NovelToon NovelToon
Young Master & Secret Wife

Young Master & Secret Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:440
Nilai: 5
Nama Author: Karamellatee

Theodore, sang Kakak, memberikan tantangan kepada Celestine untuk mencari calon suamimu sendiri dalam satu bulan, atau dia yang akan memilihkan.

Celestine setuju.

Baginya, pangeran-pangeran di ibu kota terlalu "lembut" karena dia ingin seseorang yang bau mesiu, darah, dan sihir kuat. Dia berangkat sebagai utusan diplomasi ke Kekaisaran Heavenorth, wilayah yang dikenal paling keras.

Demi menemukan pria impian yang memenuhi standar kejam namun ajaib nya, Putri Celestine melakukan perjalanan ke perbatasan Kekaisaran yang paling berbahaya, hanya untuk menemukan bahwa pria yang ia cari adalah seorang monster di medan perang dan penyihir dingin yang menjaga gerbang kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karamellatee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 30 : Asap yang menerobos

Sinar matahari pagi di Valley terasa lebih hangat dari biasanya, namun bagi George, ada sesuatu yang terasa janggal. Ia berdiri di tengah Paviliun Mawar, memperhatikan mawar kristal yang kini telah tertanam kembali.

Bunga itu bersinar biru cerah, namun jika diperhatikan lebih dekat, ada semburat abu-abu tipis yang merayap di ujung kelopaknya.

​"George, kau sudah di sini sejak subuh. Apa ada yang salah?" Celestine melangkah mendekat dengan membawa nampan berisi teh hangat.

​"Lihat warnanya, Celestine. Kelopaknya terlihat sedikit kusam. Apakah Master Eldric memberikan nutrisi yang berbeda pagi ini?" tanya George sambil berlutut untuk menyentuh tanah di sekitar akar.

​Celestine meletakkan nampan dan ikut memperhatikan. "Kurasa tidak. Eldric bilang mawar ini sedang beradaptasi dengan tanah Selatan. Mungkin itu hanya proses penyesuaian mana."

​"Mungkin. Tapi tanah ini terasa... lapar. Aku bisa merasakan mana petirku sedikit tersedot saat menyentuhnya." gumam George dengan dahi berkerut.

​'Atau mungkin aku hanya terlalu paranoid setelah semua yang terjadi di Utara,' batin George mencoba menenangkan dirinya sendiri.

​Di sisi lain istana, Julian sedang sibuk di ruang intelijen barunya. Ia menatap layar proyektor yang menunjukkan laporan logistik kerajaan. Theodore masuk dengan wajah yang tidak kalah seriusnya.

​"Julian, kau menemukan sesuatu? Laporan dari pelabuhan bilang ada keterlambatan pengiriman kristal katalis dari Barat." Theodore duduk di kursi seberang meja Julian.

​"Bukan hanya terlambat, Theodore. Tiga kapal dagang kita menghilang tanpa jejak di perbatasan perairan netral. Dan anehnya, tidak ada tanda-tanda serangan perompak atau sisa-sisa kayu kapal." jawab Julian sambil menunjuk titik koordinat di peta.

​"Maksudmu mereka lenyap begitu saja?" tanya Theodore dengan nada tidak percaya.

​"Sepertinya begitu. Dan ada satu hal lagi. Pedagang yang memasok pupuk alkimia untuk Paviliun Mawar... dia ditemukan tewas di penginapannya tadi malam. Tanpa luka luar, tapi seluruh mananya seperti dikuras habis." Julian menyerahkan sebuah berkas laporan medis.

​Theodore mengepalkan tangannya. "Ini bukan kebetulan. Seseorang sedang memutus jalur pasokan kita dan menyusup ke dalam jantung kerajaan."

​"Aku setuju. Aku akan mengirim unit Elang Biru untuk menyelidiki penginapan itu secara diam-diam. Kita tidak boleh memberitahu George dulu, dia sedang fokus pada pemulihan Ibu." kata Julian.

​"Jangan terlalu lama, Julian. Jika ini adalah perbuatan Orde, George harus tahu secepatnya." peringat Theodore.

​Sementara itu, di laboratorium bawah tanah, Master Eldric sedang menatap tabung reaksi dengan wajah pucat. Ia baru saja menguji sampel air dari sistem irigasi paviliun.

​"Astaga... apa ini?" gumam Eldric.

​"Ada masalah, Master?" tanya seorang asistennya.

​"Air ini mengandung residu kehampaan. Ini adalah zat terlarang yang hanya digunakan untuk membunuh inti mana secara perlahan. Siapa yang berani memasukkan ini ke dalam irigasi istana?!" seru Eldric dengan suara gemetar.

​Ia segera berlari menuju Paviliun Mawar, namun langkahnya terhenti saat melihat George sedang bermeditasi di dekat bunga itu. Eldric ragu sejenak. Jika ia berteriak sekarang, ia takut kepanikan akan memicu lonjakan energi dari George yang bisa mempercepat reaksi racun tersebut.

​"George! Menjauhlah dari mawar itu!" teriak Eldric akhirnya dari kejauhan.

​George membuka matanya dan segera berdiri. "Master Eldric? Ada apa?"

​"Jangan sentuh akarnya! Airnya diracuni oleh residu kehampaan!" Eldric sampai dengan napas tersengal.

​Celestine yang berada di dekat sana hampir menjatuhkan cangkir tehnya. "Diracuni? Bagaimana mungkin? Penjagaan di sini sangat ketat!"

​"Mereka tidak menyerang dengan pedang, Putri. Mereka menyerang melalui nutrisi yang kita berikan. Seseorang telah menyusup ke dalam rantai pasokan kita." Eldric segera mengeluarkan botol penawar dan menyiramkannya ke tanah, namun asap hitam tipis justru keluar dari permukaan bumi.

​"Sial! Racun ini sudah mulai bereaksi dengan mana mawar kristal!" George menghunus pedang hitamnya, percikan petir mulai muncul namun terasa lebih lemah dari biasanya.

​'Kenapa aku merasa sangat lemas? Apakah bunga ini sudah mulai menyedot energiku?' batin George sambil terhuyung sedikit.

​"George! Kau pucat sekali!" Celestine segera memegang lengan George, mencoba menyalurkan cahaya matahari, namun energinya justru terserap masuk ke dalam tubuh George dan menghilang begitu saja.

​"Jangan, Celestine! Berhenti! Mawar ini... dia sedang menjadi parasit. Dia menyerap mana siapa pun yang berada di radius lima meter!" George mendorong Celestine menjauh.

​Di Utara, Vektor yang mengawasi melalui cermin air tertawa puas. "Indah sekali. Jaringannya sudah mulai bekerja. George akan mencoba menyelamatkan bunga itu, dan semakin dia berusaha, semakin cepat ia akan kehilangan mananya."

​"Tuan, unit Null-Strikers sudah siap di perbatasan. Haruskah kita kirim sekarang?" tanya ajudannya.

​"Belum. Biarkan mereka merasa putus asa dulu. Biarkan mereka melihat pahlawan mereka jatuh lemas karena cintanya sendiri pada sebuah tanaman." jawab Vektor dengan mata berkilat jahat.

​Kembali ke Valley, kepanikan mulai menyebar. Theodore dan Julian tiba di paviliun setelah mendengar teriakan Eldric.

​"Julian! Segel area ini! Jangan biarkan siapa pun mendekat!" perintah Theodore.

​"Sudah kulakukan! Tapi Theodore, mawar itu... dia mulai mengeluarkan kabut hitam!" tunjuk Julian pada bunga kristal yang kini berubah warna menjadi ungu gelap yang mengerikan.

​George berlutut di tanah, mencoba menahan rasa sakit di inti mananya. "Eldric... apa tidak ada cara untuk menghentikannya tanpa menghancurkan bunga ini? Ini adalah jantung Puncak Kesunyian!"

​"Jika bunga ini hancur, Puncak Kesunyian akan meledak dan Utara akan hancur, George! Tapi jika tidak dihentikan, Valley akan menjadi padang gurun tanpa mana!" jawab Eldric dengan wajah putus asa.

​"Pasti ada cara lain. Aku akan mencoba mengisolasi petirku di dalam inti bunga itu. Jika aku bisa menciptakan sirkuit tertutup, racun itu mungkin bisa terbakar!" kata George sambil mencoba merangkak mendekati mawar.

​"Jangan, George! Itu akan membunuhmu! Kau tidak punya cukup mana untuk melakukan itu sekarang!" teriak Celestine sambil menangis.

​"Aku harus mencobanya, Celestine. Aku tidak akan membiarkan musuh ini menang tanpa perlawanan." George menyentuh batang mawar kristal itu dengan tangan manusianya.

​Seketika, listrik biru raksasa meledak dari tubuh George, namun dibalas dengan aliran hitam yang mencoba masuk ke dalam pembuluh darahnya. George berteriak kesakitan, namun ia tetap menggenggam bunga itu.

​'Vektor... siapa pun kau yang melakukan ini... kau akan membayar setiap tetes darah yang keluar dari keluargaku,' batin George dengan tekad yang tak tergoyahkan di tengah siksaan energi hitam.

​"Theodore, bantu aku menahan George! Kita harus menariknya keluar!" teriak Julian.

​"Jangan mendekat! Jika kalian masuk ke lingkaran ini, kalian akan ikut tersedot!" perintah George dengan suara parau.

​Tiba-tiba, dari arah luar paviliun, terdengar suara dentuman keras. Sesuatu jatuh dari langit dengan kecepatan tinggi. Itu adalah tiga sosok logam berukuran raksasa dengan mata merah yang menyala.

​"Null-Strikers... mereka sudah sampai!" gumam Theodore sambil menghunus pedangnya. "Julian, jaga George dan Celestine! Biarkan aku yang menghadapi rongsokan ini!"

​"Theodore, kau tidak bisa melawan mereka sendirian! Mereka dirancang untuk menyerap mana!" teriak Julian.

​"Maka aku akan menggunakan kekuatan fisik murni! Aku adalah Raja Valley, dan aku tidak akan membiarkan negaraku dihina oleh boneka logam ini!" Theodore menerjang maju, pedang emasnya menghantam zirah logam salah satu Null-Striker dengan bunyi dentuman yang memekakkan telinga.

​Pertempuran pecah di tengah kepungan racun dan pengkhianatan. George yang sedang sekarat karena mencoba menjinakkan mawar, Celestine yang menangis putus asa, Julian yang mencoba mencari solusi intelijen di tengah kekacauan, dan Theodore yang bertarung nyawa melawan mesin pembunuh dari Utara.

​Vektor menonton semuanya dengan senyum kemenangan. "Permainan catur ini baru saja dimulai, Jenderal. Dan kau... kau sudah kehilangan bentengmu."

Theodore terlempar ke belakang setelah hantaman lengan mekanis Null-Striker menghantam perisainya. Logam emasnya berderit, sementara tanah di bawah kakinya retak. "Sial, benda ini tidak punya aliran mana yang bisa ku potong! Mereka benar-benar rongsokan mati yang bergerak!" teriak Theodore sambil menyeka darah di sudut bibirnya.

"Theodore, awas di belakangmu!" seru Julian. Ia mencoba melepaskan tembakan panah alkimia dari jarak jauh, namun proyektil itu justru diserap oleh zirah Null-Striker sebelum sempat meledak. "Mereka memakan energi kita! Jangan gunakan sihir serangan langsung!"

Di tengah paviliun, George masih berlutut, tangannya gemetar hebat saat mencengkeram batang mawar kristal yang kini berdenyut dengan warna ungu gelap. Wajahnya pucat pasi, pembuluh darah di lehernya menonjol, menahan rasa sakit yang luar biasa.

"George, lepaskan! Kau akan mati jika terus menjadi wadah bagi racun itu!" Celestine berteriak, air matanya jatuh ke tanah yang kini menghitam.

"Jika aku... melepaskannya sekarang... mawar ini akan menjadi bom kehampaan yang meratakan Valley, Celestine!" George mengerang, suaranya parau karena menahan sesak di dadanya. "Aku harus memutar balik aliran petirku... menjadi frekuensi negatif... untuk menetralisir residu ini!"

'Satu kesalahan kecil, dan aku akan menghancurkan semua orang yang kucintai. Aku harus fokus. Jangan biarkan rasa sakit ini menguasai mu,' batin George sambil memejamkan mata, mencoba mencari celah di tengah badai energi hitam yang menyerang intinya.

Tiba-tiba, salah satu Null-Striker melompat melewati Theodore dan mendarat tepat di depan George. Mata merah robot itu memindai targetnya, dan sebuah pedang plasma keluar dari lengannya.

"Target utama teridentifikasi. George Augustine. Status: Melemah. Eksekusi dimulai," suara mekanis robot itu bergema dingin.

"Tidak akan kubiarkan!" Celestine berdiri di antara George dan robot itu. Ia merentangkan tangannya, dan cahaya emas yang sangat terang meledak dari tubuhnya. "Cahaya Matahari: Perisai Keabadian!"

"Putri, minggir! Cahayamu hanya akan menjadi makanan bagi mereka!" teriak Master Eldric dari balik pilar.

Namun, sesuatu yang aneh terjadi. Cahaya Celestine tidak diserap. Alih-alih menjadi makanan, cahaya itu justru membuat zirah Null-Striker mulai bergetar hebat dan mengeluarkan asap.

"Apa yang terjadi? Kenapa mereka tidak menyerap cahayanya?" tanya Julian heran.

"Ini bukan mana murni... ini adalah frekuensi emosional!" Eldric menyadari sesuatu. "Cahaya Celestine dipicu oleh rasa takut kehilangan George. Itu adalah energi yang tidak bisa dikalkulasi oleh mesin-mesin Vektor!"

"Sistem error. Energi tidak teridentifikasi. Gagal menyerap," bunyi robot itu saat gerakannya mulai melambat dan kaku.

"Theodore! Sekarang!" teriak Celestine.

Theodore tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia melompat tinggi, pedang emasnya tidak lagi bersinar, namun ia memusatkan seluruh kekuatan fisiknya pada satu titik. "Hancurlah, rongsokan Utara!"

"BRAK!" Pedang Theodore menghujam tepat di sambungan leher Null-Striker, memenggal kepala logam itu hingga jatuh menggelinding di atas rumput paviliun yang mati.

"Satu tumbang! Masih ada dua lagi!" Theodore mendarat dengan napas memburu, matanya menatap tajam ke arah dua robot lainnya yang mulai mengatur ulang formasi mereka.

Sementara itu, George merasakan sebuah sensasi dingin yang aneh di tangan kristalnya. Mawar itu berhenti menyedot mananya. Sebaliknya, bunga itu mulai bergetar selaras dengan detak jantung George.

'Dia merespons... mawar ini bukan parasit, dia sedang mencoba membuang racunnya padaku agar dia tetap murni,' batin George menyadari kebenaran yang pahit. 'Bunga ini ingin melindungi ku, sama seperti aku ingin melindunginya.'

"Master Eldric! Berikan aku katalis perak yang ada di saku bajumu! Sekarang!" perintah George tiba-tiba.

Eldric melemparkan botol kecil berisi bubuk perak. George menangkapnya dan langsung menaburkannya ke atas kelopak mawar yang menghitam. "Dengan petir sebagai pemantik, dan perak sebagai pemurni... Bakar segalanya!"

"CRAAAAASH!"

Ledakan listrik berwarna biru putih meledak dari pusat paviliun. Cahaya itu begitu menyilaukan hingga para Null-Striker harus menutupi sensor mata mereka. Asap hitam dari residu kehampaan itu terbakar habis, menguap menjadi partikel abu yang tidak berbahaya.

George terjatuh lemas setelah pelepasan energi itu. Mawar kristal di depannya kembali ke warna biru bening yang indah, namun kini ada gurat emas kecil di tengahnya—jejak dari cahaya Celestine yang tadi sempat menyentuhnya.

"George! Kau berhasil!" Celestine langsung memeluk George yang terkulai di tanah.

"Belum... mereka masih ada..." bisik George sambil menunjuk ke arah dua Null-Striker yang tersisa.

Namun, sebelum robot-robot itu bisa menyerang kembali, sebuah proyektil kecil menghantam dada mereka dari arah gerbang istana. Ledakan itu bukan ledakan api, melainkan ledakan magnetik yang membuat sistem internal robot itu korsleting seketika.

"Unit Elang Biru, amankan area! Jangan biarkan satu baut pun tersisa dari mesin ini!" perintah Julian yang muncul bersama sepasukan intelijen berpakaian hitam.

"Kau tepat waktu, adik kecil," Theodore menyarungkan pedangnya dengan lega.

"Aku menemukan agen penyusupnya di pasar, Theodore. Dia sedang mencoba melarikan diri saat aku menangkapnya. Dia membawa pemancar sinyal ini," Julian menunjukkan sebuah perangkat kecil yang berkedip merah. "Vektor menonton kita dari sana."

George berdiri dengan bantuan Celestine. Ia mengambil perangkat itu dari tangan Julian dan menatap tajam ke arah sensor kameranya.

"Vektor... aku tahu kau mendengarku," suara George dingin dan penuh ancaman. "Kau mencoba meracuni rumahku. Kau mencoba menyakiti orang-orangku. Kau pikir kau sudah menang dengan permainan caturmu?"

Di Benteng Besi, Vektor menatap layar yang kini hanya menunjukkan wajah George yang penuh amarah. Ia tersenyum, meski ada sedikit kedutan di matanya karena rencananya gagal total.

"Aku tidak pernah bilang permainannya sudah selesai, Jenderal. Aku hanya sedang menguji pertahananmu. Dan harus kuakui, istrimu jauh lebih menarik daripada yang kubayangkan," suara Vektor terdengar dari perangkat tersebut.

George meremuk perangkat itu dengan tangan kristalnya hingga hancur menjadi debu. "Beri tahu unit perbatasan, Theodore. Kita tidak akan menunggu mereka datang lagi. Kita akan memburu Vektor sampai ke lubang terdalamnya."

"Setuju. Tapi pertama-tama, kita harus memastikan Ibu dan mawar ini benar-benar aman." Theodore menepuk pundak George.

Malam itu, Paviliun Mawar kembali tenang, namun suasananya telah berubah.

Tidak ada lagi kenaifan bahwa perang telah berakhir.

Mereka semua menyadari bahwa musuh kali ini tidak mengincar wilayah, melainkan menghancurkan mereka dari dalam jiwa.

'Dia akan datang lagi. Dan saat dia datang, aku tidak akan membiarkan setetes pun racunnya menyentuh tanah ini,' janji George dalam hati sambil menatap mawar kristal yang kini bersinar lebih kuat dari sebelumnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!