Jeslin seorang wanita cantik dan baik hati,harus mengorbankan Cita - cita nya untuk menjadi seorang pelukis setelah menyelesaikan kuliah S1 nya.
Iya harus turun kedunia bisnis demi keinginan sang Ayah,karena ia adalah putri satu - satu nya.
Suatu hari,Perusahaan Ayah nya menjalin Kontrak Bisnis dengan sebuah perusahaan seorang pria yang sangat ia kenal.
Pria yang bernama Max,yang selalu membuat nya kesal dengan panggilan gadis jutex akhir nya berhasil membuat nya merasakan jatuh Cinta,tapi siapa sangka,setelah ia sudah menaruh hati nya pada Max,pria itu tiba - tiba berubah karena sebuah alasan.
Akan kah Max dan Jeslin dipersatukan di sebuah pernikahan.Yuk Disimak Kisah perjalanan Jeslin dan Max.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21 - Kekesalan Max
Jeslin kembali pulang kerumah dan melihat mobil Max sudah ada di depan rumah nya bersama Ibu Jeslin menunggu nya kembali.
"Jeslin,kau dari mana saja Nak,Max mencari mu." Tanya Bu Vika.
Namun tak mendapat jawaban dari Jeslin yang berjalan dengan cepat melewati Max dan Ibu nya.
Max pun tak berkata apa pun karena percuma saja berbicara dengan Jeslin,karena sudah pasti Jeslin tidak akan menanggapi nya sekarang.
"Anak Ini." Ucap Bu Vika mengeleng - geleng kan kepala melihat putri nya yang mencueki Max yang dari tadi menunggu nya disini.
"Maaf Ya Max,nanti Tante akan bicara dengan Jeslin soal yang kamu bicarakan tadi." Kata Bu Vika.
"Tidak apa - apa Tante yang penting Jeslin sudah kembali dengan selamat,kalau begitu saya permisi dulu." Kata Max.
"Iya,hati - hati Nak." Jawab Bu Vika tersenyum.
Jeslin lalu membaringkan tubuh nya di tempat tidur, hati nya kembali kesal saat ia melihat Max.
Tok
Tok
Tok
Bu Vika mengetuk pintu namun tak mendapat jawaban,Bu Vika pun membuka pintu yang kebetulan tidak di kunci Jeslin.
"Kau marah Dengan Max?." Tanya Bu Vika tersenyum melihat putri nya yang menutup wajah nya dengan bantal sambil berbaring.
"Tadi Max bilang..." Kata Bu Vika tertahan.
"Sudah lah Ma,Jeslin sedang tidak ingin mendengar tentang dia,Jeslin mau istirahat saja." Sela Jeslin memotong pembicaraan ibu nya.
"Baiklah,kalau begitu,Mama keluar dulu,jangan lupa ganti baju mu." Kata Bu Vika yang mengerti Jeslin sedang ingin menenangkan diri.
Sementara di tempat lain Max sampai di rumah dengan wajah kesal nya karena teringat sikap Ibu nya Fanni yang berlebihan.
"Max." Panggil Bu Elis saat melihat putra nya memasuki rumah.
"Ada apa Ma?." Tanya Max.
"Kamu bikin Masalah apa sama Tante Amira?." Tanya Bu Elis ingin mengintrogasi.
"Justru Bu Amira yang sudah mencari masalah dengan ku." Jawab Max dengan wajah kusut nya sembari membanting tubuh nya di atas sofa dan menyandarkan kepala yang terasa berat.
"Tante Amira bilang kamu bersama wanita di restoran,kamu ini bagaimana Max,kenapa kok kamu tidak menghargai perasaan Fanni." Kata Bu Elis.
"Ma,Aku dan Fanni tidak ada hubungan apa pun,kami bertemu mengobrol juga karena mau nya Mama." Jawab Max dengan nada sedikit tinggi penuh Kekesalan.
"Kamu ini..." ucap bu Elis dengan nada kecewa.
"sudah la Ma,aku mau istirahat saja." Kata Max lalu beranjak dari duduk nya karena tidak ingin terlalu bertengkar dengan Ibu nya.
bu Elis yang melihat putranya beranjak meninggalkannya di ruang tamu pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
Max berbaring di tempat tidur,ia merasa bersalah sudah berbicara dengan nada tinggi pada ibu nya,karena ia terlalu kesal saat mendengar nama ibu nya Fanni dan mengingat kejadian di restoran tadi.
Max memandangi Langit - langit kamar nya sama seperti Jeslin, hanya saja tempat nya yang berbeda.
.
.
.
.
Keesokan hari nya.
Max turun kelantai dasar dan menghampiri ibu nya yang sedang sarapan.
"Ma,Aku minta maaf sudah menjawab Mama dengan suara tinggi,aku hanya sedang kesal..." Kata Max menghampiri ibu nya.
"Tidak apa - apa Mama mengerti,memang tidak seharus nya mama memaksa mu dengan Fanni,Jadi siapa wanita yang bertemu dengan mu?,Apa dia pacar mu?." Jawab Bu Elis.
"Kalau iya,Bawa kesini dan kenal kan ke mama,kalau kamu tidak membawa nya,Mama akan terus menjodohkan kamu dengan para wanita." Lanjut Bu Elis.
"Dia teman ku Ma,setelah kejadian tadi malam,dia tak bisa di hubungi,mungkin dia masih marah." Kata Max.
"Kalau begitu,temui dia dan minta maaf pada nya,lalu ambil hati nya, Mama nyakin kau pasti menyukai nya, makanya Kalian tadi malam,bisa Dinner di restoran." Kata Bu Elis tersenyum sembari menikmati sarapan nya.
Max pun tersenyum karena sudah mendapatkan lampu hijau dari ibu nya.
.
.
.
.
.
Bersambung