Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau...
" Beneran Mami mau belain aku, ye akhirnya aku tidak perlu khawatir kalau Abdullah akan direbut oleh gadis liar itu."
" Tentu saja kau tidak perlu bersaing dengan seseorang yang tidak memiliki kekuasaan, serahkan saja semuanya kepada Mami maka acaramu akan aman sayang."
" Mami memang selalu paling bisa diandalkan, aku sangat bahagia memiliki mami."
" Mami juga sangat bahagia memilikimu sayang, dan sebentar lagi kita akan bersatu menjadi keluarga."
" Mami beneran akan menikah dengan papi ku?"
" Rencananya sih seperti itu, tetapi untuk tanggal pastinya Mami masih belum bisa memastikan."
" Kalau begitu gimana kalau acara pernikahan Mami dan Papi terlebih dahulu baru acara pertunanganku dan juga Abdullah?"
" Kalau Mami sih terserah aja sih mau acara pernikahan Mami dan Papi atau pertunanganmu dengan Abdullah yang lebih dulu, yang terpenting kita akan mengadakan momen bahagia."
" Baiklah kalau begitu kita akan rundingkan nanti di rumah, sekarang mami pasti merasa sangat lelah kalau begitu kita harus segera pulang sekarang." ucapnya yang langsung menarik wanita paruh baya itu.
...🐅🐅🐅...
Seorang wanita paruh bayar tampak sedang bingung, Iya tidak tahu harus menyampaikan beritanya dengar itu kepada Putri angkatnya atau tidak.
" Kau sedang memikirkan apa sayang?"
" Aku sedang memikirkan mengenai Galuh."
" Ada apa dengan Galuh?"
" Aku baru mendapatkan kabar kalau Aerin dan Xander, hari ini telah resmi bercerai."
" Kalau begitu saat ini kau sudah minum ingin menyampaikan atau tidak mengenai kabar ini?" tanya pria paruh baya itu dan ia pun mengangguk.
" Sebenarnya gue sangat tidak ingin menyampaikan berita ini, tetapi walau bagaimanapun itu adalah orang tua Galuh. Dan dia juga harus mengetahui berita ini, dan lebih baik dia mengetahui dari kita ketimbang mengetahui dari orang lain."
" Kalau saranku tunggu saja terlebih dahulu, siapa tahu mereka akan memberitahu ketiga anaknya mengenai perpisahan mereka secara resmi."
" Oh iya aku kenapa tidak terpikir mengenai hal tersebut ya, kalau begitu kita tunggu saja respon Galuh nantinya."
" Kalau begitu sekarang kau sudah bisa tenang kan sayang?"
" Aku belum bisa tenang sayang."
" Kenapa belum bisa tenang?"
" Kabarnya hari ini juga Aerin akan kembali ke Jogja."
" Kalau mengenai ini lebih baik kita beri tahu kepada Galuh, takutnya ia akan kabur dan melarikan diri ketika bertemu dengan ibu kandungnya itu."
" Tetapi Aku sangat bingung harus menyampaikan dari mana padanya, dan jujur saja aku sangat takut akan kehilangan dia Karena mungkin setelah dia mengetahui ibunya ada di daerah sini ia akan memutuskan untuk pergi meninggalkan kita."
" Kita serahkan saja semua keputusan padanya, jika memang dia ingin meninggalkan kita maka kita juga tidak bisa berkata apa-apa. Tetapi yang terpenting kita telah memberitahu kepadanya mengenai keberadaan ibunya, setelah itu kita persilahkan dia untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk kehidupannya."
" Baiklah, kalau begitu nanti tolong bantu aku untuk menyampaikan hal ini kepada Galuh ya. Jujur saja aku merasa tidak tenang jika aku harus menyampaikannya sendirian, Aku hanya takut tiba-tiba saja Ia memutuskan untuk pergi meninggalkan kita."
" Iya sayang."
...🐒🐒🐒...
Abdullah memutuskan untuk tinggal di sebuah apartemen, sebelumnya Ia memang sudah menyiapkan apartemen tersebut. Dan Ia memang sudah berencana untuk keluar dari rumahnya, tetapi ia masih belum menemukan momen yang tepat agar ia bisa keluar dari rumah. Dan hari ini adalah momen yang sangat tepat, dan ia yakin kalau ayahnya tidak akan mungkin mencarinya.
" Tak kusangka akhirnya kau menempati apartemen pribadimu ini?"
" Tentu saja aku akan menepati tempat ini Afnan, dan setelah ini aku tidak akan pernah kembali ke rumah itu lagi."
" Kau yakin tidak akan kembali ke rumahmu itu lagi, bukankah di sana masih ada ibumu?"
" Aku memang sangat menyayangi ibuku, tetapi ibuku selalu berusaha untuk bertahan bersama dengan ayah dan dia sama sekali tidak pernah memikirkan mengenai perasaannya sendiri."
" Kalau aku rasa ibumu bertahan hanya demi kau dan juga adikmu, tetapi sayangnya ayahmu sampai saat ini masih belum berubah Abdullah."
" Yang kau katakan itu memang sangat benar Afnan, dan aku berharap kalau ayahku tidak akan menyakiti ibu dan juga adikku."
" Semoga saja adikmu akan baik-baik saja, Ahmadina adalah gadis yang kuat dan aku berharap suatu hari nanti keluarga kalian akan bahagia.
" Aku tahu Ahmadina memang adalah gadis yang kuat, tetapi tetap saja sebagai seorang kakak aku akan selalu khawatir dengan kondisinya."
" Atau kau bawa saja Ahmadina untuk tinggal di sini bersama denganmu."
" Sebenarnya aku sangat ingin membawanya untuk tinggal bersama denganku, tetapi dia sudah bukan anak kecil lagi dan sudah bisa menentukan mana yang terbaik untuk hidupnya. Sekarang aku hanya berharap dia tidak akan dimanfaatkan oleh ayah, seperti ayah yang berusaha memanfaatkan ku agar bisnisnya selalu melambung."
" Semoga saja adikmu itu akan hidup bahagia ya, jujur saja aku masih tidak menyangka kalau ayah dari Wahyuni bisa memberikan bujuk layu hingga akhirnya ayahmu menyetujui untuk pertunangan kalian berdua."
" Aku juga tidak tahu sih apa yang digunakan mereka berdua sebagai alat tukar menukar, tetapi aku sangat yakin yang digunakan sebagai alat tukar menukar adalah aku dan juga perusahaan. Sehingga pada akhirnya Ayah selalu saja berusaha memintaku agar menjaga Wahyuni dengan baik, karena ia mau hubunganku dan Wahyuni baik dan kemudian perusahaan akan baik pula."
" Tetapi sayangnya kau tidak menyukai Wahyuni, dan bahkan Kau sangat membencinya."
" Aku sangat yakin jika kau saat ini berada di dalam posisiku Afnan, aku yakin kau pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan saat ini."
" Sebenarnya aku tidak yakin kalau aku akan melakukan hal yang sama denganmu, tapi kemungkinan besar sih aku akan melakukan hal yang sama karena aku tidak mau hidup bersama dengan Wahyuni yang selalu saja semena-mena."
" Itu kalau sudah memahami isi pikiranku."
" Lalu apa rencanamu ke depannya Abdullah?"
" Rencananya setelah ini aku akan membuka bisnis kecil-kecilan, dan aku berharap bisnis itu bisa berjalan dan aku bisa membiayai kehidupanku sendiri."
" Rencanamu bagus juga, kalau begitu aku akan membantumu sekalian belajar hidup mandiri."
" Kau yakin ingin membantuku, Aku bukan ingin membuka restoran tapi aku akan membuka warung pinggir jalan."
" Aku sama sekali tidak masalah jika harus menemani karirmu dari nol, lagian kita berdua ini sudah lama bersahabat Abdullah. Dan aku sangat yakin orang tuaku juga tidak merasa keberatan jika aku membantumu, justru orang itu akan semakin bangga karena aku bisa memulai tanggung jawab baru."
" Apa yang kau katakan itu cukup masuk akal si Afnan, apalagi mengingat tindakanmu selama ini yang lebih suka balapan daripada mengurus bisnis keluarga. Dengan adanya bisnis yang kubangun ini bisa saja hal ini menjadi jalan utama untuk kesuksesan kita nantinya, dan aku berharap hal itu memang benar-benar akan terjadi."