NovelToon NovelToon
Sins Of The Playboy

Sins Of The Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Roman-Angst Mafia
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

King Stone (27 tahun) bisa dengan mudah melupakan ratusan wanita yang pernah singgah di hidupnya selama menjadi playboy.

Namun, gadis di hadapannya ini adalah pengecualian mutlak.

Olivier Martinez merupakan cinta pertama sekaligus mantan kekasih King selama tiga tahun di masa high school—gadis yang dulu ia tinggalkan begitu saja demi ego remaja agar tidak terikat oleh seorang wanita di masa depan.

Kini, roda kehidupan berputar. Di dalam rumah sakit mewah miliknya sendiri, King sama sekali tidak memiliki kuasa atas Olivier.

Di hadapan sang mantan kekasih yang menatapnya penuh kebencian dan kini bersenjatakan sumpah medis sebagai dokter residen, King harus menghadapi kenyataan pahit. Ia sadar bahwa luka penyesalan di hatinya jauh lebih sulit disembuhkan daripada luka sayatan parah di perutnya.

Pertemuan tak terduga ini menjadi awal dari karma masa lalu yang siap menghancurkan keangkuhannya.

~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#21

Keheningan kembali merajai kamar VIP nomor satu setelah pengakuan gila dari bibir King Stone.

Kalimat "Dia nggak hidup, El," masih terus menggantung di udara, menjadi bukti mutlak bahwa pria arogan ini telah mengunci seluruh hasrat dan kesetiaannya hanya untuk satu wanita selama sepuluh tahun penuh.

Namun, Olivier Martinez dengan cepat menyandarkan punggungnya pada dinding pertahanan es yang ia bangun kembali.

Air mata yang sempat membasahi pipinya diseka dengan kasar. Ia menatap King dengan pandangan yang kembali menajam, menolak untuk membiarkan hatinya goyah oleh untaian kalimat puitis nan obsesif tersebut.

King Stone menatap wajah dingin Olivier dengan sisa-sisa harapan yang kian menipis. Dada bidangnya naik turun seiring dengan napasnya yang terasa berat.

"Apa benar... benar-benar tidak ada lagi kesempatan untuk hubungan kita, El?" tanya King, suaranya merendah, sarat akan keputusasaan yang teramat dalam dari lubuk hatinya.

Olivier mendongak, menatap lurus ke dalam sepasang mata elang King tanpa ada keraguan sedikit pun.

"Tidak ada," jawabnya dengan sangat cepat dan tegas, memotong sisa harapan King tanpa ampun.

"Apa kau lupa, King? Dulu... sepuluh tahun yang lalu, aku pernah berlutut dan memohon untuk satu kesempatan padamu. Aku memohon agar kau tidak meninggalkanku, agar kau tidak mencampakkanku seperti sampah. Tapi apa yang kau lakukan? Kau melepaskan genggaman tanganku dan berjalan pergi tanpa sekali pun menoleh."

Mendengar kalimat ketat dari Olivier, rahang King Stone mendadak mengeras. Kilat penyesalan yang teramat pekat kembali membakar netranya. Ia melangkah maju satu langkah, mencoba meraih kembali bahu Olivier namun wanita itu dengan cepat menghindar.

"Kau tahu alasannya, El! Kau tahu persis bagaimana situasinya saat itu!" seru King dengan cepat, suaranya sedikit meninggi akibat rasa frustrasi yang membuncah.

"Waktu itu Grandma menegaskan bahwa aku akan dijodohkan dengan wanita dari klan Eropa pilihan keluarga saat akan berusia dua puluh lima tahun. Aku tahu struktur klan kami, El. Aku tidak mau saat waktunya tiba nanti, hubungan kita tidak tahu mau dibawa ke mana. Aku takut Grandmaman akan melukaimu jika aku terus mempertahankanmu di sisiku!"

King menarik napas pendek yang bergetar, menatap Olivier dengan binar mata yang memohon ampunan.

"Saat itu aku masih labil, El... Aku masih berusia Delapan belas tahun yang tidak memiliki kekuatan apa pun untuk melawan dekret keluarga. Aku minta maaf, Sayang... kumohon, kasih aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya."

Olivier terkekeh sinis, sebuah tawa hambar yang sarat akan luka hati yang mendalam. Ia menatap King dengan pandangan menghina.

"Kalo kamu masih labil saat itu... kenapa berani ngajak tidur?"

Deg.

Pertanyaan telak dan frontal dari Olivier seketika membuat King Stone bungkam seribu bahasa.

Lidahnya mendadak terasa kelu, dan seluruh argumen pembelaan diri yang sudah ia susun di dalam kepalanya lenyap dalam sekejap.

Sepasang mata elangnya melebar, menatap Olivier dengan keterkejutan yang nyata.

"Itu... itu karena..." King terbata-bata, sebuah pemandangan yang sangat langka bagi seorang pangeran klan Stone.

"Karena apa?!" potong Olivier dengan ketat, suaranya bergetar oleh amarah yang membakar ingatan masa lalunya.

"Karena kau penasaran? Karena kau ingin mencicipi tubuh gadis ini sebelum kau membuangnya demi perjodohan mewahmu itu? Dasar mesum birahi!"

"Bukan begitu, El! Demi Tuhan, bukan karena itu!" King menyela dengan panik, wajahnya memucat mendengar tuduhan kejam tersebut. Ia menjambak rambut hitamnya dengan frustrasi.

"Maafkan aku... kumohon maafkan aku, El. Aku mengaku salah. Aku memang berengsek karena membiarkan ego masa mudaku mengambil alih saat itu. Tapi perasaanku padamu saat itu sangat murni, aku tidak pernah berniat menjadikanmu sebagai tempat persinggahan sementara."

"Aku tidak menerima maaf dari mulut manismu, Tuan Stone," jawab Olivier dingin, memalingkan wajahnya ke arah pintu.

"Kata-katamu tidak lebih dari sekadar bualan sampah untuk menutupi kebusukanmu."

"El..." panggil King lirih, melangkah mendekat hingga jarak di antara mereka kembali terkikis.

"Menjauh dariku, King!" gertak Olivier, menunjuk wajah King dengan papan klip medisnya.

King Stone menarik napas panjang, mencoba menenangkan gemuruh di dadanya. Ia menegakkan tubuh tegapnya, menatap Olivier dengan determinasi yang mutlak, seolah ingin menunjukkan bahwa pria yang berdiri di hadapan Olivier sekarang bukan lagi remaja labil sepuluh tahun lalu.

"Aku akan keluar dari rumah sakit ini malam ini juga, El. Aku tidak peduli dengan izin tertulis dari Dr. Richard atau siapa pun," ucap King dengan nada baritonnya yang tegas dan penuh otoritas.

"Kumohon... beri aku kesempatan sekali lagi. Aku sudah bisa lawan Grandmaman sekarang. Aku sudah dua tahun melewati batas usia masa perjodohan itu, dan tidak ada satu pun dari wanita pilihan mereka yang kusentuh. Aku memegang kendali penuh atas operasional Chicago sekarang."

King maju satu langkah lagi, menatap Olivier dengan binar mata yang mendadak melunak penuh harapan. "Bahkan... Mommy juga sudah setuju soal hubungan kita, Sayang. Mommy menyukaimu, dia ingin kau menjadi bagian dari keluarga kita. Semuanya sudah berubah, El. Mau ya... please, demi aku..."

Olivier Martinez menatap pria di hadapannya dengan pandangan mata yang dingin, tanpa ada riak kekaguman sedikit pun terhadap segala pencapaian kekuasaan yang baru saja dipamerkan oleh King.

Di dalam benak Olivier, yang ada hanyalah keselamatan Nora. Jika ia menerima ajakan King, maka kehidupan tenangnya bersama Nora di Lincoln Park akan berakhir, dan anaknya akan masuk ke dalam radar klan mafia gila ini.

"Murahan," ucap Olivier singkat, satu kata yang keluar dari bibirnya tak ubahnya seperti belati yang menusuk langsung ke ego tertinggi King Stone.

Namun, alih-alih marah atau melayangkan tatapan kejamnya yang biasa ditakuti oleh para musuh klan, King Stone justru tersenyum tipis—sebuah senyuman pasrah yang sarat akan kepatuhan murni kepada wanita di hadapannya.

"Ya... aku memang murahan padamu, Sayang," jawab King tanpa ragu, suaranya terdengar begitu tulus dan dalam.

"Aku tidak akan menyangkalnya. Di depanmu, aku tidak memiliki harga diri atau keangkuhan klan Stone itu. Jika menjadi murahan bisa membuatmu kembali menatapku dengan binar cinta seperti dulu... maka aku akan melakukannya setiap hari."

Olivier tertegun mendengar jawaban pasrah dari King. Dadanya kembali berdenyut sesak, berbenturan hebat dengan ketakutannya sebagai seorang ibu.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, Olivier berbalik dengan gerakan taktis, menempelkan kartu aksesnya pada panel pintu, lalu melangkah keluar dari kamar VIP nomor satu dengan tergesa-gesa—meninggalkan King Stone yang masih berdiri terpaku menatap punggungnya dengan sisa-sisa harapan yang membara di tengah kesunyian malam rumah sakit.

1
ida wati
wah wah wah benr dugaanku hmmmmm Xander nackal yaa kamuhh 😄
ida wati: mulai ajaaa udahhh....sepupu mah boleh kok nikah eeaakkkkk🤣🤣🤣
total 3 replies
Zahra Alifia Hidayat
wah tebakanku bener😍
Ros 🌷🦋: author silent aja 🤭🤣🤣
total 1 replies
Yunie
seru nih
Ros 🌷🦋: hallo kak 🫶
total 1 replies
ida wati
wkwkwkwk drama persepupuan....jodoh nih kayaknya 🤣
Ros 🌷🦋: Wkwkwk masih rahasia ya kak 🤭🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
wkwkwkwk jngan kebanyakan gaya lu King, lu tuh budak nya El 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkwk🤣
total 1 replies
ida wati
yakin lu King??

mudah2an si Nora tiap malem minta tidur sm emak bapaknya 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Ya Tuhan ngakak aku kak🤣🤣🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
tendang aja oliv si king🤣
Ros 🌷🦋: ngakak 🤣
total 1 replies
ida wati
pake belm aja El biar gak malu wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 3 replies
ida wati
huaaaa othor motong bawanggg 😭😭😭
Ros 🌷🦋: huhuhu 😭
total 1 replies
nayla tsaqif
Nora xander masih ada ikatan darah thor,, emg boleh berjodoh,,!!?? 🤔
Ros 🌷🦋: Mereka sepupuan kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
apa Nora jodohnya Xander?
Ros 🌷🦋: kalo direstuin reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
sekarang giliran Ken yg muntah liat tingkah king🤣🤣
Ros 🌷🦋: hahaa biar kebagian muntah triplek K🤣🤣
total 1 replies
Moes Rifah
Thor episodenya 41 kok cuma 29
Ros 🌷🦋: ada 41 episode kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
wakakakaaka aku bahagiaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Hehehe 🤭
total 1 replies
ida wati
siram pake air keras aja biar kaku sekalian wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Ngakak 🤭🤣
total 1 replies
ida wati
grandmam suntik obat tidur aja kalo perlu suntik mati 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak🫶
total 5 replies
ida wati
ahhh Noraaa kau membuatku mewekkk 😩😩😩😩😩😭
Ros 🌷🦋: bayangkan sepuluh tahun kak baru ketemu ayahnya 🤭
total 1 replies
ida wati
thorrr sembako dibawa bawa 😩😩😩😩
Ros 🌷🦋: hihihi Author juga emak2 kak 🤭🤣
total 3 replies
Agus Hidayat
😍😍😍😍😍😍
Ros 🌷🦋: Ma'aciww kak reader, Komentar adalah semangat Author 🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!