NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Tigapuluhlima

"Yes, Baby? Why, hm?" wanita itu bertanya.

"Terima kasih, ya, sudah menuruti permintaan aku, dan aku sudah memaafkan kamu" tatapan lekat tidak teralihkan dari wajah cantik kekasih hatinya.

"Sama-Sama, Baby, terima kasih kembali, ya" ujarnya wanita itu, anggukkan kepala sebagai jawabannya Aren.

***

Kini satu pasangan itu tengah duduk bersebelahan, Cellsyia berselonjoran di kasur sementara Aren, kekasihnya tiduran di pahanya dengan tangan wanita itu mengelus rambut Aren.

"Oh, iya, sekarang pukul berapa?" kekasihnya bertanya.

"Pukul 05.48, Sayang" jawab Aren setelah melirik ke arah jam dinding.

"Astaga! Sudah pukul segini lagi!?" batin Cellsyia berkata.

Wanita itu memindahkan kepala kekasihnya ke bantal, ketika akan turun dari tempat tidur, lengannya ditarik gerakannya lambat lalu menubruk dada bidangnya Aren.

"Baby, ih lepasin aku!" Cellsyia, memukul-mukul pria itu dan terpaksa Aren pun melepaskannya.

"Sayang, kamu mau kemana sih?" tanya Aren, tangannya mencekal erat pergelangan tangan sang kekasih hatinya.

"Aku mau kemana? Ya, mau pulang dong! Kasian Aleix di rumah sendirian" dirinya menarik lengannya dari cekalan pria itu, tapi Aren tidak bergeming.

"Aaaa, jangan pulang dong! Disini saja, ya? Menginap di rumahku, lagian Aleix sudah dewasa dan ia bisa menjaga dirinya sendiri tanpa perlu kamu temani" celetuk pria bule itu.

"Tidak...aku akan pulang, okay" kekasihnya menolak hal tersebut, wajah Aren seketika menjadi cemberut.

"Disini saja" Aren membujuk kekasih cantiknya.

Tak, aku ma..." Cellsyia, wanita itu berhenti berbicara, ia melihat butiran air mata Aren yang telah turun ke pipi.

"Huh! Mau bagaimana coba? Yasudah aku turuti saja, daripada tidak menuruti permintaannya yang ada nanti dia mengamuk" batinnya wanita itu, lalu menganggukkan kepala kemudian Aren tersenyum hangat padanya.

Pria bule itu menerjang tubuh kekasih hatinya, dan berakhir keduanya terjatuh ke kasur.

Bruk

"Baby, kamu main terjang diriku segala" wanita itu menggerutu kesal.

"Ehehe, maafkan aku, Sayang" ditatapnya Cellsyia, kekasihnya, dirinya mendekatkan wajahnya dan mencium lembut pipi sebelah kirinya.

Cup

"Aku semakin cinta deh sama kamu, Sayang" katanya Aren setelah mencium pipinya, dibalas ciuman lagi oleh Cellsyia.

Cup

"Aku juga, Baby" wanita itu berbisik sambil membelai wajah rupawan tampan milik Aren, kekasihnya.

"Baby, aku izin dulu ya, mau telpon dulu Aleix" mendengar hal demikian Aren menganggukkan kepala, lalu menyingkir dari tubuh kekasihnya.

Cellsyia, ia mendekati nakas kemudian mengambil ponselnya dari dalam tas kecil.

Panggilan pertama tidak diangkat oleh sepupunya, lalu panggilan kedua kini Aleix mengangkat telepon darinya.

"Halo, Aleix" ucap Cellsyia.

"Halo, Kak Cell, ada apa, Kak? Kakak minta aku untuk menjemput?" tanya sepupu tampannya berada di seberang sana.

"Eh, tidak usah, Aleix. Ini kakak mau menginap di rumah kekasih kakak, Aleix tidak masalah kan jika kakak tinggal dan sendirian di rumah?"

"Tidak masalah, Kak, Kakak silakan menginap saja. Tapi jika terjadi sesuatu pada Kakak, Kak Cell tinggal telepon aku saja" ucap Aleix.

Setelah itu telepon pun diakhiri.

Sudah menelpon sepupumu, Sayang" setelah menelpon Aleix, wanita itu meletakkan ponsel ke atas nakas lalu dirinya menghampiri kekasih bulenya itu.

"Sudah, Baby.." ujar Cellsyia, pria itu merentangkan kedua tangannya lalu Cellsyia pun masuk ke dalam pelukan tersebut.

"Akhirnya, kekasih cantikku mau menginap di rumah ini" batinnya Aren berkata.

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!