Seorang pria mati dengan penyesalan karena gagal menegakkan kebenaran.
Ia terlahir kembali sebagai pengacara magang yang diremehkan...dan mendapatkan Sistem Keadilan Absolut kemampuan untuk melihat kebohongan, mengungkap fakta tersembunyi, dan menentukan putusan paling adil.
Dari kasus kecil hingga konspirasi besar, ia mulai mengguncang dunia hukum yang korup.
Namun satu hal segera ia sadari...
Keadilan sejati tidak selalu sama dengan hukum.
Dan kali ini...dia yang akan menentukan mana yang benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Di dalam ruangan kantor firma hukum itu, Arga sedang bersiap-siap untuk mulai siaran langsung. Sewa tempat ini ternyata tidak murah, makanya pemilik firma sebelumnya hampir gulung tikar setengah tahun berlalu tanpa satu pun kasus yang masuk dan menghasilkan uang.
Bagi Arga, menjadi pengacara ada dua tujuan: selain ingin menangani kasus dan menegakkan keadilan, mencari nafkah juga hal yang tidak bisa diabaikan.
Tepat pukul lima sore, siaran langsungnya pun dimulai.
Baru saja dibuka, ratusan penonton langsung berdatangan berbondong-bondong.
[Wah! Si Gila Tanpa Hukum lagi siaran langsung!]
[Arga lagi live?!]
[Akhirnya nongol juga! Mas Arga emang paling hebat, udah bikin si Dua seleb itu masuk penjara!]
[Aku cuma nonton doang ya, aman kan? Nggak bakal ditangkap, kan?]
[Coba cek depan pintu rumah, Pak Polisi udah nungguin tuh jemput kamu hahaha!]
[Ini baru pengacara sejati yang berani bertindak! Bukan cuma mereka doang, pengacara sama hakim lawan juga dia masukin semua! Denger-denger si Dua Seleb itu mau ajukan banding, tapi percuma, buktinya udah kuat banget, pasti tetep masuk juga nanti.]
[Mas Arga emang luar biasa! Dibilang masih magang sih, tapi kehebatannya nggak masuk akal sama sekali!!]
Penonton ramai memuji-muji, dan banyak yang mulai mengirimkan hadiah virtual berdatangan.
[Bimo mengirim Mawar x20!]
[Jeni mengirim TokTok Universe x1!]
[Wawan mengirim Singa x2!]
[Kayla mengirim Leon and Lion x1!]
[Jono mengirim TokTok Universe x3!!]
“Wah, Jono kirim tiga TokTok Universe?!”
Arga tersenyum lebar sambil mengucapkan terima kasih.
Gift itu nilainya fantastis, sekali kirim aja bisa jutaan rupiah. Kalau tiga sekaligus, sudah setara motor bekas satu unit!
Padahal baru sepuluh menit dia siaran langsung. Dalam waktu singkat itu, jumlah penonton melonjak drastis dari ratusan jadi lebih dari 2.000 orang, dan angkanya terus naik tak berhenti!
Banyak yang bertanya lewat kolom komentar, isinya macam-macam: ada yang serius, ada juga yang konyol sampai bikin bingung.
Tiba-tiba ada penonton bernama Wawan meminta sambungan suara.
"Mas Arga, saya mau tanya boleh ya?"
"Tanya saja, silakan," jawab Arga santai.
"Begini lho... Selama sepuluh bulan ibu saya mengandung saya, itu bisa dibilang penahanan ilegal nggak sih?"
Arga: "???"
Penonton: "???"
[Hahaha pertanyaan apa itu, gila banget sih!]
[Waduh, sampai geleng-geleng kepala aku baca pertanyaan ini hahaha!]
[Penasaran nih, si Gila Tanpa Hukum bakal jawab apa ya?]
Arga terkekeh pelan, lalu menjelaskan dengan tenang. "Enggak dong. Selama sepuluh bulan itu, kamu masih janin di dalam perut ibumu. Secara hukum, belum dianggap sebagai 'orang' yang punya hak dan kewajiban. Jadi mana mungkin ada pelanggaran kebebasan pribadi kalau kamu belum ada sebagai subjek hukum? Lagipula kehamilan itu proses alami, bukan tindakan kriminal. Jadi aman, enggak ada masalah hukum di situ."
Pengetahuan hukum Arga ternyata luas banget, pertanyaan aneh pun bisa dijawabnya dengan logis dan pas. Penonton jadi makin kagum dan bertepuk tangan.
[Hahaha cuma iseng tanya doang, tapi dijawab beneran sama lengkap pula!]
[Keren banget! Arga emang paham betul ilmunya! Jelas-jelas pengacara profesional sejati!]
Tak lama kemudian, Wawan ngirim hadiah lagi: [Wawan mengirim TokTok Universe x1!]
Diikuti Bimo juga: [Bimo ngirim TokTok Universe x1!]
Bimo sendiri akhirnya meminta sambungan suara juga.
"Ada pertanyaan apa lagi, Bimo?" tanya Arga ramah.
Bimo tertawa-tawa, "Mas Arga, dengerin nih. Kalau misalkan saya nyuri bom nuklir terus saya bawa pulang sendiri, itu tindakan ilegal nggak sih?"
Arga: "???"
Apa-apaan ini? Kok imajinasi penontonnya semua liar banget sih?
[Hahaha waduh, pertanyaan macam apa itu?!]
[Hebat ya... tapi emangnya bom nuklir itu ringan? Kok bisa dicuri terus dibawa pulang? Hahaha!]
[Abaikan detailnya dong, saya kan Superman, pasti kuat bawa. Jangan ribet ah hahaha!]
Arga menggeleng sambil tersenyum miring, menjawab dengan nada menyindir tapi lucu. "Hebat juga kamu ya. Tapi ilegal atau enggak... tunggu deh, kalau kamu bisa bikin sendiri bom nuklir kayak gitu, berarti kamu jenius kali. Mungkin bukannya dipenjara, malah direkrut jadi peneliti negara hahaha!"
Penonton langsung pecah tertawa.
[Hahaha jawabannya gila juga!]
[Arga emang asik, hiburan banget nih!]
[Harus ngirim hadiah lagi nih abis ini!]
Belum selesai heboh, Bimo nanya lagi. "Mas Arga, ada satu lagi deh. Kalau orang yang suka menjilat-jilat polisi, apa masuk kategori anjing polisi juga nggak sih?"
Penonton: "Hah?!"
Arga: "..."
"Duh, masa pertanyaannya gitu terus? Ada nggak yang agak ada isinya dikit? Saya ini pengacara lho, pengacara profesional yang siap bantu kalian urus kasus hukum serius. Kalau ada masalah hukum beneran, langsung kontak saya aja ya," kata Arga sambil pasang muka lelah tapi lucu.
Dia malas banget jawab pertanyaan konyol macam itu. Mana ada orang waras nanya hal begini?
Tapi Bimo ngotot, "Mas Arga, saya penasaran banget dong jawabannya. Jawab aja kali, pliiis!"
Penonton pun ikut-ikutan nyeru dukung Bimo.
[Dukung Bimo! Jawab Mas Arga!]
[Yah jawab aja dong, kan udah banyak yang ngirim hadiah Karnaval!]
[Hahaha iya dong, penasaran jawabannya gimana. Penjilat polisi jadi anjing polisi hahaha.]
Arga akhirnya mengalah, menghela napas panjang sambil senyum.
"Ya gimana ya... jelas bedalah masa disamain. Penjilat polisi itu cuma pengikut biasa, sementara anjing polisi itu punya jabatan resmi lho! Dapat makan enak, tempat tinggal, asuransi, tunjangan gizi tiap bulan, ada jaminan hari tua, dapet pensiun, hidup terjamin sampai tua. Kamu kira kamu punya fasilitas kayak gitu? Jangan mimpi deh!"
Bimo: "????"
Penonton tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut.
[Hahaha sadis banget jawabannya!]
[Bener juga sih, anjing polisi dapet pensiun lho! Kita aja belum tentu!]
[Waduh, rasanya saya juga ikut terhina deh hahaha!]
Sambil menjawab segala pertanyaan aneh itu, jumlah penonton di siaran langsungnya ternyata sudah menembus angka sepuluh ribu orang! Algoritma TokTok makin menyebarkan siarannya, makin banyak yang datang.
Selama dua jam siaran, hadiah yang masuk tak terhitung jumlahnya. Uang yang didapat dari hasil siaran saja sudah setara pendapatan beberapa bulan orang biasa.
Masih saja banyak yang bertanya hal-hal aneh dan tidak masuk akal.
Hingga akhirnya, ada satu penonton bernama Sari yang meminta sambungan suara.
"Mas Arga, saya mau tanya nih. Kalau saya habis mukul pengacara lawan, terus dia marah dan mau menuntut saya... kira-kira saya bisa nggak nyewa dia buat jadi pengacara pembela saya juga?"
[??????]
[Hahaha gila sih pertanyaannya! Imajinasinya liar banget!]
[Lucu banget, tapi masuk akal juga ya kalau dipikir hahaha!]
Arga menjawab santai, "Secara aturan sih bisa aja, tapi pertanyaannya: dia mau nggak? Lagipula kalau dia jadi pengacaramu sekaligus korban, emangnya kamu bakal menang? Kan dia yang paling tahu kelemahanmu hahaha!"
Dan tepat di saat itu...
Tiba-tiba di layar berderet pesan yang sama terus-menerus dikirim berulang kali:
[Mas Arga, tolong selamatkan saya!]
[Mas Arga, tolong selamatkan saya!]
[Mas Arga, tolong selamatkan saya! Tolong saya!!]
Pengirim pesan itu adalah akun milik seorang wanita. Tak lama kemudian, wanita itu mengirim permintaan sambungan suara.
Arga langsung menyetujuinya. Begitu suara wanita itu terdengar, isinya penuh tangisan dan keputusasaan. Wajah Arga seketika berubah serius.
Pertanyaan konyol tadi langsung terlupakan.
Kasus baru telah datang.
lanjut thor, yg banyak /Determined/
lanjut thor ditunggu upnya 👍
semangat author/Determined/
tapi kali ini, saya akan lawan💪
semoga endingnya nggak mengecewakan🤭