kemarahan Jin yang tersulut di hari Senin seperti percikan api di atas genangan bensin. Sepanjang malam, Althea bisa merasakan ketegangan yang merambat melalui dinding-dinding paviliun kaca.

Protokol Septem yang awalnya berjalan seperti mesin yang diminyaki dengan baik, kini mulai memperlihatkan roda gigi yang saling menggerus.

Selasa pagi tiba dengan atmosfer yang jauh lebih mencekam dari biasanya.

Pintu paviliun tidak terbuka tepat pukul sembilan. Ketika jarum jam menunjukkan pukul sepuluh, barulah pintu itu bergeser. Namun, yang berdiri di ambang pintu bukan hanya Suga.

Suga berdiri di sana dengan mata sipitnya yang berkilat tajam, kedua tangannya terbenam di saku celana kain hitamnya. Di belakangnya, Jin berdiri dengan jubah dokter putihnya, bersedekah dada dengan ekspresi wajah yang sangat dingin dan tidak bersahabat. Dua pria tertua di mansion itu memancarkan aura permusuhan yang begitu pekat.

"Ikut aku," ujar Suga pendek, suaranya terdengar lebih serak dan berat dari biasanya. Ia menatap Althea, lalu melirik tajam ke arah Jin.

"Dia tidak akan pergi ke studio mu lebih dari satu jam hari ini, Suga," potong Jin dengan nada memerintah yang mutlak.

"Aku sudah memeriksa grafik neurologis nya. Terapi audio mu yang berlebihan memicu migrain akut pada subjek. Sebagai kepala tim medis, aku berhak memotong jadwal mu."

Suga terkekeh rendah sebuah tawa sinis yang tidak sampai ke matanya. Pria itu berbalik sepenuhnya menghadap Jin. "Kepala tim medis? Jangan konyol, Hyung.

Kau hanya takut karena Althea mulai berpaling padaku untuk mencari ketenangan. Musikku menembus alam bawah sadarnya, sementara bubur gandum mu hanya menyentuh perutnya."

"Jaga bicaramu!" suara Jin meninggi satu oktav, sebuah pemandangan langka di mansion ini di mana ia biasanya selalu tampil tenang dan elegan. "Ini tentang keselamatan aset kita!"

"Aset kita, atau egomu yang terluka karena dia mengeluh padamu?" Suga melangkah maju, memperpendek jarak dengan Jin.

Dua pasang mata itu saling mengunci, memancarkan percikan api kecemburuan yang setahun ini mereka tekan demi sebuah Protokol gila.

Althea yang duduk di tepi ranjang menyaksikan pemandangan itu dengan debaran jantung yang cepat, namun di dalam hatinya, ia tersenyum penuh kemenangan. *Berhasil.* Ego mereka terlalu besar untuk saling mengalah.

"Tuan-tuan..." Althea sengaja menyela dengan suara yang dibuat selembut dan seringkih mungkin, memposisikan dirinya sebagai korban yang tidak berdaya di antara pertikaian mereka. Ia berjalan mendekat, lalu dengan gerakan perlahan, ia berdiri di belakang Jin, seolah mencari perlindungan dari aura intimidasi Suga.

"Kumohon... jangan bertengkar karena aku. Aku akan ikut dengan Tuan Suga jika itu memang sudah menjadi aturan..."

Tindakan Althea yang bersembunyi di balik punggung Jin menjadi pukulan telak bagi Suga.

Rahang pria pucat itu mengencang, dan tangannya di dalam saku mantel mengepal erat hingga urat-uratnya menonjol. Bagi seorang Min Suga, penolakan tersirat dari Althea adalah sebuah penghinaan terhadap karya seninya.

"Kau lihat sendiri, Suga? Dia ketakutan," ucap Jin dengan senyuman miring yang penuh kemenangan, menoleh sedikit untuk memastikan Althea aman di belakangnya. "Hari ini, Althea tetap di paviliun di bawah pengawasanku."

Suga menatap Althea dengan tatapan mata yang sangat gelap, penuh dengan kekecewaan dan obsesi yang terluka.

"Kau pandai bermain api, Althea," bisik Suga dengan suara yang sangat rendah, hampir seperti desis san ular, sebelum ia berbalik dan melangkah pergi, membanting pintu kaca paviliun hingga bergetar hebat.

Jin berbalik menghadap Althea, senyumannya kembali melunak dan penuh kemenangan. "Kau aman bersamaku, Sayang. Suga tidak akan mengganggumu hari ini."

Althea menunduk patuh, menyembunyikan binar matanya yang licik. Satu riak besar telah berhasil ia ciptakan di antara Jin dan Suga.

Dan besok adalah hari Rabu hari milik Jung J-Hope dengan sistem sensor taktiknya. Althea tahu betul bagaimana cara memanfaatkan jaring-jaring pengawas J-Hope untuk memicu badai yang lebih besar di antara sisa member yang lain.

 

Bersambung~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!