NovelToon NovelToon
Tak Akan Aku Biarkan Kau Ambil Suamiku, Mbak!

Tak Akan Aku Biarkan Kau Ambil Suamiku, Mbak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:646
Nilai: 5
Nama Author: Aryani Ningrum

Laras demi membahagiakan ibunya yang menginginkan cucu, rela menerima suami temannya yang dijadikan barang jaminan agar bisa mendapatkan uang yang banyak.

Seiring berjalannya Waktu, Laras benar-benar jatuh cinta pada suami jaminannya yang bernama Rayyan. Demikian pula Rayyan yang ternyata amnesia karena kecelakaan dan ditemukan oleh istri pertamanya( Naya) ia jatuh cinta pada Laras.

Mengetahui suaminya ternyata kaya raya, Naya ingin kembali pada suaminya dan melakukan berbagai usaha untuk memisahkan Rayyan dan Laras.

Akankah Laras bahagia dengan Rayyan? Siapakah yang akan dipilih Rayyan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18

Bab. 15.

Rafael semakin dilanda gelisah, dia tidak bisa menggerakkan tubuh bagian bawahnya.

"Aargh ... Ini menyiksa sekali! Baby Cumi kenapa kamu cepat bangun, biasanya dibangunkan dulu hampir setengah jam sendiri. Kenapa ini cepat sekali refleknya!" Rafael sangat kesal, jika bukan berada dalam posisi sebagai Rayyan, mungkin saat ini dia sudah terkam habis si Laras.

"Mmm ... Mas ... Aku ingin punya anak darimu! Biarpun kau hanya suami kontrakku, aku akan rawat anak kita seorang diri!"

Kembali Laras mengigau, dan igauan Laras semakin membuat seorang Rafael gerah tidak karuan. Seakan ada aliran setrum yang kuat dari bibir Laras yang mengucapkan kata itu hingga sampai di baby cuminya. Apalagi kecerobohan Laras yang lain yaitu lupa memakai celana panjangnya.

Baru hari ini Rafael alias Rayyan tidur satu ranjang bersama, sebab kemarin-kemarin Laras tidur di sofa karena takut membuat Rayyan yang baru pulang dari rumah sakit terganggu dengan dirinya yang tidur seperti kerbau dan lasak sekali.

"Rafael! Kuatkan iman mu, walau dia sah menjadi istrimu, belum waktunya kau buka segel!" Rafael bergumam seraya mengatur napasnya yang mulai ngos-ngosan.

Dugh!

"Aduuuh ...!" pekik Rafael mengerang sakit karena Laras tidak sengaja menendang dirinya hingga jatuh ke lantai.

"Astaga ... Ini cewek bener-bener bikin jantungan! Ya Tuhan, semoga aku masih waras untuk bisa hadapi istri macam dia!" gumam Rafael mau marah tidak bisa, apalagi mau protes dengan orang yang tidurnya tidak bisa diam seperti Laras.

Rafael bangkit dari lantai, berdiri menatap sosok wanita yang menjadi penguasa ranjang tidurnya. Namun, netra Rafael membulat sempurna saat melihat tubuh sang istri menggigil kedinginan.

"Hei, kenapa tubuh Laras menggigil kedinginan? Apa yang terjadi?" gumam Rafael menautkan kedua alisnya, heran dengan tubuh Laras yang tiba-tiba menggigil kedinginan.

Rafael bergegas mendekati tubuh Laras dan memegang dahinya.

"Hmm ... tidak demam, suhu normal. Tapi kenapa dia menggigil kedinginan?" batin Rafael bingung dengan tingkah aneh wanita yang sudah merebut separuh hatinya itu. Sengaja Rafael memberikan separuh saja karena ada Velia dan juga Veolia yang sudah lama menempati ruang hatinya.

Rafael kebingungan karena tubuh harus yang semakin menggigil kedinginan. Rafael memendarkan pandangan matanya mencari remote AC. Mengira jika Laras kedinginan karena dinginnya suhu AC.

Sudah menaikkan suhu AC, akan tetapi Laras masih menggigil. Rupanya respon tubuh Laras akan seperti orang kedinginan jika sedang banyak tekanan dalam pikirannya. Namun, Rafael salah dalam menafsirkan, jika Laras murni kedinginan dan butuh kehangatan.

Bingung dengan yang terjadi pada istrinya itu, Rafael menyelimuti Laras dengan selimut yang tebal berharap jaga Laras bisa mendapatkan kehangatan dari selimut yang ia tutupkan ke seluruh tubuh Laras.

"Sepertinya selimut itu berfungsi, tubuh Laras sudah tidak terlalu menggigil," ucap Rafael bernapas lega.

"Mas ... mas Rayyan, aku ingin mengandung anakmu. Aku rela merawat anak itu sendiri jika kas Rayyan memilih kembali ke mbak Naya. Laras hanya ingin membuat emak bahagia. Aku mohon, Mas! Demi emak!"

Baru juga bernapas lega, Rafael dibuat terkejut oleh Laras yang mengigau lagi. Dan kali ini Rafael dibuat mematung saat tangan Laras mencengkeram tangan Rafael dengan kuat. Kuku -kuku tajam Laras melukai tangan Rafael. Rafael hanya diam menahan perih, dia menatap mata Laras yang kenyataannya masih terpejam, rupanya yang berbicara itu adalah alam bawah sadar Laras.

Menit berikutnya, Laras melepaskan cengkeraman tangannya dan kembali tertidur. Rafael merapikan kembali selimut Laras dan senyum karena geli dengan pikirannya yang mengira Laras sungguhan meminta anak darinya.

"Rafael! Kau terlalu naif, dia hanya mengigau saja! Huft ... Hampir jantung ini meloncat karena kegirangan, ternyata hanya orang ngelindur saja!" Rafael merutuki kebodohannya mengira apa yang dilakukan Laras adalah nyata.

Rafael merebahkan tubuhnya di samping Laras, berharap bisa memejamkan mata dengan kondisi baby cumi yang sudah on fire. Rafael mengatur napasnya, mengingat pelajaran yang dulu diajarkan oleh guru Wushunya jika untuk menenangkan semua gejolak dalam tubuh, maka dengan latihan pernapasan semua akan normal kembali.

"Syukurlah baby cumi tertidur," batin Rafael lega. Dia pun memejamkan matanya. Akan tetapi baru juga lima menit berlalu, tubuh Laras kembali menggigil.

Rafael memiringkan tubuhnya melihat apa yang terjadi dengan sang istri.

"Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Laras? Kenapa kau begitu aneh? Aku harus melakukan apa agar kamu bisa tenang?" ucap Rafael mendekap tubuh Laras, menyalurkan kehangatan agar Laras bisa tenang. Namun resiko yang harus ditanggung adalah bangunnya baby cumi lagi. Apalagi aset Laras yang berupa melon kembar menantang dan melambai-lambai untuk dipanen segera.

Laras menggeliat nyaman dengan pelukan hangat sang suami. Kini keduanya saling berhadapan. Bibir ranum Laras hampir menyentuh bibir Rafael. Setengah mati Rafael menahan agar tidak tergoda. Namun pertahanannya tidaklah sekuat benteng tembok China.

Dengan lembut, Rafael memanen ranumnya aset sang istri yang masih tersegel. Ramuan Mak Harti mulai aktif kembali seiring hormon lelaki Rafael mendesak untuk berjuang dalam laga yang akan bikin dirinya kecanduan.

Laras yang belum pernah merasakan sentuhan lelaki hanya diam, mengira semua ini hanyalah mimpi seperti saat dirinya tertidur karena menonton drama Korea dengan aktor Lee Min Ho.

Bagai singa kelaparan Rafael menerkam sang istri, semua yang terpasang di tubuh Laras sudah pindah tempat ke lantai.

"Maafkan aku Laras. Baby cumiku tidak tahan lagi, paling ini hanya sakit sebentar dan hanya bertahan sepuluh menit saja. Maaf jika tidak membuat mu puas!" bisik Rafael meminta maaf terlebih dahulu. Bayangan Naya yang tidak pernah merasa puas dan memilih tidak mau berhubungan suami istri dengan Rayyan daripada kesal karena belum sampai puncak, Rafael sudah loyo duluan. Semua itu akibat dari kecelakaan yang Rafael alami.

"Aargh ... Sakiiit!" pekik Laras membuka matanya saat bagian intinya terkoyak oleh baby cumi. Netranya menangkap sosok lelaki yang saat ini ada di depan matanya hanya berjarak sepuluh cm saja. Namun mata itu kembali terpejam, karena mengira itu hanya mimpi belaka. Rafael yang berhenti karena mendengar jeritan Laras pun mulai melajukan kembali baby cuminya dengan lembut.

Sepuluh menit berlalu, Rafael belum juga sampai pada puncaknya hingga dia terheran sendiri. Laras sudah berulang kali mendapatkan puncaknya, namun Rafael belum. Hingga hatinya bersorak gembira, kali pertama baginya bisa memuaskan wanitanya.

"Ramuan Mak Harti memang top. Aku harus rajin meminumnya mulai besok pagi!" batin Rafael kegirangan.

Setengah jam berlalu, barulah baby cumi Rafael menyemburkan tintanya. Menaburkan benih-benih di pabrik produksi milik Laras.

"Syukurlah!" Rafael bahagia, karena ada kemajuan yang berarti untuk dirinya. Dengan lembut dia membersihkan bekas tintanya, tidak ingin Laras merasa tidak nyaman. Berbeda dengan Laras yang tampak pulas tidurnya. Tubuhnya tidak menggigil lagi. Setelah selesai membersihkan tubuh sang istri, Rafael pun menyusul ke alam mimpi dengan tubuh yang tentunya lebih bugar.

Keesokan harinya.

"Aaargh ... Sakiiiit ...!" teriak Laras membangunkan seisi rumah, termasuk Mak Harti. Namun bukannya menengok apa yang terjadi pada anaknya, Mak Harti malah tersenyum bahagia. Memang teriakan itulah yang lama sekali ingin dia dengar dari seorang Laras. Sungguh ibu yang aneh, anaknya sakit akan tetapi dia malah tersenyum bahagia dan kembali tidur lagi.

"Hahaha ... Yes ...! Sebentar lagi aku akan punya cucu. Rayyan terima kasih, Nak! Dengan begitu emak akan merasa tenang meninggalkan Laras kelak," gumam Mak Harti bahagia, dia telah membuat jamu yang dua kali lebih berkhasiat dari sebelumnya. Kepulangannya ke kampung halaman hanyalah untuk mencari bahan untuk membuat jamu, seperti: tumbuhan pasak bumi, kunyit, sirih, rumput Fatimah dan bahan lain yang tidak ada ia temui di kota itu.

"Mas ... Kenapa punyaku sakit!"

"Ada apa, Mbak? Apa yang terjadi?!"

"Punyaku sakit!!"

"Iya ... Apanya!" Rafael yang berubah jadi Rayyan pun pura-pura juga kebingungan.

"Itunya!"

"Apanya?"

"Ituuu ...!"

"Iya ... Itu apa, Mbak?!"

"Anuku!"

"Anu apa?!"

Laras gemas sendiri, bingung karena malu menyebutkan miliknya yang terasa sakit dan perih.

"Itu lho, yang buat pipis!" bisik Laras di telinga Rayyan.

Glek!

Hanya mendengar bisikan Laras saja, si baby cumi kembali bangun dan menggeliat tegak. Seakan dirinya terpanggil sebagai terdakwa dalam kasus Laras.

"Duh gawat! Aku harus bagaimana?" batin Rayyan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Maaas ... Sakit! Gimana donk!"

"Sebenarnya apa yang terjadi, Mbak? Boleh aku lihat?" Rayyan kembali berpura-pura, dasar biawak!

"Kok dilihat, aku kan jadi malu!" jawab Laras dengan pipi yang bersemu merah. Semakin membuat Rayyan gemas.

"Kan Rayyan suami mbak Laras, tidak apa-apa donk," jawab Rayyan mengeluarkan akal bulusnya.

"Tapi kan kamu laki -laki!"

"Ya udah apa yang terjadi, Mbak? Ceritakan pada Rayyan," ucap Rayyan yang sebenarnya tertawa di dalam hatinya.

"Aku bermimpi!"

"Mimpi apa, Mbak?"

"Mimpi itu, anu ...."

Laras menjeda ucapannya karena malu, masa iya ia ceritakan mimpi begituan pada lelaki yang baru saja dekat dengannya kurang dari sebulan itu. Walaupun lelaki itu sudah menjadi suami sahnya sendiri.

"Mimpi apa, Mbak ... Ceritakan dengan benar donk!"

"Mimpi kikuk-kikuk sama lelaki!" jawab Laras meringis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karena malu.

Rayyan ingin tertawa terbahak-bahak tapi dia tahan sebisa mungkin, karena yakin jika dia tertawa pasti Laras tidak akan mau cerita yang menurutnya sangat lucu. Sungguh istrinya itu ternyata wanita polos dan lugu. Belum pernah disentuh oleh lelaki manapun, sungguh merupakan karunia yang besar bagi hidup Rafael.

"Cieee ... Sama siapa, Mbak?" Rayyan mencoba mengetes sang istri. Dia ingin mendengarkan jawaban sang istri kalau lelaki itu adalah dirinya. Rayyan akan sangat bahagia jika namanya lah yang disebut oleh Laras--istri lugunya.

"Sama siapa ya? Sebentar ...." Laras terdiam mencoba mengingat kembali dengan siapa dia bercocok tanam.

"Mbak ... Sama siapa?" tanya Rayyan menyugar rambutnya dengan tingkat kepedean paripurna. Rayyan yakin kalau sang istri bakal menyebut namanya.

"Samaaa ...."

"Sama siapa, Mbak?" Rayyan terus mendesak karena sudah tidak sabar lagi namanya disebut oleh Laras.

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!