NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:37.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebencian

Alma menghela napas lega, lalu menoleh ke arah Danish sambil tersenyum tipis. Pertempuran belum selesai, tetapi ia merasa telah memenangkan babak sangat penting dan menentukan.

Danis membalas senyuman itu, netranya menatap penuh kekaguman mendalam pada sahabat yang kini diam-diam mulai menguasai relung hatinya. "Kamu tadi sangat hebat, Al. Aku bangga banget sama kamu," pujinya tulus.

"Nggak perlu pertimbangan lagi, Papi sama Bang Rel pasti langsung menunjukmu untuk menduduki jabatan itu," tambahnya dengan yakin.

"Benarkah?" tanya Alma sedikit ragu, meski hatinya berharap banyak.

"Yaelah, Al. Emang kamu nggak lihat mereka yang begitu terpukau sama penampilanmu tadi? Papi manggut-manggut terus, apalagi Bang Rel - dia yang jenius aja sampai ternganga kagum dengar penjelasanmu," jawab Danish dengan serius.

"Kamu sudah membuktikan bahwa dirimu sangat kompeten, Al. Itu artinya peluangmu sudah di tangan dan kamu tinggal menggenggamnya. Posisi itu akan menjadi milikmu, nggak ada yang bisa merebutnya lagi. Sekarang, tinggal tunggu pengumuman resmi saja, dan kamu akan berdiri sebagai pemenang sesungguhnya," sambungnya menambahkan.

Alma tersenyum lebih lebar kali ini. Rasanya lega sekali bahwa kemampuannya diakui, bukan hanya bekerja di balik layar dan orang lain yang dengan bangga mengklaim hasilnya.

"Makasih ya, Nish. Kalau bukan karena kamu yang selalu mendukungku, mungkin aku nggak akan melangkah seberani ini," ucapnya tulus.

Danish menggeleng sambil tersenyum simpul. "Berapa kali kamu akan berterima kasih padaku, hmm? Lebih baik persiapkan dirimu untuk mengemban tugas sebagai Direktor Operasional nanti. Karena pastinya nggak akan mudah menghadapi orang-orang di lapangan."

"Kamu benar, Nish. Aku sadar betul bahwa teori sangat berbeda dengan praktek. Dan pastinya tantangan ke depan nanti akan jauh lebih berat. Apalagi, jika aku harus berhadapan dengan Nova yang jelas-jelas nggak terima. Dia pasti akan mencari celah untuk membuat ulah kapan saja," jawab Alma, menatap ke arah Danish dengan pandangan serius.

"Tapi nggak pa-pa, karena sebelum bertindak sejauh ini, aku sudah mempertimbangkan semua resiko dan kesulitan yang akan aku hadapi. Aku ingin membuktikan bahwa diriku layak memangku jabatan itu dan bertanggungjawab dengan kemampuan yang kumiliki," tambahnya penuh tekad.

Danish mengangguk puas, sorot matanya terlihat begitu bangga. "Dan kamu harus ingat satu hal, apa yang terjadi nanti, seberat apa pun masalah yang datang, kamu nggak akan pernah berjuang sendirian. Ada aku yang selalu mendukungmu dan akan setia berdiri di sampingmu."

Alma tersenyum haru, hatinya terasa makin kuat dan tenang mendengar ucapan tulus itu. "Iya, aku pasti akan mengingatnya, kok. Karena berkat dukungan dan bantuanmu rasanya beban berat di pundak ini jadi terasa jauh lebih ringan."

Kemudian, mereka pun berjalan beriringan keluar ruangan. Danish merasa ada letupan kebahagiaan yang bergejolak di dalam hatinya. Dia berharap perlahan tapi pasti, Alma mulai bangkit dan melupakan segala penderitaan di masa lalunya. Dan ia berjanji dalam hati, akan selalu ada untuk sahabatnya itu, menata masa depannya dengan lebih baik.

...

Sementara itu, Nova berjalan gontai meninggalkan gedung perusahaan pusat Al Gha Corp dengan amarah yang masih menggelegak di dadanya. Wajahnya terus menegang dengan rahang mengeras dan tangannya terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Rasa malu, kecewa, marah, dan sakit hati bercampur menjadi satu membakar jiwanya.

Di benaknya terus berputar ucapan Alma barusan, serta bayangan betapa hebat dan berkharismanya wanita itu saat berada di depan para penilai. Sangat kontras dengan keadaan dirinya yang berantakan dan tak berdaya.

"Dasar wanita tak tahu diri! Bukannya mendukung dan membantuku, tapi malah seolah menantang dan ingin menjatuhkanku," ujarnya geram, sorot matanya memancarkan aura penuh kebencian yang membabi-buta.

Sepertinya Nova sama sekali tidak merasa bersalah atau sadar atas perbuatan masa lalunya yang sangat menyakiti Alma. Pria itu justru makin menunjukkan rasa bencinya, menganggap wanita itu telah berkhianat dan merebut apa yang menurutnya adalah miliknya mutlak.

Di matanya, kini Alma bukan lagi istri atau pasangan hidupnya, melainkan musuh terbesar yang harus dia singkirkan bila menghalangi tujuannya.

"Aku bersumpah apa pun caranya, tak akan kubiarkan wanita si*lan itu duduk di kursi jabatan Direktor Operasional dengan tenang. Aku akan mencari celah, atau cara apa saja, untuk menjatuhkannya di bawah kakiku. Dengan begitu dia akan kembali tunduk dan bergantung padaku seperti dulu!" tekadnya penuh dendam.

Sesampainya di rumah, Marsha menyambutnya di depan pintu dengan senyum manis seperti biasa. Namun, begitu melihat wajah suaminya yang kusut dan muram, persis seperti baju bahan rayon yang lecek belum disetrika, perlahan senyum itu sirna dari bibirnya. Ia pun menebak dalam hati, bahwa sesuatu telah terjadi pada suaminya.

Nova langsung melangkah lebar menuju kamar, lalu duduk di pinggir tempat tidur sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Marsha mengikutinya dari belakang, melangkah masuk kamar dan menutup pintunya pelan. Ia mendekat lantas memegang bahu suaminya lembut dan bertanya dengan hati-hati, "Kenapa, Mas? Apa... Mas nggak berhasil?"

Nova menoleh, tatapan matanya berkilat penuh emosi. "Semua ini gara-gara wanita si*lan itu! Rupanya dia menginginkan jabatan itu juga. Dia menghilang bukan karena lari atau menghindar, tapi diam-diam merencanakan sesuatu di belakangku. Dan hari ini...dia muncul di hadapanku dan menantangku, dengan memamerkan kemampuannya di depan para penilai."

"Kamu tahu apa yang terjadi?" tanyanya dengan marah dan wajah merah padam.

"Memang apa yang terjadi di sana?" Pertanyaan bodoh Marsha semakin memantik emosi Nova.

Pria itu meninju tempat tidur dengan keras, lalu bangkit dari duduknya, berjalan mondar‑mandir masih dengan tangan terkepal.

"Tentu saja semua orang terpukau padanya, bahkan Pak Ibrahim - Komisaris Utama dan Pak Darrel sampai terkagum-kagum padanya. Sedangkan aku... Aku terlihat begitu bodoh, seolah sama sekali nggak berguna di mata para penilai."

"Padahal seharusnya pujian dan tatapan kagum itu hanya untukku. Aku yang berhak mendapatkannya seperti selama ini. Tapi Alma...dia telah merampasnya habis-habisan dariku dalam sekejap!"

Marsha menyimak dengan saksama, raut wajahnya pun ikut berubah serius. Kebencian menyelimuti hatinya. Ia mendekat, lalu mengusap lengan suaminya pelan dengan memasang wajah simpati.

"Kalau begitu, dia memang sengaja berniat untuk menjatuhkan Mas dari awal," ucap Marsha lirih, seolah ikut merasa tersakiti. "Terus sekarang gimana, Mas? Kalau dia sampai terpilih jadi Direktur Operasional, bukan cuma jabatan Mas yang terancam, tapi nama baik Mas di perusahaan bisa hancur sepenuhnya gara‑gara dia."

"Tentu saja aku nggak akan membiarkan hal itu terjadi! Selama aku masih bernapas, wanita itu nggak akan pernah bisa tenang menikmati kemenangannya. Dia pikir dengan pamer kehebatan tadi, dia sudah menang? Dia salah besar. Aku akan buat dia menyesal, sudah berani menentangku!"

Nova meremas tangannya sendiri, matanya menyala tajam penuh kebencian yang semakin merasuki pikirannya

.

Yang masih numpuk bab, tolong tunjukkan pesonanya, ya gaes 🤗

1
〈⎳ FT. Zira
tak melihat tak melihat
〈⎳ FT. Zira
padahal clue nya sudah jelas, hantu kepala hitam/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
sunaryati jarum
Tak sampai seminggu selesai Nak Danish.Mungjkin 2 hari selesai langsung diberi cuti.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
panik kan danis🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: oooh, sudah tentu🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
tenang Mas Danish itu Alma nya yang mau papi gak maksa ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: maksa sih, dikit🤣
total 1 replies
Rahmawati
ternyata nova masih punya orang tua,, pas lagi terpuruk aja baru inget, kemaren waktu seneng lupa
Siti Muntamah
bang Nova baru sadar kalau punya orang tua
sunaryati jarum
Penyesalan kamu tidak merubah apapun,namun itu lebih baik dari pada tidak sadar akan semua kesalahanmu seperti Marsha
sunaryati jarum
Nova demi memenuhi ambisi Marsha sampai berbuat dzalim pada Alma,korupsi day melupakan kedua orang tuanya maka memang penjara tempaty
Patrick Khan
nangisin nova yg tlp emak nya😭😭😭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
azab juga buat kamu lupa sama orang tua ....
Aditya hp/ bunda Lia: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭 kenapa bisa sedih gini cerita nya 🤧🤧🤧🤧
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weh, mlh nova yg berhasil menyentuh hatimu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
nova ae sampek lali wong tuwo e 🤣🤣parah km
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huum, parah banget
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ana itu orangnya siapa tuh yang detektif itu lupaaaa ... nasib orang dah tuwir ya gini penyakit lupa 🤦
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Nar Sih
mungkin ini juga termasuk karma mu nova ,yg sdh.melupakan org tua mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo to
total 1 replies
Patrick Khan
terrnyata ana🤔🤔
Rahmawati
mata matanya mbk pengasuh itu ternyata
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah ntuh calon mantuny
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah ,suster Ana yang merekam, permintaan Danish atau Alma,atau inisiatif sendiri
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: yg jelas ada yg nyuruh🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Yang mendengarnya Ana, mungkin,ya.Kok masih pakai baby sister siapa yang bayar?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin perhiasannya dujualin mak, klo nggak ya minta sm bapaknya🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!