NovelToon NovelToon
I Will Go To Your Destiny

I Will Go To Your Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Fantasi / Time Travel
Popularitas:76
Nilai: 5
Nama Author: M.Khaidar Ali Fathan

Perjalanan celah dimensi antar ruang angkasa, seorang pangeran kerajaan menjadi pengamat takdir dari sang Penjaga cahaya dari kegelapan absolute yang terus melahap semuanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Khaidar Ali Fathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tekad Pandangan Pertama Sang Ksatria

 Tidak di duga, sebuah pedang kayu melesat cepat ke arah kepala Devan, dengan refleks yang sudah terlatih Devan menghindar dengan cepat

Fridan yang melihat hal itu kemudian menoleh ke arah datangnya pedang tersebut, ternyata pedang tersebut di lempar oleh seorang ksatria bangsawan muda asal Kota Central, Larius Gyle putra dari Govaro Gyle dan Kakak dari Laura Gyle,

"Dia, si bangsawan Gyle, cih" Fridan

Dari kejauhan Larius memuji dengan angkuh kehebatan refleks dari Devan yang cepat sambil menghampiri mereka berdua

"Hei hei, cepat juga refleks anak baru ini, Fridan! coba perkenalkan pada ku siapa dia ini?" Tanya Larius angkuh

"Apa yang kau inginkan? Kau sudah mempunyai anak buah yang banyak? Kau masih mau mencari anak buah lagi memangnya?" Fridan membalas

"Hei hei, santai saja dulu, aku kesini cuman ingin mengobrol sebentar, gak usah galak galak lah, terkadang kau juga harus tau posisi Ayah mu, ya kan Fridan?" Larius menatap Fridan dengan intimidasi

"Cihh, (sial, keparat)" Fridan Menggerutu

"Yaudah bawa santai, ya bocah baru? Nama mu siapa? Dari kerajaan mana? Atau Bangsawan? Atau?" Larius Melihat Rompi Hijaunya Devan

"Oh kalangan Rendahan ya? Anak desa mana?" Larius Angkuh

"Oh perkenalkan nama ku Devan, aku berasal dari Daerah Utara, salam kenal" Devan jawab dengan sumringah

"Utara? kau imigran? Bentar ku tebak? kau budak yang kabur kah? Hahahahaha, kau salah masuk kayaknya, ini tempat menjadi prajurit dan ksatria bukan menjadi budak, apa mau aku antar ke tempat budak?" Larius tertawa geli

"Kau sudah melewati batas Larius!"Bentak Pelan Fridan

"Et et, anak pegawai diam saja, aku masih berbaik hati memberikan peringatan loh, atau kau memang butuh di kasih paham ya?" Larius mengancam

"Santai saja Fridan, jadi kenapa kau tadi melempar pedang itu?" Tanya Devan

"Kau polos banget sih, cocok banget kalau di jadiin pesuruh, oh ya nanti kalau misal keluarga mu terlilit hutang langsung datang saja ke Bangsawan Gyle ya" Larius menawarkan

Fridan menatap cemas ke arah Devan sambil perlahan lahan menggelengkan kepalanya, melihat hal itu Larius mencoba membenarkan tawaran dia

"Aku Bangsawan yang baik loh, ingin berniat membantu orang yang kesusahan" Larius menatap wajah Fridan dengan tajam

"Terimakasih atas tawarannya, maaf sebelumnya, aku disini sudah berkecukupan, ehh soalnya aku di beri tunjangan oleh...(aku kasih tau mereka gak ya? Kayaknya nanti juga ketahuan sih, yaudah deh).. Tuan Putri Kinanti," ujar Devan

mereka tersontak kaget, tidak percaya bahwa ternyata anak di depan nya di beri tunjangan langsung oleh keluarga Kerajaan

"Apa! Kau di beri tunjangan oleh tuan Putri? Kok bisa?" Fridan tersontak kaget

"Apa!, hmmp hmpp paling Nona Putri Kinanti membeli budak ini ya kan? lagi pun anak desa seperti mu tidak akan bisa setara dengan Tuan Putri Kerajaan, kau tuh cuman di jadiin pesuruh doang" Denial Larius

"Yah aku sih tidak masalah kalau misal di jadikan budak Tuan Putri Kinanti, dari sifatnya dan sikapnya, tuan Putri sangat lah sempurna" Fridan Berhalu

"Aku membongkar sedikit rahasia ke kalian nih, kami para kasta tertinggi sengaja melindungi sifat asli kami ke para rendahan seperti kalian agar yang para rendahan ini terus di elu elukan kalian haha" Larius kembali angkuh

"Apa benar begitu, soalnya aku kadang diajak main sama tuan Putri?" tanya Devan memancing

"Ya lah, benar begitu faktanya (terkecuali dia)" Larius menutupi perasaan aslinya

.........

Pertemuan besar antara Bangsawan Bangsawan di perjamuan Aula Central

Larius yang masih kecil diajak govaro Gyle ke Perjamuan itu melihat di depan matanya terlihat sosok wanita kecil anggun nan cantik di samping Sang Raja

"Wahh cantiknya dia,,,, Ayah,ayah dia siapa?" Larius terkagum

"Siapa yang kau lihat Larius?" Tanya Govaro

"Itu yang disamping Raja"

"Dia adalah anak kedua sang Raja, Putri Kinanti Ars, bentar kau terkesima ya?"

"ya Ayah dia sangat cantik"

"beruntunglah kau nak, kita seorang bangsawan masih punya wajah untuk mendekati Tuan Putri, nanti ayah akan mencoba berbincang bincang dengan raja jika usia mu sudah Genap 19 tahun, tapi kamu juga harus membuktikan bahwa kau layak jadi pasangannya, kau harus jadi ksatria yang hebat dan juga Pintar, saingan mu pasti adalah pangeran kerajaan lain di luar sana"

"ok ayah"

Mereka menikmati perjamuan tersebut, tiba ti Larius yang mulai letih kemudian ijin berjalan jalan menghirup udara sekitar kerajaan, Larius pun pergi, ditengah jalan tanpa di sengaja Larius melihat ke arah taman kerajaan dan melihat Tuan Putri Kinanti memandangi taman Kerajaan, tanpa disadari kakinya terus melangkah menghampiri Tuan Putri Kinanti

"eheh eh.. Maaf perkenalkan nama ku Larius Gyle ehhh kalau boleh aku ingin berkenalan,, nama mu siapa,," tanya Larius Gugup

Sontak kaget Kinanti Ars pun membalas perkenalan itu dengan anggun sambil memperkenalkan diri

"oh, hmm perkenalkan nama ku Kinanti Ars anak dari Raja Nexalion Ars, salam kenal" Balas Kinanti Ars

"Hmmpp maaf bila saya bersikap lancang saya hanya ingin menanyakan ada apa gerangan tuan Putri Kinanti Ars disini" Tanya kembali Larius Gugup

"Eh, gak ada apa apa kok, aku hanya ingin menikmati suasana disini, kamu juga ada apa gerangan ke sini" Kinanti Ars

"Maaf tuan Putri Kinanti, saya tadi juga hanya ingin berjalan jalan di kerajaan, eehh kalau begitu saya ijin pamit dulu tuan Putri Selamat Malam" sambil berlari Gugup parah Larius

"oh oke, silahkan silahkan, sampai bertemu lagi Larius,(dia kenapa? dia kayaknya lagi gak enak badan)" sahut Kinanti

"(cantik bangetttt, aku harus menjadi pasangan terbaik untuk diaa...)"

Mulai dari situ Larius terus berlatih dan belajar dengan giat, walaupun Kinanti dan Larius satu Sekolah dia selalu menghindar ketika melihat Kinanti dari kejauhan

........

"Ah itulah faktanya! Hei kau anak baru, aku tidak akan menahan diri jika kau yang menjadi lawan ku di Fight Area ajang Calon prajurit dan Ksatria, bersiap lah" Larius menggertak

"Aku nantikan itu hehe" Devan senyum tipis

Larius pun pergi meninggalkan mereka berdua

"(kenapa perasaan ini, yang benar saja, masa aku bisa tersaingi oleh dia, ya kan?)" Larius merasa cemburu

sambil melihat Larius pergi menjauh, Fridan kembali melihat Devan dan menanyakan ceritanya asli atau tidak

"Hei Devan jangan berbohong, yang kau ceritakan itu palsukan?"

"Ya terserah sih jika kau gak percaya pada ku, memang cantik banget ya Tuan Putri Kinanti?"

"Weh cantik banget, kecantikan nya sama seperti Ibunya sang Ratu Kavella, katanya sih begitu," Puji Fridan

"Yah terserah deh, oh ya dia tadi bilang ajang Ksatria vs Calon Prajurit itu maksudnya gimana?" Tanya Devan penasaran

"Jadi nanti ada Ujian semacam duel antara Ksatria dan Calon Prajurit sebagai pengesahan, itu gak jadi penentu sih ibarat Formalitas aja, biasanya duel itu tentang harga diri saja, untuk para prajurit biasanya gak terlalu di anggap serius berbeda dengan ksatria, coba kau tadi perhatikan walaupun tadi dia sepantaran kita, dia tidak memakai Rompi, yang dia kenakan adalah badge buat pembeda di seorang ksatria atau prajurit, dan untuk jadi seorang ksatria di Central paling tidak dari golongan bangsawan, ada cara untuk menjadi Ksatria dari anak desa yaitu pernah setidaknya sekali mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi Raja di medan perang ataupun di situasi hidup dan mati demi Keluarga kerajaan, itu juga harus di akui langsung oleh keluarga kerajaan, tapi sih biasanya itu akan di selidiki Menteri Ethan apakah kejadian tersebut adalah sabotase atau alami, dia itu tergolong orang yang pintar jadi jangan pernah berbuat hal seperti itu" Fridan menjelaskan

"Hmm panjang juga ya" ujar Devan

"kayaknya latihan kita di tunda dulu, besok saja kita berlatih bersama, besok kita ketemuan lagi disini ya, Yo dah Devan" Sambil pergi beranjak pulang

"Oke deng, yo dah Fridan (di planet ini tidak terlalu buruk juga, tapi aku jangan terlalu terbawa suasana, aku harus mencari tau kenapa aku bisa terdampar disini, untuk sekarang aku akan menikmati temponya dulu saja)" Devan

tidak sadar bahwa matahari mulai tenggelam, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan bersiap untuk berlatih bersama besok, disaat perjalanan pulang Devan kembali mendengar suara Teman Teman EXGA nya yang terus menerus memanggil nya

"DEVAN! DIMANA KAUUU.."

"JAWAB KAMI DEVAN"

"apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sebenarnya kau ingin tunjukkan" Devan sambil menatap langit Planet Nova

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!