NovelToon NovelToon
Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Hantu / Iblis / Misteri / Roh Supernatural
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Ratih gadis miskin yang lugu dari Desa Cempaka yang di cintai oleh sosok Siluman ular yang berusia ribuan tahun----Setelah cintanya dikhianati oleh Arya, anak kepala Desa dusun Cempaka. Ratih Dipaksa membuat Perjanjian pernikahan dengan Pangeran Naga Seta yang sudah terobsesi pada Ratih----demi keamanan desanya lewat pernikahan gaib.
Warga Desa yang kembali terikat dengan Siluman ular penghuni aliran Sungai Seta harus memberikan sayeba setiap sebulan sekali untuk Siluman ular penghuni sungai, akankah warga desa terlepas dari perjanjian gaib ini.
Mengisahkan Dendam, Sakit hati, dan Perjanjian gaib di jadikan satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Sore ini para warga desa amat sibuk menyiapkan persembahan untuk nanti malam----dengan menyiapkan buah-buahan, hasil panen dan dupa yang diletakan----diatas tampah anyaman kayu.

Untuk tumbal persembahan, Keraton Seta menginginkan darah kerbau----satu darah kerbau cukup. Tumbal ini harus di berikan sebulan sekali sebagai perjanjian masa lalu yang sudah di sepakati.

Para wanita sibuk menyusun buah-buahan hasil panen, seperti sawo, rambutan, jeruk, dan jenis lainnya.

Para anak-anak berlarian menyambut pemberian sesaji ini, banyak dari mereka lebih ceria.

"Bu maaf nih, saya nggak tahu soal perjanjian desa ini dulu," ucap seorang gadis yang nampak lebih tua dari Ratih---hanya saja udah menikah.

Tangannya sibuk membentuk daun janur kuning yang akan di gunakan untuk sesaji yang akan di berikan, suaranya amat meriah seperti hajatan---tapi bedanya para warga desa sudah mengarah ke hal sesat lagi.

"Iya itu dulu, sebelum islam masuk ke desa ini."

Ibu-ibu sibuk merangkai janur kuning dan menata buah, Hani selaku gadis desa yang lulusan S1 kota sebenarnya juga tak percaya hal seperti ini.

Tapi semenjak kembali menghidupkan perjanjian lama, dan sekarang para warga desa mulai hidup dalam kemakmuran.

Hani tak bisa berpikir secara logika, "Bude coba ganti seserahannya misalnya bisa pakai babi...yah meski di desa ini gak makan babi...Tapi saya kenal peternak babi di kota."

"Tapi Sungai Seta meminta jika persembahannya kerbau, Nduk."

Hani yang lulusan S1 dan kuliah di kota berpikir panjang daripada menumbalkan kerbau yang harganya mahal, kenapa tak menumbalkan babi saja-----pikir Hani.

Toh kalo Babi selain harganya murah merawatnya juga gampang, lagipula warga desa ini tak ada yang memakan Babi.

"Babi harganya murah Bude...Kalo kerbau mahal, lagian kerbau 'kan bisa di gunakan buat bajak sawah," pikir Hani.

Tangan gadis yang berusia 23 tahun itu menimbang-nimbang, wajar saja karena Hani lulusan S1 ekonomi peminatan bisnis---jadi hal seperti itu sangat mudah di pikirnya.

"Bener juga sih, nduk. Tapi kita perlu bicara dulu dengan utusan Keraton Seta."

Kata nenek tua yang duduk di sebelah Hani yang tangannya memegang dupa---dan bakar-bakaran.

"Utusan Keraton Seta?" tanya Hani yang membeo.

"Nih Warga desa percaya amat ama hal beginian, random banget. Jangan-jangan mereka di kibulin lagi."

Hani terkekeh dan membatin, tangan sibuk menata nampan besar yang nanti isinya kelapa yang warnanya hijau, bunga tujuh rupa, wewangian berupa dupa dan kemenyan.

Tak lupa jajanan pasar. telur ayam kampung 5 biji dan jumlah telurnya harus ganjil jangan genap, lilin, dan uang kertas yang nanti di persembahkan oleh para warga kepada Sungai Seta.

"Coba nanti perantaranya siapa?" tanya Hani yang langsung ke intinya.

"Mbah Suti," jawab ibu-ibu dengan singkat.

"Oh Yowes Mbak Yu nanti aku yang ngomong ama Mbah Suti---selesai ritual."

Hani bicara seolah dirinya berpikir menghemat pengeluaran desa, karena pemikiran gadis yang lebih tua dari Ratih ini---daripada buang-buang uang buat hal seperti ini lebih baik uangnya buat bangun desa.

Sungguh pikiran yang realistis, tapi tak semua warga desa yang berpikir seperti Hani---karena ancaman banjir bah kemarin, juga belakangan ini banyak ular welang yang masuk rumah.

Setelah ular Welang masuk rumah pasti salah satu anggota keluarga akan ada yang mati mengenaskan, entah karena sakit atau tiba-tiba kejang-kejang terus meninggal dunia.

"Kematian begitu kenapa nggak ke puskesmas aja sih, ini tenaga medis kenapa pada diem-diem bego bukannya turun ke lapangan." Hani mendengus dalam hatinya, tapi dirinya ingin protes.

Apalah daya dirinya tak bisa karena jumlah lebih banyak dan pemikiran mereka masih kolot dan jauh dari kata logika, Hani akhirnya mau tak mau akan berkonsultasi dengan temannya untuk hal seperti ini.

"Apa Vladimir bisa bantuin gua ya," batin Hani.

"Ah jangan deh, dia lagi ada masalah mau PDKT ama tuh anak SMA---lagian Vlad Pea banget---anak jendral di deketin---di suruh hidup dari nol."

Hani ngedumel tentang teman kampusnya yang anak hukum, Vladimir memang anak hukum mengambil peminatan Pengacara---sedang mendekati anak jendral Nathan Aditya Rejaya---Dania Anindita Rejaya.

"Masa bodo deh nanti gua chat Vlad dulu," tekad Hani dari dalam hatinya.

Hani yang sedang merangkai daun janur kuning dengan perasaan campur aduk tiba-tiba di dekati oleh Pak Le Vito---hari ini pria itu mengenakan kaos putih polos, kain batik sebagai bawahnya dan blangkon karena ingin melakukan ritual.

"Kenapa sih Nduk? mukamu asem gitu? Putus ama pacarmu laki-laki kota," ledek Pak Le Vito menepuk pundak Hani.

"Belum punya Pak Le, Bune belum izinin aku nikah." Hani menjawab sambil merangkai janur kuning tanpa menoleh.

"Waduh nduk-nduk, cantik-cantik belum ada yang lamar, cepet nikah nanti jadi perawan tua."

Semua orang di sana pada terkekeh bahkan ada yang tertawa, terkecuali Hani yang nampak risih mendengar candaan Pak le Vito yang menurutnya sangat tak etis---kerena belum menikah dan sudah hal privasi.

"Iya nanti doain aja Pak le," jawab Hani singkat.

"Apaan sih nanyain begituan, ini bener-bener yaa! Emang udah nikah itu prestasi! ada-ada aja!" dengus sebal Hani dalam hati, sementara ibu-ibu masih tertawa.

"Yowiss aku mau kesana dulu, mari."

"Inggih Pak le," jawab ibu-ibu itu secara serempak.

Hani masih fokus merangkai janur kuning daripada dirinya harus menanggapi, warga desa yang pembicaraannya unfaedah lebih baik diam---dan cari cara agar perekonomian di desa ini lancar.

"Nanti gua coba ngomong ama Mbah Suti deh," tekad Hani.

*

*

*

1
neni nuraeni
mungkin kah anaknya yg melindungi ibunya,,, kalau iya bkl tmbh seruuu ni
Putri Sabina: Yah itu udah insting anak laki-laki kak, kalo dimana² pasti akan melindungi ibunya
total 1 replies
kinoy
kyknya pemuda tu anak Ratih ma seta deh
Putri Sabina: itu kekuatan nya kak dari bangsa siluman🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: ok deh😉
total 2 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐱 𝐬𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐤𝐞 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐢𝐡.
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐠𝐚𝐤 𝐝 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡. 😞
Putri Sabina: ikutin aja kak alurnya😄
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
Putri Sabina: besok lanjut kakak
total 1 replies
neni nuraeni
wiih mantaaap.. lnjut
Putri Sabina: besok kak pasti lanjut kok😄
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
Ke desa Cempaka baru rencana, kpan ksitu nya Rania. 😂
Putri Sabina: sabar atuhh, kan lagi persiapan Dania juga masih sekolah jugaa kak😩
total 1 replies
neni nuraeni
semoga aja Ratih kuat...
neni nuraeni: iya ksian... 🙂
total 2 replies
kinoy
si Ambar cr mati..JD dia yg nambahin racun ke tubuh Ratih..SMG aj CPT ketauan trus dipateni
Putri Sabina: tunggu aja kak, karmanya buat kobra Ambarwati😄 dan orang jahat pasti akan ada karmanya🤭
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐉𝐝 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐭𝐮 toh😳😆, 𝐠𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐭𝐩 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫. 😂
Putri Sabina: sesuai keinginan readers kak, nanti di bab selanjutnya akan ada banyak tokoh tambahan🙏
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐡 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐮 𝐍𝐚𝐠𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐞𝐥𝐮𝐤 𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐲𝐚. 😃😃
Putri Sabina: aminn😉🙏
total 1 replies
neni nuraeni
jgn smpai dong Ratih meninggal kasian ibu ya,,,
neni nuraeni: ya dehhh
total 2 replies
kinoy
waduh..gmn nasib Ratih y
Putri Sabina: tunggu kelanjutannya kak, besok update koo😄
total 1 replies
Nur Bahagia
kamyuuu nanyaaa? 🤭
Nur Bahagia
ternyata pangerannya jahad 🤨
Putri Sabina: namanya juga siluman kak
total 1 replies
Nur Bahagia
oii pangeran.. pikirin juga dong calon ibu mertua mu
Putri Sabina: Yah begitulah kak, sifat alami siluman😉 egois🤭
total 1 replies
Nur Bahagia
seperti nya pangeran harus mengurangi ego nya 🤭
Nur Bahagia
kenapa pangeran tau2 ngamuk 🤔 jangan bilang kalau kamu masih labil pangeran 🤣🤭
Putri Sabina: bukan labil, dia nggak mau Ratih pergi kak🤐
total 1 replies
neni nuraeni
yaaa bersmbung
neni nuraeni: 👌 othor... dtunggu ya klnjutannya... 🥰
total 2 replies
Nur Bahagia
kalo kamu berhutang budi, harusnya dari dulu kamu bantu Ratih dan keluarga nya biar bisa hidup enak 😁🤭
Putri Sabina: Naga Seta maunya Ratih jadi istrinya kak🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!