NovelToon NovelToon
ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Martina Alfarizqi

Istri pilihan menceritakan tentang.

Dina Nabila, Nabila kecil selalu bahagia, selalu ada senyum, dan canda tawa yang menghiasi hari - harinya dengan dikelilingi oleh orang - orang yang menyayanginya.

Tapi, semua itu berubah semenjak sang Ayah pergi untuk selama - lamanya.

Bukan sesuatu hal yang mudah baginya untuk menerima kenyataan setelah di tinggal pergi untuk selama - lamanya oleh orang yang sangat sangat di cintainya yaitu Ayahnya.

"Dasar anak pembawa sial, menyesal aku pernah melahirkan mu kedunia ini."

Dia pun harus berjuang sendiri melawan dan melewati seluruh rintangan yang di depannya sudah menghadangnya. Hingga suatu ketika entah nasib baik atau buruk, dia terpilih menjadi istri seorang pemuda yang terkenal kayak raya dan cukup populer namanya di dunia bisnis.

Akankah Nabila menemukan kebahagiaan setelah menikah ?

Atau malah sebalinya, penyiksaan, caci maki dan air mata menjadi teman setianya dalam mengarungi bahtera rumah tangga dan harus kah berpisah adalah jalan terakhir yang harus mereka tempuh?


Simak ceritanya dalam "Istri pilihan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martina Alfarizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21.

Tiba hati ku jadi galau dan gundah. Ghea pun memegang tanganku, "Ayo buruan masuk orang - orang di dalam pasti sudah menunggumu."

"Aku takut."

"Sudah tidak apa - apa."

"Kamu temani aku masuk ya," ucap ku memohon seraya menangkupkan kedua tanganku di dada.

Ghea hanya menganggukan kepalanya sebagai jawabannya.

"Ya sudah kalau begitu ayo kita turun sekarang!"

Aku hanya menganggukan kepalaku sebagai jawabannya. Kini aku dan Ghea sudah berada di teras rumah. Ghea yang sedari tadi memperhatikan aku dengan gelisah, "Anda kenapa Nona muda?" tanya Ghea.

"Aku gugup," ucapku pelan sambil menatap wajah Ghea.

"Sudah tenang, santai saja Nona," ucap Ghea seraya memegang pundakku.

"Hmmmmm...."

Baru mau melangkah masuk tiba - tiba...

"Tut ... tut ... tut ...." bunyi klakson mobil.

Aku dan Ghea pun sontak menoleh kebelakang. Sebuah mobil limosin jenis sedan dan memiliki body yang lebih panjang dan hanya orang - orang tertentu yang dapat memiliki mobil jenis ini. Keluarlah dari dalam mobil seorang wanita yang tampak tak lagi muda berjalan dengan anggun sambil menenteng tas hermes berwarna hitam yang kira - kira jika di kalkulasikan harga tas itu mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Ya dia adalah Nyonya Lusiana Widjayakusuma Ibunda dari Bima Widjayakusuma yang tak lain suami Bunda Irene Annisa Gunawan.

Walau usia tidak lagi muda tapi beliau masih tampak anggun dan cantik di banding dengan usia yang sebenarnya.

Kekayaan yang di dapat Tuan Bima selama ini berasal dari pemberian sang Ibunda. Semenjak sang suami pergi untuk selama - lamanya seluruh aset kekayaan Widjayakusuma jatuh ketangan istrinya lalu kemudian menyerahkan sepenuhnya perusahaan dan lain sebagainya untuk di urus dan di percayakan kepada putra satu - satunya yaitu Bima Widjayakusuma.

Setelah tiba di teras rumah Nyonya Luciana pun membuka kecamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya itu. Sambil menatap tajam ke arahku, kaki hingga kepala, kepala hingga kaki.

Aku yang mendapat tatapan mata itu pun jadi salah tingkah dan mencoba menatap penampilan ku dari ujung kaki hingga bajuku.

"Tidak ada yang salah," gumam ku dalam hati. Aku pun menoleh ke arah Ghea, Ghea pun menoleh ke arah ku seolah - olah mengisyaratkan "Ada apa?"

"Kenapa kalian bengong disini dan tidak masuk kedalam," ucap sesorang dari arah yang lain. Aku dan Ghea pun menoleh kebelakang, nampak laki - laki yang sudah tak lagi muda namun masih gagah perkasa sedang berdiri tak jauh dari kami semua.

Ya, laki - laki itu adalah Tuan Bima Widjayakusuma.

Dia pun berjalan kearah kami semua.

"Ibu, sejak kapan datang? Dan kenapa datang tidak bilang - bilang terlebih dahulu kan bisa nanti Bima jemput di bandara?" ucap sang Anak seraya meraih punggung tangan sang Ibunda lalu menciumnya serta memeluknya. Setelah saling melepas pelukan. Nyonya Lucia pun tersenyum kemudian berucap, "Tak perlu di jemput, ibu masih ingat alamat rumahmu dan ibu belum setua itu," ucap sang ibu protes sambil menatap tajam kearah sang Anak.

Nyonya Kucia pun beralih manatap wanita yang sedari tadi diam mematung menyaksikan kedekatan antara ibu dan anak itu sambil melirik ke Bima, "Bim, siapa mereka?" tanya sang Ibu.

"Oh...." Ghea menyela ucapan Tuan Bima.

Sambil mengulurkan tangan, "Nyonya kenalkan nama saya Ghea sekretaris pribadi Tuan Adam. Dan kenal kan wanita yang berdiri di samping saya ini Nona muda," ucap Ghea menjelaskan.

Aku pun meraih tangan Nyonya Lucia lalu mencium punggung tangannya, "Perkenalkan Nyonya nama saya Nabila."

Nyonya Lucia pun kembali menatap tajam ke arah sang Anak, "Bim, apa maksud Nona muda? Jangan bilang kalau cucu ku sudah menikah tanpa sepengetahuan ibu," ucap sang Ibu.

Sambil merangkul pundak sang Ibu, "Ibu kan capek baru datang ayo kita masuk dulu kedalam! Dan duduk cantik baru kita cerita - cerita bagaimana kehidupan ibu di sana dan bagaimana pengalaman Ibu tanpa ada kami semua dia sana menemani Ibu."

Nyonya Lucia hanya mengangguk kepala tanda mengerti.

...Setelah semua duduk di dalam....

"Ghea siapa dia," tanya Nyonya Irene seraya menatap Nabila lalu beralih ke arah Ghea.

"Perkenalkan Nyonya nama saya Nabila."

"Nama yang cantik secantik orang nya. Tapi, ngomong - ngomong tidak usah panggil Nyonya, cukup panggil Ibu atau Tante atau Bunda," ucap Nyonya Irene menjelaskan seraya menatap wajah ku.

Ghea yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia kini ikut menimpali, "Nyonya ini lah wanita yang berhasil memakai sepatu itu. Dan wanita ini pula secara resmi yang akan menjadi calon istri Tuan muda."

Semua mata tertuju pada ku. "Jadi ini Yah orang yang di maksud Adam semalam? Wah cantik sekali Yah," ujar sang Istri menatap sang suami lalu menatap ku lalu berdiri dan duduk di sampingku.

Nyonya Irene pun menggenggam tanganku. Dengan malu - malu, "Tante apa kabar?"

"Jangan Tante dong sayang, panggil saja Bunda seperi Adam memanggiku." ucap Nyonya Irene seraya menyelipkan rambutku kebelakang telinga ku.

"Terima kasih Tante, Hmmm Bunda." ucap ku grogi.

"Hm ... Hm ...." deheman dari Nyonya besar Lucia.

Kami pun sontak menatap wajah Nyonya Lucia.

Nyonya Irene pun bertanya, "Ada apa Ibu?"

Dengan nada judes dan tidak suka, "Memang begini ya caramu saat bertemu calon ibu mertuamu?" tanya Nyaonya Lucia yang kini sudah menatap tajam kearah ku.

Delapan mata sontak mengarah ke arah Nyonya Lucia. Nyonya Lucia yang menyadari itu, "Kenapa kalian menatap ku seperti itu?"

...❤❤❤...

...Terima kasih untuk yang sudah berkenan mapir dan memberikan like dan komentar. Dan terima kasih juga atas like mode diam. maaf kagak bisa membalas komentar kalian satu persatu. Untuk yang ingin promk silahkan promo tapi sebelumnya like dulu ya karya author. lalu tinggalkan pesan di kolom komentar, dan tunggu kehadiran ku di karya keren anda semuanya....

...Terima kasih, semangat dan mari saling mendukung....

...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...

...❤❤❤...

1
Cb c
tokohnya cantik 🥰
Harice Funay
banyak bicara
Kurnaesih
udah mulai seru nih semangat Thor 💕💪👍
Kurnaesih
hadir kak 👍👍
Martina Alfarizqi: terimakasih...dukung karya ku yang lain ya.... salam kenal 🙏☺️
total 1 replies
Memelia Paixao
Baby Honey
I love you pulll😘😘💋💋
Memelia Paixao
kok Nabila tidak ketemu sama Tuan Adam, kok ketemu terus sama nenek
Susanna Nancy Macpal
thor,kalau aku sih sudah di sakiti n di hina,aku tdk mau lg kembali.biar dia mati dlm penyesalan
Susanna Nancy Macpal
Nabilakan punya butik thor
Martina Alfarizqi: iya selain ada butik dia juga punya galeri seni...... terimakasih atas hadirnya. kalau boleh silahkan berkunjung kekarya aku yang lain ya yg berjudul mertua dan ipar toxic, terimakasih
total 1 replies
Susanna Nancy Macpal
semangat thor ♥️
N1SW4N Z4F4
katanya si Arumi udah berubah.. bagian mna nya yg brubah sifatnya?...yg ada mlh makin mnjdi
Martina Alfarizqi: terimakasih bunda🙏🙏dah berkenan hadir dan berkomentar. silahkan kunjungi karya ongoing saya jika berkenan dengan judul mertua dan ipar toxic
total 1 replies
abcdefghi__lmnopqrstuvwyz
maaf thor bukan apa" panggilan nya terlalu berlebihan lebih baik biasa aja gitu biar yg baca juga gak ngulang" terus bosen
ini sekedar masukan doang thor
Mamah zaki
ga enak bnget dnger nya ..pipi mimi...coba ganti panggilan nya
Martina Alfarizqi: ok terima kasih atas masukannya 🙏🙏, dukung karya tina yang lain ya judulnya mertua dan ipar toxic. makasih🙏
total 1 replies
Imas Mulyani
Yey g suka tuh akhirnya hati yg berpaling
Martina Alfarizqi: Bukannya hati yg berpaling. cuman kekasih Chandra kan meninggal krn kanker....jadi kesan berpaling itu krn tiara gak mau memberikan harapan palsu sama Chandra makanya dokter yg merawat tiara dijadikan pacar sementara biar chandra benci tiara. terimakasih untuk dukungannya. dukung karya author yg lain ya🙏🙏
total 1 replies
bukan Sehun
Alhamdulillah mati juga nenek lampir 🤭🤭😄😄
hafid nadhif
sabar candra
Martina Alfarizqi: terimakasih 🙏
total 1 replies
Naryati
Jadi ikut terhura mendengar cerita Chandra.. semangat Up..
Martina Alfarizqi: 😂😂😂 makasih
total 1 replies
Lenkzher Thea
Lanjut
Lenkzher Thea
Srmangat thor
hafid nadhif
lanjut
Naryati
Sabr ya Candra kamu harus tahu bahwa Tiara juga membutuhkanmu. dan semoga author nya nanti kembali menyatukan kalian.. 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!