NovelToon NovelToon
Serpihan Luka Masa Lalu

Serpihan Luka Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Bagi Arga, Yura adalah teka-teki yang menolak untuk dipecahkan. Ketika Ayu mencoba menyembuhkan lukanya, masa lalu Yura mulai terkuak. Sebuah rahasia terungkap dan pengabdian dikhianati. Arga terjebak dalam dilema: Tetap setia pada dia yang tak kunjung pulang, atau menyerah pada bahagia yang terasa berdosa? Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar hilang tanpa meninggalkan bekas yang beracun.

"Hal tersulit dari kehilangan bukan tentang merelakan, tapi tentang ketakutan bahwa kau akan bahagia di atas penderitaan seseorang yang kau lupakan."

Followw akun IG @author_receh untuk info seputar novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2.Lensa yang merusak batas

"Pak Arga, ini laporan progres untuk proyek di Sudirman," suara sekretarisnya, Maya, membuyarkan lamunan Arga.

"Letakkan di sana, Maya. Dan pastikan fotografer untuk dokumentasi site visit besok sudah siap," jawab Arga tanpa mengalihkan pandangan dari layar monitor.

"Itu dia masalahnya, Pak. Fotografer langganan kita sedang di luar kota karena urusan keluarga. Tapi dia merekomendasikan satu fotografer lepas yang katanya punya sudut pandang sangat unik. Namanya..." Maya melihat catatannya, "... Ayunita

Arga menghentikan gerakannya di atas keyboard. Nama itu.

"Ayunita?"

"Iya, Pak. Dia baru saja tiba di lobi untuk memberikan portofolionya. Apa Bapak ingin bertemu?"

Arga terdiam sejenak. Dunia ini terasa terlalu sempit, atau mungkin takdir sedang mengerjainya. "Suruh dia masuk."

Beberapa menit kemudian, pintu ruang kerja Arga terbuka. Bukan sosok fotografer profesional dengan setelan jas rapi yang masuk, melainkan gadis dengan kaos polo kebesaran, celana kargo yang penuh saku, dan tas kamera yang tampak berat di bahunya.

"Permisi... Halo, selamat pa..."

Ayu menghentikan kalimatnya. Matanya membulat sempurna saat melihat siapa yang duduk di balik meja besar itu.

"Mas Galak?!" serunya, refleks menunjuk ke arah Arga.

Arga memijat pelipisnya.

Ayu menutup mulutnya dengan telapak tangan, lalu sedetik kemudian tawa kecilnya pecah. "Ya ampun! Jadi Mas eh, Bapak adalah bos besar Hutomo Property? Wah, kalau tahu gitu, kemarin aku kasih kopinya dua."

"Duduk," perintah Arga tegas, berusaha menjaga wibawanya meski sebenarnya ia merasa canggung.

Ayu duduk dengan santai, meletakkan tas kameranya di lantai. Ia sama sekali tidak terlihat terintimidasi oleh kemewahan ruangan Arga atau tatapan tajam pria itu.

"Jadi, kamu fotografer?" tanya Arga sambil membuka map portofolio yang diletakkan Maya di mejanya.

"Lebih tepatnya, aku pemburu momen, Pak Arga," jawab Ayu dengan nada bangga. "Aku nggak suka foto yang dibuat-buat. Aku suka menangkap sesuatu yang apa adanya. Seperti... wajah Bapak yang kaku ini, sebenarnya menarik kalau difoto saat sedang tidak marah."

Arga menutup map itu dengan suara keras. "Saya menyewa kamu untuk memotret bangunan, bukan memotret saya."

"Gedung juga punya jiwa, Pak. Kalau yang bangun jiwanya lagi mendung, gedungnya bakal kelihatan suram. Makanya, Bapak harus sering senyum," Ayu mengedipkan sebelah matanya, membuat Arga tertegun.

Selama ini, semua orang di kantor ini takut padanya. Ayahnya menuntutnya sempurna, karyawannya menghormatinya karena jabatan. Tapi gadis ini? Dia bicara seolah-olah Arga hanyalah teman sebangku yang sedang merajuk.

"Besok jam tujuh pagi di lokasi proyek. Jangan terlambat," ucap Arga, berusaha mengakhiri pertemuan itu sebelum ia semakin kehilangan kendali atas emosinya.

"Siap, Bos!" Ayu berdiri, memberikan hormat ala tentara yang terlihat sangat konyol bagi Arga.

Gadis itu melenggang keluar dengan langkah ringan, meninggalkan aroma stroberi yang kembali menjajah ruangan Arga. Arga bersandar di kursinya, mengembuskan napas panjang. Hidupnya yang tenang dan monoton baru saja kedatangan "badai" yang sepertinya tidak akan berlalu dalam waktu dekat.

Tanpa sadar, sudut bibir Arga terangkat sedikit. Sangat tipis, namun itu adalah senyum pertama yang muncul di wajahnya tanpa alasan yang berkaitan dengan bisnis.

Matahari baru saja menampakkan diri, namun panasnya sudah mulai terasa menyengat di lokasi proyek Sudirman. Arga berdiri tegak dengan helm proyek berwarna putih, tangannya bersedekap di dada sambil menatap jam tangan mewahnya. Pukul 07.05.

"Dia terlambat," gumam Arga dingin. Rahangnya mengeras. Ia paling benci dengan ketidakdisiplinan.

Baru saja ia hendak menelepon Maya untuk membatalkan kontrak fotografer itu, suara deru motor scooter tua terdengar mendekat. Seorang gadis dengan jaket denim belel dan helm bogo kuning muncul, lalu mengerem mendadak tepat di depan Arga hingga debu jalanan berterbangan.

"Maaf! Maaf, Pak Bos! Ban motorku tadi ngajak berantem di jalan!" Ayu turun dari motornya sambil melepas helm, membuat rambutnya yang berantakan tergerai bebas.

Arga mengibaskan debu dari kemeja mahalnya dengan wajah gusar. "Lima menit di proyek ini setara dengan kerugian jutaan rupiah, Ayu! Kamu pikir ini main-main?"

Ayu bukannya takut, malah sibuk merogoh tas kameranya. "Santai, Pak Arga. Jutaan rupiah bisa dicari, tapi momen matahari terbit yang mantul di kaca gedung lantai 15 itu cuma sekali lewat. Yuk, naik! Aku mau ambil sudut dari sana."

Tanpa menunggu persetujuan Arga, Ayu langsung melangkah menuju lift barang yang biasa digunakan para pekerja. Arga, yang tidak punya pilihan lain karena ingin memastikan pekerjaan ini beres, terpaksa mengikuti langkah gadis itu.

Di dalam lift yang sempit dan terbuka, Ayu tampak sangat antusias. Ia mulai membidikkan lensanya ke arah para pekerja yang sedang mengaduk semen dengan peluh bercucuran.

"Kenapa kamu foto mereka? Tugasmu memotret progres struktur bangunan," tegur Arga.

"Struktur itu tulang, Pak. Tapi orang-orang ini adalah ototnya," jawab Ayu tanpa menurunkan kameranya. Cekrek. "Tanpa mereka, gedung Bapak cuma jadi tumpukan besi mati. Lihat tuh, ekspresi bapak yang lagi minum air itu. Jujur banget, kan?"

Arga terdiam. Ia selalu melihat proyeknya sebagai angka, tenggat waktu, dan pencapaian material. Ia hampir tidak pernah benar-benar "melihat" manusia-manusia yang membangun mimpinya.

Begitu sampai di lantai 15 yang masih setengah jadi, angin bertiup kencang. Arga berdiri di dekat tepi bangunan, memastikan Ayu tidak bertindak ceroboh. Namun, gadis itu justru sangat berani. Ia berjalan ke arah balkon yang belum berpagar demi mendapatkan cahaya matahari yang pas.

"Ayu ! Mundur! Itu berbahaya!" seru Arga, jantungnya mendadak berdegup kencang melihat posisi Ayu.

"Bentar, Pak! Sedikit lagi... ya! Dapet!"

Ayu berbalik dengan wajah berseri-seri, namun kakinya tersangkut kabel listrik yang melintang di lantai. Tubuhnya kehilangan keseimbangan.

"Aaa!"

"Ayu!"

Dengan sigap, Arga menghambur dan menangkap pinggang Ayu sebelum gadis itu terjatuh ke belakang. Tarikan Arga begitu kuat hingga tubuh Ayu menabrak dada bidangnya. Arga memeluknya erat, sementara tangan Ayu mencengkeram lengan kemeja Arga.

Untuk beberapa detik, waktu seolah berhenti. Suara bising mesin proyek mendadak hilang, menyisakan suara deru angin dan detak jantung Arga yang berpacu liar. Aroma stroberi dari rambut Ayu kini bercampur dengan aroma parfum maskulin milik Arga.

Ayu mendongak, matanya yang besar menatap langsung ke dalam manik mata Arga yang biasanya dingin, namun kini tampak penuh kekhawatiran yang nyata.

"Mas... eh, Pak Arga... jantungnya kencang banget. Takut ya aku jatuh?" bisik Ayu pelan, sebuah senyum tipis yang tulus tersungging di bibirnya.

Arga segera tersadar. Ia melepaskan pelukannya dengan canggung dan berdeham keras, mencoba mengembalikan sisa-sisa wibawanya yang runtuh. "Saya hanya tidak ingin ada kecelakaan kerja di proyek saya. Itu akan merusak citra perusahaan."

Ayu tertawa kecil, ia merapikan bajunya tanpa rasa canggung yang berlebihan. "Bilang aja khawatir, susah banget sih gengsinya diturunin."

"Kembali bekerja. Dan jangan berdiri di sana lagi," ucap Arga ketus, meski wajahnya kini sedikit memanas.

Ayu mengangguk patuh, namun ia tidak berhenti menggoda. "Makasih ya, Pak Arga Heroik. Sebagai tanda terima kasih, nanti siang aku traktir makan di warung bawah. Nggak ada penolakan!"

Arga baru saja hendak membuka mulut untuk menolak, namun Ayu sudah lebih dulu berlari ke sisi lain bangunan sambil membidik kameranya lagi.

Sepanjang sisa pagi itu, Arga mendapati dirinya tidak bisa fokus pada laporan di tangannya. Matanya justru terus mengikuti ke mana pun gadis itu bergerak. Ayu yang ceria, Ayu yang ceroboh, dan Ayu yang sepertinya mulai membawa warna baru ke dalam dunianya yang selama ini hanya terdiri dari hitam dan putih.

Ia menatap telapak tangannya yang tadi sempat memeluk pinggang Ayu. Ada getaran aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sebuah perasaan yang membuatnya takut, sekaligus penasaran.

Bersambung...

1
Rahayu Ayu
Oooo....
Ternyata Ayu sudah kenal Yura
shadirazahran23: yessss
total 1 replies
moureza
betul sbnrnya apa yg disembunyiksn ayu?
Rahayu Ayu
Masih penasaran dengan rahasia yg Ayu sembunyikan, hingga sampai Ayu nekat meninggalkan Arga.
shadirazahran23: kita kasih yang tegang tegang dulu
total 2 replies
nayla tsaqif
Teka teki ttg yura gmn, thor,,??
shadirazahran23: nanti akan terungkap,sabar ya
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
mirip lh kn ayahnya 🤭
Wiwi Sukaesih: y bntr Thor
tp d kehidupan nyata ktny klw anak mirip ayahnya pasti salah satu ad yg ngalhin..ntah mitos ap fakta ....
total 2 replies
Alyka Raveena
apa ayu korban perkosaan?
koq pikiran ku langsung kesana ya Thor?
apa dibalik baju ayu yg selalu longgar ada sesuatu yg dia sembunyikan???
shadirazahran23: OMG 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rusmini Mini
anak ayu dan arga...tp ayu gak kasih tau arga kalo dia hamil /Smug//Smug/
shadirazahran23: karena ada sesuatu,makanya Ayu gak ngasih tau
total 1 replies
Rusmini Mini
apa Ayu jg spt Yura meninggalkan Arga sendiri aduh aduh What really happened to Ayu.....is Ayu going to leave? /Whimper//Whimper/
Wiwi Sukaesih
msh rahasia rahasia ini ayu
smpe punya anak LG
....ank Arga ..
Wiwi Sukaesih: Siip lh dtnggu y 😍
total 2 replies
Rusmini Mini
aq bacanya kok pas puasa ya aq sKip 😞😞
Rusmini Mini
Arga bodoh move on napa Yura itu dah pergi knp kamu nanti capek dehh 🤦🤦
Wiwi Sukaesih
ahh ngegantung lg
shadirazahran23: Cucian kali di gantung
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
penuh misteri
jd penasaran Thor...
Wiwi Sukaesih: ahh pling bsa ni KKA 😁
total 2 replies
Rahayu Ayu
Penasaran banget kak,
entah apa yg jadi rahasia Ayu, sampai Ayu mengaku salah
shadirazahran23: akupun penasaran.🤣
total 1 replies
Anonymous
Update nya yg banyak yaaa
falea sezi
lanjut
shadirazahran23: ditunggu ya kak
total 1 replies
falea sezi
Ded deg ya ga
Rusmini Mini
siapa org dekil itu
Wiwi Sukaesih
penuh teka teki ....
up LG Thor 😍
mg org yg td manggil Arga g d apa apain SM org misterius it
Rusmini Mini
itu ser serran cinta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!