NovelToon NovelToon
Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Liora dipaksa menikah dengan Arkan demi menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Ia mengira Arkan hanyalah pengusaha kaya biasa yang dingin dan tertutup. Kehidupan baru Liora dimulai di kediaman megah namun penuh ketatapan. Pelan tapi pasti, Liora mulai melihat keanehan-keanehan: pengawal yang selalu berjaga, orang-orang yang menunduk takut saat melihat Arkan, dokumen rahasia, hingga pembicaraan tentang organisasi bernama Bayangan Hitam.

Liora perlahan mengetahui kenyataan pahit: suaminya bukan sekadar pengusaha, melainkan pemimpin mafia paling berkuasa yang menguasai jalur perdagangan gelap, ekonomi bawah tanah, dan memiliki koneksi hingga ke pejabat tinggi negara. Dunia Liora berantakan, rasa takut bercampur kagum. Di sisi lain, Arkan yang awalnya menganggap Liora hanya kewajiban kontrak, mulai tertarik pada ketulusan dan keberanian gadis itu yang tidak pernah lari meski sudah tahu siapa dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Diplomatik yang Tajam

Beberapa minggu setelah pertemuan besar itu, delegasi resmi dari Arkan Group berangkat ke luar negeri. Memimpin rombongan itu adalah Arkan dan Liora sendiri, didampingi oleh tim ahli bisnis dan diplomat terbaik yang telah dilatih secara khusus oleh Liora.

Ini bukan kali pertama mereka bepergian ke luar negeri, tapi kali ini berbeda: mereka tidak lagi datang dalam keadaan tersembunyi atau dengan identitas rahasia, melainkan datang sebagai tamu kehormatan dari perusahaan raksasa yang telah dikenal dan dihormati di seluruh dunia.

Kota Paris, Prancis, menjadi tujuan pertama mereka. Saat pesawat mendarat di bandara internasional yang megah, Arkan dan Liora disambut oleh perwakilan tinggi pemerintah dan para pemimpin bisnis terkemuka Prancis.

Wajah mereka terlihat penuh rasa hormat, bukan karena nama Arkan yang dulu ditakuti, tapi karena reputasi Arkan Group yang kini sudah menjadi perusahaan sah yang sukses, adil, dan membawa manfaat besar bagi jutaan orang.

Pertemuan pertama diadakan di gedung kediaman perdana menteri Prancis.

 Suasana sangat resmi dan tertib. Di meja pertemuan, duduk para pejabat tinggi, pengusaha terkemuka, dan tim dari Arkan Group yang dipimpin langsung oleh Arkan dan Liora.

Awalnya, ada sedikit keraguan dan kewaspadaan dari pihak Prancis. Mereka tahu kekayaan dan kekuatan Arkan Group, tapi mereka juga ingat sejarah kelam organisasi itu di masa lalu.

Namun Liora dengan cerdas dan anggun membuka pembicaraan. Ia tidak langsung membahas keuntungan bisnis, melainkan berbicara tentang visi dan misi mereka.

"Tuan-tuan sekalian," ucap Liora dengan suara yang tenang namun terdengar sangat jelas dan meyakinkan.

"Kami tidak datang ke sini hanya untuk mencari keuntungan finansial semata. Kami datang karena kami melihat potensi besar yang bisa kita capai bersama. Prancis dikenal sebagai negara yang maju, berbudaya, dan penuh inovasi."

"Kami ingin berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang lebih baik, menciptakan lapangan kerja bagi rakyat kalian, dan membangun kerja sama yang saling menguntungkan untuk masa depan yang lebih cerah bagi kedua bangsa kita."

Liora menjelaskan rencana mereka secara rinci: pembangunan jaringan kereta api berkecepatan tinggi, pembangkit listrik tenaga bersih, dan pengembangan teknologi digital yang akan membuat kehidupan masyarakat Prancis menjadi lebih maju dan nyaman. Ia menyertakan data-data nyata, perhitungan keuntungan, dan jaminan keamanan hukum yang sempurna, sehingga semua keraguan yang semula ada perlahan-lahan menghilang dan digantikan oleh rasa minat serta kepercayaan.

Arkan berbicara kemudian, suaranya yang rendah dan berwibawa menambah bobot pada setiap kata yang ia ucapkan.

"Kami memiliki sumber daya yang cukup besar, teknologi yang canggih, dan komitmen yang kuat untuk bekerja dengan jujur dan adil."

"Siapa pun yang bekerja sama dengan Arkan Group, ia tidak hanya mendapatkan mitra bisnis, tetapi juga mendapatkan perlindungan dan dukungan yang tak tertandingi."

"Kita tidak hanya akan membangun bangunan dan jalanan, kita akan membangun kepercayaan yang abadi antara organisasi kita dan negara ini."

Pertemuan itu berlangsung sangat sukses. Pada akhir hari itu, kedua belah pihak menandatangani perjanjian kerja sama besar yang menjadi tonggak sejarah baru bagi Arkan Group di Eropa.

Berita tentang keberhasilan negosiasi mereka menyebar dengan cepat, membuat para pengusaha lain di seluruh Eropa mulai melihat Arkan dan Liora bukan lagi sebagai orang yang harus diwaspadai, melainkan sebagai mitra bisnis yang paling diinginkan.

Namun tidak semua orang menerima kedatangan mereka dengan tangan terbuka. Ada sekelompok pengusaha tua yang sudah menguasai pasar di Eropa selama puluhan tahun, mereka merasa terancam dan marah.

 Salah satu di antaranya adalah Pierre Dubois, pengusaha properti terbesar di Prancis yang terkenal keras kepala dan cemburu. Ia menganggap kedatangan Arkan Group sebagai upaya untuk mengambil alih kekuasaannya.

Suatu hari, Pierre mengadakan pertemuan rahasia dengan para pemimpin organisasi kriminal lama di Eropa, yang selama ini menjaga wilayah kekuasaan mereka sendiri dengan cara yang kejam dan ilegal.

"Mereka bilang mereka berubah menjadi perusahaan sah? Itu semua tipuan!" teriak Pierre dengan marah.

"Mereka hanya datang untuk mengambil apa yang menjadi milik kita selama ini. Kita harus mengusir mereka, menghalangi setiap langkah mereka, dan membuktikan bahwa di Eropa, hanya kitalah yang berkuasa!"

Namun para pemimpin kriminal Eropa tidak sepenuhnya setuju. Salah satu dari mereka, seorang pria tua bernama Victor yang lebih bijaksana dan berpengalaman, menggelengkan kepala.

"Kau terlalu terburu-buru, Pierre," ucap Victor dengan suara tenang.

"Kau lihat bagaimana mereka bekerja? Mereka datang dengan cara yang sah, dengan hukum di tangan mereka.

"Jika kita menyerang mereka secara terbuka, kita akan menjadi pihak yang salah, kita akan dimusuhi oleh pemerintah dan hukum."

 "Tapi selain itu... kau lihat wanita yang berdiri di samping pemimpin mereka? Wanita itu jauh lebih cerdas dan berbahaya daripada yang kita bayangkan."

"Dia tidak menggunakan kekerasan, dia menggunakan otak dan hati. Dia membuat orang lain merasa bahwa bekerja sama dengan mereka adalah keuntungan terbesar dalam hidup mereka."

Pierre mendengus kesal, namun ia tahu bahwa Victor benar. Namun rasa iri dan keinginan untuk mempertahankan kekuasaannya membuatnya tidak mau menyerah begitu saja.

Ia mulai menyusun rencana gelap untuk merusak nama baik Arkan Group, menyebarkan berita bohong, dan mencoba menghalangi proyek-proyek mereka.

Ketika Arkan dan Liora mengetahui rencana jahat Pierre, mereka tidak marah atau langsung menggunakan kekerasan seperti yang dilakukan di masa lalu.

 Sebaliknya, Liora mengusulkan cara yang jauh lebih cerdas dan elegan.

"Biarkan saja dia, Arkan," ucap Liora sambil tersenyum tenang.

"Kita tidak perlu menuruti cara lamanya. Kita akan membuktikan kepada semua orang bahwa kerja keras, kejujuran, dan manfaat yang kita berikan jauh lebih kuat daripada kebohongan dan kejahatan yang dia buat."

"Biarkan dia berbicara sesuka hatinya. Nanti waktunya akan membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah."

Arkan mengangguk setuju, lalu tersenyum bangga pada istrinya.

"Kau benar, Liora. Kau semakin mengajarkanku bahwa ada cara yang jauh lebih indah dan kuat untuk menang daripada dengan pedang."

 Kita akan melanjutkan pekerjaan kita, membangun, menciptakan, dan memberikan kebaikan. Dan perlahan-lahan, semua orang akan melihat kebenaran, bahkan orang-orang yang paling buta sekalipun."

Selama berada di Eropa, Arkan dan Liora tidak hanya sibuk dengan urusan bisnis. Mereka juga mengunjungi sekolah-sekolah, rumah sakit, dan proyek pembangunan yang sedang berjalan.

Liora sering berbicara dengan pekerja dan warga lokal, mendengarkan keluhan mereka dan memberikan solusi nyata. Rasa hormat dan cinta terhadap mereka mulai tumbuh bukan hanya di kalangan pejabat dan pengusaha, tetapi juga di hati rakyat biasa.

 Pierre yang awalnya ingin menghancurkan mereka, perlahan-lahan melihat bagaimana nama Arkan dan Liora semakin disayangi dan dihormati oleh semua lapisan masyarakat.

1
Dhatu Lukita
aku kasih ⭐ 5 y biar semangat
Tri Wahyuni: Terimakasih
total 1 replies
Dhatu Lukita
halo thor, ceritanya menarik yaa😍.
jangan lupa mampir ya thor 💗, tinggalin jejak oke 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!