NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lapor Menjalankan Misi

Jimmy keluar dari ruangannya. Seraya berjalan ke arah Bella, sudut matanya melirik ke ruangan kerja Gilang. Tak terlihat bosnya itu di dalam ruangan. Selepas jumatan tadi, Gilang tak tampak kembali ke kantor, sepertinya Gilang masih syok dengan melakukan Bella yang di luar perhitungan.

Jimmy lalu duduk di tepi meja Bella, membuat mata Bella yang awalnya fokus pada laptop berpindah pada Jimmy.

"Ada apa, Pak?" tanya Bella melihat asisten bosnya itu tersenyum mengandung arti. Bella menduga kalau Jimmy akan menyinggung soal kejadian di ruangan Gilang tadi.

Bella yakin, Gilang sudah menceritakan semuanya pada Jimmy. apalagi Jimmy sendiri tahu perbuatannya ketika ia sedang menggoda Gilang.

"Saya dengar dari bos, katanya kamu tinggal di apartemen yang sama dengan bos. Kamu tinggal di unit berapa memangnya, Bella?" Jimmy memulai aksinya melakukan pendekatan lebih intens pada Bella. Bella memang membuat dirinya tertarik. Bukan hanya cantik, tapi juga sangat berani. Menaklukan wanita seperti Bella adalah tantangan tersendiri bagi playboy sepertinya.

"Hmmm, mau apa lagi dia?" gumam Bella, Jimmy ternyata tak juga jera ia tolak.

"Memangnya kenapa, Pak?" Tak langsung menjawab pertanyaan Jimmy, Bella justru balik bertanya alasan Jimmy ingin tahu di mana letak tempat tinggalnya.

"Biar saya nggak nyasar kalau jemput kamu." Seraya mencondongkan tubuhnya ke arah Bella, Jimmy berbisik.

Bella terkekeh membuat pundaknya berguncang kecil. "Nggak usah repot-repot, Pak. Saya bawa mobil sendiri, kok." Bella masih menolak usaha Jimmy masih mencoba mendekatinya.

"Bukan dijemput ke kantor, Bel. Tapi, dijemput pergi dinner nanti malam, mumpung weekend." Jimmy ingin mengajak berkencan Bella nanti malam, Ini Jumat dan besok kantor Mahesa Persada tak beraktivitas. Jimmy benar-benar tak melewatkan kesempatan, mumpung Gilang memberinya izin.

"Kalau saya pergi sama Pak Jimmy, nanti akan ada gosip lagi yang beredar di sini." Bella bersandar di punggung kursi dengan melipat tangan di dadanya dan memasang wajah memberengut. Sudah terbayang di otaknya, akan ada gosip baru yang berhembus jika kepergiannya dengan Jimmy di luar jam kantor ada yang memergokinya.

"Hahaha ..." Jimmy tertawa, "Kamu tenang saja, saya yakin kamu nggak seperti yang digosipkan orang-orang dan saya nggak seperti bos kita yang curigaan itu." Jimmy menyeringai menggosipkan Gilang yang ikut-ikutan berasumsi buruk terhadap Bella.

Bella merenung sebentar, tak segera menerima ajakan Jimmy pergi nanti malam.

"Ayolah, Bel. Sekali-kali kita pergi ke luar. Saya jamin kamu nggak akan menyesal pergi sama saya." Jimmy mencoba menyakinkan Bella agar mau ikut dengannya.

"Apa aku terima aja, ya? Aku ingin lihat, gimana reaksi Gilang kalau dia dia tahu aku pergi sama Jimmy." Sudut bibir Bella terangkat membentuk seringai tipis, menemukan ide untuk mengerjai Gilang.

"Saya di tower 2 lantai 8 unit 22H, Pak." Bella akhirnya menyebut di mana dia tinggal, yang artinya ia menerima ajakan Jimmy pergi nanti malam.

"Oke, nanti aku jemput kamu lepas Isya, ya!" Setelah mendapat kepastian dari Bella, Jimmy pun beranjak dan melangkah kembali ke dalam ruang kerjanya seraya bersiul.

"Dasar buaya darat!" umpat Bella dalam hati mengingat Jimmy berani mengajak wanita lain pergi berkencan padahal sudah punya kekasih.

***

Gilang memejamkan matanya seraya bersandar di kursi malas yang ada di ruang tengah apartemennya. Membayangkan apa yang terjadi siang tadi di ruangan kerja bersama Bella, membuat hatinya berdebar.

Aroma wangi dari tubuh seperti belum hilang dari penciumannya. Begitupun hangatnya hembusan nafas Bella yang tadi sempat menerpa kulit wajahnya.

"Astaga! Kenapa aku harus memikirkan dia?" Gilang mengerjapkan mata, mencoba tetap sadar dan berpikir waras. Berdekatan dengan Bella memang benar-benar membuatnya seperti pria culun yang tak pernah tersentuh wanita, padahal dulu dia pernah mempunyai kekasih.

"Apa yang sebenarnya diinginkan oleh wanita itu?" Gilang masih tak mengerti apa tujuan Bella bekerja di kantor miliknya? Ingin memata-matainya atau memang sengaja dihadirkan untuk menggodanya? Lalu, kenapa Bella begitu dekat dengan Pak Satria? Pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk terus di benak Gilang, tanpa mendapatkan jawaban yang pasti.

Teettt

Suara bel apartemen berbunyi membuat lamunan Gilang tentang Bella buyar.

Gilang lalu bangkit dan mengecek dari layar monitor CCTV untuk mengetahui siapa tamu yang datang malam ini menemuinya.

Keningnya langsung menampakkan kerutan saat melihat wajah Jimmy yang tertangkap kamera CCTV.

"Mau apa dia kemari?" Gilang melangkah ke ruang tamu untuk membukakan pintu bagi Jimmy.

"Malam, Boss!" sapa Jimmy ketika pintu terbuka.

Gilang mengeryitkan kening, melihat buket mawar merah di tangan Jimmy. Malam ini Jimmy tampil santai memakai kemeja kotak warna biru lengan panjang dilipat tiga perempat dan celana jeans warna Denim. Entah, apa maksud Jimmy membawa buket itu? Dan untuk siapa buket itu? Yang pasti ia yakin itu bukan untuknya.

"Untuk apa kau bawa bunga, Jim?" tanya Gilang seraya melebarkan daun pintu, mempersilahkan Jimmy masuk ke apartemennya.

"Nggak usah, Bos! Aku nggak lama, cuma mau lapor doang, soalnya mau bawa Bella pergi dinner malam ini." Dengan menyeringai, Jimmy menjelaskan alasannya menemui Gilang.

Mata Gilang yang tadi menyempit, seketika melebar mendengar Jimmy akan pergi dinner dengan Bella. Padahal Jimmy baru meminta izin mendekati Bella siang tadi. Dia tak menyangka sahabatnya itu akan bertindak cepat melaksanakan aksinya.

Jari-jari tangan Gilang menekan telapak tangannya membentuk kepalan. Giginya mengerutkan memperlihatkan rahang tegas di wajahnya. Tatapan matanya tajam bak elang yang siap mencengkram Jimmy. Mendengar Jimmy akan berkencan dengan Bella, bukanlah kabar baik baginya.

"Kau akan pergi dengan Bella?" tanyanya dengan nada dingin.

"Kau 'kan sudah janji, Bos! Kau ingin aman, kan?" Jimmy dengan santai menjawab, mengabaikan Gilang yang terlihat tidak suka dirinya akan pergi dengan Bella.

Gilang mendengus kasar. Seperti ada percikan yang membuat hatinya seketika tersulut. Membiarkan Jimmy mendekati Bella, ia anggap itu sebuah kesalahan fatal.

"Apartemen Bella ternyata di lorong sebelah, Bos. Unit 22H." Jimmy memberitahu apartement Bella karena Gilang tak tahu di mana Bella tinggal, meskipun berada di bangunan tower yang sama.

"Ya sudah, Bos. Aku cuma mau lapor saja kalau aku sedang menjalankan misi." Jimmy menggerakkan alisnya meledek Gilang, lalu mendekatkan buket mawar yang ia pegang ke hidungnya. "Aku nggak mau membuat Bella menunggu lama. Aku juga sudah nggak sabar, ingin tahu secantik apa dia malam ini? Selamat malam, Bos!" Jimmy berpamitan kemudian berlalu meninggalkan Gilang dengan tertawa meledek.

"Sial!" Gilang mengarahkan kepalan tangannya pada daun pintu, hingga rasa sakit kini terasa di buku jarinya. Dia seperti tak bisa mengontrol emosinya jika mengetahui Bella bersama pria lain.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
ρυтяσ kang'typo✨
lagi kencan mala bahas boss🤣🤣🤣tapi q suka ko secara tidak langsung Jimmy memberi gambaran tentang Gilang pada Bella
ρυтяσ kang'typo✨
Jimmy gercep itu Lang... 🤣🤣🤣u mah fokus cemburu doang g ada misi apa pun 🤭🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
ada untungnya juga Bella pergi dinner sama Jimmy.rahasia tentang Gilang di umbar sama Jimmy tanpa perlu repot2 Bella mencari tau sendiri😄
bakal makin gencar gak nih Bella menggoda Gilang setelah dengar cerita Jimmy😁
Dest Cookies
secara tidak langsung jimmy sudah memberi gambaran tentang kepribadian gilang.. bella mulai kagum.. lama2 jatuh cinta...
Juwitae
Terbuka sedikit² supaya Bella tidak salah sangka terus sama Gilang
Esther
Jimmy gak sadar kalau Bela lagi cari informasi tentang Gilang😄
Juwitae
Dasar asisten ga ada akhlak🤣🤣
Dest Cookies
beneran cemburu nih gilang.. rasa yg belum disadari oleh gilang...
Esther
Tambah panas nih Gilang, asistennya selangkah lebih maju sudah berani mengajak Bella kencan🤭🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
panas pasti Gilang di ledek begitu sama asistennya sendiri. jangan2 Gilang ikut pergi memata-matai Jimmy sama Bella nih..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
sekarang ikuti dulu permainan Jimmy.setelah itu kasih dia shock terapi biar jantungnya kuat😂
Dest Cookies
waduh..gawat dong.. .. bella di dekitin sama jimy.. tp aku yakin bella bisa jaga diri.. jd tambah greget nih ..
.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
Bella yang gak mau kali Jim di goda sama kamu.dia bukan wanita yang mudah tergoda.tujuan dia di kantor Mahesa Persada kan untuk lebih tau Gilang seperti apa.kalau nanti pas tau Bella anak pak Satria,malu kamu seumur-umur Jim udah berani godain Bella😄
ρυтяσ kang'typo✨
eee ada yang g rela tuh kalo Jimmy mendekati Bella beneran, mana dia rela batal tunangan demi Bella 🤭🤭🤭
Juwitae
langsung di tembak kan. Ayo ngaku cemburu gak Gilang?🤭😄
ρυтяσ kang'typo✨
ciyeeeee cemburu... pasti mengelak tuh Gilang🤣🤣masa iya mau bilang cemburu g mungkin la ya
ρυтяσ kang'typo✨
waaaah.... makin seru ka, hayo loh u skakmat kan Lang🤣🤣🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
mati kutu deh Gilang.mau jawab apa coba Gilang. pengen tau gebrakannya kayak apa😄..Bella sih makin asik aja ngerjain ataupun godain Gilang
Dest Cookies
hayoo gilang ... kamu pasti kaget.. bella bisa seberani itu mengungkapkan kekesalannya..
Ernalita Sitompul
mskin seru😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!